
Bab 18
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
"Satria.."Ucap Ana lirih menatap lekat wajah yang kini berada sangat dekat dengan wajah nya.
"Ana.."Ucap Satria juga dengan suara lirih.
Seketika netra mereka saling menatap,, pelukan hangat dari tangan kokoh yang selama ini di rindukan nya,,kini terasa sangat nyata dan dekat memeluk tubuh nya.
Saat mereka saling tatap dan sibuk dengan perasaan mereka,, tiba-tiba Ana merasakan ada yang menarik tangan dan tubuh nya dengan kasar.
"Ku**** ajar.."
Bug...
Terdengar teriakan dari orang-orang yang berada di sekitar tempat pameran.
Seketika tubuh Satria terhuyung beberapa langkah ke belakang akibat bogem mentah yang di terima nya.
Satria mencoba menyeimbangkan tubuh nya agar tidak terjatuh,,dia menyeka sudut bibir nya yang terasa perih dengan cairan merah hangat yang keluar dari sudut bibirnya.
"Satria...!!"Teriak Ana yang akan berlari menghampiri Satria.
Tapi langkah Ana tertahan,,tangan nya di cekal dengan kuat,,Ana mencoba meronta sambil menatap marah pada sosok di samping nya.
"Berani kamu melangkah,,aku jamin dia tidak akan selamat..."Ucap laki-laki yang berdiri di samping Ana dengan wajah dan mata memerah penuh kemarahan.
Ana menatap penuh kebencian kepada lelaki di samping nya,, laki-laki itu langsung menarik kasar tangan Ana meninggalkan Galeri lukisan.
Ana meronta minta di lepaskan,,tapi lelaki itu tidak menghiraukan dia terus membawa Ana sampai ke parkiran,, saat sampai di mobil nya langsung mendorong kasar tubuh Ana untuk masuk ke dalam mobil,, dengan penuh kemarahan lelaki itu langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"Lepaskan aku.. turunkan aku..!!!"Teriak Ana sambil menggedor-gedor kaca mobil.
Ana memukul tangan pria itu,,saat Ana ingin menggigit tangan kokoh pria itu,, tiba-tiba mobil berhenti mendadak sehingga kepala Ana membentur kaca mobil.
"Auw.."Jerit Ana sambil memegang kening nya yang terasa perih.
"Kalau kamu tidak mau menurut,,jangan harap pujaan hati mu akan selamat...!!!"Lelaki itu berkata sambil memegang keras rahang Ana.
Ana menatap penuh kebencian kepada lelaki yang ada di hadapan nya,,dada lelaki itu terasa sesak melihat tatapan Ana yang begitu membenci nya.
Lelaki itu pun melepaskan dengan kasar tangan nya dari rahang Ana,, kemudian kembali melajukan mobil nya membelah jalan raya.
Di sepanjang perjalanan hanya kesunyian di antara mereka,, sampai akhir nya mereka sampai di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah.
__ADS_1
Lelaki itu langsung turun dari mobil nya dan menarik tangan Ana keluar,,memaksa nya untuk masuk ke dalam.
"Untuk apa kamu membawa aku kesini...??"Teriak Ana saat tubuh nya di lempar ke sofa besar dan empuk di ruang keluarga.
"Wihana Maharani,, dengarkan baik-baik.."Lelaki itu berkata sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ana.
"Saat aku mengucapkan ijab qobul,,dan saat itu juga kamu sudah menjadi milik aku,, tidak akan aku biarkan laki-laki mana pun mendekati mu,,apa lagi lelaki itu..!!!"Ucap lelaki itu lagi yang tak lain adalah Fidy.
"Dan ingat,,jika sampai kamu bertemu dengan lelaki itu lagi,,apa lagi sampai berdekatan,,aku tidak akan menjamin keselamatan nya..!!"Fidy berkata dengan penuh penekanan,,sambil mengelus wajah Ana.
Ana membuang wajah nya dari tatapan Fidy,,dia tidak ingin memandang wajah Fidy yang hampir tidak ada jarak dari wajah nya.
"Tatap mata aku,,saat aku sedang berbicara..!!!"Teriak Fidy sambil mencengkram wajah Ana untuk melihat wajah nya.
Netra mereka pun bertemu,, dengan cepat Fidy langsung menyatukan bibir mereka,,memaksa Ana untuk membuka mulutnya.
Sekuat mungkin Ana mencoba berontak,,tapi tenaga nya kalah kuat oleh Fidy,, sampai akhir nya Fidy melepaskan bibirnya sambil tersenyum dan mengusap bibir Ana.
Ana mengatur napas nya,dan menepis tangan Fidy dari bibir nya,, dengan tatapan tajam penuh kebencian.
Fidy hanya tersenyum sinis menatap Ana.
"Aku tahu,, lelaki itu sering merasakan bibir ini Khan..??."Tanya Fidy sambil kembali menyentuh bibir Ana.
Ana kembali ingin menepis tangan Fidy,,tapi Fidy buru-buru memegang keras tangan Ana,,dan Ana meringis kesakitan.
"Persiapkan dirimu,, sewaktu-waktu aku akan meminta hak ku sebagai suami.."Fidy berkata sambil mengelus lembut wajah Ana,,di sertai seringai menyeramkan bagi Ana.
"Bi Minah...!!!"Panggil Fidy sambil menjauhkan tubuh nya dari Ana.
Seorang wanita setengah baya pun,, datang dengan tergesa-gesa.
"Ya tuan..."Ucap wanita yang bernama bi Minah.
"Wanita ini akan tinggal beberapa hari di sini,,jaga dan awasi dia...!!"Ucap Fidy sambil merapikan dasi dan jas nya.
"Baik tuan.."Ucap bi Minah sambil membungkukkan badan nya.
Fidy tidak menjawab,, dengan langkah arogan Fidy melangkah kan kaki nya meninggalkan Ana dan bi Minah.
Sepeninggal nya Fidy.
"Mari Nyonya,,biar saya tunjukkan kamar Nyonya.."Ucap bi Minah sopan.
Ana tidak menjawab,,dia hanya mengikuti langkah bi Minah yang melangkah ke lantai atas.
__ADS_1
Sesampainya di lantai atas.
"Silahkan Nyonya,,ini kamar nya.."Bi Minah berkata saat pintu kamar terbuka.
"Bi,, boleh saya bertanya sesuatu..??"Tanya Ana menatap bi Minah.
"Apa yang mau Nyonya tanyakan kepada saya ..??"Tanya bi Minah sopan.
"Apa pak Fidy biasa membawa wanita ke rumah ini..???"Tanya Ana penuh selidik.
Bi Minah tersenyum lembut menatap Ana
"Tidak pernah Nyonya,, bahkan Nyonya Laura pun tidak tahu rumah ini.."Ucap Bi Minah menatap Ana dengan tersenyum.
Ana mengerutkan keningnya.
"Istirahat lah Nyonya,,saya akan menyiapkan makan siang dulu.."Bi Minah berkata dengan tersenyum sambil membungkuk kan badan nya,,dan melangkahkan meninggalkan Ana sendiri di kamar.
"Kalau lelaki sombong itu,,tidak pernah membawa satu orang wanita pun kesini,, bahkan kak Laura juga tidak pernah di bawa nya kesini,, berarti aku..."l??"Tanya Ana dalam hati.
"Ah,, tidak penting juga,,dia mau bawa seribu wanita pun kesini,,ga ada hubungan dengan ku.."Ucap Ana sendiri.
Ana pun merebahkan tubuhnya di kasur,, kejadian tadi membuat nya lelah untuk berpikir.
Ana teringat saat Satria tiba-tiba memeluk dirinya yang akan terjatuh,, pelukan hangat dan penuh kasih sayang yang selalu menemani hari-hari nya dan akhir-akhir ini sangat di rindukan nya.
"Satria,,lelaki itu selalu ada saat aku membutuhkan nya,,aku sangat merindukan mu Satria.."Ucap Ana lirih sambil memejamkan mata nya.
Kemudian dia teringat bagaimana kemarahan Fidy saat memukul Satria,,menarik kasar tubuh nya dan memberikan sebuah ciuman paksa di bibir nya.
Ana menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.
Cepat atau lambat,dia harus menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri.
Ana memejamkan mata nya,, berharap saat dia membuka mata,,semua akan berubah menjadi lebih baik.
Akhirnya Ana pun terlelap,,dan tak lama terbuai dalam mimpi nya.
********
Sebenarnya bagaimana perasaan Fidy kepada Ana..???
Dan apa tujuan Fidy menikahi Ana..???
Ikuti setiap bab nya,,masih banyak rahasia yang belum terungkap.
__ADS_1
Jangan tinggalkan juga Novel author yang pertama menuju tamat