Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Kemarahan Dokter Jimmy


__ADS_3

118


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


Bab ini, akan menceritakan sedikit tentang Febi dan dokter Jimmy.


********


Satria menghentikan langkah nya, menatap lekat Febi yang benar-benar tanpa jarak dengan nya.


"Kenapa Pram..??"Apa ucapan ku salah..??"Tanya Febi, dengan senyum menggoda.


"Kalau kamu ingin menghalalkan ku, aku siap untuk menjadi teman hidup mu dalam suka dan duka.."Febi berkata, setengah berbisik ke telinga Satria, sehingga terlihat seperti Febi sedang mencium pipi Satria.


"Febi, apa yang kamu lakukan..??!?"Tiba-tiba suara teriakan terdengar menggema di lobby rumah sakit, membuat semua orang menoleh ke sumber suara.


Dokter Jimmy, langsung menarik kasar lengan Febi, sehingga tubuh nya menjauh dari tubuh Satria. Dia pun tidak memanggil Febi lagi dengan nama kesayangan nya yaitu Ema


"Kak Jimmy, apa-apaan sie..??"Febi yang terkejut, bertanya dengan sedikit berteriak, dan wajah yang memerah karena marah dan malu, apa lagi sekarang mereka menjadi pusat perhatian.


Tapi dokter Jimmy tidak menjawab, dia langsung mencekal kencang pergelangan tangan Febi.


"Ada satu hal penting, yang harus kita bicarakan.."Dokter Jimmy berkata, sambil menatap Satria, dan langsung membawa Febi pergi dari hadapan Satria.


Satria tidak menjawab, dia hanya tersenyum simpul, ketika dokter Jimmy membawa Febi pergi dari hadapan nya.


Entah kenapa, dia merasa lega, saat lengan nya lepas dari pelukan tangan Febi.


Satria segera melangkah dengan santai, mengejar langkah Fidy dan Ana. Karena ulah Febi, sehingga mereka tertinggal, yang membuat Fidy dan Ana tidak menyadari dengan insiden yang baru saja terjadi.


********


"Kak lepasin dong, aku mau pergi makan siang bersama kak Fidy dan kak Ana.."Teriak Febi, yang meronta minta di lepas kan.


Dokter Jimmy tidak menjawab, dia hanya diam saja, teriakan dan pukulan Febi, seolah-olah tidak di dengar dan di rasakan nya.


Orang-orang yang berada di rumah sakit, hanya menatap mereka aneh, para petugas rumah sakit, termasuk petugas keamanan, tidak berani ikut campur, karena mereka sangat mengenal dokter Jimmy.


Dokter Jimmy terus membawa Febi, sampai ke area parkiran, dan memaksa nya masuk ke dalam mobil nya.


Masih diam membisu, tampak rahang wajah nya mengeras, dengan wajah memerah. Sorot mata kemarahan terpancar lewat tatapan nya yang tajam ke arah Febi.


Febi, yang belum pernah melihat Dokter Jimmy semarah ini, tiba-tiba nyali nya langsung ciut, seketika Febi terdiam. Dokter Jimmy pun langsung menancap gas, pergi meninggalkan area rumah sakit, dengan kecepatan cukup tinggi, dia pun melajukan mobil nya membelah jalan raya.

__ADS_1


Tak lama, mereka pun sampai di sebuah apartemen. Febi terperanjat kaget, karena diri nya di bawa ke apartemen dokter Jimmy.


"Mau apa kita kesini..??"Tanya Febi, dengan suara tinggi.


Dokter Jimmy tidak menjawab, dengan wajah kesal dia pun turun dari mobil, kemudian membuka pintu mobil tempat di mana Febi duduk.


Kemudian menarik kencang tangan Febi, tapi Febi menolak untuk turun


"Kak, aku bisa berteriak, dan menuntut mu, kak Fidy juga tidak terima jika adik nya di perlakukan seperti ini..!!"Ancam Febi, yang terus meronta.


Mendengar ancaman Febi, dokter Jimmy terdiam, dan menatap tajam Febi, dengan penuh amarah dia pun langsung menc**m bibir merah Febi.


Tentu saja membuat Febi terkejut, dengan sekuat tenaga dia berusaha mendorong dan memukuli tubuh dokter Jimmy.


Hampir 15 menit dokter Jimmy menc**m bibir Febi, membuat Febi susah ber napas. Sampai akhir nya melepaskan bibi*nya dari bibi*r Febi.


Plak..


Sebuah tamparan keras, mendarat tepat di pipi dokter Jimmy, meninggal kan tanda merah di pipi nya.


Tamparan Febi, menyadarkan dokter Jimmy dari rasa marah serta cemburu nya, sambil memegang pipi nya yang terasa nyeri, tatapan tajam yang penuh amarah itu pun, berubah menjadi tatapan sendu dan penuh penyesalan.


"Ema, maaf kan aku.."Dokter Jimmy berkata, dengan penuh penyesalan, dan hendak menyentuh tangan Febi .


Karena dalam keadaan tidak siap, tubuh dokter Jimmy pun terhuyung ke belakang.


Febi tidak membuang kesempatan, dia pun langsung berlari meninggal kan dokter Jimmy, tapi dengan sigap tangan dokter Jimmy langsung mencengkal pergelangan tangan Febi.


Saat Febi akan berteriak, dokter Jimmy segera menutup mulut Febi, dan membawa nya kembali masuk ke dalam mobil.


"Tenang lah, Ema aku tidak mungkin menyakiti mu, maaf kan, aku khilaf, karena aku terlalu cemburu.."Dokter Jimmy berkata, sambil menjambak rambut nya frustasi.


Sedangkan Febi, mulai terisak.


"Ema, tolong maaf kan aku.."Dokter Jimmy mencoba menenang kan Febi.


"Aku terlalu mencintai mu, aku cemburu, kenapa kamu bisa langsung jatuh cinta kepada seseorang tidak pernah mencintai mu dan belum lama kamu kenal.."Dokter Jimmy berkata lagi, sambil memegang lembut pundak Febi.


Febi yang tadi nya menunduk sambil terisak, seketika mengangkat wajah nya, saat mendengar perkataan dokter Jimmy.


"Apa yang kak Jimmy ketahui tentang Satria..??"Tanya Febi dengan suara parau, menatap tajam meminta penjelasan.


Dokter Jimmy hanya terdiam, melepas kan tangan nya dari pundak Febi, mengalihkan tatapan nya lurus ke depan, menyadarkan tubuh nya di kursi kemudi, dan mengusap wajah nya kasar.

__ADS_1


"Katakan kak, apa yang kamu ketahui tentang Satria..??"Tanya Febi lagi, sambil mengguncang lengan dokter Jimmy.


"Jangan pernah, mencari tahu dengan sesuatu kenyataan yang membuat hati mu sakit.."Jawab dokter Jimmy, sambil menghela napas, dengan tatapan masih lurus ke depan.


"Aku akan mengantar mu, dan meminta maaf kepada Fidy dan Satria.."Dokter Jimmy berkata, dan segera menghidupkan mobil.


Tetapi, Febi segera menahan dan menghentikan tangan dokter Jimmy, membuat dokter Jimmy mengurung kan niat nya.


"Beritahu aku kak, atau aku akan membenci mu seumur hidup ku.."Ancam Febi, dengan suara bergetar.


"Lebih baik kamu membenci ku, tapi aku bisa melihat mu bahagia dengan lelaki yang kamu cintai.."dokter Jimmy berkata, sambil tersenyum menatap Febi, dan mengusap lembut rambut Febi.


"Oke, sejak saat ini anggap saja kita tidak pernah saling mengenal..!!"Febi berkata, dengan penuh penekanan dan menepis kasar tangan dokter Jimmy dari rambut nya.


"Sekarang, antar kan aku ke tempat calon suami ku..!!"Perintah Febi, dengan suara dingin, sambil menyandar kan punggung nya di kursi mobil, dengan tatapan tetap lurus ke depan.


Ucapan Febi, bagai kan belati yang menghujam tajam ulu hati nya, sakit dan terluka, itulah yang di rasakan dokter Jimmy saat ini.


"Jika kamu, membutuhkan pundak untuk bersandar, dan mencari tempat untuk bercerita, datang lah kepada ku, hati ku selalu terbuka untuk kehadiran mu.."Ucap dokter Jimmy lirih, bahkan nyaris tak terdengar.


Febi tidak menyangka, dengan suara dokter Jimmy, terdengar begitu frustasi dan menyakit kan.


Febi tidak mampu untuk menjawab nya, dia hanya mampu memalingkan pandangan nya kesamping, sesekali menyeka air mata yang terus mengalir di pipi nya


"Seperti nya, mereka semua menyembunyikan sesuatu dari ku, aku harus mencari tahu.."Ucap Febi dalam hati.


Dengan hati yang terluka, berlahan dokter Jimmy menghidup kan mobil nya, dan segera melajukan mobil nya meninggal kan area parkir apartemen.


***********


Akan kah Febi mengetahui, hubungan Satria dan Ana..??


Bagaimana perasaan Ana terhadap Fidy dan Satria..??


Dukung dan ikuti terus ya, kisah percintaan mereka.


Bantu dukung novel author yang baru, untuk ikut di lomba "You Are A Writer Season 8"👇👇



Jangan lupa, dukungan untuk karya author tamat"Darah Daging Yang Di Benci", Cinta, dendam, masa lalu dan air mata menghiasi novel ini 👇


__ADS_1


__ADS_2