
bab 43
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Senyum Fidy terus mengembang di bibir nya, terasa kebahagiaan mengisi setiap relung hati nya, sesekali Fidy melirik Ana yang sedang fokus mengunyah makanan nya, tanpa sedikit pun melirik ke arah Fidy.
"Seandainya tidak ada meeting siang ini, seandai nya Miko ada di sini.."Batin Fidy, entahlah dia ingin selalu berada di dekat Ana.
Dia tidak menyangka bisa menikahi Ana. walaupun Ana mau di nikahi nya karena di bawah ancaman dan keterpaksaan.
"Aku akan membuat mu tidak pernah menyesal karena sudah menikah dengan aku Ana..."Ucap Fidy dalam hati, sambil terus menatap wajah Ana yang berada di samping nya.
Ana yang merasa sedang di perhatikan, dengan ragu menoleh.
Deg...
Saat Ana menoleh ternyata wajah Fidy begitu dekat dengan nya.
"Tuan bilang mau meeting, kenapa tidak segera makan.??."Tanya Ana berusaha menetralisir.jantung nya yang berdegup kencang.
Sekeras apa pun Ana berusaha menutupi kegugupan nya, tapi wajah yang memerah memperlihatkan bagaimana perasaan nya sekarang.
Ana segera memalingkan lagi wajah nya.
Fidy menyunggingkan senyum nya, entah kenapa dia ingin sekali menggoda wanita di samping ini yang sudah halal untuk nya.
Fidy semakin mendekat kan wajah nya ke wajah Ana, sehingga tidak ada jarak di antara mereka.
"Ish, orang ini mau nya apa sie..??"Tadi bilang nya mau ada meeting..."Batin Ana kesal, dia tidak berani untuk menoleh, karena jika dia menoleh sudah pasti wajah mereka akan beradu.
Fidy semakin mendekati Ana, sehingga Ana merasakan sentuhan hidung dan bibir di samping wajah nya, dada Ana semakin berdegup kencang.
Keringat dingin membasahi telapak tangan dan dahi nya.
"Apa suami mu sangat menakutkan sekali, sehingga kamu sampai berkeringat seperti ini..??"Bisik Fidy di telinga Ana.
"Tuan,, lihat itu sudah jam berapa..???"Ucap Ana dengan suara bergetar sambil menunjuk jam dinding yang terletak tepat di atas dinding meja makan.
Fidy tersenyum penuh arti sambil melirik jam dinding, sebuah ide licik terlintas di pikiran nya.
"Kalau kamu takut aku terlambat, kenapa tidak melakukan sesuatu biar aku cepat berangkat..??"Jawab Fidy dengan suara bass yang menggoda di telinga Ana, yang mampu membuat bulu kuduk di sekitar leher jenjang Ana merinding, apa lagi Ana menguncir kuda rambut nya.
"Ya ampun, kenapa lelaki arogan ini begitu mesum..."Batin Ana dengan degup jantung yang semakin tidak menentu.
Tiba-tiba Ana mempunyai ide cemerlang, dia segera mengambil piring nasi Fidy yang berada di sebelah piring nya, tanpa menoleh sedikit pun ke arah Fidy.
Sambil menyendok nasi di piring Fidy, Ana sedikit menjauhkan wajah nya.
"A...!!"Perintah Ana sambil memasukkan sesendok nasi beserta lauk nya ke mulut Fidy.
Fidy yang kaget, spontan membuka mulut, suapan pertama berhasil mendarat di perut Fidy.
Ana tidak memberikan kesempatan Fidy protes, dengan sigap suapan demi suapan di masukkan Ana ke mulut Fidy. sampai di suapan terakhir.
"Alhamdulillah selesai, sekarang di minum air nya...!!"Perintah Ana sambil memberikan segelas air dengan tersenyum dan perasaan lega.
Fidy menerima segelas air yang di berikan Ana dan segera meminum nya sambil terus menatap lekat wajah Ana, tampak senyum menghiasi sudut bibir nya.
Jantung Ana kembali berdegup kencang.
"Sekarang waktu nya kembali ke kantor..."Ana berkata sambil mengambil gelas di tangan Fidy, berusaha tersenyum semanis mungkin untuk menutupi hati nya yang berdebar tidak karuan.
__ADS_1
Fidy melirik sekilas ke jam tangan nya.
"Jam 12.20, waktu yang pas sampai di kantor..."Gumam Fidy.
"Baik lah sayang, aku berangkat dulu..."Fidy berkata sambil mengecup kening dan bibir Ana, dan segera berdiri dari duduk nya.
"Habiskan makan siang mu, nanti malam aku jemput jam 7 jadi bersiap lah..."Ucap Fidy sambil mengacak pelan rambut Ana dan beranjak pergi dengan senyum penuh ke bahagiaan.
Sedang kan Ana hanya bisa bengong dengan ucapan dan perlakuan Fidy.
"Dia bilang sayang..??"Apa aku tidak salah dengar...?"Gumam Ana sambil memegang kening dan bibir nya yang baru saja di cium Fidy.
Sekilas senyum menghiasai bibir mungil Ana.
"Tidak Ana jangan geer, inget dia menikahi mu hanya karena dendam..."Ucap Ana mencoba meyakinkan diri nya sendiri, untuk tidak berharap lebih pada perlakuan Fidy.
Ana pun segera membereskan bekas makan siang mereka, karena dia sudah tidak berselera lagi untuk makan.
Sementara Fidy di dalam mobil, senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian tadi di meja makan.
"Ternyata kebahagiaan sebagai suami istri itu sangat sederhana, hanya di masakin dan di suapi saja sudah sangat luar biasa bahagia nya..."Gumam Fidy dengan senyum penuh kebahagiaan.
Fidy sudah tidak sabar untuk makan malam bersama Ana, dengan hati bahagia dia pun menyetir sambil bernyanyi mengikuti lagu yang di putar dari car MP3 Player FM Transmitter, pasti nya sebuah senyum yang selalu menghiasi bibir nya.
**************
Hanya dengan waktu setengah jam Fidy sudah sampai di perusahaan Aksa Sakti.
Dengan langkah pasti dan wajah yang berseri-seri, Fidy melangkah kan kaki nya masuk ke dalam perusahaan nya.
Semua karyawan yang menyapa nya di balas dengan anggukan dan senyuman, yang membuat semua karyawan terheran-heran dengan perubahan sikap Fidy yang sangat terkenal dingin dan angkuh.
Sesampainya di lantai ruang meeting, tampak sang sekertaris sudah menunggu nya dengan hati was-was takut Fidy terlambat bahkan tidak datang.
"Syukur lah tuan, masih ada waktu 15 menit.."Ucap sang sekertaris dengan hati lega.
"Ini berkas nya tuan, Tuan Huong sebentar lagi tiba.."Ucap sang sekertaris lagi menyerahkan berkas ke tangan Fidy, saat Fidy sudah duduk di kursi meeting.
"Apa kamu sudah makan siang...??"Tanya Fidy sambil mengambil berkas dan langsung memeriksa nya.
Sang sekertaris yang bernama Anggi yang berdiri di samping Fidy, hanya terbengong mendengar pertanyaan dari bos nya, sambil menatap tak percaya.
Dia tidak percaya jika seorang Fidy Eka Sakti seorang CEO muda dan tampan, yang begitu dingin dan arogan akan menanyakan hal itu pada nya.
Selama Anggi menjadi sekertaris nya jangan kan menanyakan makan, melirik saja tidak pernah dan bicara seperlu nya setiap Anggi memberikan jadwal, meeting dan laporan.
"Kamu kenapa..??"Tanya Fidy heran sambil mengerutkan kening nya menatap wajah Anggi yang bengong berdiri di samping nya.
"M..maaf tuan, saya sudah makan siang tadi.."Ucap Anggi gugup.
"Ya sudah duduk sana, ngapain berdiri saja..!!"Perintah Fidy sambil kembali fokus melihat dan membaca berkas-berkas.
Anggi segera duduk di sebelah Fidy sambil menelan kasar saliva nya.
"Beruntung sekali nyonya Laura, tuan Fidy benar-benar laki-laki sempurna..."Batin Anggi sambil mengamati wajah sempurna Fidy.
Fidy yang sadar sedang di perhatikan, mengangkat wajah nya menatap Anggi yang duduk di sebelah nya.
Anggi pun kaget dan pura-pura menyibukkan diri, Fidy hanya menggeleng kan kepala nya melihat tingkah sekertaris nya.
"Cukup cantik, tapi sayang tidak ada yang sesempurna Ana.."Ucap Fidy dalam hati sambil tersenyum mengingat wajah Ana yang memerah dan malu dengan bibir bawah nya yang di gigit, sangat menggemaskan.
__ADS_1
Tak lama pintu meeting terbuka, muncullah Aksa bersama tuan Huong, beserta para staf yang terlibat dalam acara meeting di antara dua perusahaan.
Meeting berjalan lancar, tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5 sore.
"Tuan Huong, senang bekerjasama dengan anda.."Ucap Aksa sambil mengulurkan tangan nya.
"Saya juga sangat senang bekerjasama dengan perusahaan Aksa Sakti, dan saya sangat puas atas penjelasan dan negoisasi yang di berikan oleh tuan Fidy, sangat cerdas..."Ucap tuan Huong membalas uluran tangan Aksa, kemudian mengulurkan tangan nya kepada Fidy.
"Terimakasih tuan Huong semoga kerjasama kita ini memberikan keuntungan untuk kedua belah pihak.."Jawab Fidy sambil tersenyum dan membalas uluran tangan tuan Huong.
Tampak senyum sinis menghiasi bibir Aksa yang sedang menatap Fidy.
"Bagaimana jika kerjasama ini kita rayakan dengan makan malam bersama tuan Huong.."Ajak Aksa penuh semangat.
"Dengan senang hati tuan Aksa, jika tidak merepotkan..."Jawab tuan Huong dengan tersenyum.
"Baik lah, kalau begitu tuan Huong bisa istirahat dulu di hotel kami, jam 7 nanti supir kami akan menjamput..."Ucap Aksa.
"Terimakasih tuan Aksa..."Jawab tuan Huong
Aksa mengangguk dan tersenyum.
"Mohon maaf tuan Huong, seperti nya saya tidak bisa ikut makan malam.."Ucap Fidy sopan.
Aksa mengerutkan dahi nya menatap tajam Fidy.
"Tidak apa-apa, pasti tuan Fidy sudah ada janji makan malam dengan orang spesial..."Goda tuan Huong.
"Iya tuan Huong..."Ucap Fidy sambil mengangguk dan tersenyum.
"Kamu ada janji dengan Laura untuk makan malam...??"Tanya Aksa.
Fidy tidak menjawab, dia hanya menghela napas mendengar pertanyaan Aksa.
"Apa Laura istri tuan Fidy...??"Tanya tuan Huong.
"Ya Laura adalah menantu saya, istri dari Fidy.."Jawab Aksa sambil menepuk pelan pundak Fidy.
Fidy merasa gusar sekali dengan sikap dan ucapan Aksa.
"Kenapa kita tidak makan malam bersama saja, biar saya kenal dengan menantu perusahaan besar Aksa Sakti...??"Tanya tuan Huong penuh antusias.
"Lain kali saya akan mengenal kan nya pada tuan Huong.."Jawab Fidy yang sudah mulai kesal
"Oke, saya mengerti..."Ucap tuan Huong sambil mengangguk dan tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi dulu, sekali lagi terimakasih untuk kerjasama nya..."Jawab Fidy sambil mengangguk dan segera berlalu meninggalkan mereka.
Wajah Aksa tampak memerah menatap punggung Fidy.
"Selidiki di mana dia akan membawa perempuan itu untuk makan malam..."Bisik Aksa kepada anak buah nya.
**********
Apa yang akan terjadi pada makan malam Fidy dan Ana...???
Akan kah berjalan lancar atau sebalik nya...!??
Ikuti ya bab selanjut nya.
Jangan lupa mampir ke novel " Darah Daging Yang Di Benci"
__ADS_1