Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Dermaga biru


__ADS_3

Bab 36


" Jodoh Tak Pernah Salah Memilih ".


Fidy terus melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi,sesekali dia memukul setir,meremas rambut nya dan mengusap kasar wajah nya.


"Kenapa aku menurut saja,saat lelaki tua itu meminta untuk membiarkan hubungan mereka..hah..!!!!!"Teriak Fidy sambil memukul setir nya kembali.


Fidy terus melajukan mobil nya sampai dia tiba di sebuah dermaga biru dengan warna air yang biru membentang di lautan.


Fidy menepikan mobil nya,dan langsung turun melangkah menyusuri dermaga,hingga dia tiba di sebuah tempat yang dulu pernah memberikan keindahan dan kenyamanan untuk nya.


Fidy duduk di sebuah bangku kayu yang menghadap tepat di depan dermaga, menatap nanar ke dermaga, tampak beberapa kapal pesiar berlabuh di dermaga.


Fidy menarik napas panjang kemudian membuang nya kasar, tampak sepasang mata coklat pekat itu kini telah di selimuti kabut duka.


Dermaga ini memberikan dua kisah sedih dalam hidup nya,dua orang yang sangat berarti dalam hidup nya kini sudah pergi meninggalkan diri nya untuk selama-lamanya, dan dermaga ini saksi bisu kepergian orang terkasih Fidy.


Fidy memejamkan mata sesaat, merasakan kedukaan yang terasa sangat sesak menghimpit dada nya.


Semenjak dua kejadian yang membuat trauma Fidy kecil sampai remaja.


Bertahun-tahun dia tidak pernah bisa melupakan kejadian 25 tahun yang lalu di dermaga ini, sosok yang di kagumi nya harus meregang nyawa di dermaga ini, dengan air nya yang berwarna biru yang selalu melancarkan keindahan.


Kembali Fidy menarik napas, gumpalan kabut di mata nya kini sudah berubah menjadi embun yang siap berubah menjadi buliran bening, sebelum buliran bening itu melewati sudut mata nya,Fidy langsung mengusap nya dengan kasar.


Dengan membuang napas yang berat, Fidy segera beranjak dari duduknya, dan dengan langkah lebar Fidy pergi menuju mobil nya dan segera meninggalkan dermaga yang sudah memberikan kenangan nya sekaligus luka yang mendalam pada hati nya, bahkan mampu membuat nya trauma.


**********


Sementara itu di mansion Keluarga besar Angkasa Sakti, di dalam kamar Laura tampak Aksa sedang tertidur pulas di ranjang tempat biasa Laura tidur


Dengan tersenyum penuh kebahagiaan,Laura mengelus lembut wajah Aksa.


Merasa ada yang membelai wajah nya,Aksa pun menggeliat dan membuka mata nya.


"Hallo sayang.."Aksa berkata sambil memeluk dan membawa Laura ke dalam pelukan nya.


"Kenapa dia tidak bisa mencintai ku...?"Tanya Laura sambil membenamkan wajah nya di dada Aksa.


"Sabar sayang, dia akan tetap terikat pada mu, walaupun hati nya bukan untuk mu.."Ucap Aksa sambil membelai penuh kasih rambut Laura.


"Tapi aku juga ingin di sayangi dan di cintai oleh nya.."Ucap Laura lirih dengan wajah sedih.


Aksa tidak menjawab, dia semakin memeluk erat Laura, dan membelai rambut Laura kembali dengan penuh kasih.


Terdengar suara isak tangis Laura yang wajah nya terbenam di dada bidang Aksa.

__ADS_1


Lelaki setengah baya yang masih terlihat tampan, kharismatik dan gagah, hanya bisa menghibur Laura dengan sikap nya yang penuh kasih dan perhatian.


Aksa terus mengusap rambut Laura, sambil sesekali menciumi kepala Laura, tangis Laura kini berubah menjadi napas yang teratur, menandakan jika Laura sudah terlelap.


Mengetahui jika Laura sudah tidur, dengan lembut dan penuh kasih, Aksa mengangkat kepala Laura yang berada di dada nya.


Kemudian dengan hati-hati Aksa membenarkannya posisi tidur Laura, lalu dia mencium kening Laura dengan lembut.


Berlahan Aksa turun dari ranjang, kemudian dengan langkah pelan Aksa keluar dari kamar Laura.


"S**l, awas saja kamu Fidy sudah berani meremehkan aku..!!"Geram Aksa saat sudah sampai di ruang keluarga, dan sambil mengepalkan tangannya dengan wajah memerah penuh kemarahan.


"Lihat saja Fidy, apa yang akan aku lakukan dengan gadis pujaan mu itu..!!!"Geram Aksa lagi dengan senyuman licik nya.


***********


Sementara di Jerman, Satria Pramudya yang bekerja di salah satu cabang perusahaan Angkasa Sakti yang berada di sana, merasakan aneh, karena semua fasilitas dan kedudukan yang di dapati nya begitu mudah dia dapat dari perusahaan besar seperti Angkasa Sakti.


Apa lagi dia di tawarkan jika ingin membawa kedua orang tua nya silahkan, dan perusahaan akan menanggung semua biaya hidup dan keperluan dari orang tua Satria.


Satria merasa sesuatu yang ganjil dan tidak masuk akal.


"Apa ini ada hubungan nya dengan Ana??"Gumam Satria saat membaringkan tubuhnya di kasur nya yang super empuk.


"Sebenarnya apa hubungan Ana dengan keluarga Angkasa Sakti..??"Tanya Satria pada diri nya sendiri.


Tiba-tiba wajah Ana langsung hadir di pelupuk


Satria segera membuka galeri hp nya,tampak di galeri nya selain wajah kedua orang tua nya, semua terisi dengan wajah dan video tentang Ana.


Awal nya Satria tersenyum penuh kebahagiaan, Tapi tiba-tiba Satria merasakan sesak kembali menghimpit dada nya.


Apa lagi saat Satria mengeluarkan cincin dari tas yang berada di atas meja tepat di samping ranjang nya.


Satria menarik napas dalam-dalam dan membuang nya dengan kasar saat menatap cincin yang seharusnya sudah berada di jari cantik Ana.


"Suatu saat nanti, aku janji cincin ini akan melingkar cantik di jari mu Ana.."Satria berkata dengan suara parau.


"Ana,, Aku akan mencari tahu apa hubungan mu dengan keluarga Angkasa Sakti..!!!Ucap Satria dengan suara yang semakin parau dengan menatap nanar cincin yang belum bertuan itu.


"Tak ada wanita yang pantas memakai cincin ini selain diri mu An..."Satria menatap sedih ke arah kotak cincin yang kini sudah di tutup nya.


********


Sementara itu di kediaman Fidy, tampak Ana yang menangis di pelukan bi Minah.


"Tuan Fidy adalah laki-laki yang baik Nyonya.."Ucap bi Minah sambil mengelus lembut rambut Ana.

__ADS_1


Ana tidak menjawab, percuma saja dia menjawab, karena bi Minah akan mati matian membela Fidy.


Bi Minah merasakan sesuatu yang aneh, saat Ana menangis di pelukan nya, mengingat kan nya pada anak nya.


"Anak ku seandainya kamu masih ada,pasti kamu sudah sebesar ini.."Gumam bi Minah yang sempat terdengar di telinga Ana.


"bi Minah punya anak..??"Tanya Ana menatap dalam wajah bi Minah.


"I..iya Nyonya.."Ucap bi Minah gugup


"Wah, sekarang anak bi Minah tinggal di mana...?"Tanya Ana dengan wajah berbinar bahagia sambil terus menatap wajah bi Minah.


"A.. anak saya sudah meninggal Nyonya.."Ucap bi Minah sambil menunduk kan wajah nya.


"Oh.maaf bi, saya tidak bermaksud..."Belum sempat Ana meneruskan kata-katanya, bi Minah memotong nya.


"Tidak apa-apa Nyonya.."Jawab bi Minah dengan raut wajah yang kembali tenang.


"Lebih baik Nyonya sekarang makan, tuan Fidy sebelum pergi meminta Nyonya untuk makan.


"Tuan Fidy...??"Tanya Ana sambil mengerutkan kening nya menatap bi Minah.


Bi Minah hanya mengangguk dan tersenyum.


"Apa dia tidak makan dulu bi..??"Tanya Ana malu-malu.


"Maksud nya tuan Fidy Nyonya..??"Tanya bi Minah dengan senyum menggoda Ana.


Ana hanya mengangguk dengan wajah memerah.


********


Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu di dermaga biru,. sehingga membuat duka yang mendalam untuk Fidy...???


Apa sebenarnya hubungan Laura dengan Aksa...??


Rencana licik apa yang akan di lakukan Aksa, untuk Fidy dan Ana...??


Apakah Satria akan mendapatkan jawaban alasan nya di terima kerja di perusahaan Angkasa Sakti...?-?


Bagaimana perasaan Ana ke Fidy...?


Mau tau jawabannya ikuti terus setiap bab nya.


Maaf ya lama up nya, lagi banyak kerjaan


Jangan lupa mampir ke novel pertama author.

__ADS_1



.


__ADS_2