
Bab 82
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
"Aku ingin bertemu Ana.."Fidy berkata saat menghabiskan soft drink nya, sambil menatap Albert.
"Saya akan melindungi tuan.."Ucap Robert meyakinkan Fidy.
Fidy pun mengangguk.
"Hati-hati sob, semoga menjadi pertemuan yang membahagiakan.."Jimmy berkata sambil menepuk pelan pundak Fidy.
"Thanx Jim.."Jawab Fidy.
"Gw yakin sebentar lagi Laura pasti menemui lo.."Ucap Fidy, sambil bangkit dari duduk nya.
"Pasti lah, gw sengaja buka semua akses gw buat dia, sekalian untuk menambah bukti-bukti kejahatan mereka..."Jimmy berkata sambil tersenyum smirk.
"Hati-hati mereka licik dan licin bagai kan belut..."Fidy berkata sambil merapikan sedikit penampilan nya, di depan cermin yang berada di ruang praktek Jimmy.
"ABG yang mau kencan pertama.." Jimmy berkata dengan senyum mengejek.
"Lo akan tahu rasa nya nanti, saat lo bertemu dengan seseorang yang mampu menggetarkan dawai di hati lo.."Ucap Fidy dengan balasan mengejek.
"Gw sudah lama menemukan orang itu ko.."Ucap Jimmy santai.
Fidy mengerutkan kening nya.
"Jangan lo bilang, kalau lo masih mengharapkan adik gw.."Fidy berkata sambil menatap tajam Jimmy.
Jimmy tidak menjawab, dia hanya tertawa kecil.
"Cepat lah temui soulmate lo, jangan sampai perasaan nya berubah hanya karena galau.."Jimmy berkata sambil mendekati Fidy, dan menepuk pelan pundak Fidy.
"Ga perlu mengalihkan pembicaraan, pokok nya sampai kapan juga gw ga mau punya adik ipar lo.."Fidy berkata sambil berlalu keluar dari ruang praktek Jimmy.
Robert pun mengangguk pada Jimmy dan mengikuti langkah Fidy.
Jimmy menarik napas, menatap kepergian Fidy dan Robert.
"Gw ga boleh dekat sama adik lo, tapi lo ga tau kalau sekarang adik lo lagi jatuh cinta sama rival lo.."Ucap Jimmy tertawa kecil, sambil menggelengkan kepala nya.
Tentu saja perkataan Jimmy tidak terdengar oleh Fidy.
Saat Fidy keluar dari klinik, tampak Avanza hitam itu, masih berada di tempat yang sama.
__ADS_1
Fidy menarik napas dan membuang nya kasar.
Saat Fidy masuk ke dalam mobil nya, terlihat Albert pun keluar dengan seorang wanita cantik dan sexy, mereka pun masuk ke dalam mobil mereka.
Saat Fidy melajukan mobil nya keluar dari halaman kinik, berlahan Avanza hitam itu kembali mengikuti mobil Fidy, begitu juga mobil yang di kendarai Albert berada di belakang mobil Avanza hitam itu.
Fidy mengendarai mobil nya dengan santai, dia membelokkan mobil nya ke arah jalan yang tidak begitu ramai.
Dug...
Terdengar sebuah mobil beradu, ternyata mobil Albert yang pura-pura menyalip dengan sengaja, sehingga Avanza hitam itu, menabrak bumper belakang mobil nya.
Albert dan wanita yang bersama nya itu pun langsung memainkan peran nya, mereka langsung turun dari mobil, dan menyuruh orang-orang yang berada di Avanza hitam itu untuk turun juga.
Saat orang-orang di Avanza hitam itu turun, tiba-tiba sebuah mobil kijang hitam menghampiri mereka, yang tak lain adalah para polisi yang menyamar menjadi preman.
Fidy tersenyum smirk, sambil melihat ke arah kaca spion, saat sudah berada jauh dari mereka Fidy langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi.
Tak berapa lama, dia pun sampai di rumah yang sangat sederhana, dengan warung makan yang berada tepat di halaman rumah itu.
Tampak dua orang wanita cantik beda generasi sedang sibuk melayani para pembeli.
Tentu saja kehadiran Fidy, menarik semua perhatian orang-orang di sekitar nya, termasuk dua wanita itu.
"Wah, ganteng nya.."Ucap salah satu ibu bertibuh gendut yang berada di warung, sambil memandang takjub ke arah Fidy, dengan mulut sedikit terbuka.
"Ya ampun, keren banget..."Ucap ibu yang lain lagi, dengan tatapan terpesona.
Bukan hanya ibu-ibu yang ada di warung, para gadis dan ibu-ibu yang berada di dekat rumah itu pun, berdecak kagum dengan kehadiran Fidy, tampak mereka berbisik-bisik, sambil melangkah masuk ke dalam halaman rumah.
Sedangkan bapak-bapak dan para lelaki muda, terlihat manyun karena kehadiran Fidy.
Sedangkan dua wanita yang menjaga warung, tidak percaya dengan kehadiran Fidy.
Dengan gaya cool dan elegan, Fidy pun melangkah mendekati warung, sambil mengangguk hormat dan melempar senyum ke arah mereka, tentu saja sikap Fidy membuat semua para wanita langsung histeris kegirangan.
"Mau ngapain dia kesini, bikin kerusuhan saja.."Gumam wanita muda.
"Huss, sama suami tidak boleh berbicara seperti itu.."Ucap wanita setengah baya, yang terlihat masih sangat cantik, sambil menyenggol lengan wanita muda itu.
"Tapi lihat kehebohan semua wanita, bilang saja kalau dia mau tebar pesona.."Ucap wanita itu dengan wajah cemberut.
"Cie, ada yang cemburu nie, cerita nya..."Goda wanita setengah baya itu.
"Issh, siapa juga yang cemburu.."Ucap wanita muda itu cukup kencang, tanpa menyadari kehadiran Fidy yang sudah berada di belakang nya.
__ADS_1
"Memang kenapa cemburu sama suami sendiri, tidak di larang ko..??"Ucap Fidy yang sudah berada di belakang wanita itu yang tak lain adalah Ana.
Ana pun kaget, dan langsung menoleh ke arah Fidy, otomatis wajah mereka berdekatan dan netra mereka bertemu.
"Cemburu itu tanda nya sayang.."Bisik Fidy, dengan senyum menggoda.
Tentu saja perkataan dan tingkah laku Fidy, membuat orang-orang di sekitar nya kaget dan kecewa.
"Jadi laki-laki ini, suami dari si neng cantik ini.."Ucap lelaki berkumis tebal dan bertubuh tambun, dengan nada tinggi
Tentu saja membuat Fidy, Ana dan wanita setengah baya yang tak lain adalah Rima terkejut.
"I..iya pak, ini suami anak saya.."Jelas Rima.
Tampak suara dan raut kecewa dari mereka.
"Kenapa sie lelaki ganteng kalau cari wanita pasti yang cantik.??"Tiba-tiba ada seorang wanita ber make up tebal dengan lipstik merah cabe bertanya.
"Ya iya lah Min, mana ada lelaki model begini mau sama lo.."Celetuk lelaki muda dengan badan cungkring dan rambut gondrong, yang membuat semua orang tertawa.
Sedang kan wanita ber make up tebal, dengan lipstik merah cabe itu, hanya cemberut.
Fidy, Ana dan Rima ikut tertawa.
Fidy tertawa sambil menatap Ana dengan penuh kehangatan dan kerinduan, Ana yang menyadari tatapan Fidy pun langsung menunduk, dan menggigit bibir nya, hal yang sangat di rindu kan Fidy.
"Apa kamu mau melihat keadaan papah..??"Tanya Ana untuk menghindari tatapan Fidy.
"Tentu saja, sudah lama tidak melihat papah mertua ku.."Jawab Fidy lembut.
Ana dan Rima pun hanya tersenyum.
"Oh ya bapak-bapak, ibu-ibu semua nya, silahkan kalian pesan menu sesuka nya, hari ini saya yang meneraktir kalian.."Ucap Fidy dengan suara kencang.
Semua bersorak kegirangan.
"Terimakasih abang ganteng..."Teriak mereka bersamaan.
Fidy mengangguk dan tersenyum, sedang kan Ana dan Rima terlihat keheranan melihat tingkah Fidy, terlebih Rima yang sudah dari dulu tahu dan mengenal Fidy seperti apa.
**********
Up nya sampai di sini dulu ya.
Semoga besok up nya bisa lebih panjang.
__ADS_1
Jangan lupa mampir 👇😊