Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Berita Fidy dan Laura


__ADS_3

Bab 54


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Laura merasakan kebahagiaan yang benar-benar luar biasa hari ini.


Hari ini Laura merasakan dewi Fortuna sedang berpihak dengan nya, seorang Fidy Eka Sakti mau menemani nya shopping.


Senyum terus menghiasai bibir merah Laura.


"Aku ingin makan masakan jepang mas...."Laura berkata sambil bergelayut manja di lengan Fidy.


Fidy mengangguk dan tersenyum, Laura benar-benar tidak percaya, Fidy tanpa keberatan langsung mengiyakan keinginan nya, bahkan memberikan jawaban dengan sebuah senyuman.


Laura berjalan dengan penuh rasa bangga, bagaimana tidak, semua mata terpesona, terutama kaum hawa menatap kagum dengan pesona Fidy.


"Aku bahagia sekali hari ini, terimakasih ya sayang.."Laura berkata saat mereka sudah duduk di salah satu resto terkenal, di mall terbesar di Jakarta.


Sambil menggenggam erat telapak tangan Fidy yang berada di atas meja.


Fidy tersenyum dan mengangguk, kemudian datang seorang waitress menanyakan pesanan mereka.


"Setelah makan siang pulang lah, mang Ujang akan mengantar mu, nanti aku akan menyuruh asisten untuk menjemput ku..."Ucap Fidy berusaha berbicara selembut mungkin, setelah waitress pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.


"Jadi mas menemani ku, hanya karena mas ingin aku pulang ...??"Tanya Laura dengan raut wajah langsung berubah sendu.


"Setelah ini aku ada meeting Laura, dan sekertaris aku juga tidak enak untuk mengingat kan setiap jadwal kegiatan ku, karena ada kamu..."Fidy berusaha berkata dengan pelan dan lembut, agar Laura mengerti.


"Aku akan pulang, tapi ke rumah mu bukan mansion..."Jawab Laura sambil memperhatikan raut wajah Fidy yang berubah tidak suka menatap nya.


"Laura, kamu tetap di mansion, ini perintah...!!!"Seru Fidy yang mulai kesal dengan sikap Laura dari pagi, tapi tetap dengan intonasi yang tidak terlalu keras.


"Kalau begitu, aku juga ingin Ana tinggal di mansion...!!"Seru Laura masih dengan tatapan tajam nya kepada Fidy.


Fidy tidak menjawab, dia hanya menatap tajam Laura karena permintaan nya yang membuat nya tidak suka


Tak lama, waitress pun datang membawa pesanan mereka, dengan penuh sopan dan hormat, waitress itu pun langsung menata rapi makanan dan minuman yang mereka pesan di atas meja


"Makan lah, setelah itu pulang lah..."Ucap Fidy dengan raut wajah kesal, langsung menyantap makanan yang di pesan nya.


Seketika wajah Laura pun memucat.


"Si*l, aku pikir dia sudah berubah..."Ucap Laura dalam hati sambil menyantap makanan nya.


"Kenapa Ana selalu bertahta di hati mu mas...??-"Tanya Ana lirih, dada nya terasa sesak, nafsu makan nya pun tiba-tiba sudah menghilang.


Fidy menghela napas, dan langsung meletakkan garpu dan sendok nya di meja.

__ADS_1


"Kita pulang sekarang...!!"Fidy berkata dengan wajah memerah dan langsung beranjak dari duduk nya.


"Mas..."panggil Laura yang langsung berdiri mengejar langkah Fidy.


"Mas, tunggu..!!"Seru Laura sambil berlari mengejar Fidy.


"Auw.."Laura menjerit saat dia terjatuh, dan kaki nya terkilir, sehingga menyita perhatian pengunjung mall.


Tapi saat melihat wajah Fidy, mereka semua tidak ada yang berani melihat apa lagi mendekati, karena mereka semua tahu siapa itu Fidy.


Hanya security yang berani menghampiri mereka.


"Apa yang bisa kami bantu tuan..??"Tanya salah satu security yang melihat Laura sedang meringis kesakitan.


"Bantu saya untuk membawa belanjaan nya.."Ucap Fidy sambil menunjuk semua paper bag yang berserakan di lantai


Security pun langsung mengambil semua paper bag Laura, sedangkan Fidy langsung mengangkat tubuh Laura, dan langsung membawa nya keluar mall.


Orang-orang di sekitar mereka hanya menunduk, tidak berani terlihat kepo, seolah-olah kejadian yang biasa saja, saat seorang CEO terkenal dari perusahaan raksasa menggendong istri nya di muka umum, yang di ikuti oleh beberapa security di belakang nya.


Tampak mang Ujang sudah menunggu di Lobby Mall, Fidy langsung membawa Laura ke dalam mobil nya, dan mobil mereka pun langsung melaju membelah jalan raya menuju RS.


Walaupun kaki nya terasa sangat nyeri, dan air mata yang menetes, tapi dia merasakan dan menikmati kebahagiaan saat Fidy sangat mengkhawatirkannya.


Apa lagi Fidy menggendong nya dari lantai 2 sampai Lobby


***********


Setelah mereka menyantap makan siang bersama, ikan asam padeh yang sebenarnya menu makan siang spesial yang di siap kan Ana untuk Fidy.


"Ikan asam padeh nya benar-benar enak nyonya..."Ucap bi Minah tersenyum.


"Saya harus bilang sama tuan Fidy, kalau dia harus mencicipi menu masakan nyonya yang satu ini..."Ucap bi Minah lagi dengan wajah sumringah nya.


"Bibi bisa saja, pasti masakan di restoran mewah yang jauh lebih enak bagi mas Fidy, apa lagi makan nya di temani seorang istri yang sangat cantik .."Ana berkata dengan tersenyum kecut, menatap ikan warna warni yang sedang berlarian di dalam air yang jernih.


Ana menarik napas dalam-dalam, dada nya terasa sesak, entahlah tiba-tiba hati nya merasa sangat sakit.


Ana juga tidak mengerti, padahal dari awal pernikahan nya dengan Fidy, dia sudah mengetahui dan menyadari jika Fidy sudah beristri, sedangkan dia hanya istri kedua dan mereka hanya menikah secara sirih.


"Ya Tuhan, kenapa sesakit ini ..??-"Batin Ana pilu, sambil menggigit bibir bawah nya.


"Apa karena tidak ada wanita lain di hati Satria dulu, selain aku dan ibu nya di hati Satria, sehingga aku tidak merasakan sakit seperti ini...."Batin Ana lagi, yang tidak pernah rasa cemburu, karena Satria sangat menjaga hati nya.


"Ternyata, rasa cemburu itu begitu menyakitkan...."Gumam Ana pelan sambil memejamkan mata nya, mencoba menenangkan diri nya


Gumaman Ana terdengar lirih di telinga bi Minah.

__ADS_1


"Seperti nyonya butuh istirahat, biar saya antar..."Ucap bi Minah membuyarkan lamunan Ana.


Ana tersentak kaget, dan membuka mata nya.


"Tidak usah bi, biar saya sendiri saja .."Ana berkata sambil beranjak dari duduk nya, dan melangkah meninggalkan taman.


Bi Minah menatap nanar punggung Ana yang semakin menjauh, tiba-tiba telepon nya berdering, dan bi Minah buru-buru mengangkat nya.


"Hallo tuan.."Ucap bi Minah saat telepon terhubung.


"Baik tuan .."Ucap bi Minah lagi.


Beberapa saat bi Minah mendengar kan apa yang di bicara kan oleh orang yang menelepon nya, yang tak lain adalah Fidy.


Tak lama obrolan pun selesai, dan bi Minah menutup telepon nya, sambil menghela napas, dia pun langsung melangkah pergi meninggalkan taman.


*********


Ana sudah berada di dalam kamar, berlahan dia merebahkan tubuh nya di kasur king size yang sangat empuk dan nyaman.


Ana memejamkan mata nya, tapi tidak bisa, pikiran dan hati nya tidak lepas dari seorang Fidy, tanpa di sadari buliran bening pun jatuh dari pelupuk mata nya.


Untuk menenangkan hati nya, Ana memilih menghidupkan TV, berharap ada satu acara yang bisa menghibur hati nya, karena sejak kejadian menyakitkan di acara makan malam waktu itu bersama keluarga Satria, Ana sudah tidak lagi memegang ponsel sampai sekarang.


Ana pun turun dari ranjang menuju sofa bed yang berada di depan TV LED 19 inch yang berada di kamar nya


Saat menghidupkan TV, layar TV langsung menampilkan tayangan infotainment, di mana di sana memberitakan Fidy dan Laura yang sedang berada di Mall terbesar di Jakarta.


Mereka terlihat begitu mesra, dari mulai keluar masuk toko-toko yang menjual barang-barang branded, sampai masuk ke salah satu restoran mewah.


Sampai pada adegan Fidy menggendong tubuh Laura keluar Mall


Air mata kembali lolos dari sudut mata Ana, sakit dan sesak kembali di rasakan Ana.


Dia pun mencoba mengganti channel, fapi ternyata semua memberitakan Fidy dan Laura.


Akhir nya Ana mematikan TV, dia menangis tersedu-sedu, dengan posisi meringkuk di sofa bed.


********


Bagaimana kelanjutan nya???


Apakah Ana tidak akan pernah merasakan kebahagiaan...????


Ikuti terus kisah nya ya ..


Jangan lupa mampir ke novel tamat author

__ADS_1



"


__ADS_2