Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Keputusan Ana


__ADS_3

Bab 15


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Fidy mengepal kan tangannya,,ternyata begitu besar cinta wanita itu kepada Satria.


"Dasar Adrian b*do*,, kenapa juga mempertemukan mereka dari SMP..."Umpat Fidy sambil meneguk wine yang berada di meja nya.


"10 tahun memang waktu yang sangat lama untuk hubungan kalian..."Fidy berkata dengan tatapan kesal sambil menatap Ana dan Ayu yang bersiap untuk tidur.


"Lihat Wiana Maharani,,akan akan membuat mu melupakan Satria., karena aku akan mengirim nya jauh dari negara ini..."Fidy berkata dengan tersenyum sinis,, sambil kembali meneguk wine nya.


**************


Keesokan harinya,,Ana merasakan badannya kembali segar,, dia melirik sofa bed di depan nya,,Ayu sudah tidak ada di sana,, dan bentuk sofa bed itu pun sudah kembali menjadi sofa.


"Mungkin Ayu sudah pergi ke dapur.."Sambil melirik jam dinding yang terlihat unik tapi terlihat kalau itu jam dinding mahal.


"Sudah jam 5,,aku harus segera mandi dan shalat subuh.


Ana 'pun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya,,tapi Ana bingung saat ingin mencari baju ganti,,semua baju nya ada di lantai 3.


"Apa sebaik nya aku ke kamar ku saja ya.."Ana berkata sambil beranjak dari kasur,, tiba-tiba telepon pararel yang berada di atas meja samping ranjang nya berbunyi.


Ana terlonjak kaget,,dia pun mengangkat telepon itu.


"Hallo.."Sapa Ana.


"Hallo Nyonya ini saya Ayu,,maaf saya sedang menyiapkan sarapan untuk nyonya,, untuk pakaian sudah saya siapkan di meja sofa.."Jawab Ayu.


Ana melihat ke arah meja,,disana sudah ada baju nya lengkap dengan pakaian dalam.


"Kalau Nyonya ingin mandi air hangat,,saya akan segera kesana untuk menyiapkan nya.."Ucap Ayu lagi.


"Tidak perlu,,saya bisa sendiri,,kamu teruskan saja pekerjaan mu..."Jawab Ana.


"Baik Nyonya saya akan segera menyelesaikan nya.."Ucap Ayu kemudian mematikan telepon nya.


"Keluarga Aksa Sakti,, kalian memperlakukan aku bak putri raja,, hanya untuk mengandung garis keturunan kalian.."Gumam Ana sambil menghela napas,Ana pun bangkit dari tempat tidur nya,, mengambil pakaian yang sudah di siapkan Ayu,, kemudian melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi.


Cukup 20 menit, Ana sudah keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap,, Ana kaget karena sudah ada Ayu yang menunggu nya.


"Sejak kapan kamu di sini..??Tanya Ana sambil mencari sesuatu.


"Baru 10 menit yang lalu Nyonya.."Jawab Ayu.


"Apa Nyonya mencari sesuatu..??"Tanya Ayu yang melihat Ana seperti kebingungan.


"Hmm,,aku ingin shalat Ayu,,ini kamar mu Khan..?,,apa kamu punya perlengkapan shalat..??Tanya Ana menatap Ayu.


"Ada Nyonya,,tapi saya jarang memakai nya jadi saya simpan di dalam lemari.."Ayu berkata sambil melangkah ke arah lemari,,dan mengambil mukena lengkap dengan sajadah.


"Kenapa kamu tidak mau shalat Ayu..??Tanya Ana sambil mengambil sajadah dan mukena di tangan Ayu.


"Hmm..."Ayu bingung untuk menjawab nya.


"Ya sudah jangan di jawab itu hak mu,,tapi kalau boleh aku memberikan saran Shalat lah sebelum kamu di shalat kan.."Ana berkata sambil tersenyum,, kemudian menggelar sajadah,, memakai mukena nya dan menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim.

__ADS_1


Ayu memperhatikan Ana yang sedang melaksanakan shalat,,hati nya merasakan kesedihan,,tak terasa buliran bening pun keluar dari sudut matanya dan membasahi pipinya.


Ayu segera mengusap air mata nya,,dia tidak ingin Ana melihat kesedihan dan kelemahan nya.


Setelah selesai shalat dan melipat mukena dan sajadah nya,,Ana segera menghadap meja rias.


"Nyonya pakailah ini.."Ayu menyerahkan tas kecil yang berisi beberapa alat make up.


Ana mengerutkan keningnya menerima tas itu.


"Apa Nyonya perlu bantuan saya...??"Tanya Ayu saat melihat Ana tampak memeriksa satu persatu alat kosmetik yang masih bersegel dan baru semua.


"Terimakasih Yu,,saya bisa sendiri.."Jawab Ana.


"Oh ya Yu,,kamu dapat semua make up ini dari mana...??"Tanya Ana yang sudah mulai menghias diri nya.


"Dari Nyonya Laura.."Jawab Ayu santai.


"Nyonya Laura..??"Ana mengerutkan keningnya dan menatap wajah Ayu dari pantulan cermin.


"Dari mana Laura tahu,, kalau kosmetik merk ini selalu yang di pakai nya.."Tanya Ana dalam hati.


Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel Ayu.


"Nyonya sudah di tunggu untuk sarapan..."Ucap Ayu setelah melihat isi pesan itu.


"Siapa yang telah mengirimkan pesan itu pada mu..?"Tanya Ana sambil menyapukan lipstik berwarna Made ke bibir nya.


"Tuan Fidy Nyonya.."Jawab Ayu tersenyum.


"Walaupun make up Nyonya tipis,,tapi Nyonya terlihat cantik sekali.."Puji Ayu.


"Terimakasih Ayu,,kamu juga cantik,, bahkan menurut ku kamu terlalu cantik untuk menjadi seorang pelayan.."Ana berkata sambil tersenyum dan melihat wajah Ayu yang seketika berubah.


Ana yakin pasti ada sesuatu yang di sembunyikan Ayu.


"Ayo kita ke ruang makan.."Ajak Ana yang tersenyum dalam hati melihat perubahan di raut wajah Ayu.


"A..ayo Nyonya.."Jawab Ayu salah tingkah.


Ana tidak menjawab,,dia langsung melangkah kan kaki nya dari kamar menuju ruang makan dan Ayu bergegas mengikuti Ana dari belakang.


Seperti biasa Laura dan Fidy.sudah menunggu di meja makan.


"Pagi Ana,, bagaimana keadaan mu..??"Tanya Laura lembut dengan senyum menghiasi wajah nya.


Laura terlihat sangat cantik dan anggun,,tapi Ana menangkap sesuatu di mata Laura,, terlihat kesedihan di wajah nya bahkan Ana sempat memperhatikan bawah mata Laura agak berbeda,, seperti orang yang terlalu banyak menangis,, meskipun Laura menutupi nya dengan make up sedikit tebal.


"Alhamdulillah,, tubuh ku lebih enak dan segar,, karena hati ku dalam keadaan baik.."Jawab Ana sambil melirik ke arah Fidy dan Laura.


"Kalau hati baik,, hubungan nya apa ke tubuh kita An..?-?"Tanya Laura sambil mengerutkan keningnya menatap Ana.


"Kalau hati kita baik-baik saja,, ikhlas,,sabar dan lapang hati,, semua itu mempengaruhi kondisi tubuh kita.."Jawab Ana santai dan tersenyum menatap Laura.


"Kalau hati kita sedih,,dan pikiran kita stress,,tubuh kita pun akan menjadi lemah, pengaruh pada jiwa kita,emosi jadi tidak stabil dan kalau sudah begitu pikiran terganggu,,malas makan,, ujung-ujungnya gangguan di lambung,,kalau sudah begitu pasti banyak penyakit yang menghampiri kita.."Jelas Ana lagi sambil bergantian menatap Fidy dan Laura.


"Bisa kah kamu tidak terlalu banyak bicara,,,,!!"kami sudah hampir setengah jam menunggu mu untuk sarapan,,,,!!!"Hardik Fidy dengan suara bariton nya sambil menatap Ana dengan tatapan dingin dan tajam nya.

__ADS_1


"Aku hanya jawab pertanyaan dari Nyonya Laura,,Tuan Fidy Eka Sakti.."Ana berkata sambil membalas tatapan Fidy tak kalah tajam nya.


"Kamu..!!"Fidy akan bangkit dari duduknya,,tapi Laura segera memegang tangan Fidy sambil menggelengkan kepalanya.


Fidy menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.


"Sebaiknya kita sarapan sekarang ya,,kamu mau roti atau nasi goreng sayang..??"Tanya Laura lembut.


"Roti saja.."Fidy berkata datar sambil menyeruput kopi nya dan masih menatap tajam ke arah Ana.


Dengan cekatan Laura langsung memasukkan dua roti ke toaster,, mengoleskan nya dengan sedikit margarin,mengambil satu roti di letakkan di atas piring kemudian meletakkan daging asap yang sudah di goreng dan tersedia di meja makan dan menaruhnya di atas roti,, menambahkan saos tomat dan saos sambal,,di tambah keju slices,,sayuran selada dan irisan timun di tutup kembali dengan daging asap dan roti panggang.


"Silahkan mas.."Ucap Laura dengan senyum manis sambil menaruh piring di hadapan Fidy.


"Terimakasih banyak sayang.."Ucap Fidy dengan tatapan hangat ke Laura sambil melirik ke arah Ana yang sedang menatap mereka.


Terutama ke arah Laura,,Ana tampak memperhatikan bagaimana cara Laura melayani Fidy.


"Kenapa kamu menatap istri ku seperti itu..???"Tanya Fidy menatap tajam Ana sambil menggigit roti nya.


"Mas.."Laura mencoba kembali mengingat kan Fidy.


Fidy hanya diam tatapan nya masih terus menatap Ana,,sambil menikmati roti buatan Laura.


"Apa kamu mau saya buat kan roti juga An...??Tanya Ana lembut.


"Tidak,, saya mau sarapan nasi goreng saja.."Ana berkata sambil menyendok nasi goreng dan telur ceplok ke piring nya.


"Makan yang banyak An,,,habis ini kamu minum obat dan vitamin ya.."Ucap Laura lembut sambil menatap Ana.


Ana hanya mengangguk sambil menyuapkan satu sendok nasi goreng ke mulutnya.


"Oh iya An,,aku harap kamu secepatnya memberikan keputusan ya,,jadi tidak perlu menunggu sampai tiga hari.."Ucap Laura santai sambil menyendok nasi goreng ke piring nya.


Ana langsung tersedak mendengar perkataan Laura,,dia buru-buru meminum air putih nya,, menatap bergantian Fidy dan Laura.


Sambil menghela napas Ana berkata.


"Oke,,aku siap menjadi Surrogate Mother untuk kalian...!!"


**************


Benarkah Ana akan menjadi Surrogate Mother untuk Fidy dan Laura..???


Bagaimana nasib Ana selanjutnya??


Siapa Ayu sebenarnya..??


Jangan tinggalkan cerita di setiap bab nya ya.


Maaf kemarin ga Up.


Author masih sibuk dengan urusan sekolah.


Jangan lupa novel author yang mau tamat.


__ADS_1


__ADS_2