Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Sudah Milik Orang Lain


__ADS_3

Bab 113


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


"Pram.."Teriak Febi, saat semua orang menoleh ke arah seorang lelaki yang di kenal kan Bramantyo sebagai sahabat dan guru lukis nya.


"Ya ampun Pram, ternyata kamu sahabat nya Bram.."Febi berkata, sambil menghampiri lelaki yang di panggil nya Pram.


Dengan binar bahagia di wajah nya, Febi langsung memeluk lelaki itu.


Tentu saja membuat mereka semua terkejut.


Ana yang tadi nya tidak percaya, dengan kehadiran sosok laki-laki di depan nya, kini di buat terkejut dengan kelakuan Febi.


Rasa sakit, sedih dan tak percaya, campur aduk di hati nya, tiba-tiba semua memori berputar di kepala nya.


Fidy yang sangat mengenali siapa laki-laki itu, dia terus memperhatikan ekspresi Ana, dari mulai laki-laki itu datang.


Sedang kan dokter Jimmy, dengan wajah sendu hanya menatap nanar ke arah Febi yang sedang memeluk erat laki-laki itu.


Lelaki itu pun terkejut, saat Febi tiba-tiba memeluk nya, apa lagi saat mata nya tidak sengaja, menangkap sesosok wanita yang di rindu kan nya sampai saat ini.


Tangan yang hampir saja membalas pelukan Febi pun terhenti, mata itu menatap dalam ke arah sosok wanita itu.


Netra mereka bertemu di dalam kebisuan, Fidy yang menyadari jika mata Ana mulai berembun, dia pun langsung merengkuh tubuh Ana ke dalam pelukan nya.


Tentu saja, membuat sosok lelaki yang sedang di peluk Febi itu terkejut, wajah nya tiba-tiba memerah, sorot mata nya tampak penuh tanya, tentang hubungan Ana dengan laki-laki yang dia ketahui sosok nya.


"Hai, jadi kak Satria ini sudah mengenal kakak ku yang cantik dan cengeng ini .??"Tanya Bramantyo, yang menyadari jika ada sesuatu di antara mereka semua. Dia pun berusaha untuk mencair kan suasana.


"Tentu saja, aku sangat mengenal nya, karena kami ini satu perusahaan di Jerman, dan Pram ini adalah kepala devisi keuangan di perusahaan Bintang Maha Sakti.."Jelas Febi, sambil tersenyum dan bergelayut manja di lengan laki-laki yang di panggil nya Pram.


Lelaki itu hanya mengangguk dan tersenyum kikuk, tatapan nya tidak lepas ke sosok wanita yang tak lain adalah Ana, yang sedang berada dalam rengkuhan tangan kekar Fidy.


"Wah, ternyata dunia sempit sekali.."Ucap Bramantyo, sambil menggeleng tak percaya.


"Kalau begitu, berarti kamu sedang berhadapan dengan bos besar langsung kak.."Ucap Bramantyo lagi, sambil menunjuk ke arah Fidy dengan alis nya.


Satria pun menoleh ke arah Fidy.


"Mohon maaf tuan Fidy, saya turut berdukacita dengan kepergian tuan Aksa.."Ucap lelaki itu penuh hormat, sambil mengulur kan tangan nya.


"Terimakasih tuan Satria Pramudya.."Ucap Fidy tegas, sambil membalas uluran tangan lelaki yang ternyata Satria.


Lelaki yang tak lain adalah Satria terkejut, saat Fidy menyebut nama panjang nya


Dan saat Fidy menyebut kan nama Satria, Ana merasakan kepedihan di hati nya, dia hanya bisa menunduk dan menggigit bibir nya, dan sekuat mungkin menahan air mata nya.


Apa lagi sekarang Satria, berada sangat dekat di hadapan nya, dengan Febi yang berada di samping nya, yang terus memegang erat lengan Satria, begitu juga Fidy yang kembali merengkuh tubuh Ana, sehingga tubuh mereka tanpa jarak.

__ADS_1


"Apakah, mereka punya hubungan spesial saat berada di Jerman.?"Tanya Ana dalam hati.


"Kalau mereka punya hubungan spesial, itu hak nya Satria, karena aku sendiri sudah bersuami, walau pun hanya di atas kertas.."Batin Ana, dengan pikiran bercampur aduk, dan tak percaya dengan kenyataan yang selalu terjadi dalam hidup nya.


"Oo ya, perkenal kan tuan Satria, ini istri saya Wiana Maharani.."Ucap Fidy, yang semakin erat merengkuh tubuh Ana.


Tentu saja sikap dan perkataan Fidy, membuat Ana yang sibuk dengan pikiran nya sendiri tersentak kaget, tapi Ana berusaha setenang mungkin.


Sedang kan Satria, mendengar Ana di sebut dengan nama lengkap nya, membuat nya merasakan sesuatu yang hilang, panggilan kesayangan nya kini sudah milik lelaki lain.


Ana pun mengangkat wajah nya, dan menatap Satria, dan saat netra mereka kembali bertemu.


Deg..


"Mata mu masih sama Sat, mata yang selalu mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan, pantas saja jika gadis sesempurna Febi, langsung jatuh cinta kepada mu."Kembali Ana berbicara dalam hati.


Di tengah gemuruh perasaan nya, Ana berusaha menenangkan hati nya, dia tersenyum dan mengangguk hormat ke arah Satria.


Deg..


"Senyum mu tidak pernah berubah An, senyum yang setiap saat membuat ku jatuh cinta, pantas saja seorang CEO besar, dengan penampilan dan wajah sempurna, sangat mencintai mu sebagai istri.."Satria berkata dalam hati, sambil berusaha mengendalikan emosi nya.


"Senang, bertemu dengan mu nyonya."Ucap Satria setenang mungkin.


Lagi-lagi Ana hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman.


Sementara Febi mengerut kan kening nya ke arah Ana, dia merasa aneh dengan sikap Ana yang membalas ucapan Satria hanya dengan sebuah anggukan dan senyuman.


"Mungkin kak Ana lelah, atau memikir kan keadaan bi Minah.."Batin Febi, berusaha berpikir positif.


"Mas, lebih baik kita pulang sekarang, seperti nya kak Ana terlihat lelah.."Ucap Febi, menatap bergantian Fidy dan Ana.


"A..aku tidak lelah.."Ucap Ana gugup.


"Ya kita pulang sekarang, seperti nya istri kecil ku lelah.."Ucap Fidy lembut, sambil mengecup mesra kening Ana.


Lagi-lagi sikap Fidy membuat Ana, Satria dan Bramantyo terkejut.


Sedang kan Febi hanya menggeleng kan kepala nya. Berbeda dengan dokter Jimmy, dia lebih fokus ke arah Febi yang terus menempel ke arah Satria.


"Seandainya kamu tahu, siapa wanita yang di cintai lelaki ini Feb.."Ucap dokter Jimmy dalam hati, sambil menghela napas.


"Dia sangat mencintai mu An, dan seperti nya kalian sangat bahagia.."Satria berkata dalam hati, dada nya terasa sesak, wanita yang sangat di cintai nya, sudah tidak mungkin di miliki nya lagi.


"Wanita yang hebat, mampu membuat kakak ku yang sedingin kulkas ini jadi bertekuk lutut alias bucin.."Batin Bramantyo, sambil tersenyum dan menatap kagum ke arah Ana.


"Maaf kan aku Sat, seperti nya kita tidak di takdir kan untuk bersama.."Ana berkata dalam hati, dengan harapan yang telah pupus.


"Aku tahu perasaan mu An, pasti sekarang kamu ingin sekali menangis, maaf kan aku, butuh waktu untuk melepas mu.."Ucap Fidy dalam hati, dia tahu apa yang di rasakan Ana, hati nya pun menangis, wanita yang bertahun-tahun di cintai nya, ternyata sangat mencintai orang lain.

__ADS_1


"Semoga kebahagiaan mas Fidy dan kak Ana, akan menular kepada ku dan kak Satria.."Do'a Febi dalam hati, sambil menyandarkan manja kepala nya di lengan Satria.


Saat mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba ponsel Fidy berdering.


Fidy pun segera melepaskan rengkuhan nya dari tubuh Ana, dan segera mengangkat ponsel nya.


"Hallo."


"Apa..??"


"Baik, saya segera ke sana.."


"Terimakasih."


Fidy menutup ponsel nya, wajah nya tiba-tiba menjadi tegang, dia langsung menatap Ana.


"Ada apa .??"Tanya Ana cemas, dengan perasaan tidak enak.


Fidy ragu untuk mengatakan nya.


"Pulang dan istirahat lah bersama Febi, aku ada urusan sebentar.."Ucap Fidy lembut, berusaha bersikap tenang.


"Kata kan apa yang terjadi kepada ibu ku mas..??"Tanya Ana, dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Ibu baik-baik saja sayang, kamu jangan khawatir.."Fidy berkata, sambil mengelus lembut rambut Ana.


"Jangan bohong mas, katakan ada apa..!!??"Bentak Ana, sambil menepis kasar tangan Fidy yang berada di rambut nya.


"Kamu tenang dulu sayang.."Fidy berusaha menenangkan Ana, mencoba meraih jemari Ana, tapi lagi-lagi Ana menepis nya dengan kasar.


"Katakan mas..!!"Ana berteriak, sambil mencengkeram kuat lengan Fidy, air mata sudah membasahi wajah cantik nya.


Hati Satria begitu terenyuh melihat air mata Ana, walaupun dia tidak tahu apa yang terjadi, ingin sekali dia memeluk Ana dan menghapus air mata nya.


Fidy menarik napas dan membuang nya kasar.


"Kita harus ke rumah sakit, setelah cuci darah bu Minah, mengalami penurunan darah yang drastis, dan kini keadaan nya tidak sadar jan diri.."


***********


Bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka..???


Bagaimana keadaan bi Minah, yang tak sadar kan diri..??


Cerita nya semakin seru lho, jangan lewat kan setiap bab nya.


Berikan dukungan selalu untuk semua karya author 👇


__ADS_1


__ADS_2