
Bab 12
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
"Maksud nya kalian akan melakukan program hamil dengan cara Surrogate Mother..???"Tanya Ana dengan mata membesar menatap Fidy dan Laura bergantian.
Laura mengangguk dengan tatapan teduh nya ke arah Ana.
"Aku mempunyai masalah di rahim ku An,,jadi sulit untuk hamil.."Laura berkata dengan suara lembut dan tenang menatap Ana dengan tatapan penuh harap.
"Kami akan meminjam rahim mu untuk mengandung anak kami.."Laura berkata lagi dengan suara yang lembut dan terlihat tenang.
"Tapi kenapa harus aku..???"Tanya Ana menatap dua insan di depan nya,, yang menurut nya, masing-masing dari mereka mempunyai sifat yang aneh.
"Di sini kamu tidak perlu banyak bertanya,, cukup laksanakan kewajiban mu..!!!"Fidy berkata dengan menatap tidak suka dengan sikap dan pertanyaan Ana.
"Karena aku punya hak untuk menolaknya,,!!"Ucap Ana tidak mau kalah,,dia membalas tatapan dingin Fidy.
Fidy dan Laura kaget dengan ucapan Ana,, wajah Fidy memerah menahan amarah nya.
"Pernikahan kita ini karena paksaan,, seharusnya sebelum menikah kita harus membuat kontrak atau perjanjian,,dan harus di setujui oleh kedua belah pihak,, jangan asal main ambil keputusan sendiri..!!"Ana berkata sengit,, menatap Fidy dengan wajah memerah karena kesal.
"Hai,,kamu pikir kamu siapa..??Di sini kamu harus mengikuti apa yang aku inginkan..!!"Teriak Fidy dengan sorot mata membunuh ke arah Ana.
Ana bukan nya semakin takut,,tapi semakin berani,,dia tidak mau harga diri nya di injak-injak dan di anggap lemah,,sudah cukup dia mengalah,,menangis,,dan meratapi nasib malang yang tiba-tiba menghampiri nya dalam sekejap,, seperti mimpi buruk.
"Tentu saja aku punya hak,, karena ketika menikah suami dan istri masing-masing itu punya hak dan kewajiban.."Jawab Ana yang tak mau kalah.
"Dan tentu saja aku sebagai istri mempunyai hak menolak permintaan mu yang tidak masuk akal sebagai suami,,dan pasti nya sangat merugikan aku sebagai wanita.."Ucap Ana yang terus membalas ucapan dan tatapan Fidy.
Jauh di lubuk hati Ana,, sebenarnya nyali nya sudah ciut,, jangan kan untuk berdebat,,membalas tatapan mata Fidy pun Ana tidak sanggup.
"Tidak masuk akal..?? Merugikan..??"Katakan kepada ku,,di mana letak itu semua...??!!"Fidy berkata dengan dingin,, di sertai sorot mata yang menakutkan.
"Pasti nya tidak masuk akal,, jika seorang suami memintanya mengandung anak nya dengan wanita lain,,dan aku juga rugi untuk apa aku mengandung anak orang lain.,apa lagi aku masih.."Ucapan Ana terhenti,,dia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
Fidy mengerutkan kening.
"Masih apa...???Teriak Fidy sambil melotot menatap Ana.
Ana bergidik nyari,. kalau di lihat sikap dan suara nya,,benar-benar tidak mencerminkan wajah ganteng nya yang bak Dewa Yunani,,apa lagi kalau sudah marah begini bukan seperti Dewa Yunani tapi seperti monster.
.
"Jawab Wihana Maharani...!!!"Teriak Fidy dengan suara yang menggema di seluruh ruangan yang sangat besar.
__ADS_1
"A..aku masih.."Ucap Ana ragu.
"Karena Ana masih perawan..."Laura berkata tanpa berkedip menatap Ana.
Fidy dan Ana kaget dan mereka langsung menatap ke arah Laura.
"Itu lah salah satu alasan kami memilih mu Ana,, benarkan sayang...??"Laura berkata sambil mengalihkan pandangannya ke arah Bima yang berada di samping nya.
Tangan nya menggenggam erat tangan Fidy,, senyum manis dan hangat tersungging di bibir seksi nya.
Fidy hanya menghela napas.
"Kalau Ana masih perawan,,perawan nya akan hilang saat melahirkan.."Fidy berkata dalam hati.
"Atau sebelum melakukan program Surrogate Mother,,kalian mau menunaikan kewajiban kalian sebagai suami istri...??"Tanya Laura sambil menatap bergantian Fidy dan Ana.
Lagi-lagi Fidy dan Ana terperanjat kaget dengan perkataan Laura.
"Aku tidak mau...!!!""Teriak Ana
Fidy langsung melotot menatap Ana.
"M..maksud nya aku belum siap.."Jawab Ana lirih,, tiba-tiba nyali nya menjadi ciut membayangkan harus melayani lelaki kejam seperti Fidy.
Tapi saat melahirkan nanti,,dia juga harus kehilangan kesucian nya,, Ana merasakan pusing di kepala nya.
"Kamu pikir aku bisa nafsu melihat tubuh mu,,kamu itu bukan selera aku Wihana Maharani.."Fidy berkata sambil tersenyum sinis dengan tatapan mengejek ke arah Ana.
Ana hanya mendengus kesal.
"Begini saja An,,kami memberikan waktu mu untuk berpikir selama 3 hari,,tapi setelah itu kamu harus memberikan keputusan.."Ucap Laura selembut dan setenang mungkin.
Ana menatap dalam Laura.
"Kenapa wanita ini saat bicara terasa tidak ada beban,,apa dia tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan,, padahal dia juga wanita..??"Tanya Ana dalam hati.
"Bagaimana An..??Tanya Laura membuyarkan lamunan Ana.
"Baiklah berikan aku waktu 3 hari untuk berpikir.."Jawab Ana sambil menghela napas.
"Oke An,,kami tunggu keputusan mu.."Ucap Laura lagi dengan suara lembut dan wajah yang begitu tenang.
"Bisakah aku pergi sekarang...?? Tanya Ana penuh pengharapan,, karena dia merasakan kepalanya semakin pusing,,mungkin banyak nya kenyataan pahit yang tiba-tiba di hadapi nya.
"Istirahat lah An,,aku akan panggil kan Ayu.."Ucap Laura sambil mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
"Tidak usah,,aku bisa sendiri.."Sergah Ana.
"Kami membayar Ayu khusus untuk melayani dan menjaga mu.."Laura berkata sambil menekan sebuah nomor.
Saat telepon tersambung Laura langsung memberikan perintah kepada seseorang yang tak lain adalah Ayu.
"Menyewa pelayan khusus buat ku..??"Pasti karena mereka ingin aku hamil anak mereka,,maka nya aku di berikan fasilitas seperti ini..."Ana berkata dalam hati.
Tak lama Ayu pun datang dengan wajah dan senyum manis nya,,melangkah elegan mendekati mereka.
Ana yang memperhatikan Ayu,,semakin curiga,,sikap,,cara bicara dan cara berjalan nya tidak menunjukkan sama sekali seorang pelayan.
"Mungkin semua pelayan disini,,memang harus mempunyai kepribadian yang bagus,, pasti melewati seleksi yang ketat,,tapi masa pelayan saja harus melewati seleksi yang ketat..?Ah,,Sultan Khan bebas..."Tebak Ana yang semakin merasakan pusing di kepala nya,, melihat sikap orang-orang di rumah ini.
"Selamat malam Tuan,,Nyonya.."Ayu berkata sambil membungkuk hormat,,saat sudah sampai di depan mereka.
Laura hanya mengangguk.
"Kamu antar kan Ny Ana ke kamar nya.."perintah Laura dengan suara nya yang lembut.
"Baik Nyonya,, silahkan Ny Ana.."Jawab Ayu dengan posisi masih membungkuk hormat.
"Kamu harus menjaga dan memperhatikan nya.."Ucap Laura lembut tapi penuh penekanan.
"Baik Nyonya.."Jawab Ayu lagi.
"Kamu pikir kan baik-baik An,, semoga kamu bisa memberikan keputusan yang terbaik untuk kita.."Laura berkata sambil menatap sendu Ana.
"Untuk kita..?? Untuk kalian..??"Kesal Ana dalam hati.
Ana terpaksa mengangguk,, kemudian bangkit dari duduk nya,,dan ketika hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba...
***********
Apa yang terjadi dengan Ana....??
Ikuti terus ya ceritanya ya..
Sekedar Info,,yang tidak tahu Surrogate Mother.
Tren Surrogate Mother adalah salah satu proses kehamilan yang meminjam rahim wanita lain atau ibu pengganti,,itu biasa nya di karena kan salah satu pasangan suami istri mengalami masalah di kesuburan atau ada masalah di rahim istri sehingga membuat sulit proses kehamilan.( lebih jelas nya para reader bisa cari info lengkap nya di geogle ).
Biasanya Surrogate Mother itu di lakukan di Amerika dan di Eropa,, kalau di Indonesia seperti nya di larang,,tapi ini author hanya mencoba sebuah cerita,,mohon membaca nya dengan bijak dan jangan di jadikan perdebatan ya.
Jangan lupa dukung novel author yang mau tamat.
__ADS_1