Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Kedai Kopi


__ADS_3

Bab 46


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


Fidy melepaskan pelukan nya, dia tersenyum dengan menatap hangat Ana.


Ana tersenyum malu, dengan wajah bersemu merah.


"Jangan pernah menundukkan wajah mu, karena di setiap napas ku, aku ingin selalu melihat wajah mu..."Fidy berkata sambil mengangkat dagu Ana, membuat wajah dan netra mereka bertemu kembali.


Ana tiba-tiba tertawa kecil.


"Hai, kenapa tertawa, ada yang lucu..."Fidy berkata sambil menautkan alis nya, dan memindai wajah Ana penuh selidik.


"Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata seorang Fidy Eka Sakti seorang yang terkenal dingin, bisa seromantis ini.."Ana berkata sambil tertawa lepas.


Saat Ana sedang tertawa, tiba-tiba dia merasakan benda kenyal menutup mulut nya.


"Ish, laki-laki ini kenapa senang nya dadakan tanpa komando..."Batin Ana.


Cukup lama mereka hanyut dalam sebuah ciuman panjang, di bawah sinar bulan yang terang.


Di saat ciuman panjang itu, tiba-tiba....


"Kerukuk..."Terdengar suara perut Ana.


Seketika ciuman mereka pun terlepas.


"M..maaf...."Ucap Ana dengan wajah kembali bersemu merah.


Fidy pun tertawa lepas, Ana terpukau dengan wajah Fidy, terlihat wajah yang begitu sempurna, apa lagi di bawah sinar bulan yang memberikan bias cahaya ke wajah Fidy, benar-benar sempurna bagaikan pahatan dewa Yunani.


"Seperti nya perut mu sudah kenyang, hanya dengan menatap wajah ku..."Ucap Fidy dengan senyum menggoda, sambil memegang bahu Ana dengan tatapan mesra nya.


"Mana bisa seperti itu..?-?"Kalau lapar ya tetap saja lapar..."Ana berkata sambil mengerucutkan bibir nya.


Fidy tertawa kecil.


"Ya sudah, ada tempat makan yang enak di sini ya walaupun sebuah kedai..."Fidy berkata sambil menoel bibir Ana yang maju 3 cm.


"Benarkah...??"Tanya Ana dengan mata berbinar.


"Hmm..."Fidy mengangguk sambil mengacak pelan rambut Ana.


"Ayo.."Ajak Fidy sambil menggenggam erat jemari Ana.


Mereka pun jalan beriringan dengan Saling berpegangan tangan.


Dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka, hanya bisa terpaku tak percaya dengan yang mereka lihat.


"Kenapa gadis itu bisa merubah Fidy...??"Ucap seseorang yang mata nya sudah berkaca-kaca.


"Jangan kan melihat nya tertawa lepas, melihat dia tersenyum pun aku tidak pernah...."Ucap nya lagi dengan air mata yang sudah mengalir dari kedua sudut mata nya.


"Tatapan nya penuh kehangatan dan cinta, dan tatapan itu tidak pernah aku dapatkan..."Ucap nya dengan punggung mulai terguncang, dan terdengar lah sebuah isakan.


Seseorang yang di sebelah nya, langsung membawa seseorang yang sedang menangis itu ke dalam pelukan nya.


"Lebih baik kita tinggal kan tempat ini, jika kamu tidak ingin hati mu lebih sakit..."Ucap nya sambil mengelus lembut punggung seseorang yang sedang menangis itu dengan lembut.

__ADS_1


Sambil terisak dia pun mengangguk, dan mereka pun pergi dari dermaga dengan hati yang luka.


**********


Fidy dan Ana saling melempar senyum penuh kebahagiaan, mereka saling menatap penuh kehangatan.


Tidak terasa langkah mereka sampai di sebuah kedai kopi, yang bukan hanya menyajikan kopi, tapi berbagai menu makanan pun ada di kedai itu.


"T...tuan Fidy..."Sapa si pemilik kedai yang tidak menyangka kalau pelanggan malam ini adalah seorang Fidy Eka Sakti, perusahaan raksasa, yang memiliki saham terbesar di dermaga ini, semua kapal yang berada di dermaga ini adalah milik dari perusahaan Aksa Sakti.


Semua orang menoleh ke arah Fidy, seketika mereka langsung berdiri dan membungkuk dan memberi hormat kepada Fidy.


Mereka semua rata-rata pegawai kapal yang biasa singgah untuk bongkar muat barang.


"Santai saja, lanjut kan makan dan minum kalian..."Ucap Fidy sambil tersenyum, kemudian mengambil tempat duduk paling pojok, tanpa melepaskan tangan Ana.


Semua orang terheran dengan sikap Fidy, mereka tidak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat.


Seorang Fidy berbicara bahkan sampai tersenyum kepada mereka, bahkan mau makan di sebuah kedai kopi.


"Apa kalian biasa makan dan minum sambil berdiri..??"Tanya Fidy dengan memicingkan mata, menatap orang-orang yang berdiri sambil menunduk kan wajah nya, tidak berani menatap Fidy.


"M..maaf tuan kami sudah selesai, ada beberapa pekerjaan yang masih harus kami selesaikan.."Ucap salah satu pembeli.


"Kami permisi dulu..."Ucap pembeli itu sambil membungkuk hormat di ikuti oleh yang lain.


Fidy pun mengangguk, dan para pembeli pun melangkah pergi meninggalkan kedai kopi.


Ana menatap Fidy penuh tanya, sedang kan Fidy mengedikkan punggung nya untuk menjawab pertanyaan Ana.


"Secara tidak langsung kamu mengusir mereka.."Ucap Ana pelan menatap Fidy.


"Apa kamu tadi mendengar kalau aku mengusir mereka...??"Tanya Fidy malas.


"Aku bilang khan secara tidak langsung.."Jawab Ana dengan wajah sedikit cemberut.


Fidy tertawa kecil dan menggeleng kan kepala nya, melihat wajah Ana yang menggemaskan.


Fidy melambaikan tangan nya pada bapak penjaga kedai, karena si bapak tidak berani menghampiri Fidy jika belum di panggil.


Dengan cepat si bapak melangkah, langsung menghampiri Fidy dan Ana.


"Iya, tuan..."Ucap si bapak penuh hormat saat berada di hadapan Fidy.


"Apa saja menu sepesial di sini..??"Tanya Fidy menatap si bapak.


"Semua menu di sini spesial tuan, tapi yang paling favorit sie indomie telur dan roti bakar..."Jelas si bapak sambil membungkuk hormat.


"Hmmm..masih sama seperti dulu.."Gumam Fidy dengan air muka yang berubah suram.


"Iya tuan.."Ucap si bapak dengan wajah terlihat sendu, seakan merasakan apa yang Fidy rasakan.


Ana menatap bergantian wajah Fidy dan bapak si pemilik kedai


"Kamu mau makan apa An...???"Tanya Fidy lembut sambil tersenyum menatap Ana.


Deg...


"Kenapa dia memanggil aku dengan panggilan yang sama dengan Satria...??Tanya Ana dalam hati.

__ADS_1


"Hai..."Panggil Fidy sambil menyentuh lembut tangan Ana.


"Ee..iya, aku ikut saja apa yang kamu pesan..."Ucap Ana gugup.


Fidy menghela napas, Fidy tahu jika Ana sedang memikirkan sesuatu.


"Kami pesan Indomie telur dan roti bakar yang spesial..."Ucap Fidy kepada si bapak pemilik kedai.


"Baik tuan, untuk minuman tuan dan nyonya mau minum apa..??"


"Apakah wedang jahe di sini masih jadi minuman favorit...??"Tanya Fidy.


Ana kembali menatap Fidy penuh tanda tanya, Fidy melirik Ana yang sekilas menatap nya.


"Masih tuan.."Jawab si bapak dengan senyum sumringah.


"Kamu mau minum apa An...??"Tanya Fidy, membalas tatapan Ana.


"Hah.."Jawab Ana dengan mulut sedikit terbuka, karena Fidy kembali memanggil nya dengan sebutan An.


"Kamu mau minum apa sayang...???"Tanya Fidy lembut sambil mendekati wajah Ana.


"Jeruk hangat..."Jawab Ana kaget sambil menelan saliva nya karena kaget dengan perlakuan Fidy, dan reflek menjauh kan wajah nya dari Fidy.


Seketika wajah nya memerah, selain degup jantung nya yang kencang, dia pun sangat malu dengan bapak si pemilik kedai.


"Dasar mesum.."Gumam Ana dalam hati, dengan wajah cemberut menatap Fidy.


Fidy tersenyum kecil, si bapak penjaga warung menahan senyum nya melihat tingkah Fidy dan Ana.


"Siapa wanita ini, yang bisa membuat tuan Fidy berubah..??"Yang jelas wanita ini bukan nyonya Laura..."Batin si pemilik kedai.


"Kami pesan wedang jahe panas 2 dan jeruk hangat 2...:Ucap Fidy yang mata nya tidak lepas menatap Ana.


Ana mengerutkan dahi nya, membalas tatapan Fidy.


"Baik tuan, nyonya pesanan segera saya buat kan tolong di tunggu..."Ucap si bapak dengan membungkuk hormat.


Fidy membalas nya dengan anggukan.


Si bapak pun segera pergi meninggalkan meja Fidy dan Ana.


"Aku tidak suka wedang jahe..?"dan jeruk hangat satu juga sudah cukup...??"Ucap Ana protes.


"Wedang jahe ini sangat berbeda rasa nya, aku jamin kamu pasti suka..."Ucap Fidy lembut.


"Dan untuk jeruk hangat, tentu saja satu nya untuk aku, karena aku ingin merasakan apa yang istri aku rasakan.."Ucap Fidy lagi dengan senyum dan tatapan hangat nya.


"Istri...???"


***********


Bab nya sampai di sini dulu ya, tunggu bab selanjut nya.


Untuk dua orang yang mengintip Fidy dan Ana, pasti kalian sudah bisa menebak ya.


Jangan lupa mampir ke novel author yang lain.


__ADS_1


__ADS_2