Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Sikap Aneh Wira


__ADS_3

Bab 62


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


Ana yang sedang mulai mencuci pring, merasakan ada sepasang mata yang sedang memperhatikan nya.


Ana pun segera menoleh, tampak sepasang mata yang sedang menatap nya nanar, kini menundukkan wajah nya dalam-dalam, saat mata mereka beradu pandang.


"Wira ..???"Tanya Ana kaget.


"Kamu membuat aku kaget saja Wir..."Ana bekata sambil memegang dada nya.


"Maaf nyonya, saya hanya ingin memastikan apa nyonya baik-baik saja..??"Wira berkata sambil terus menundukkan wajah nya, tidak berani menatap Ana.


Ana menyipitkan mata nya, merasa heran melihat sikap dab pertanyaan Wira yang terlihat sangat aneh.


"Aku sudah baik-baik saja Wir, kamu lihat khan, aku sekarang sedang merawat tuan Fidy..."Jawab Ana yang masih menyipitkan mata nya, menatap heran ke arah Wira.


"Syukur lah nyonya, semoga tuan Fidy bisa menjaga dan melindungi nyonya..."Ucap Wira, masih tanpa menatap sedikit pun ke arah Ana.


"Saya akan berusaha semampu mungkin untuk menjaga dan melindungi nyonya..."Wira betkata sambil berlalu dari hadapan Ana, dan pasti nya tidak melihat sedikit pun ke arah Ana.


Ana semakin di buat heran dengan kelakuan dan perkataan Wira.


"Ada apa dengan Wira..??"Tanya Ana sendiri.


"Seperti nya Wira mengetahui sesuatu, seperti nya nanti aku harus berbicara dengan nya.."Ana berkata sambil menghela napas, dan kembali melanjutkan kegiatan cuci piring nya.


Saat menuju kamar Fidy, Ana berpapasan dengan bi Minah.


"Nyonya..."Seru bi Minah.


"Iya bi..."Jawab Ana saat akan melangkah menuju kamar Fidy.


"Bagaimana keadaan nyonya..??"Tanya bi Minah.


"Aku baik-baik saja, seperti yang bibi lihat..."Jawab Ana heran.


"Bibi tahu khan, jika tadi aku masak sup daging kentang, untuk mas Fidy...???"Tanya Ana menatap heran bi Minah.


"Kenapa bibi dan Wira terlihat aneh...???"Tanya Ana penuh selidik.


Bi Minah tersentak kaget menatap Ana.


"Apa Wira menemui nyonya...??"Tanya bi Minah dengan wajah tegang.


"Iya, kenapa bi...???"Tanya Ana mengerutkan dahi nya, menatap aneh bi Minah


Ana semakin yakin, jika ada yang di sembunyikan bi Minah dan Wira.


"Tidak apa-apa nyonya..."Ucap bi Minah mencoba setenang mungkin.


Tapi Ana dapat melihat perubahan wajah pada bi Minah, sehingga Ana yakin jika ada sesuatu yang sedang di sembunyikan mereka.


Ana menghela napas.


"Bi, boleh aku bertanya...??? Tanya Ana dengan wajah serius.


"M..mau tanya apa ya nyonya..?"Jawab bi Minah, dengan wajah yang mulai gelisah.

__ADS_1


"Aku ingin bertanya tentang Wira bi..."Jawab Ana sambil menatap bi Minah.


Bi Minah kembali tersentak kaget dan menatap Ana.


"Apa Wira menganggu nyonya...-???"Tanya bi Minah penuh selidik.


"Wira tidak pernah mengganggu ku bi, menurut bibi apa Wira itu ada niat jahat sama aku...??"Tanya Ana, yang ingin tahu bagaimana reaksi bi Minah saat dia bertanya tentang Wira.


"Wira bukan laki-laki yang jahat nyonya..."Bi Minah berkata sambil menghela napas.


Ana hanya mengangguk, dia tidak menceritakan kepada bi Minah apa yang baru saja Wira katakan pada nya barusan.


"Oke bi, aku ke kamar mas Fidy dulu..."Ana berkata sambil tersenyum, dan berlalu menuju kamar Fidy.


Bi Minah terpaku menatap punggung Ana, yang sudah berlalu dari hadapan nya.


Bi Minah pun segera berlalu ke halaman belakang, menuju paviliun tempat istirahat mang Ujang, pak Tarjo dan Wira.


Bi Minah melihat Wira sedang duduk melamun di teras, sambil menyesap rokok, menatap lurus ke depan.


"Wira..."Panggil bi Minah dengan suara cukup keras.


Wira pun menoleh, seketika Wira langsung mematikan putung rokok nya di asbak yang berada di samping nya.


"Bi Minah.."Ucap Wira lirih, kemudian bangkit menghampiri bi Minah.


Bi Minah pun duduk di kursi rotan yang berada di teras paviliun, di ikuti oleh Wira yang duduk di depan nya.


Bi Minah menatap tajam Wira, sedang kan Wira hanya menunduk tidak berani menatap bi Minah.


"Apa tadi kamu menemui nyonya Ana...???"Tanya bi Minah dengan sorot mata nya yang tajam menatap Wira.


Bi Minah menarik napas, dan membuang nya kasar.


"Kenapa kamu susah sekali di beritahu Wira..??"Tanya bi Minah dengan penuh penekanan.


"Maaf kan aku bi, aku hanya ingin memastikan jika dia baik-baik saja .."Wira berkata sambil mengangkat wajah nya, menatap nanar bi Minah.


"Nyonya bukan dia Wira...!!"Bi Minah berkata dengan sedikit membentak.


"T..tapi.."Wira berkata dengan mata yang mulai berembun.


"Sudah lah Wira, bibi tidak mau mendengar penjelasan apa pun, dan apa pun alasan nya, bibi harap kamu bisa menahan diri..!!!"Ucap bi Minah dengan suara yang cukup tinggi.


Bi Minah pun langsung bangkit, tanpa memperdulikan Wira yang masih ingin mengucapkan kata.


Wira menghela napas, dengan wajah sedih dia mengambil dompet dari saku celana nya, dan kembali menatap dua lembar foto wanita yang tampak beda generasi.


Tak terasa buliran bening pun jatuh di pipi Wira saat menatap foto dua wanita itu, bi Minah yang ternyata masih berada di sana, melihat Wira dari balik dinding, buliran bening pun mengalir ke wajah setengah baya nya, yang masih terlihat gurat kecantikan nya.


***********


Ana sudah berada kembali di kamar Fidy.


"Mas mau mandi sekarang...???Biar aku siap kan air nya..."Ucap Ana lembut.


"Boleh sayang..."Ucap Fidy yang berhenti sesaat dari kegiatan nya berselancar di lap top, menatap hangat ke arah Ana.


Ana pun tersenyum dan berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Tak lama Ana pun keluar di kamar mandi, dia melihat Fidy yang masih sibuk dengan lap top nya, sesekali dia mengecek ponsel nya, karena terlalu fokus, Fidy tidak menyadari jika Ana sudh berada di samping nya.


"Mas..."Ucap Ana lembut, dengan segenap keberanian dia menyentuh lembut pundak Fidy.


Fidy pun menyadari kehadiran Ana, dia menoleh dan seraut wajah yang amat di cintai nya tampak bersemu merah.


Fidy langsung menutup lap top nya.


"Hai, kenapa wajah mu merah seperti tomat begini...??"Goda Fidy sambil memutar tubuh nya menghadap Ana.


Seketika tenggorokan Ana terasa kering, beberapa kali Ana menelan saliva nya untuk membasahi tenggorokan nya, dan menetral kan jantung nya yang berdetak begitu kencang.


Fidy memeluk pinggang Ana, yang sedang berdiri di hadapan nya.


"A..air nya sudah siap mas..."Kata Ana gugup sambil menggigit bibir bawah nya, benar-benar membuat Fidy gemas.


"Apa kita bisa mandi bersama...???"Tanya Fidy nakal, sambil menarik tubuh Ana ke pangkuan nya.


Ana menjerit kaget dengan perlakuan Fidy.


"Mas, jangan seperti ini.."Ucap Ana malu, sambil berusaha melepaskan pelukan Fidy.


"Kita suami istri An..."Ucap Fidy sambil menciumi rambut Ana.


"A..aku malu mas.."Ucap Ana sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


Seketika tawa Fidy pecah melihat kelakuan Ana.


"Kenapa kamu menertawai aku mas...??"Ucap Ana dengan wajah cemberut.


"I love you sayang..."Ucap Fidy sambil mencium bibir Ana.


"Terimakasih sudah menerima dan merawat ku sebagai suami.."Fidy berkata saat melepaskan ciuman nya dari bibir Ana.


Dengan lembut dan penuh kasih sayang, dia mengusap bibir Ana.


"Sudah kewajiban dan tugas ku sebagai istri.."Jawab Ana, yang mulai merasa nyaman di pangkuan Fidy.


"Hanya tugas dan kewajiban kah.??"Tanya Fidy menatap mata Ana.


Ana menggeleng.


"Aku menyayangimu mas..."Ana berkata, sambil membalas tatapan hangat Fidy.


Fidy tersenyum sambil membelai lembut wajah Ana.


***************


Sebenarnya rahasia besar apa yang di sembunyikan Wira dan bi Minah....???


Apa sebenarnya hubungan mereka..???


Mulus kah perjalanan cinta yang mulai tumbuh di hati Ana untuk Fidy...???"


Ikuti bab selanjut nya, dan author tunggu komen dari kalian.


Jangan lupa mampir ke novel author yang satu ini 👇


__ADS_1


__ADS_2