
Bab 19
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Laura hanya terpaku melihat kejadian yang baru saja di saksikan nya,,dia tidak percaya dengan perlakuan Fidy terhadap Ana.
Laura tahu jika laki-laki itu hanya menolong Ana,,tapi sikap Fidy yang tiba-tiba memukul Satria dengan kilatan mata penuh amarah, terlihat jelas sekali jika Fidy sedang di kuasai rasa cemburu.
Laura menatap nanar saat Fidy menarik paksa Ana untuk meninggalkan Galeri lukisan itu.
Semua tamu yang hadir pun berbisik-bisik dan bertanya-tanya,,siapa sebenarnya wanita itu,, sedangkan Laura yang di ketahui oleh orang banyak jika dia adalah istri sah Fidy.
Selain hati nya yang terasa sakit,,begitu juga dengan rasa malu nya,,ada beberapa tamu yang menatap ke arah penuh tanya ke arah nya.
"Maaf,,apa nona baik-baik saja..??"Tanya seorang laki-laki yang baru saja merasakannya bogem mentah dari Fidy.
Laura menoleh ke arah laki-laki yang sedang memegang sudut bibir nya yang terluka.
"Saya Nyonya bukan nona..!!"Ucap Laura sinis,,mencoba menahan air mata nya.
"Oh,,maaf Nyonya.."Ucap lelaki yang tak lain adalah Satria.
Laura tidak menjawab,, dia hanya menarik napas dan melangkah pergi meninggalkannya galeri lukisan.
Satria hanya menatap kepergian Laura,,sambil menghela napas dia pun ikut melangkah keluar meninggalkan galeri.
Satria menaiki motor RX king nya,,dan langsung memacu nya membelah jalan raya.
Di sebuah lampu merah,, motor Satria berhenti di samping sebuah mobil mewah Avanza putih keluaran terbaru.
Tak sengaja saat Satria menoleh ke arah mobil tersebut,, bertepatan dengan si pengemudi mobil yang merupakan seorang wanita sedang menoleh ke arah Satria juga,, seketika netra mereka bertemu dan sesaat mereka pun saling tatap.
Satria tersenyum dan mengangguk sambil membuka kaca helm nya.
Tapi wanita itu langsung membuang pandangannya,,sampai akhir nya lampu hijau pun menyala.
Satria melajukan motor nya ke arah rumah Ana.
Saat tiba di rumah Ana,,tampak rumah itu sepi,Satria menghentikan motor nya tepat di depan gerbang,, kemudian dia mendekati gerbang,tampak seorang lelaki setengah baya yang sedang memotong rumput-rumput liar yang tumbuh di halaman.
Satria mengerutkan keningnya,,biasa nya rumah Ana selalu terlihat rapi,, karena setahu Satria keluarga tidak menyukai sesuatu yang kotor dan berantakan.
"Permisi pak.."Ucap Satria.
"Iya,,cari siapa ya mas..??"Tanya pria setengah baya itu sambil menghentikan aktifitasnya.
"Keluarga bapak Adrian Sudrajat ada..??"Tanya Satria.
"Oh,,pak Adrian sudah pindah,,rumah ini sudah kosong,,belum tahu di tempati nya kapan..."Jawab lelaki itu.
Satria tersentak kaget.
__ADS_1
"Apa bapak tahu keluarga bapak Adrian Sudrajat pindah kemana..??"Tanya Satria lagi.
"Wah maaf mas,,kalau soal itu saya tidak tahu.."Jawab bapak itu lagi.
"Oh baik,, terimakasih pak,,maaf sudah mengganggu..."Ucap Satria.
"Iya mas sama-sama.."Lelaki itu berkata dan meneruskan pekerjaannya.
Satria pun melajukan kembali motor nya dan menemui beberapa teman dekat Ana,,tapi tidak satu pun yang tahu keberadaan Ana.
Ponsel Ana pun sudah tidak bisa di hubungi, begitu juga dengan ponsel Rima mamah nya Ana.
Dengan hati kecewa,, Satria melajukan motor nya untuk kembali ke rumah nya.
**********
Tak lama Satria pun sampai di rumah nya yang sederhana dan asri.
"Assalamualaikum.."Ucap Satria saat memasuki rumah dan di sambut oleh ibu nya.
"Waalaikumsalam.."Jawab Mirna ibu Satria.
Satria langsung mencium punggung tangan ibu nya.
"Satria bibir kamu kenapa nak..??"Mirna berkata dengan raut wajah penuh kekhawatiran ,sambil memegang bibir Satria.
Satria sedikit -meringis.
Mirna menghela napas,,dia tahu jika Satria putra nya sedang berbohong.
"Biar ibu obati luka mu nak.."Mirna berkata dengan suara lembut dan menatap nanar putra nya.
"Nanti saja Satria mau mandi dulu bu,,hanya luka kecil tidak apa-apa.."Jawab Satria mencoba meyakinkan wanita yang sangat di sayangi.
"Jangan pernah menyepelekan luka kecil,,sekecil apa pun luka itu harus di sembuhkan,, jangan sampai menjadi luka yang besar dan menyakitkan seumur hidup mu Satria.."Mirna berkata sambil membelai wajah putra nya dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan bersedih bu,,maaf kan Satria.."Satria berkata sambil memegang erat jemari ibu nya.
"Satria janji,, setiap luka yang terjadi pada diri Satria,, tidak akan Satria biarkan luka itu menjadi besar,,apa lagi menjadi lubang yang menyakitkan untuk Satria,ayah dan ibu."Ucap Satria sambil menghapus air mata yang mulai mengalir membasahi pipi sang ibu.
"Ibu selalu berdoa untuk kebahagiaan dan masa depan mu sayang.."Ucap Mirna kembali mengelus pipi Satria.
"Terimakasih bu,,doa ibu dan ayah adalah sumber kekuatan Satria.."Satria berkata sambil memeluk ibu nya.
"Ya sudah kamu mandi dulu nak,,ibu akan menyiapkan makan,, setelah itu ibu akan obati luka mu.."Mirna berkata sambil melepaskan pelukan Satria.
"Terimakasih Bu.."Satria berkata sambil mencium kening ibu nya,,dan langsung melangkah ke kamar mandi.
Dengan tersenyum dan tatapan sendu Mirna menatap punggung Satria yang melangkah ke kamar mandi.
"Semoga Allah selalu melindungi dan memberikan kamu kebahagiaan Satria.."Do'a Mirna.
__ADS_1
Dia pun segera melangkah ke dapur untuk menyiapkan makan Satria.
**********
Sementara Laura terus melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi,, dengan rasa amarah,,kecewa dan sakit hati Laura terus menangis,kadang memukul-mukul setir mobil nya.
Tiba-tiba ada mobil yang menghadang Laura,, dengan sangat terkejut Laura langsung menginjak rem mobil nya,, sehingga deru ban mobil begitu memekakkan telinga.
Untung Laura memakai safety belt,, sehingga kepala nya tidak membentur kaca mobil.
Laura memicingkan mata nya melihat siapa yang turun dari mobil yang menghadang nya.
Tampak seorang laki-laki dengan perawakan tinggi besar,,kulit putih dan rambut cepak,, memakai jas berwarna putih dengan kaca mata hitam turun dari mobil itu.
Laura semakin menajamkan penglihatan nya dari dalam mobil,, menatap siapa laki-laki itu.
Saat Laura mencoba mengingat nya,, tiba-tiba kaca mobil nya di ketuk oleh salah satu lelaki yang Laura yakini adalah anak buah dari laki-laki berjas putih itu.
Laura pun membuka kaca mobil nya.
"Silahkan turun nona,,tuan kami ingin bertemu.."Ucap laki-laki itu dengan sopan.
Laura mengerutkan keningnya,,tapi dia penasaran siapa laki-laki yang berada di depan nya sekarang.
Laura segera mengusap air mata nya,,dan merapikan penampilan nya yang sedikit berantakan karena kesedihan dan kekesalan nya terhadap Fidy dan Ana.
Kemudian Laura keluar dari mobil nya sambil melangkah mendekati lelaki berjas putih itu.
"Laura,,apa kabar..?"Ucap lelaki itu sambil melepaskan kacamata hitam nya.
"Mata itu.."Laura berkata dalam hati.
"Kamu masih mengenali mata ku Laura..??"Tanya lelaki itu sambil menyunggingkan senyum nya.
Laura tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepala nya dan menutup mulut nya dengan telapak tangan nya,, karena terkejut dengan kehadiran lelaki itu.
*********
Siapakah laki-laki berjas putih itu..??
Dan apa hubungan nya dengan Laura..??
Bagaimana perasaan Satria terhadap Ana..??
Apakah Satria masih tetap mencari Ana..??
Ikuti ke lanjutan di setiap bab nya.
Maaf ya kalau up nya telat author belum selesai ngurus sekolah online anak.
Jangan lupa novel pertama author yang hampir tamat dan ga kalah seru cerita nya.
__ADS_1