
Bab 124
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Satria menoleh ke arah Fidy, seketika dia langsung berdiri, dan membungkukkan tubuhnya.
"Tuan Fidy.."Ucap Satria, dengan perasaan sungkan dan rasa cemburu, karena ternyata pemilik perusahaan tempat nya bekerja adalah suami dari wanita yang sangat di cintai dan di rindukan nya selama ini.
"Jangan bersikap sungkan seperti ini, panggil nama ku saja, tidak perlu memanggil dengan sebutan tuan.."Fidy berkata, sambil menatap Satria, terlihat jelas kecemburuan di mata nya juga.
"Bahagia sekali menjadi mu Satria, lelaki yang sangat di cintai Ana, seandainya aku tidak membiarkan hubungan mu dengan Ana bertahan lama, mungkin rasa cinta Ana kepada mu tidak sedalam ini.."Fidy berkata dalam hati.
Rasa sesak yang menyeruak, terasa begitu menyakitkan.
"Duduk lah, ada yang ingin aku bicarakan.."Ucap Fidy, meminta Satria untuk duduk di samping nya, tatapan nya nanar, menatap ke arah ikan-ikan koi yang sedang berenang bebas di kolam.
Dengan sedikit ragu, Satria pun duduk di samping Fidy.
*Kamu, pasti sangat mencintai nya.."Fidy berkata, tanpa sedikit pun mengalih kan pandangan nya.
"Maksud tuan eh mas Fidy, apa ya??"Tanya Satria, seolah tidak mengerti dengan pertanyaan Fidy.
"Aku tahu, dari sikap dan tatapan mata mu, kamu masih sangat mencintai nya ."Fidy mengusap kasar wajah nya.
"Aku pikir, dia akan bahagia saat menikah dengan ku, tapi kenyataan justru pernikahan kami, membuat nya sangat menderita.."Fidy kembali berkata, dengan suara sedikit bergetar, dia menunduk, menahan kesedihan yang akhir-akhir ini, menghinggapi hati nya.
Satria terhenyak, dia tidak menyangka, jika seorang Fidy Eka Sakti, seorang CEO sukses yang arogan, dan memiliki segalanya, ternyata sangat mencintai wanita yang selama ini menjadi pujaan hati nya.
Nada suara Fidy, terdengar bagaikan seseorang yang menahan luka hati yang sangat dalam.
"Apa kita, mencintai wanita yang sama..?!"Tanya Satria, dia menoleh menatap wajah Fidy dari samping.
"Menurut mu..??"Tanya Fidy, yang menoleh juga ke arah Satria, sehingga netra mereka bertemu, tampak dua pasang mata yang saling menatap dengan rasa cemburu.
"Apa, kamu mencintai Ana ku..?Tanya Satria, penuh selidik.menatap tajam mata Fidy.
Fidy menyunggingkan sebuah senyum smirk.
"Dia bukan Ana mu, tapi dia masih istri ku."Ucap Fidy penuh penekanan, dengan sorot mata nya yang dingin dan tajam.
"Apa cinta mu, sebesar cinta ku kepada nya..??" Sedang kan di hidup mu sudah ada wanita lain yang menemani..??"Tanya Satria, dengan kekesalan yang terlihat jelas di wajah nya.
__ADS_1
"Jangan membicarakan sebuah cinta, kamu tidak mengerti apa-apa Satria.."Jaeab Fidy, dengan tersenyum sinis.
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan Ana dari dulu, tanpa dia harus menjalin hubungan dengan mu selama 10 tahun lama nya.."Fidy berkata dengan tatapan sinis nya.
"Apa maksud mu tuan Fidy Eka Sakti..??"Tanya Satria, dengan suara mulai meninggi.
Fidy, kembali menyunggingkan senyum smirk nya.
"Satria, aku tidak ingin bertengkar, mungkin karena kesalahan ku, membiar kan Ana terlalu lama bersama mu, membuat pernikahan kami tidak bahagia.."Ucapan Fidy, membuat wajah Satria memerah.
"Kembalikan Ana kepada ku..!!"Satria terus menatap Fidy, dengan sorot mata penuh amarah.
"Itu pasti, karena tanpa kamu minta, sku akan menyerahkan nya kepada mu, karena ada seorang wanita yang lebih membutuhkan dan mencintai ku dengan tulus dari pada Ana mu."Fidy berkata, sambil menahan sesak di dada nya.
"Kapan, kamu akan menceraikan Ana..??"Satria terus menatap Fidy, dengan sorot mata memerah penuh amarah, rahang wajah nya pun sudah terlihat mengeras.
Fidy terdiam sesaat, rasa sakit itu semakin menyeruak di hati nya.
Terasa berat sekali, saat dia ingin mengucapkan sesuatu yang meninggal kan luka di hati nya.
"Kami hanya menikah siri, di antara kami tidak ada ikatan yang kuat, satu kata talak akan memisahkan kami.."Fidy mencoba bersikap setenang mungkin, walaupun hati nya terasa sakit dengan ucapan nya sendiri.
"Jadi benar, jika kamu menikahi Ana hanya secara siri, aku pikir kamu benar-benar mencintai Ana."Terdengar deru napas Satria, karena menahan gemuruh di dada nya.
"Aku menikahi Ana, hanya untuk menyusun rencana balas dendam terhadap ayah sambung ku Aksa..!!"Fidy berkata lagi, dengan hati yang terasa sakit.
Sedang kan Satria, terlihat tangan nya mengepal keras, terdengar gemeretak di gigi nya, menahan emosi yang bergejolak di dada nya.
"Dan satu lagi Satria Pramudya, selain balas dendam, aku hanya ingin menjadikan Ana sebagai Surrogate mother, untuk mengandung anak kami .!!"Fidy berkata, dengan membalas tatapan Satria, wajah nya juga memerah.
Jika wajah Satria memerah karena menahan amarah, beda dengan Fidy yang wajah nya memerah karena menahan luka dan kesedihan.
"Kurang aj*r..!!"Satria langsung menarik kerah kemeja Fidy, dan...
Bug...
Sebuah bogem mentah, mendarat sempurna di wajah Fidy.
Fidy pun tersungkur,di rerumputan yang berada di taman.
"Berani sekali, kamu mempermainkan Ana ku, sepuluh tahun aku menjaga nya, tapi kamu menyakiti dan melukai nya..!!"Teriak Satria,.yang kembali memukul.wajah Fidy.
__ADS_1
"Stop..!!"
"Apa-apaan ini..??"
Teriak Febi, yang sudah berdiri di belakang mereka, bersama Bramantyo dan dokter Jimmy.
Satria menghentikan pukulan nya, Bramantyo segera menarik tubuh Satria yang berada di atas tubuh Fidy, sedang kan dokter Jimmy langsung membantu Fidy berdiri.
Fidy sedikit meringis, sambil memegang bibir nya, terlihat darah keluar dari sudut bibir nya.
"Sebanar nya, ada apa dengan kalian..??"Tanya Febi, menatap bergantian Fidy dan Satria.
"Masalah laki-laki.."Ucap Fidy santai, sambil mengusap darah di sudut bibir nya.
"Temui Ana di rumah sakit, dia sedang tidak sadar kan diri, dia membutuhkan mu..!!"Ucap Fidy, rasa sakit itu kembali di rasakan nya, jauh melebihi pukulan Satria di wajah nya.
Satria, Febi dan Bramantyo terkejut, dengan perkataan Fidy.
"Apa, Ana ku tak sadar kan diri..??!"Teriak Satria, Terlihat ke khawatiran di wajah nya.
Febi terkejut mendengar perkataan dan sikap Satria, dia menatap tak percaya dengan apa yang di lihat dan di dengar nya, apa lagi saat Satria menyebut Ana ku, dengan wajah penuh kekhawatiran.
Tanpa memperdulikan semua orang yang berada di sana, Satria pun segera berlari meninggalkan halaman belakang.
"Pram.. Pramudya, kamu mau kemana..??"Teriak Febi, hendak mengejar Satria.
Tapi, sebuah tangan menahan nya.
"Biar kan dia pergi, Ana membutuhkan nya."Fidy berkata, dengan menatap nanar Febi.
"Sebenarnya apa yang terjadi mas ..??"Aku benar-benar ga ngerti..!!"Apa hubungan kak Ana dengan Pramudya ku..??"
*************
Cerita nya author gantung ya, biar tambah kepo😁.
Sampai ketemu di bab selanjutnya 😍.
Alhamdulillah novel author " Penyesalan Zaidan", sudah masuk kontrak, dan sedang di rekomendasiin sama mimin NT.
Jangan lupa, dukung juga novel pertama author "Darah Daging Yang Di Benci"
__ADS_1