Istri Simpanan Presdir

Istri Simpanan Presdir
Ektra part 6


__ADS_3

Kini Ziva dan Vano sedang duduk santai sambil menonton televisi, keduanya terlihat sudah sangat baik tanpa ada lagi yang di ributkan. Namun saat keduanya tengah tenang tiba-tiba terdengar suara seseorang yang berteriak masuk kerumahnya, jangan tanya siapa sebab jawabannya sudah pasti Bilmar.


"Vano.....Vano......" teriak Bilmar sambil melenggang masuk bersama Zie dan juga Anggia, jangan lupakan ada Sinta juga yang geleng-geleng melihat kekonyolan tersebut.


"Sayang Bilmar dateng, bilang Mas nggak ada ya," kata Vano sambil bersiap-siap berlari dan bersembunyi, ia sudah bisa menebak mengapa Bilmar datang untuk apa. Tentu saja karena ia meminta Zie mengatakan pada Anggia, jika Bilmar sudah menikah lagi.


"Mas kenapa?" tanya Ziva yang tak mengerti.


"Udah, kamu bilang Mas di kantor," setelah mengatakan itu Vano langsung berlari, mencari tempat persembunyian yang aman. Untuk melindungi diri dari amukan Bilmar.


TAP.......TAP......TAP......


Terdengar langkah kaki Bilmar yang semakin mendekat, dan ia melihat Ziva duduk di sofa sendirian saja.


"Ziva, suami dekil kamu itu di mana?" tanya Bilmar.


"Suami dekil?" tanya Ziva kembali.


"Iya, Mas Vanu kamu yang gila itu di mana?" Bilmar kembali mengulangi pertanyaannya.


"Mas Vano, lagi di kantor," bohong Ziva mengikuti apa yang tadi di perintahkan Vano, "Memangnya kenapa?" Ziva juga penasaran ada apa, jadi ia pun ingin tahu. Sebab tadi ia di kerjai Vano habis-habisan juga, Ziva di minta Vano merayunya dan kini Ziva juga sedikit kesal.


"Zie bilang ke Anggi, kalau aku sudah menikah lagi dengan guru di sekolah Zie. Dan itu Vano yang memerintahkan," kesal Bilmar mengingat apa yang di katakan Zie.


FLASHBACK.


Saat ini Bilmar tengah berduan saja di kamar bersama Anggia. Bilmar baru saja pulang dari luar kota untuk melihat kondisi hotel yang tengah dalam proses pembangunan, beberapa hari berjauhan dengan Anggia membuatnya sangat tersiksa. Dan banyak menimbun rindu yang hingga rindu itu ingin di lepaskan.


"Kicot sayang, kamu makin cantik aja sih," Bilmar menarik gemas pipi sang istri tercintanya.


"Iya dong, kan Anggi cantik punya Abang," kata Anggia tersenyum malu-malu seolah keduanya seperti pengantin baru, yang baru saja tinggal satu atap.


"Ish istri Abang, bikin Abang nggak kuat," jawab Bilmar mencolek hidung Anggia.

__ADS_1


"Geli tau Abang," jawab Anggia.


"Yang," Bilmar menaikturunkan kedua alis matanya, memberi kode pada Anggia. Anggia mengerti ia tersenyum dan mengangguk, dengan cepat Bilmar mendekati Anggia dan menutup mata.


"Assalamualaikum Mommy," teriak Zie sambil berlari masuk ke kamar setelah memutar gagang pintu.


Bilmar dan Anggia tersentak, dengan cepat keduanya menjauh. Bilmar menepuk jidad sebab ia baru sadar ternyata pintu kamar belum di kunci.


"Daddy ngapain mau naik ke atas Mommy, emang Daddy pikir Mommy Anggi kuda?" tanya Zie dengan polosnya.


"Nggak bapaknya, nggak anaknya sama-sama bikin kesel," gumam Bilmar, "Tadi Daddy terpeleset nggak sengaja terjatuh, terus ketimpa Mommy Anggia," Bilmar tersenyum mencari alasan yang tepat, sebab ia tau Alma dan Zie adalah dua anak yang cerewet dan banyak bertanya sebelum ia menemukan jawaban yang tepat.


"Kok bisa kepeleset, nggak ada yang licin?" ucap Zie yang memperhatikan lantai, terlihat bersih tanpa noda.


Bilmar menghembuskan napas, ia sudah yakin ini akan terjadi, "Zie ada apa ke sini?" Bilmar tak ingin meladeni pertanyaan Zie yang tak akan ada habisnya, dan ia pun ingin Zie cepat keluar agar ia bisa bersama sang istri cantiknya. Jadi lebih baik Bilmar tau tujuan Zie menemuinya, bahkan masuk kamar tanpa permisi.


"O....iya, hampir Zie lupa," kata Zie yang mulai mengingat niatnya kerumah Bilmar, "Mommy, Daddy udah nikah sama Bu guru Zie di sekolah," jelas Zie mengutarakannya dengan kesal.


"Kalian ngomonng apa?" tanya Bilmar bingung.


"Abang?" Anggia menatap Bilmar penuh tanya, "Kenapa anak-anak bilang begitu?" Anggia juga kesal, tapi ia masih menunggu jawaban Bilmar sebab ia tau Bilmar sedang lelah. Tapi bila semua yang di katakan Zie dan Alma benar, maka Bilmar akan tau akibatnya.


"Abang juga nggak ngerti," jawab Bilmar yang memang tak tau apa-apa.


"Daddy ngaku aja, kalau Daddy udah nikah lagi?" kata Zie yang kini berkacak pinggang.


"Mommy......hiks.....hiks.....Alma nggak mau punya ibu tiri," teriak Alma sambil menangis.


"Sayang," Anggia mendekati Alma dan memeluk putrinya, sementara Bilmar masih kebingungan.


"Zie kamu ngomong apa?" tanya Bilmar yang tak mengerti.


"Apa Abang bilangnya keluar kota, tapi ternyata nikah lagi?" tebak Anggia yang mulai kesal pada Bilmar, "Abang bilang kesana buat kerjaan, tapi ternyata Abang nikah lagi?" tambahnya lagi.

__ADS_1


"Apasih, punya satu istri aja Abang udah cukup. Mana mungkin mau tambah lagi," kesal Bilmar.


"Terus kenapa anak-anak bisa bilang begitu?"


"Abang nggak tau sayang," terang Bilmar.


"Nggak mungkinkan mereka bisa ngomong begini kalau nggak ada sumbernya?" Anggia masih terus bertanya, sebab seorang anak tak mungkin asal bicara jika ia tak melihat atau ada yang mengajarinya untuk mengatakan itu.


"Jadi kamu nuduh Abang yang boong, kamu nuduh Abang yang beneran udah nikah lagi?" tanya Bilmar yang juga tersulut emosi, sebab ia memang tak pernah menikah lagi.


"Anggi nggak bilang Abang boong, Anggi nanyak," tegas Anggia.


"Sama, aja. Cara kamu nanya sama seperti kamu nuduh Abang. Kurang setia apa lagi Abang sama kamu coba, selama ini Abang selalu menolak wanita lain karena kamu."


"O....jadi Abang nyesel udah nolak wanita di luar sana karena Anggia, begitu? Kalau begitu sekarang kejar wanita di luar sana. Biar Anggi dan anak-anak pergi dari rumah ini, biar Abang bisa tinggal dan bebas sama wanita mana yang Abang mau," kata Anggia sambil berjalan menuju lemari dan mulai membereskan bajunya.


"Sayang maksud Abang bukan begitu," Kini Bilmar bingung harus apa di tambah lagi Anggia sudah memasukan barang-barangnya ke koper, padahal ia hanya ingin mengatakan pada Anggia jika dirinya tak menikah lagi.


"Anggi pergi aja, biar Abang seneng," jawab Anggia, "Alma ayo kita bereskan barang-baranya terus kita pergi dari sini, bilang sama Alif juga," kata Anggia pada putrinya.


"Sayang Abang nggak pernah nikah lagi," kata Bilmar yang menahan Anggia agar tak pergi. Lalu ia menatap Zie, "Zie kenapa bilang kalau Daddy nikah lagi?" tanya Bilmar.


"Karena Bu guru bilang kalau Alma anak Bu guru, ya kan Alma?" tanya Zie pada Alma.


"Iya, Bu guru bilang semua murid anak Bu guru. Alma nggak suka. Masa Alma anak Bu guru. Pasti Daddy udah nikah sama Bu guru kan? Makanya Bu guru bilang gitu," tebak Alma dengan wajah polosnya.


"Iya, makanya Zie kesini. Tadi Ayah yang suruh bilang sama Mommy kalau Daddy udah nikah lagi, sebelum terlambat. Karena Zie nggak mau Mommy Anggi sedih," terang Zie menatap Anggia.


"Jadi yang suruh bilang Daddy udah nikah lagi sama Bu guru, Ayah?" tanya Bilmar.


"Iya," jawab Zie dengan wajah polosnya.


FLASHBACK OFF.

__ADS_1


__ADS_2