
Kini keluarga Rianda tengah duduk bersantai dan tiba-tiba terlihat Zie turun dari mobil, ia sibuk menggoda sang supir yang tadi sempat berbicara dengan sang guru.
"Cie Om Bayu.....cie......." Zie menunjukkan gigi ompongnya, bahkan air liurnya pun ikut bercipratan.
"Zie....kamu kenapa Nak?" tanya Anggia, yang langsung mendekati Zie.
Zie tersenyum dan kembali menatap sang supir, "Ciee.....Om Bayu," kata Zie lagi sambil menutup mulutnya.
"Zie," Anggia sedikit menaikan nada bicaranya, karena ia pun penasaran.
"Itu loh Mom, Om Bayu sama Bu gulu....." Zie cengengesan dan menatap sang supir, "Cie...
cie..."
"Zie......" Anggia geleng-geleng melihat tingkah Zie yang memang terbilang lucu.
"Hehehehe.......Om Bayu nangis, jangan nangis Om, nggak ada susu di sini ya......" seloroh Zie.
"Nyonya saya masuk duluan ya," pamit sang supir karena ia kesal sekali pada Zie yang malah mengejeknya, tapi Bayi juga tersenyum samar mengingat wajah guru Zie yang cukup cantik.
"Cie Om Bayu," teriak Zie, padahal Bayu sudah masuk dan hanya tinggal punggungnya saja yang tampak.
"Zie kamu ya," Anggia menarik gemas kedua pipi bocah ingusan itu.
"Mommy sakit," kata Zie, yang membuat Anggia kembali melepaskannya tapi kemudian Anggia mencium gemas pipi gembul Zie.
"Kamu ya, suka banget jail."
"Mom, Alma dimana?" tanya Zie yang ingat maksudnya ke sana karena ingin menemui Alma, sebab tadi Alma pulang terlebih dahulu.
"Ada di kamar," Anggia menatap Zie yang masih menggunakan seragam sekolah, Anggia bisa menyimpulkan jika bocah ingusan itu belum kembali ke rumah. Melainkan dari sekolah langsung ke rumahnya, "Kamu belum pulang ke rumah?"
"Pulang ke lumah nanti juga pulang Mom, mampil dulu dong tempat Alma, Mommy, Zie tempat Alma dulu," Zie langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Zie.
Anggia hanya diam dan memandang dengan lucu tingkah keponakan yang sudah seperti anak kandungnya sendiri itu.
Tidak lama kemudian ponsel Anggia berbunyi, dan yang menghubunginya adalah Ziva. Anggia tersenyum, ia yakin Ziva kini tengah mengawatirkan Zie.
"Assalamualaikum Ziva?" jawab Anggia, setelah panggilan terhubung.
"Waalaikumsalam Ngi, Anggi....Zie di tempat kami nggak ya? Tadi aku hubungin Bayu, tapi nggak bisa," kata Ziva di sebrang sana.
"Iya Ziva, Zie di sini.....kita makan malem bareng di sini aja yuk....." tawar Anggia.
"Boleh, yaudah aku langsung ke rumah kami sama Mas Vano ya," kata Ziva menyetujui tawaran Anggia.
"Assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
Panggilan terputus, Anggia kemudian ke dapur. Ia ingin meminta Art agar memasak dengan banyak karena Ziva juga akan makan bersama mereka, setelah itu Anggia menuju kamar Alma dimana Zie juga ada di sana.
"Anak-anak Mommy lagi apa?" Anggia melihat Zie dan Alma sedang duduk di ranjang, dan membuka tas mereka.
"Kita lagi belajar Mommy," jawab Alma.
"O...." Anggia mengangguk dan melihat buku Alma kemudian buku Zie, "Zie ini jawabannya kamu sudah yakin?" Anggia tahu jawaban Zie masih salah tapi ia ingin bertanya terlebih dahulu.
"Yakin Mom," Zie menjawab dengan penuh semangat.
"Tapi ini salah Zie," Anggia membaca pelajaran Zie dan jawabannya salah, "Tiga telor ayam, di goreng satu dan sisanya adalah?" Anggia membaca nya dan menatap Zie, "Kenapa Zie jawab habis?" tanya Anggia bingung.
"Kan dia tanya Mom, tiga telor Ayam di goreng satu, tapi Zie nggak cukup satu telor ayam jadi Zie goreng aja semuanya terus Zie makan pakek saos," Zie menatap Anggia yang sedang menatapnya bingung, "Jadi kalau tiga telor Zie goreng masih ada sisa nya nggak Mom?"
Anggia menggeleng, "Nggak."
"Kalau nggak ada sisa, berarti?"
"Abis," jawab Anggia, sesaat kemudian ia menyadari sudah dibodohi oleh Zie.
"Nah....kan.....jadi jawabannya abis bener Mom," Zie cengengesan dan membanggakan diri.
"Zie ini salah Nak," Anggia masih tetap ingin menjelaskan pada Zie tentang pelajarannya itu.
"Itu betul Mommy, udah lah...Zie waktunya buka pelajalan balu," Zie menyimpan buku pelajarannya dan mengambil boneka milik Alma.
"Ini belajar Mom."
"Belajar apa?"
"Belajar gendol Adek bayi, nanti kalau Zie udah punya dek bayi Zie udah pintel," terang Zie tanpa melihat wajah Anggia yang kebingungan.
"Alma kamu juga sedang belajar gendong adik bayi?" tanya Anggia pada putrinya.
"Mommy salah, Alma lagi belajar PD," jawab Alma yang tidak kalah membuat Anggia bingung.
"Maksud nya?"
"Biar kalau Alma jumpa sama cowok keren, Alma udah nggak gemetar loh....Mom, jadi Alma harus belajar," jawab Alma sambil bercermin dan tersenyum dengan lipstik yang sudah belepotan di bibir anak bau kencur itu.
"DEDDY........." teriak Anggia, dan beberapa saat kemudian Bilmar datang dengan paniknya.
"Ada apa Mom?" tanya Bilmar, mereka memang menggunakan panggilan itu bila di depan anak-anak.
"Lihat anak mu," Anggia menunjuk Alma kemudian menunjuk Zie.
__ADS_1
"Alma?" Bilmar ingin tertawa melihat Alma dengan lipstik memenuhi bibir, bukan hanya bibir tapi juga giginya.
"Lihat Ded anak mu!"
"Kita buatnya bareng ya Mommy," jawab Bilmar yang tidak mau kalah.
"Enak aja, ini anak Daddy, hasil dari kecebong Daddy yang minus itu jadinya begini," kata Anggia lagi.
"Kecebong itu bisa di sambel nggak Mom, kalau nggak ke cebong Daddy buat makanan ikan Alma aja. Ngapain di cari ternyata Daddy juga punya banyak kecebong," kata Alma dengan polosnya.
"Zie juga bawa pulang sedikit ya Deddy buat makanan ikan Zie di rumah biar cepat gede," kata Zie dengan penuh harap.
Anggia dan Bilmar seketika saling pandang, keduanya merutuki kebodohannya, Anggia langsung menarik Bilmar keluar dari kamar tersebut.
"Mommy jangan lupa kecebongnya buat Zie juga...." teriak Zie.
DUAR...
Anggia langsung menutup pintu dengan cepat, hingga tanpa sadar ia membantingnya.
"Ini gara-gara Abang, anak-anak jadi ngomong kecebong-kecebong," omel Anggia.
"Kamu yang tadi ngomong kecebong," jawab Bilmar.
"Abang berani Sama Anggi?"
"Nggak!" Bilmar menggeleng.
"Berani?" tanya Anggia lagi.
"Nggak Anggi sayang," terang Bilmar.
"Ah....pokoknya Abang puasa, Anggi kesal sama Abang," Anggia langsung pergi meninggalkan Bilmar.
"Anggia, kenapa begini," Bilmar mengejar Anggia, "Sayang apa hubungannya dengan puasa?" tanya Bilmar.
"Anggi kesel sama Abang, itu kecebong Abang lihat si Alma nggak ada yang bener, Alif juga begitu rok gurunya di angkat karena katanya mau tangkep jangkrik," kesal Anggia melihat kelakuan anaknya tidak ada yang beres.
"Sayang itu salah paham, kemarin itu Abang peluk kamu dan Alif lihat dia tanya Deddy sedang apa? Abang jawab lagi tangkap jangkrik, dan dia juga lihat di dekat rok gurunya ada jangkrik, pas dia tangkap ternyata tali pinggang," terang Bilmar.
"Ah.....Anggia nggak mau Deket sama Abang."
"Anggi."
"Nggak!"
"Anggi!"
__ADS_1
"Nggak!"
"Alma.....Alif.....Zie......" teriak Bilmar kesal dengan tiga anak nya itu, seba karena anak-anak nakal itu malah ia yang jadi korban.