
Bab 10
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Setelah puas menghirup udara di balkon,,Ana merasakan sedikit lega menerpa dada nya,,dia harus menjadi wanita yang kuat,, bukan kah di mana bumi di pijak di situlah langit di junjung.
Dengan penuh semangat Ana pun melangkah masuk ke kamar,,dan berniat untuk mandi,, karena kebaya yang di gunakan nya sudah membuat nya gerah.
Sebelum ke kamar mandi,Ana memandangi lemari jati besar dengan ukiran nya yang estetik,,dia takut jika sudah mandi tidak ada pakaian ganti.
Berlahan Ana membuka lemari,,dia terperanjat kaget karena di lemari itu sudah terdapat banyak pakaian wanita beserta **********,,dan semuanya bermerk branded.
Saat Ana mengamati semua pakaian-pakaian itu,, tampak semua pakaian itu sesuai dengan ukuran tubuh nya,,bahkan pakaian dalam wanita juga sesuai dengan ukuran nya.
Ana tertegun sesaat sambil menggigit bibir bawah nya,,dia berpikir dari mana mereka mengetahui ukuran tubuh nya.
"Mungkin mereka di beritahu oleh mamah dan papah.."Perasaan nyeri itu kembali di rasakan di dada nya saat mengingat kedua orang yang sudah membesarkan nya.
Berlahan buliran hangat mengalir dari sudut matanya,, langsung membasahi wajahnya.
"Kemana mereka sekarang...??Apa tidak ada rasa sayang,, kehilangan dan kesedihan yang di rasakan mereka saat meninggalkan aku sendiri..??"Tanya Ana sendiri,, dengan kembali menggigit bibir bawahnya ( Kebiasaan Ana dari kecil jika dia sedang gugup atau sedih ).
Ana kembali memejamkan matanya sesaat,, menghapus air mata nya, kemudian Ana mengambil salah satu pakaian yang menurut nya nyaman di pakai sehari-hari di rumah,, dan Ana langsung melangkah ke kamar mandi.
Saat sampai di kamar mandi,,Ana benar-benar kaget,,kamar mandi nya begitu besar dan mewah.
"Apa mertua dan suami aku sekaya ini?? Seperti di negeri dongeng.."Gumam Ana sendiri.
Ana mendekati bath up dan di samping nya sudah tersedia berbagai macam peralatan mandi dan aroma terapi yang membuat mulut Nelam menganga dan mata melotot tidak percaya saat melihat merk-merk dari barang-barang yang di lihat nya sekarang.
"Ya ampun harga satu sabun ini aja bisa buat bayar satu semester di salah satu universitas termahal.."Gumam Ana.
"Sudahlah Ana ini memang rezeki mu.."Gumam Ana dengan tersenyum.
Ana pun memilih salah satu sabun dan aroma terapi yang menurut nya wangi nya begitu menenangkan.
Setelah semua siap,Ana menanggalkan seluruh pakaiannya, dan dia pun langsung masuk dan berendam di dalam bath up,,Ana pun memejamkan mata menikmati busa dan wangi dari sabun dan aroma terapi yang di pilih nya.
Tanpa Ana ketahui ada seseorang yang melihat setiap gerak gerik nya dari CCTV yang terpasang di ponsel nya.
"Wihana Maharani,, fisik mu di manjakan dengan semua fasilitas mewah di rumah ini,,tapi jangan harap batin mu akan bahagia.."Fidy berkata dengan senyum sinis nya sambil menatap tajam penuh kebencian pada Ana yang sedang menikmati acara mandi nya.
Tiba-tiba ponsel Fidy berbunyi.
"Oke,, sebentar lagi aku akan turun.."Fidy berkata sambil bangkit dari duduknya,,mengganti pakaian nya.
Saat akan melangkah keluar kamar,,Fidy menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Cepat suruh dia menyelesaikan mandi nya.."Fidy berkata sambil melangkah keluar kamar nya dan segera menuju lift menunjuk ruang makan.
Saat Fidy sudah sampai di ruang makan,, sudah terlihat wanita yang sangat cantik dan anggun,,kulit putih bersih,, dengan tubuh tinggi ramping, begitu sempurna.
"Sayang.."Wanita itu berkata sambil memeluk Fidy mencium pipi kiri dan kanan Fidy.
"Aku sangat merindukanmu sayang.."Wanita itu berkata sambil bergelayut manja di lengan kekar Fidy.
Fidy tersenyum.
"Aku juga sangat merindukan mu Laura sayang..."Ucap Fidy sambil membelai lembut rambut wanita yang bernama Laura,, dan mengajak nya duduk.
"Apa kita menunggu wanita itu untuk makan malam..??"Tanya Laura sambil membelai mesra wajah Fidy.
"Tentu saja,, karena ini awal batin nya tersiksa.."Fidy berkata sambil mencium tangan Laura yang berada di wajahnya.
"Kalau batin wanita itu tersiksa,, apakah nanti saat hamil anak kita,, tidak akan mempengaruhi kandungan nya.."Ucap Laura sambil mendekati wajah Fidy.
"Kalau sampai dia tidak bisa menjaga bayi kita dengan benar,,dia akan menyesal seumur hidup nya.."Ucap Fidy dengan seringai jahat nya.
"Hai jahat sekali sie kamu sayang.."Ana berkata sambil mencium bibir Fidy,,Fidy pun segera membalasnya,,saat asyik berciuman,, tiba-tiba Ana muncul,, refleks Ana pun tersentak kaget,,sambil menutup mulutnya,,dia hendak membalikkan tubuhnya.
"Siapa yang menyuruh mu pergi....!!"Teriak Fidy dengan suara menggelegar bagaikan petir di telinga Ana.
Seketika Ana menghentikan langkahnya.
Ana segera memutar tubuh nya,,dan berjalan ke arah meja makan sambil menunduk dan menggigit bibir bawah nya.
"Kenapa dia selalu menggigit bibir bawah nya sie..??Gumam Fidy dalam hati sambil menatap tajam wajah Ana.
"Peduli apa dengan bibir nya.."Gumam Fidy dalam hati.
Laura menatap bergantian Fidy dan Ana.
"Gadis yang cantik.."Ucap Laura dalam hati sambil menatap datar ke wajah Ana.
"Duduk di kursi itu.."Fidy berkata sambil menunjuk kursi tepat di hadapan mereka.
Ana menelan Saliva nya dan menggigit bibir bawah nya.
"Ayo Ana,, jangan lemah di depan lelaki sombong itu,, tunjukkan pada wanita itu kalau kamu adalah istri nya.."Ana berkata dalam hati saat sudah duduk di kursi yang di tunjuk Fidy.
Kemudian Ana mencoba memberanikan diri mengangkat kepala nya,,dan menatap dua orang yang sedang berada di depan nya.
Betapa terkejutnya Ana saat melihat wajah Fidy dan Laura.
Lelaki yang telah menikahi nya hari ini,, adalah seorang pria yang sangat tampan,, wajah nya bagaikan pahatan dewa Yunani.
__ADS_1
"Tidak bukan wajah tampan dan sempurna Ana.."Ucap Ana dalam hati.
Sedangkan wajah Laura benar-benar cantik dan mempesona,,Ana seperti melihat dua pasangan yang sangat serasi dan begitu sempurna.
"Kenapa menatap kami seperti itu...!!!??Tanya Fidy dengan suara bariton nya yang membuat Ana tersentak kaget,, tampak Laura tersenyum tipis dan senyum itu menambah kecantikan di wajah nya.
"M..maaf nona ini siapa ya..??"Tanya Ana dengan dada yang berdegup kencang.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu..??"Fidy berkata dengan suara begitu dingin,, menatap Ana tajam,, bagaikan seekor elang mengincar mangsa nya.
Lagi-lagi Ana menggigit bibir nya,,yang membuat Fidy merasakan desiran berbeda di hati nya,,Fidy buru-buru menghilangkan rasa itu.
"Jawab Wihana Maharani...!!!"Teriak Fidy mulai kesal.
Laura yang berada di samping nya mengelus lembut punggung Bima.
"Sabar sayang.."Ucap Laura lembut.
"Iya sayang.."Fidy berkata sambil tersenyum dan mengelus lembut tangan Laura yang ada di pundaknya,,menatap hangat dan penuh cinta ke wajah Laura,,Laura pun menatap Fidy dengan mesra.
Ana yang melihat kelakuan mereka menjadi gusar,, entah keberanian dari mana tiba-tiba Ana berdiri dan melangkah cepat menghampiri Fidy dan Laura.
Ana menarik kasar tangan Laura dan membuat Laura berdiri.
"Apa kamu tidak tahu malu bermesraan dengan suami orang di depan istri nya..!!"Teriak Ana.
Laura hanya tersenyum tipis.
"Suami siapa...??"Ucap Laura santai sambil melepaskan tangan Ana dari tangan nya,, tampak terlihat senyum mengejek ke arah Ana.
"Oh,, jadi kamu cemburu..?-?"Fidy berkata sambil bangkit dari duduknya dan berdiri di sebelah Laura sambil melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Laura.
"Mas,, tolong hargai aku,,kita baru menikah hari ini,, pernikahan kita memang di jodohkan,,tapi tidak seperti ini cara nya mas.."Ucap Ana sambil mencoba berani menatap mata tajam Fidy.
Deg..
Tiba-tiba perasaan aneh menjalar di dada nya,,tapi Ana buru-buru menepis nya.
"Dengar baik-baik gadis b*d*h,,dia ini Laura Atmajaya adalah istri Syah ku,, sedang kan Kamu Wihana Maharani hanya sekedar istri siri ku.."Fidy berkata semakin mempererat pelukan nya di pinggang ramping Laura.
Laura tersenyum,,dan dengan manja menyandarkan kepalanya di pundak Fidy.
**********
Bagaimana nasib Ana selanjutnya??,, dengan menerima kenyataan pahit lagi kalau dia dan Fidy hanya menikah siri bahkan sebagai istri kedua.
Kalau kamu suka dan kepo,, jangan lupa ikuti terus setiap bab nya
__ADS_1