
Bab 78
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"
Jauh di negara lain, tampak seorang laki-laki berbadan tegap dengan kulit kecoklatan, wajah nya yang terlihat sangat maskulin dengan rahang tegas, bermata tajam dan hitam pekat, tapi menggambarkan sebuah keteduhan di sana.
Dengan memakai jas berwarna navy senada dengan celana nya, terlihat sedang berbicara serius dengan seorang laki-laki yang berbadan tegap juga.
"Kapan aku bisa kembali ke Jakarta...???"Tanya lelaki yang memakai jas navy.
"Sebentar lagi, bersabar lah.."Ucap lelaki lain, yang sedang menyesap kopi yang ada di hadapan nya.
Lelaki ber jas navy itu hanya menghela napas.
"Aku merindukan nya.."Ucap nya sambil ikut menyesap kopi yang berada di depan nya.
Lelaki lain itu hanya menyunggingkan sebuah senyuman.
"Tapi kamu tahu kalau bos kita sangat mencintai nya, bahkan dia sudah menjadi istri nya..:"Lelaki itu menatap lelaki yang berada di hadapan nya dengan senyum mengejek.
"Hanya pernikahan siri, dan masih ada wanita lain di sisi nya, yang kedudukan nya lebih kuat.."Lelaki ber jas navy itu berkata sambil tertawa kecil.
"Dan aku harus menyelamatkan dia, dari rencana licik lelaki tua yang kejam dan serakah itu.."Lelaki ber jas navy itu berkata lagi, dengan wajah memerah, sambil mengepalkan kedua tangan nya.
"Tenang bro, selama dia menjadi istri bos kita, pasti akan terjamin keamanan nya.."Ucap lelaki itu sambil menepuk pelan pundak lelaki ber jas navy itu.
Lelaki ber jas navy itu tidak menjawab, meraih ponsel nya, menatap dalam foto wanita yang sedang tersenyum bahagia bersama nya.
"Sudah lah, jangan terlalu sentimentil seperti ini, waktu untuk memperjuangkan nya akan segera tiba .."Ucap lelaki itu, sangat tahu foto siapa yang sedang di tatap oleh lelaki ber jas navy itu.
"Ayo lah, semangat sebentar lagi kita meeting.."Ucap lelaki itu lagi, sambil kembali menepuk pelan pundak lelaki ber jas navy.
"Cinta hanya membuat galau.."Lelaki itu berucap lagi, sambil menggelengkan kepala nya, dengan senyuman smirk, beranjak dari duduknya dan melangkah pergi dari tempat mereka ngobrol.
Lelaki ber jas navy itu tidak menjawab, dia hanya menarik napas dalam-dalam dan membuang nya kasar, kemudian menutup ponsel nya, dan beranjak juga dari duduk nya, dan segera melangkah menyusul lelaki tadi.
*******
Sementara itu, di sebuah pengadilan negeri Jakarta, hari ini adalah kasus persidangan kematian dokter Aryo, di mana tersangka saksi-saksi dan barang bukti di sidang kan.
Tampak seorang pria berwajah bule, duduk di bangku pesakitan, dan para saksi pun hadir, Fidy, Laura, Aksa dan dokter Alan beserta para saksi lain nya.
Sidang di mulai dengan di baca kan nya dakwaan, dan berdasarkan bukti-bukti yang ada dan keterangan saksi-saksi, Reynold di nyatakan sebagai tersangka pembunuhan dokter Aryo.
Motif pembunuhan di dasari karena rasa cemburu, ternyata Reynold dan dokter Aryo sudah menjalin hubungan sesama jenis, sejak 5 tahun yang lalu.
__ADS_1
Reynold tidak terima saat Aryo menjalin hubungan spesial dengan wanita, apa lagi Reynold mengetahui jika Aryo sering menghabiskan waktu bersama Laura.
Tentu kenyataan ini membuat dokter Alan sangat syock, saat mengetahui jika Aryo, putera kebanggaan nya seorang besex**l.
Apa lagi Aryo juga menjalin hubungan dengan Laura, yang notabene nya istri dari sepupu nya sendiri.
Berkali-kali dokter Alan menghela napas dan mengusap wajah nya kasar.
Tampak suster Eva duduk di samping dokter Alan, sambil menggenggam tangan dokter Alan untuk memberikan nya kekuatan, dia sengaja mengambil cuti karena dia ingin menemani dokter Alan selama persidangan.
Laura tampak pucat, sesekali dia melirik Fidy, di yang berada di samping nya, tapi Fidy hanya diam membisu dengan wajah dingin nya, tanpa memberikan respon sama sekali.
Laura merasakan keringat dingin membasahi dahi dan tubuh nya.
"Sebentar lagi kata talak, pasti akan terucap dari mulut Fidy.."Laura mengirim kan pesan untuk Aksa ysng berada di samping kanan nya.
"Kita lihat saja, apa dia berani melakukan itu.."Balasan pesan Aksa.
Sidang pun berjalan lancar, dan Reynold pun mengakui jika dia yang telah membunuh dokter Aryo, karena dia sangat kesal, karena dokter Aryo selalu selingkuh dengan wanita-wanita.
Akhir nya vonis Reynold pun di jatuh kan, dan persidangan pun selesai.
Tampak Fidy, dokter Alan dan suster Eva keluar dari persidangan lebih dulu
"Apa rencana om, sekarang..??"Tanya Fidy menatap nanar dokter Alan, saat mereka sudah keluar dari ruang persidangan, dan sudah berada di area parkir.
Fidy mengangguk, sambil menatap dokter Alan, yang terlihat dengan erat menggenggam jemari suster Eva, seperti biasa suster Eva hanya menunduk saat Fidy menatap nya.
"Apa aku tidak boleh hadir di hari bahagia om..??"Tanya Fidy, sambil melihat ke arah jemari mereka yang sedang bertautan.
Dokter Alan pun tersenyum, sedang kan suster Eva semakin menunduk, wajah nya bersemu merah.
"Sebelum berangkat ke Papua, kami berencana melakukan pernikahan dulu di kediaman keluarga Eva, sambil menunggu surat-surat kepindahan tugas dan tempat tinggal.."Jawab dokter Alan.
"Baik om, tolong kabari saja jika hari bahagia itu sudah datang.."Jawab Fidy.
"Oke Fidy, om do'a kan untuk kebahagiaan mu.."Ucap dokter Alan sambil menepuk pelan pundak Fidy.
"Mas..."Terdengar suara Laura memanggil Fidy, dan terlihat sedang berjalan ke arah mereka, di ikuti oleh Aksa dan 2 orang bodyguard nya.
"Lepas kan dia, harta bisa di cari.."Bisik dokter Alan di telinga Fidy, yang di balas dengan anggukan dan senyuman dari Fidy.
"Mas, kita harus bicara, aku akan menjelaskan semua nya.."Ucap Laura, saat berada di depan mereka, tanpa mempedulikan kehadiran dokter Alan dan suster Eva.
"Oke, kita akan bicara di rumah.."Jawab Fidy.
__ADS_1
"Om hati-hati di jalan, aku tunggu kabar nya.."Ucap Fidy sambil menyalami dokter Alan, dan menyunggingkan senyuman ke suster Eva.
Tentu saja membuat suster Eva kaget, baru kali ini dia melihat Fidy tersenyum, senyum lelaki yang begitu sempurna, yang langsung bisa menghipnotis para kaum hawa.
Dengan kikuk suster Eva membalas senyum Fidy.
"Oke, kami pamit, jaga diri mu.."Ucap dokter Alan.
Sebelum melangkah kan kaki nya, dokter Alan menatap tajam ke arah Laura, dia benar-benar tidak menyangka jika Laura bisa menjalin hubungan dengan Aryo.
Laura yang di tatap seperti itu, langsung memalingkan wajah nya.
Kemudian tatapan dokter Alan, beralih kepada Aksa.
Aksa tersenyum smirk membalas tatapan Alan, tak ada sepatah kata pun yang terucap di antara mereka, selain tatapan dingin.
Dokter Alan pun langsung membawa suster Eva untuk masuk ke mobil nya, dan berlalu dari hadapan mereka.
"Mas, tunggu..."Laura berkata sambil menahan lengan Fidy, yang akan masuk ke dalam mobil.
Fidy tidak menjawab, dia menatap tajam wajah Laura, dan tangan Laura yang sedang menahan lengan nya.
Melihat tatapan Fidy, Laura segera melepaskan tangan nya, Fidy pun langsung masuk ke dalam mobil, dan langsung tancap gas, meninggalkan dua orang yang sangat di benci nya.
Baru beberapa meter, Fidy mengendarai mobil nya di tengah keramaian jalan raya, tiba-tiba ponsel Fidy berbunyi.
"Hallo.."
"Iya benar.."
"Apa..??"
"Kecelakaan..???"
************
Maaf baru bisa up.
Semoga kalian terhibur dengan cerita novel ini.
Author hanya mencoba menyajikan sebuah cerita yang bisa menghibur para reader.
Jika ada bahasa, penulisan dan cerita yang kurang, mohon maaf 🙏😊.
Jangan lupa mampir ke novel "Darah Daging Yang Di Benci"
__ADS_1