Istri Simpanan Presdir

Istri Simpanan Presdir
SEASON II ■ BAB 154


__ADS_3

"Kenapa kau marah pada ku Arman? Bukan seharusnya kau bersyukur, dengan aku mengirimkan fhoto itu kau sangat tau bertapa hinanya istri yang kau banggakan itu!" Yuli tak pernah merasa salah, ia selalu merasa benar atas apa yang sudah ia lakukan walau pun sangat merugikannorang lain.


"Aku menyesal sudah pernah mengenal mu!" Jawab Arman yang tak tau lagi harus berkata apa pada Yuli, kerasnya hati wanita di hadapannya melebihi batu.


"Kalau kau tidak mengenal aku, kau tidak akan hidup sampai detik ini," Telunjuk Yuli mengarah pada Arman, dan menatap Arman remeh.


"Kalau kau tidak iklas untuk menolong orang lain, lalu kenapa kau lakukan!"


"Aku iklas menolong mu Arman. Bahkan aku mengorbankan diri hanya demi diri mu! Ingat baik-baik Arman, kalau bukan karena aku kau sudah tidak bernyawa dan kalau kau sudah tidak bernyawa maka kau tidak akan pernah menikah dengan wanita tak berharga diri itu. Dan aku pun tidak akan menderita seperti ini karena kau yang ternyata tak tau terimakasih atas apa yang sudah aku korbankan pada mu, Ingat semua itu Arman jangan kau seperti kacang kupa kulit!"


Yuli sepertinya tak mau mengalah lagi kini ia sudah sangat berjuang demi mendapatkan Arman bahkan ternyata kini ia tau bayi Seli meninggal, itu artinya Arman bisa kapan saja bercerai dengan Seli tanpa ada hambatan. Dan sekilah Yuli mendapat pikiran, ide yang sangat cemerlang memanfaatkan keadaan.


"Aku tidak pernah meminta mu menolong ku, dan kalau aku tau semua akan begini maka. Aku lebih memilih mati saat itu," Arman lagi-lagi menegaskan pada Yuli agar wanita itu sadar, tapi sulit sekali menyadarkan wanita dengan opsesi yang sangat tinggi di hadapannya ini.


"Sekarangbkau berkata begini, karena kau masih hidup, benar-benar manusia tak tau terimakasih!" Jelas Yuli kesal Arman kini bahkan sedikit pun tak terpengaruh akan ucapannya.


"Aku tak ingin menghukum mu dengan tangan ku! Karena kau tau penyakit yang menggerogoti mu itu pun sudah sangat membunuh mu, tapi aku ingatkan pada mu kau akan tetap mendapat hukuman dengan cara yang lain!" Arman sangat geram sekali saat ini rasanya Arman ingin membenturkan kepala Yuli pada tembok putih di hadapannya, mungkin dengan begitu wanita di hadapannya itu bisa sadar.

__ADS_1


"Lihat apa yang bisa aku lakukan Arman!" Yuli menatap Arman penuh misteri dengan cepat ia merobek baju dan berlari keluar, ia ingin berteriak mengatakan jika Armab sudah membuatnya ternoda. Namun sayang hingga ia membuka pintu Tomi dan polisi sudah berdiri di sana.


"Hey, pakaian mu kenapa?" Tomi melangkah masuk seiringan Yuli yang berjalan mundur, tapi ia melihat polisi di sana ia yakin ia bisa memutar balikan keadaan.


"Pak tolong saya," Yuli menangis dan menunjuk Arman yang berdiri tidak jauh darinya sedang melipat tangan di dada, "Dia sudah kurang ajar pada ku, tolong aku pak," Pinta Yuli dengan melas.


"Bu, kami kemari untuk membawa anda," Polisi itu membawa surat penangkapan untuk Yuli, mata Yuli terbuka lebar melihat apa isi di dalamnya. Ia tidak menyangka Arman melakukan itu padanya, bukankah Arman dulu mencintainya dan kini Yuli hanya perlu sedikit usaha agar Arman kembali mencintainya seperti dulu lagi.


Namun apa mau di kata justru usaha yang begitu banyak ia lakukan ternyata hanya membuatnya gelap mata dan kini ia harus menanggung semua yang sudah ia lakukan sendiri, Yuli rasanya masih belum yakin mengingat dulu mereka yang saling berjanji untuk saling mencintai. Arman kembali hadir saat ia merasakan luka akan tunangannya yang berhianat, Arman ada di saat suka mau pun duka itu. Menutupi sejuta luka yang di goreskan tunangannya itu hingga harapan hidup Yuli kembali dengan adanya Arman di sisinya kembali.


"Kalau kau menyakiti aku, aku terima. Tapi bila kau menyakiti wanita yang ku cintai itu, maka aku tidak akan bisa diam."


"Arman aku ingin dengar apa kelebihan wanita itu, hingga kau tak mau kembali pada!" Yuli masih percaya diri, ia adalah wanita karir, terlahir dari keluarga berada. Yuli cantik, dengan tubuh yang tinggi dan sexy. Sangat jauh bila di bandingkan dengan Seli, wanita yang pendek bahkan hanya sedada Arman, belum lagi wajah Seli yang jarang terpoles make-up. Dan Seli juga wanita tomboy, Yuli melihat rambut Seli hanya sepanjang lehernya saja tak ada kesan anggun sedikit pun, di tambah lagi perbedaan usia yang cukup jauh.


"Aku tidak tau kelebihannya apa, aku pun tidak tau kekurangannya apa, yang aku tau hanya dia yang bisa membuat aku jatuh cinta," Jelas Arman dengan tegas agar Yuli kali ini jelas mengetahui itu.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian lagi, tapi aku mohon cabut laporan mu aku pun akan pergi jauh dari kehidupan kalian," Pinta Yuli.

__ADS_1


"Tidak, hukuman adalah hukuman dan kau harus menjalaninya!" Keputusan Arman yang sudah matamg tak dapat lagi di tawar.


"Aku mohon Arman, anggap saja ini bayara karena kau berhutang nyawa pada ku!"


"Aku tidak pernah berhutang nyawa pada mu, semua kejadian itu kau yang rencanakannya, dan kau membayar seorang dokter untuk ikut masuk kedalam permainan mu itu. Aku tau Yuli kau hanya berpura-pura agar aku tetap bersama mu!"


Yuli mendeguk saliva ternyata Arman sudah tau sampai di situ, Yuli tak bisa lagi berbicara setelah apa yang ia dengar.


"Arman aku mohon, jangan lakukan ini aku tidak mau hidup di penjara Arman aku mohon maaf kan aku, apa kau tidak bisabmemaafkan aku," Yuli menangis duduk di lantai berharap Arman masih nermurah hati padanya.


"Aku sudah memaafkan mu, tapi tetap saja kau harus membayar semuanya seharusnya kau beruntung karena kau tidak merasakan apa yang di rasakan oleh orang-orang sebelum kau yang berani bermain dengan ku, bukan karena aku mencintai mu tapi karena aku menghargai mu sebagai srorang wanita. Aku menghargai wanita karena aku terlahir dari rahim seorang wanita juga. Tapi huluman tetap berjalan aku harap kau bisa merenung dan menyadari semua perbutan mu."


Arman pergi begitu saja meninggalkan Yuli yang akan di tangani oleh polisi, tidak ada lagi perasaan kasihan seperti dulu bahkan Arman kini tak perduli dengan tangisan Yuli yang memanggilnya. Apa yamg di lakukan wanita itu sudah terlalu merebut kebahagian yang ia ciptakan bersama istrinya, bayangan anak yang akan di lahirkan oleh sang istri musnah karena wanita yang teropsesi padanya.


***


Jangan lupa VOTE ya kakak baik semua, kalau banyak yang Vote saya grazy up loh, hehehe, terimakasih kakak semua yang murah hati.

__ADS_1


__ADS_2