
Bab 69
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Sesosok lelaki muda itu berdiri di depan pintu sebuah kamar, sedikit ragu lelaki itu merogoh kantong celana nya, mengeluarkan benda kecil seperti peniti, berlahan memasukkan nya ke dalam knop pintu.
Jekrek....
Terdengar suara pintu terbuka, sesosok lelaki itu menarik napas dalam-dalam, kemudian membuka pintu berlahan dan langsung menyelinap masuk ke dalam kamar.
Tampak penerangan kamar yang temaram, yang hanya di sinari lampu tidur, terlihat sesosok wanita yang sedang terbaring di atas kasur dengan menggunakan piyama panjang.
Sambil mengatur napas, lelaki muda itu mendekati sosok wanita yang tengah terlelap dalam tidur nya.
Ketika sudah berada di samping tempat tidur, lelaki itu mengeluarkan sapu tangan yang sudah di campur dengan obat bius, berlahan dia mendekati wanita itu, sesaat memperhatikan wajah nya dengan penuh kekaguman.
Lelaki itu menelan saliva nya, mencoba menyentuh wajah wanita itu, kemudian mengelus nya dengan lembut.
Terasa ada yang mengusik tidur nya, wanita itu pun berlahan membuka mata nya, dan....
Belum sempat wanita itu berteriak, sesosok lelaki itu langsung membekap mulut sang wanita dengan sapu tangan yang sudah di siapkan nya.
Seketika wanita itu pun langsung tak sadar kan diri.
"Maaf kan aku..."Ucap lelaki itu lirih.
Sesaat, dia menatap wajah wanita yang berada dalam pelukan nya yang dalam keadaan tak sadar.
"Aku tidak mungkin menodai mu, aku akan membawa mu pergi..."Ucap lelaki itu kembali, langsung membopong tubuh wanita itu keluar dari kamar.
Malam ini terasa sangat sunyi sekali, semua orang yang berada di rumah mewah Fidy sangat terlelap dalam tidur mereka, termasuk pak Tarjo yang bertugas menjaga keamanan rumah pun, seperti tidak bisa membuka kelopak mata nya.
Dengan leluasa lelaki itu membawa tubuh wanita yang masih tak sadar kan diri karena obat bius, keluar dari rumah mewah itu.
Sebuah mobil jeep sudah menunggu nya, saat lelaki itu sudah berhasil memasukkan tubuh wanita itu ke dalam jeep, mereka pun langsung tancap gas meninggalkan rumah mewah Fidy Eka Sakti.
*************
Pagi hari nya, setelah menunaikan ibadah shalat subuh, bi Minah langsung menuju dapur.
"Tumben nyonya Ana belum ke dapur...??"Gumam bi Minah sambil mengerutkan kening nya.
Karena biasa nya selepas shalat subuh, Ana sudah menghabiskan waktu dengan kesibukan nya di dapur.
Semalam bi Minah merasakan kantuk yang teramat sangat, bahkan tidur nya sangat nyenyak.
"Mungkin nyonya sedang tidak ingin masak, apa lagi untuk beberapa hari ini tuan Fidy tidak pulang..."Tebak bi Minah.
Bi Minah menghela napas, saat mengingat berita duka yang di terima nya kemarin dari Fidy dan mang Ujang.
__ADS_1
"Siapa kira-kira pelaku yang tega membunuh dokter Aryo dengan cara sekeji itu..."Bi Minah kembali bertanya pada diri nya sendiri.
Sambil sibuk dengan pikiran nya, bi Minah pun langsung menyiapkan bahan-bahan untuk di buat sarapan.
45 menit sarapan pun sudah tersaji di meja makan, bi Minah melirik jam dinding yang berada di dapur, hampir jam 6 tapi belum ada tanda-tanda Ana keluar dari kamar.
"Mungkin nyonya Ana masih tidur, tapi tidak seperti biasa nya, jangan-jangan nyonya demam lagi..."Batin bi Minah, yang sudah mulai terlihat cemas, karena Ana baru saja sembuh dari demam.
Bi Minah bergegas menuju kamar Ana, sesampai nya di pintu kamar Ana, bi Minah langsung mengetuk pintu dan memanggil nama Ana.
Sampai 15 menit bi Minah mengetuk pintu sambil memanggil nama Ana, tapi tidak ada jawaban apa pun, seperti kamar tidak ada penghuni nya, sunyi.
Perasaan bi Minah semakin tidak enak, saat dia memegang knop pintu, bi Minah semakin kaget ternyata pintu kamar Ana tidak terkunci.
Bi Minah semakin di landa rasa cemas, segera dia masuk ke dalam kamar Ana, tampak suasana kamar yang temaram hanya ada cahaya lampu tidur yang menyinari
Bi Minah pun segera memencet stop kontaknya, seketika suasana kamar Ana pun menjadi terang.
Bi Minah terkejut, karena tidak menemukan sosok Ana di tempat tidur.
"Nyonya Ana.."Panggil bi Minah panik.
Bi Minah, segera mencari Ana di kamar mandi, tapi nihil tidak di temukan.
Bi Minah semakin cemas, dia melihat isi lemari pakaian Ana, lemari masih penuh dengan pakaian Ana, tidak ada tanda-tanda jika Ana pergi.
Keringat dingin membasahi dahi bi Minah, dia tidak bisa membayangkan bagaimana kemarahan Fidy, jika sampai mengetahui jika Ana menghilang.
Saat sampai di pintu penjagaan, tampak pak Tarjo masih tidur terlelap dengan menggunakan sarung yang melilit tubuh nya.
"MasyaAllah, pak Tarjo bangun sudah jam berapa ini..!!!"Teriak bi Minah sambil mengguncang kuat bahu pak Tarjo.
Seketika pak Tarjo gelagapan, sambil mengerjap kan mata nya, dia melihat keadaan sekeliling, dan menatap wajah bi Minah yang terlihat sangat cemas.
"Walah, si bibi ngagetin saya saja, saya tuh lagi mimpi makan pepes ikan mas bi, jangan-jangan bibi bikin sarapan khusus untuk saya ya, pepes ikan mas..??"Tanya pak Tarjo, sambil menyeringai menatap bi Minah.
Bi Minah menanggapi perkataan pak Tarjo dengan tangisan, tentu saja membuat pak Tarjo bingung.
Pak Tarjo yang tidak pernah melihat bi Minah menangis pun menjadi bingung.
"Ya ampun bi, ada apa..??"Kenapa sampai menangis seperti ini..??"Tanya pak Tarjo di tengah kebingungsn nya.
"Pak, coba lihat sekarang jam berapa..??"Ucap bi Minah lirih, sambil mengusap air mata nya.
Seketika pak Tarjo pun melihat ke arah jam dinding yang berada di pos satpam.
"Ya ampun gusti, sudah hampir setengah 7, aku pikir masih subuh..."Pak Tarjo berkata sambil mengucek mata nya, tidak percaya dengan penglihatan nya.
"Kenapa, aku bisa kesiangan bi..??"Tanya pak Tarjo bingung.
__ADS_1
"Seperti nya kita sudah kecolongan pak.."Ucap bi Minah masih terisak.
"M..maksud nya bi..??"Tanya pak Tarjo, dengan wajah yang mulai di rundung kesedihan.
"Nyonya Ana, tidak ada di kamar nya..."Ucap bi Minah lirih.
Pak Tarjo pun terkejut.
"Mungkin nyonya sedang jalan pagi bi..."Pak Tarjo berusaha berpikir positif.
Bi Minah menggeleng.
"Aku tidak yakin, sekarang bantu aku mencari nyonya.."Perintah bi Minah sambil mengusap kasar air mata nya, dan langsung melangkah keluar dari pos penjagaan.
Pak Tarjo segera mengikuti langkah bi Minah ke arah paviliun.
Sesampainya di paviliun, bi Minah langsung mengetuk pintu sambil memanggil mang Ujang dan Wira.
Tak berapa lama, pintu paviliun terbuka, tampak wajah mengantuk mang Ujang.
"Lho kalian, ada apa sepagi ini.."Tanya mang Ujang sambil menguap.
"Mang Ujang juga baru bangun..??"Tanya pak Tarjo sambil menatap heran.
"Seperti nya, memang ada yang tidak beres..."Gumam pak Tarjo.
"Jadi kita harus bagaimana pak!..???"Tanya bi Minah dengan nada cukup tinggi, dan wajah di liputi wajah cemas.
"Ini ada apa sebenarnya...??"Tanya mang Ujang yang langsung hilang rasa ngantuk nya.
"Seperti nya ada orang yang sengaja memberikan kita obat tidur..."Ucap pak Tarjo.
"Maksud nya...??"Tanya mang Ujang tak mengerti.
"Nyonya Ana, menghilang tidak ada di kamar nya.."Ucap bi Minah sambil menangis.
"Apa....??!!"Tanya mang Ujang tak percaya.
"Seperti nya ada seseorang yang sengaja melakukan ini...."Ucap pak Tarjo
"Dimana Wira...???"Tanya bi Minah dengan wajah agak memerah.
***************
Apa benar Ana di culik...??
Apakah pelaku nya Wira...???"
Ikuti terus setiap bab nya.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel Autor 👇