Istri Simpanan Presdir

Istri Simpanan Presdir
Bab 55


__ADS_3

Setelah kepergian Vano kini Ziva duduk di ruang tamu untuk menunggu kedatangan Seli. Karena Ziva sudah cukup lama tidak pernah bertemu dengan Seli dan keduanya sudah saling merindukan.


"Anggi" kata Ziva ia melihat Anggia sedang berjalan melewati nya.


"Ya nyonya?" jawab Anggia.


"Kamu mau ke mana?" tanya Ziva.


"Saya mau ke depan saja nyonya. Saya sedikit bosan karena tidak tau harus apa" jawab Anggia.


"Oh kalau begitu kamu temani saya di sini saja. Saya juga butuh teman" kata Ziva.


"Apa tidak apa-apa nyonya saya duduk dengan anda. Apa itu sopan?" tanya Anggia.


"Sudah sini duduk kita teman dan tidak usah sungkan" kata Ziva.


"Ziva!" terdengar suara Seli.


Ziva dan Anggia melihat asal suara dan itu Seli yang sedang berjalan mendekati mereka.


"Seli" kata Ziva.


"Aduh Ziva ku sayang" kata Seli dan kedua nya saling berpelukan.


"Sel ini Anggi" kata Ziva yang memperkenalkan Anggia pada Seli.


Dan kedua nya saling berkenalan antara Seli dan Anggia. Dan ketiganya mulai berjalan kearah taman belakang dan duduk di gazebo menikmati udara segar.


"Pinggin makan es krim ya" kata Ziva.


"Biar saya ambil kedalam nyonya" kata Anggia.


"Baiklah kau ambil lima ya" kata Ziva.


"Iya nyonya" jawab Anggia.


Setelah kepergian Anggia untuk mengambil es krim kini hanya tinggal Seli dan Ziva yang duduk menunggu Anggia yang mengambil eskrim.


"Zi kamu mau tau enggak kabar Firman sekarang?" kata Seli yang memulai pembicaraan.


"Firman?"


"Ya" jawab Seli.


"Memangnya dia kenapa?" tanya Ziva.


"Semenjak dia tau kamu sudah menikah. Sekarang dia menjadi pendiam dan kejam" jawab Seli.


"Kejam maksud nya gimana?" tanya Ziva.

__ADS_1


"Ya sekarang tidak ada satu mahasiswa pun yang berani menegur nya seperti dulu. Bahkan sedikit saja mahasiswa salah ia akan marah besar" kata Seli.


"Kenapa begitu?" tanya Ziva.


"Ya itu semenjak dia tau kamu sudah menikah" jawab Seli.


"Tapi aku kan udah cerita sama kamu Sel gimana aku bisa menikah sama Mas Vano. Aku tidak merencanakan pernikahan ini" jawab Ziva.


"Ya aku tau. Dan aku sudah menceritakan itu pada Firman" kata Seli.


"Kamu menceritakan pada Firman?" tanya Zica shock.


"Iya Zi soal nya dia di kampus uring-uringan enggak jelas, terus semua mahasiswa jadi pelampiasan kemarahannya" jawab Seli.


"Terus setelah dia tau semua tentang pernikahan aku apa respon Firman?" tanya Ziva yang semakin penasaran.


"Ya dia berusaha mengerti. Dan dia juga enggak uring-uringan lagi. Cuman ya itu masalah nya" kata Seli menjeda ucapannya.


"Masalah nya?. Kamu kalau cerita jangan sepotong-sepotong dong" kata Ziva yang sudah tidak sabar mendengar kelanjutan cerita Seli.


"Ya dia berubah kejam, dingin dan pendiam" jawab Seli.


"Aku jadi merasa bersalah Sel" jawab Ziva sambil memeluk Seli. Karena ia merasa bersalah sudah membuat Firman menjadi seperti sekarang.


"Sudah mau bagaimana lagi semua sudah terjadi. Dan ini bukan salah kamu" kata Seli sambil memeluk Ziva.


"Gimana kalau aku temuin dia buat yang terakhir kali nya Sel. Mau bagai mana pun aku besalah juga sama dia" kata Ziva yang sudah menjauh dari Seli.


"Tapi kalau aku cerita dia pasti tidak akan mengizin kan ku Sel" jawab Ziva. Ia yakin Vano tidak akan mengizin kan dirinya bertemu dengan mantan kekasih nya itu.


"Ya tapi kalau enggak izin suami kamu dulu aku takut Zi" jawab Seli yang mengatakan ketakutannya.


"Udah kamu tenang saja. Masalah suami aku nanti aku yang urus yang penting kamu mau temani aku bertemu Firman" kata Ziva.


"Tapi aku enggak ikut kena masalah kan Zi?" tanya Seli dengan ragu.


"Iya" jawab Ziva yakin.


"Kamu sih enak Zi kalau suami kamu marah paling dia cuman diemin kamu atau marahin kamu. Tapi kalau dia marah ke aku. Aku yakin dia bakalan gantung leher aku" kata Seli.


"Tau dari mana kamu?" tanya Ziva.


"Kamu itu gimana suami kamu itu sudah terkenal Presdir dingin dan kejam. Apa ia kamu tidak tau" kata Seli.


"Enggak" jawab Ziva sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Peltak!.


"Au" ringis Ziva karena Seli menyentil dahi nya.

__ADS_1


"Sakit Sel" kesal Ziva.


"Kamu siapa suami kamu sendiri saja tidak tau" kata Seli dengan jengkel.


"Aku tau dia Kenzi Zavano. Terus yang enggak aku tau nya di mana?" tanya Ziva.


"Kenzi Zavano itu terkenal dengan Presdir dingin, angkuh dan kejam" jawab Seli.


"Hay" Anggia datang dengan membawa banyak eskrim di tangan nya.


"Waw" kata Ziva.


"Banyak ya Anggi" kata Seli.


"Iya kan tadi nyonya muda yang meminta nya" jawab Anggia.


Setelah itu ketiga nya mulai memakan eskrim. jika Anggia dan Seli belum satu eskrim pun yang habis maka lain hal nya dengan Ziva. Ia bahkan sudah menghabiskan tiga eskrim. Seli tidak percaya melihat sahabat nya bisa serakus itu. Sedangkan Anggia sudah terbiasa melihat seorang ibu hamil dengan makan banyak jadi ia hanya biasa saja.


"Zi kamu enggak kesambet kan?" tanya Ziva.


"Kamu tega ya bilang aku kesambet" kata Ziva.


"Kamu makan eskrim sebanyak ini apa kamu sadar?" tanya Seli yang masih belum percaya.


"Itu biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil Sel" jawab Anggia.


"Hamil Zi? kamu hamil?" tanya Seli karena ia belum tau perihal kehamilan Ziva.


"Iya" jawab Ziva tanpa berhenti memakan eskrim di tangan nya.


"Wah senang nya aku bakalan jadi tante" kata Seli sambil memeluk Ziva.


"Iya tapi aku kasian sama anak aku kalau manggil kamu tante" kata Ziva memasang wajah sedih nya.


"Kasian kenapa?" tanya Seli.


"Kasian kalau dia manggil kamu tante. Terus Om nya mana?" tanya Ziva.


"Wah kamu menghinanya keterlaluan Zi aku tersinggung" kata Seli berpura-pura marah.


"Jangan dong kamu sama Arman saja" kata Ziva.


"Arman? siapa aku enggak kenal" kata Ziva.


"Aku jadi kasian sama Arman dia suka sama orang tapi orang itu bahkan tidak tau siapa dirinya" kata Ziva.


"Suka sama aku?" tanya Seli yang masih bingung karena ia memang tidak tau siapa Arman.


"Ia dia itu wakil presdir di perusahaan dan dia sebenarnya anak angkat dari mertua aku. Tapi dia tidak mau menunjukan siapa dia di hadapan umum. Dia hanya mengaku kalau dirinya hanya sekretaris saja di perusahaan. Dan dia sering lihat kamu kalau kamu ke perusahaan menemui sepupu mu itu" kata Ziva.

__ADS_1


"O" jawab Seli yang masih bingung.


__ADS_2