Istri Simpanan Presdir

Istri Simpanan Presdir
SEASON II ■ BAB 158


__ADS_3

"Gangguan jiwa Mbak?" Ziva shock mendengarkan apa yang di katakan Keyla, Ziva sama sekali tidak pernah tau menau mengenai Keyla selama ini.


"Iya," Keyla tersenyum getir kadang ia juga tak bisa menerima tapi semua sudah berlalu.


Ziva tau Keyla mulai terlihat murung saat berbicara itu, Ziva langsung mengalihkan pembicaraan agar tak berlarut dalam kesedihan.


"Selamat ya Mbak, aku yakin suami Mbak Keyla pasti baik banget dan juga taat ibadah ya Mbak lihat sekarang penampilan Mbak," Ziva kembali menatap Keyla dengan kagum, ada rasa malu pada hati Ziva. Seorang penjahat memang pendosa tapi ketika penjahat itu kini menjadi taat ibadah bahkan ibadahnya mungkin lebih baik dari seorang yang menjadi korban, ini sangat hal yang membanggakan.


"Alhamdulilah," Keyla tersenyum ia memang mengakui suaminya kini memiliki kesabaran dalam menuntunnya menjadi lebih baik.


"Semoga langgeng terus Mbak," Ziva tak bisa mengucap rasa bahagianya kini, sebab terkadang ia masih merasa bersalah saat mengingat ia adalah orang ketiga di antara kehancuran rumah tangga Keyla. Namun kini Ziva sudah lega dan bahagia karena Keyla sudah menikah dan terlihat bahagia.


"Ya, kami memang sudah kenal sejak SMA, bahkan hubungan kami sudah sangat jauh saat itu. Sama saja kami berdua adalah seorang pendosa Ziva....tapi kini kami ingin menjadi seorang manusia yang lebih baik lagi, dulu bahkan semasa sekolah aku melakukan aborsi dan itu anaknya, setelah selesai kuliah aku bertemu Vano dan Vano melamar aku tapi aku lebih memilih pergi dengan suami ku itu yang statusnya saat itu tidak jelas, setelah aku hamil lagi dia tidak mau bertanggung jawab dan akhirnya aku melakukan aborsi lagi, lalu tidak lama berselang aku meminta kembali pada Vano, singkat cerita kami menikah tapi setelah kami menikah Vano sudah tak semanis dulu hingga aku menjalin hubungan lagi dengan pria lain hanya untuk kepuasan ranjang, setelah aku gila kami bertemu kembali di rumah sakit jiwa. Dan dia ingin menebus semua kesalahan dulu yang pernah kami buat, dia tidak lagi menuntut seorang anak karena dia sadar mungkin kami belum pantas mendapat rahmat yang sangat membahagiakan itu," Keyla tersenyum getir mengingat banyak dosa yang ia lakukan hingga kini ia merasa Tuhan menghukumnya.


"Mbak Keyla semua orang pernah punya sisi gelap, dan semua orang memiliki kesempatan untuk bertobat, termasuk kamu Mbak aku juga bukan wanita suci Mbak tapi tidak ada yang boleh menghinanya kan? Apa lagi sekarang Mbak sudah seperti ini, justru saya malu melihat Mbak begini saya yakin Tuhan akan menerima taubat hambanya yang tulus menyesali kesalahannya," Ziva rasanya tidak percaya diri untuk berbicara demikian, Keyla sang pendosa saja bisa berubah berusaha memperbaiki kesalahannya. Sementara ia sekarang? Rasanya benar-benar memalukan bagi Ziva saat ini.


"Zie ini eskrimnya Nak, ngantri Ayah ini panas-panas demi Zie," tutur Vano yang fokus berbicara dengan Zie, sebab Zie langsung mengejarnya saat ia berjalan mendekati Zie dan Vano belum menyadari ada Keyla di kursi taman yang duduk bersama Ziva.


"Macih...." dengan cepat Zie menjilati eskrim yang di beli oleh Vano.


"Sama-sama," Vano mencium pipi Zie, "Yuk tempat Bunda, Ayah juga beliin buat Bunda ni," Vano sangat bersemangat membeli eskrim untuk sang istri yang sangat menyukai eskrin, apa lagi ia mengantri lama demi eskrim tersebut.


"Ayo...." teriak Zie dengan bahagia.


"Nggak usah teriak Zie kita nggak tinggal di hutan," jawab Vano.

__ADS_1


"Hehehe," Zie menunjukan giginya cengengesan.


"Sayang Mas juga beli eskrim buat kamu ni," Vano memberikan eskrim yang ia beli untuk Ziva, Ziva menerima dan tersenyum.


Namun mata Vano seperti tidak percaya melihat Keyla kini di hadapannya, bukan benci hanya saja Vano tidak menyangka Keyla kini berpakaian muslimah. Sangat jauh dari gaya berpenampilannya yang dulu, bahkan dulu Keyla selalu menampakan setengah gundukannya, pahanya sudah menjadi pemandangan bagi setiap orang yang melihatnya.


"Hai," sapa Keyla tersenyum kecut, Vano kini jauh lebih gemuk dengan tubuh yang terurus tidak seperti saat bersamanya dulu.


"Em," Vano sama saja tak ada yang berubah tak ada rasa suka melihat Keyla sedikit pun.


"Key," Terdengar suara seorang pria yang memanggil Keyla.


"Ya Mas," jawab Keyla tersenyum.


"Ya Mas," jawab Keyla, lalu Keyla menatap Ziva, "Semoga persalinannya lancar ya, doain aku juga ya," tutur Keyla penuh harap.


"Ya Mbak, Amin," jawab Ziva tersenyum ramah.


Setelah kepergian Keyla, kini Ziva dan juga Vano duduk di kursi taman dengan Zie duduk di tengah mereka.


"Yang kamu nggak usah segitu deketnya sama Keyla," Vano sangat takut bila Keyla kini kembali berulah, rasanya Vano tidak siap bila peristiwa dulu kembali terulang lagi. Kini ia sudah tenang dengan keluarga kecilnya dan berharap tidak ada lagi yang mengusik semua kebahagiaan itu.


"Mas.....nggak baik ngomong gitu, Mbak Keyla sekarang udah nggak seperti dulu lagi. Kita juga nggak boleh berprasangka buruk sama orang," Ziva tak habis pikir mengapa suaminya masih saja berprasangka buruk padahal sudah jelas Keyla sudah bertaubat begitu.


"Pokoknya Mas nggak suka kamu deket-deket Keyla, dia itu masalalu Mas. Dan Mas nggak mau inget-inget lagi," kata Vano.

__ADS_1


"Iya udah iya," jawab Ziva.


Mata Vano dan Ziva menatap Zie yang sedang menjilati eskrim di pegang oleh Ziva, dan setelah itu menjilat eskrim milik Vano yang juga di pegang Vano. Ziva dan Vano tersenyum melihat kelucuan sang anak, tak perduli orang tuanya yang sedang berbicara yang jelas eskrim itu habis di jilati Zie.


"Zie kok makan eskrim Ayah," Vano berpura-pura kesal pada Zie.


"Eskrim Bunda juga, kenapa Zie makan?" Ziva juga berpura-pura marah pasa sang putri kecil.


"Eskim tupah Yah," jawab Zie dengan polosnya.


"Memangnya kenapa kalau tumpah, kan eskrim Ayah," kata Vano lagi.


"Tayang eskim enak," Zie kembali menjilat eskrim Vano yang meleleh karena terkena panas.


"Ya udah tinggalin Ayah," Vano mengambil eskrimnya yang di jilati Zie.


"Ahahaha," Ziva tertawa ternyata eskrim milik Vano tinggal sedikit habis di makan oleh Zie.


"Ck," Vano hanya geleng-geleng melihat tingkah lucu sang anak, tapi Vano sangat bahagia melihat keluarga kecilnya.


"Baru satu Ayah udah pusing, ini mau nambah empat lagi loh Yah," kata Ziva saat melihat wajah Vano.


"Nggak papa yang, abis lahir itu tambah lagi ya," Vano menggoda Ziva hingga Ziva kesal dan mencolek eskrim miliknya pada wajah Vano.


"Ahahahaha," semua tertawa termasuk Zie juga, akhirnya ketiganya belepotan karena eskrim, sebab Vano juga membalas apa yang di lakukan Vano. Dan Zie juga ikut-ikutan.

__ADS_1


__ADS_2