Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Misi Ana


__ADS_3

Bab 23


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


"Maksud bi Minah,,mamah nya tuan Fidy..??"Tanya Ana mengerutkan keningnya sambil menatap bi Minah penuh tanya.


Bi Minah yang sedang mencuci sayuran tampak salah tingkah.


"Iya dulu waktu tuan Fidy masih kecil.."Bi Minah berkata tanpa menatap ke arah Ana.,dia sibuk membuka kulkas mengambil ayam dan beberapa bumbu dapur.


Ana tampak tertarik sekali membicarakan orang tua nya Fidy,,karena Ana berpikir dengan mengorek informasi tentang keluarga Fidy,,akan bisa menjawab semua rahasia dan pertanyaan yang selama ini membuat nya penasaran,,apa hubungan dia dengan keluarga Aksa,dan siapa orang tua kandung nya,.apakah mereka masih hidup.


Ana pun mendekati bi Minah.


"Biar saya saja yang mencuci ayam nya bi.."Ana langsung mengambil ayam di tangan bi Minah.


"Jangan Nyonya biar bibi saja.."Bi Minah berkata sambil mendekati Ana dan berusaha untuk mengambil ayam di tangan Ana.


"Sudah bibi duduk manis saja,,hari ini saya mau masak yang spesial untuk bibi.."Ana berkata sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah mata nya.


"T..tapi Nyonya.."Ucap bi Minah dengan wajah cemas


"Santai saja ga usah tegang gitu,,tuan Fidy ga akan tahu,, kalau pun tahu dia tidak akan marah ko.."Ucap Ana dengan gesit mencuci ayam dan tak lama memberikan sedikit perasan jeruk nipis pada ayam yang di bersihkan nya agar tidak bau amis.


Ana banyak belajar masak dari ibu nya Satria,, karena sering membantu nya memasak,, sedangkan Rima mamah nya jangan kan untuk mengajar kan Ana memasak,, untuk makan mereka saja lebih banyak masakan bibi.


Dan Rima sangat melarang Ana,,jika Ana ingin memasak dari ilmu yang di dapat kan nya dari ibu Satria.


Ana menggelengkan kepalanya saat melihat bi Minah masih berdiri mematung menatap nya.


"Bi.."Ucap Ana sambil menggoyangkan tangan nya di depan mata bi Minah yang sedang melamun.


"Eh,,iya Nyonya maaf,tapi biar saya yang membantu Nyonya memasak,, tidak enak jika saya hanya duduk santai.."Ucap bi Minah sambil menunduk.


"Oke bi..hari ini saya mau masak opor ayam,,sayuran nya kita tumis saja bi,, karena di opor sudah ada kuah nya..."Ucap Ana sambil menyiapkan bumbu opor.


"Siap non.."Ucap bi Minah tersenyum sumringah,, langsung mengeksekusi sayuran.


Ana tersenyum,,misi pendekatan nya dengan bi Minah seperti nya berhasil.


Cukup waktu 45 menit makanan sudah tersaji rapi di meja makan.

__ADS_1


Ana dan bi Minah sudah duduk manis di meja makan.


"Bi,, masakan ini terlalu banyak buat kita berdua,lebih baik ajak pak satpam untuk makan bersama kita.."Ucap Ana sambil menyendok nasi di piring nya.


"Tapi Nyonya mereka pasti tidak mau di ajak makan bersama di sini,, karena sungkan dan tidak berani Nyonya.."Ucap bi Minah cemas.


"Kalau sampai satpam ikut makan bersama di meja makan dan tuan Fidy tahu,,pasti tuan Fidy akan marah besar.."Ucap bi Minah dalam hati.


"Ya sudah dech,,nanti selesai makan bibi kasih ke mereka ya.."Ucap Ana sambil menghela napas dan memasukkan suapan ke mulut nya.


"Iya Nyonya.."Jawab bi Minah sambil menyendok nasi,,opor ayam dan sayuran ke piring nya.


Bi Minah pun langsung memasukkan sesendok nasi beserta lauk pauk ke dalam mulutnya.


"Wah,,enak banget Nyonya,,apa lagi rasa opor ayam nya pas di lidah.."Puji bi Minah.


"Syukur kalau bibi suka, masakan bibi juga enak ko.."Ucap Ana sambil mengunyah makanan nya dan tersenyum.


"Nyonya Ana selain cantik, jago masak,,hati nya juga begitu baik,, tidak salah jika tuan Fidy jatuh cinta pada nya.."Ucap bi Minah dalam hati.


"Seorang Adrian dan Rima,,ko bisa mendidik Ana menjadi seorang wanita yang sempurna,, padahal aku tahu sekali bagaimana sikap mereka berdua..."Ucap bi Minah lagi dalam hati nya.


"Bi,,kenapa setiap menatap saya bibi pasti melamun..?Tanya Ana dengan mengerutkan dahinya.


"Bibi bisa saja,, perempuan itu sudah pasti harus bisa masak bi.."Ucap Ana kembali memasukkan sesendok nasi ke mulut nya.


Ana dan bi Minah pun mengobrol santai,Ana berusaha keras untuk tidak bertanya tentang keluarga Fidy,,takut jika bertanya bi Minah akan sadar jika diri nya sedang mencari informasi tentang keluarga Aksa.


"Non belajar masak dari mana..??"Tanya bi Minah.


"Calon mertua bi.."Jawab Ana sambil mengambil segelas air.


"Calon mertua..!!??Tanya bi Minah


Bi Minah menatap Ana penuh tanya ( sebenar nya bi Minah sudah tahu hubungan Ana dengan Satria,,tentu saja informasi dari Fidy)


Ana yang sadar kalau dia salah ngomong, langsung menutup mulutnya dengan tangan nya.


"Begini bi,,saat saya kuliah dulu saya punya sahabat yang sangat dekat,, kebetulan sahabat saya seorang laki-laki,,saya sering main ke rumah nya bi,,dan ibu nya pintar masak,,jadi saya belajar masak dari beliau."Jelas Ana.


"Pantes enak sekali Nyonya.."Ucap bi Minah.

__ADS_1


"Masakan bi Minah juga enak,,pasti masakan bi Minah jadi favorit keluarga besar tuan Aksa..??"Ana berkata dengan penuh selidik.


"Iya Nyonya,apa lagi tuan Fidy.."Ucap bi Minah sambil tersenyum sumringah.


"Oh ya..??Boleh tahu tidak bi,apa makanan favorit tuan Fidy..?? Mungkin nanti aku bisa belajar bi..."Ana bertanya dengan tersenyum menatap bi Minah.


"Kalau untuk makanan tuan Fidy itu sederhana Nyonya..tuan Fidy hanya suka ayam kecap sama tumis kangkung,sayur bayam dan sambal bawang.."Ucap bi Minah tertawa kecil.


"Hah,,masa bi..??"Ucap Ana sambil mengerutkan keningnya tidak percaya.


"Ya seperti itu kenyataan nya,,tapi ini rahasia ya Nyonya.."Ucap bi Minah dengan tertawa lagi.


"Siap bi,,nanti ajari aku ya bi,,aku khan ingin menyenangi hati tuan Fidy juga.."Ucap Ana tersenyum.


"Pasti Nyonya,,kalau kita bisa memanjakan perut suami,,bibi jamin suami tidak akan berpaling,,apa lagi kalau perut nya selalu di buat kenyang ."Bi Minah berkata sambil tersenyum,tapi mata nya menerawang jauh,, tampak ada kesedihan di mata tua nya.


Ana menyadari itu.


"Bi..."Panggil Ana lirih sambil mengelus lembut tangan bi Minah.


"Ee iya Nyonya maaf.."Bi Minah berkata mencoba menyembunyikan kesedihannya.


"Pasti bibi ingat seseorang ya..?"Tanya Ana.


"Ya Nyonya.."Jawab bi Minah lirih.


"Kalau bibi mau,,kita bisa berbagi cerita lho bi.."Ana berkata sambil memegang tangan bi Minah.


Bi Minah tidak menjawab,,dia langsung meneruskan makan nya tanpa menatap Ana.


"Maaf Nyonya,,saya harus segera menyelesaikan makan,,masih banyak yang harus saya kerjakan.."Ucap bi Minah tanpa menatap Ana.


Ana menghela napas,,dia pun meneruskan makan nya,, mereka pun makan dalam diam.


*************


Maaf ya baru up.


Untuk novel ini author ganti cover lagi,,karena tidak boleh memakai gambar artis.


Untuk novel author yang sudah mau tamat ganti cover juga ya.

__ADS_1



__ADS_2