Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Hati Yang Gundah


__ADS_3

Bab 29


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


"Semalam mang Ujang pulang, untuk mengambil beberapa pakaian tuan Fidy.."Ucap bi Minah.


"Kata mang Ujang,tuan Fidy menginap di rumah sakit menemani Nyonya Laura.."Ucap bi Minah lagi.


"Apa..??"Nyonya Laura sakit bi..??"Tanya Ana menatap bi Minah.


"Iya Nyonya,, seperti nya sudah beberapa hari Nyonya Laura di rawat.."Jawab bi Minah.


"Memang nya Nyonya Laura sakit apa bi..?Tanya Ana lagi.


Ana tiba-tiba merasa hati nya begitu perih.membayangkan Fidy sedang menjaga dan mengkhawatirkan Laura.


"Saya kurang tahu Nyonya.."Jawab bi Minah.


"Nyonya baik-baik saja..??"Tanya bi Minah melihat Ana yang tiba-tiba melamun.


"Nyonya Ana baik-baik saja..?"Tanya bi Minah lagi membuyarkan lamunan Ana.


"I..iya bi saya baik-baik saja,,biar saya bantu memasak ya bi.."Ucap Ana.


"Tidak usah Nyonya,,lebih baik Nyonya jalan-jalan ke taman,nanti saya panggil jika sarapan sudah siap.."bi Minah berkata sambil menatap Ana.


Bi Minah bisa menangkap kegelisahan dan kesedihan di mata Ana.


"Oke,, seperti nya ide bagus bi.."Ana berkata sambil tersenyum, kemudian melangkah meninggalkan dapur.


Bi Minah hanya tersenyum menatap punggung Ana meninggalkan dapur.


*******


Saat sampai di taman,,Ana langsung menghirup udara pagi, mencium wangi nya bunga-bunga, beraneka ragam bunga-bunga yang indah tertanam di taman yang cukup luas, yang terletak di samping rumah Fidy.


Terdengar gemericik air di kolam ikan,Ana pun tersenyum dan melangkah mendekati kolam ikan yang di hiasi berbagai macam jenis ikan hias.


Melihat ikan yang beraneka ragam membuat hati Ana menjadi terhibur,apa lagi berbagai macam tanaman yang indah,mampu mengobati rasa sepi dan luka Ana.


Tiba-tiba wajah Satria sangat jelas terbayang,, Ana ingat saat mereka berdua mengunjungi tempat wisata alam, mereka sama-sama memberi makan ikan-ikan.


Dulu pernah berkali-kali bersama mendaki gunung,karena mereka berdua sama-sama ikut kegiatan di PA (Pencinta Alam) di kampus mereka.

__ADS_1


Mereka pernah menangkap ikan bersama,, kemudian membakar nya dengan bumbu yang menurut mereka rasa nya tidak kalah di rumah makan sea food.


Senyum Ana begitu merekah,saat mengingat momen kebersamaan yang sudah terjalin hampir 10 tahun mereka lalui.


Dari mereka beranjak ABG,remaja dan sampai sekarang mereka dewasa.


Ana menarik napas dalam-dalam, bagaimana pun dia harus bersyukur,karena dari bayi sampai dewasa dia sudah merasakan kebahagiaan yang utuh.


Bahkan walaupun dia tidak tahu nasib nya,apa yang akan terjadi dengan hidup nya nanti,tapi dia sangat bersyukur karena sampai hari ini,dia masih merasakan hidup enak, bahkan di perlakukan sebagai tuan rumah.


Ana mulai sibuk memberi makan ikan,bahkan merapikan bunga-bunga,saat Ana sedang sibuk merapikan bunga, tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya.


Seketika Ana terperanjat kaget,ternyata lelaki setengah baya yang masih terlihat tampan dan gagah sudah berdiri di belakang nya.


"T..tuan Aksa.."Ucap Ana gugup sambil melangkah mundur.


Aksa tersenyum sinis.


"Bahagia sekali hidup di sini,,anak pembawa sial.."Umpat Aksa menatap tajam Ana.


"Anak pembawa sial,apa maksud anda .?"Tanya Ana dengan tatapan nanar.


Aksa tidak menjawab,dia hanya tertawa sambil menatap Ana.


"Maaf tuan Aksa Sakti,saya tidak mengerti dengan semua yang anda katakan.."Ana berkata sambil menatap nanar Aksa.


"Tolong beritahu saya, seperti apa masa lalu dalam hidup anda dan orang tua kandung saya,sehingga anda sangat membenci saya,dan tolong beritahu saya juga,siapa orang tua kandung saya sebenarnya..."Ana berkata dengan suara bergetar menahan sesak di hati nya.


Aksa kembali tertawa,, tatapan sinis nya menjadi tatapan penuh kebencian.


"Kamu tahu gadis malang,nasib mu ada di tangan ku, aku lah yang mengatur hidup mu.."Aksa berkata sambil memutari tubuh Ana,sambil menatap Ana dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Dan kamu tahu,kalau bukan karena permintaan putera ku,hidup mu sudah menderita dari dulu.."Bisik Aksa penuh penekanan di telinga Ana dengan seringai yang menakutkan.


"Tolong Tuan, beritahu saya kenyataan yang sebenarnya.."Ana berkata dengan suara semakin bergetar.


"Kalau memang masa lalu kedua orang tua ku membuat hati tuan terluka,,sebagai anak nya aku memohon maaf.."Ana berkata dengan wajah penuh permohonan.


Aksa tertawa terbahak-bahak,, mendengar ucapan Ana.


"Dengar gadis b*d*h,walaupun kamu membayar nya dengan nyawa mu tak kan pernah menebus semua kesalahan orang tua mu di masa lalu..!!!"Aksa berkata dengan berteriak sambil mencengkram wajah Ana.


Ana meringis kesakitan,,tampak mata Aksa yang memerah menatap Ana penuh dendam dan kebencian.

__ADS_1


"Maaf tuan,,ada telepon dari pihak rumah sakit,jika Nyonya Laura sudah sadar.."Salah satu bodyguard Aksa berkata sambil menghampiri Aksa.


Aksa pun dengan kasar melepas wajah Ana ,membuat tubuh Ana agak terhuyung ke belakang, untung Ana langsung bisa menguasai tubuh nya sehingga tidak sampai terjatuh.


"Apa Fidy ada di rumah sakit..??"Tanya Aksa dengan suara keras.


"Tuan Fidy semalam tidur di rumah sakit menjaga Nyonya Laura.."Ucap bodyguard.


"Bagus lah,ayo kita ke rumah sakit sekarang..!!"Perintah Aksa sambil melangkah pergi meninggalkan Ana sendirian dan tanpa menghiraukan kehadiran Ana.


"Dasar anak kurang a**r,,tidak memberi kabar orang tua.."Ucap Aksa dalam hati dengan penuh kemarahan.


"Apa Nyonya baik-baik saja..??"Tanya bi Minah yang langsung menghampiri Ana yang sedang menangis tersedu-sedu,saat Aksa sudah pergi meninggalkan kediaman Fidy.


"Bi,,apa bibi tahu tentang masa lalu dan dendam keluarga tuan Aksa Sakti kepada orang tua ku..??"Tanya Ana dengan mata berkaca-kaca.


"Apa salah orang tua ku bi, sehingga tuan Aksa begitu marah dan dendam kepada mereka..???"Tanya Ana dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipi nya yang putih mulus.


Bi Minah tidak menjawab,,hanya diam mematung.


"Apa orang tua ku masih hidup..??"Jawab bi jangan diam saja..!!"Teriak Ana sambil mengguncang tubuh bi Minah.


"Lebih baik Nyonya sarapan sekarang,,sudah saya bilang jangan banyak tanya dan ingin tahu.."Jawab bi Minah sambil membalikkan tubuh nya meninggalkan Ana.


"Bi...!!"Teriak Ana sambil menangis.


Tanpa sepengetahuan Ana,saat bi Minah membalikkan tubuhnya,,tampak dia menitikkan air mata,,bergegas dia pergi ke suatu ruangan dan di sana dia menangis tersedu-sedu.


Ana merasakan gemuruh di hati nya,,dia benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya yang sudah terjadi di masa lalu dan menimpa orang tua nya.


Ana segera mengusap kasar air mata nya,,dia menuju ke dapur, dan lalu menuju meja makan.


Ana berpikir dia harus kuat untuk menyelidiki semua misteri Ini,tubuh nya butuh asupan makanan, dengan lahap dia pun menyantap sarapan yang di hidangkan bi Minah.


Tanpa Ana sadari dan ketahui,, seseorang tampak sedang memperhatikan nya,tampak guratan kesedihan di wajahnya.


*******


Yeay,,masih banyak teka teki dalam novel ini.


Buat kamu yang kepo ikuti terus setiap bab nya,di jamin makin seru.


Jangan lupa mampir juga ke novel tamat author,,cerita nya seru banget lho

__ADS_1



__ADS_2