Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Permintaan Laura


__ADS_3

Bab 41


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


Di dalam ruangan kerja nya yang kedap suara, dengan penuh amarah Fidy menggebrak meja sekencang - kencang nya.


"Dari awal aku tidak menyukai lelaki itu, tapi kenapa aku harus hidup bersama nya selama bertahun-tahun..??!!"Fidy berkata sambil berteriak.


"Membesarkan ku..???"Fidy berkata dengan senyum miris terlihat dari sudut bibir nya.


"Biaya membesarkan ku tidak sebanding dengan kekayaan yang sudah kau nikmati Aksa...!!"Geram Fidy dengan wajah memerah dan kedua tangan yang mengepal.


Di tengah kemarahan nya, tiba-tiba ponsel nya berdering, dengan kesal Fidy mengangkat telepon.


"Hallo..."Ucap Fidy saat tombol hijau sudah bergeser ke atas.


"Oke, aku juga berencana untuk menemui nya..."Ucap Fidy pada orang di seberang sana.


"Kita bertemu di sana..."Fidy berkata sambil menutup telepon.


Fidy menarik napas dalam-dalam dan membuang nya berlahan, mencoba menekan gemuruh kemarahan di dada nya.


Setelah merasakan hati nya lebih tenang, Fidy merapikan penampilan yang sedikit berantakan karena emosi nya.


Dengan langkah lebar, Fidy meninggalkan ruang kerja nya.


"Tuan Fidy tunggu..."Seru sekertaris nya saat Fidy ingin melangkah menuju lift.


Fidy menoleh dan mengerutkan kening nya.


"Maaf tuan, saya hanya mengingatkan jika nanti siang tuan ada janji dengan tuan Huong, untuk membicarakan tentang kelanjutan proyek yang berada di kota X'..."Jelas sekertaris.


Fidy menghela napas.


"Kenapa aku bisa lupa ya..."Gumam Fidy.


"Kalau bukan karena dia, aku tidak akan menugaskan Miko ke Jerman..."Batin Fidy, dan sekelebat bayangan Satria hadir di pikiran Fidy.


Teringat oleh Fidy bagaimana tatapan cinta di antara Satria dan Ana, gemuruh di hati nya kembali terasa


"Tuan..."Panggil sekertaris membuyarkan lamunan Fidy.


Fidy sedikit terkejut oleh panggilan sekertarisnya.


"Jam berapa kira-kira tuan Huong akan datang...??"Tanya Fidy.


"Sekitar jam 1 tuan, selepas makan siang..."Jawab sekertaris.


"Baiklah, aku ada keperluan sebentar., sebelum jam 1 aku sudah sampai di sini..."Ucap Fidy yang ingin segera melangkah pergi, tapi tiba-tiba terhenti.


"Jangan lupa siapkan berkas-berkas nya.."Ucap Fidy lagi dan langsung menuju lift.


Sekertaris itu hanya bisa menatap punggung Fidy dengan helaan napas, kemudian melangkah gontai menuju meja kerja nya menyiapkan berkas untuk meeting nanti.


*************

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, Fidy sudah memarkirkan mobil nya di depan mansion mewah keluarga nya.


Sebelum keluar dari mobil nya, Fidy menatap lekat bangunan mewah yang sangat megah di depan nya.


Mansion mewah yang sudah di tinggali nya selama 30 tahun lebih, teringat kenangan bersama orang -orang yang sangat menyayangi nya.


Fidy menghembuskan napas nya kasar, kemudian turun dari mobil nya.


Para petugas dan pelayan segera menyambut kedatangan Fidy, sudah 3 hari ini Fidy tidak pulang ke mansion.


"Tuan Aryo dan nyonya Laura menunggu tuan di lantai 2..."Ucap salah satu pelayan dengan sopan.


Fidy hanya mengangguk kan kepala nya.


Sesampainya di ruang keluarga yang terletak di lantai 2 tepat kamar Laura dan Aksa berada, tampak Aryo dan Laura duduk di sofa.


"Hallo Fidy, sudah lama kita tidak bertemu.."Ucap Aryo sambil memeluk Fidy.


"Dokter sibuk seperti mu pasti jarang bisa di temui.."Fidy berkata sambil melepaskan pelukan Aryo dan langsung menghempaskan pantat nya di sofa sebelah Laura.


Aryo tertawa kecil, kemudian duduk di hadapan Laura dan Fidy


"Kamu kemana saja?"Apa kamu tidak mengkhawatirkan aku mas...?"Tanya Laura sambil menggenggam tangan Fidy yang duduk di sebelah nya.


Fidy menghela napas.


"Kamu pasti sudah tahu jawabannya Laura.."Fidy berkata sambil melepaskan genggaman tangan Laura dari tangan nya.


Seketika wajah Laura langsung berubah sendu, terlihat buliran bening menutupi kedua bola mata nya, sedang kan Aryo menatap nanar ke arah Laura.


Dan Aryo sangat mengetahui jika Laura sangat mencintai Fidy, walaupun mereka kuliah tidak satu jurusan tapi Aryo tahu tentang kisah cinta antara Fidy, Laura dan almarhum Kelvin.


Karena mereka bertiga mahasiswa terpopuler di kampus.


"Tidak perlu menangis Laura, dari awal kamu sudah tahu bagaimana hati ku.."Ucap Fidy saat melihat buliran bening mulai mengalir membasahi pipi Laura.


"Dan kamu sendiri tahu ini semua akan terjadinya saat kamu meminta ku untuk menikahi mu.."Ucap Fidy lagi sambil menghela napas dan mengusap kasar wajah nya.


"Iya aku tahu, maaf kan aku.."Laura berkata dengan suara parau sambil mengusap kasar air mata yang tidak terasa semakin deras mengalir di wajah cantik nya.


Fidy menarik napas dan membuang nya kasar, dia pun merengkuh tubuh ramping Laura ke pelukan nya.


Laura menangis tersedu-sedu dalam pelukan Fidy.


"Aku tidak mau melihat mu menangis Laura.."Fidy berkata sambil membelai lembut rambut Laura.


"Tapi maaf, perasaan ku belum bisa berubah, walaupun sekeras apa pun aku berusaha..."Fidy berkata sambil menghela napas.


Wajah Ana tiba-tiba hadir di pelupuk mata Fidy.


"Maaf kan aku Laura.."Ucap Fidy lirih.


"Tolong beri aku kesempatan mas, setidak nya ijin kan aku memberikan mu seorang anak.."Laura berkata sambil menatap sendu wajah Fidy.


Fidy dan Aryo saling tatap.

__ADS_1


"Soal anak, aku belum bisa memberikan keputusan..."Ucap Fidy melepaskan pelukan nya dari tubuh Laura.


"Tidak perlu memakai rahim Ana mas, aku juga punya rahim yang bagus untuk di buahi..."Ucap Laura dengan suara bergetar.


"Kalau kamu tidak mau menyentuh aku, kita bisa melakukan Inseminasi mas..."Laura berkata lagi dengan suara yang lebih bergetar menahan kesedihan, dada nya begitu sesak terasa di himpit batu besar.


"Laura, tolong jangan bahas masalah ini dulu, aku kesini untuk melihat keadaan mu.."Fidy berkata sambil berdiri, dan menatap Laura.


Aryo yang melihat Fidy mulai gusar, merasa khawatir kalau Fidy akan marah besar.


"Kenapa mas..??"Kenapa aku tidak ada arti nya di mata mu..??"Laura berkata sambil ikut berdiri menatap Fidy sendu.


"Aku sangat mencintai mu mas, apa tidak ada sedikit ruang di hati mu untuk ku..??"Tanya Laura dengan air mata yang semakin mengalir deras.


"Kamu..!!"Fidy tidak melanjutkan kata-kata nya karena langsung di potong Aryo.


"Fidy, Laura sudah ini bisa di bicarakan dengan kepala dingin.."Ucap Aryo yang ikut berdiri.


"Kamu jahat mas..."Laura berkata sambil berlari menuju kamar nya.


"Laura.."Teriak Aryo yang akan mengejar Laura.


Tapi langkah nya terhenti karena menyadari tatapan heran dari Fidy.


"Sorry bos, gw hanya khawatir, soal nya kondisi Laura masih lemah, gw takut kalau emosi nya mempengaruhi kesehatan nya.."Jelas Aryo sambil kembali menuju sofa dan duduk di sebelah Fidy berdiri.


"Laura sangat cantik, pasti banyak laki-laki yang tergoda ingin memiliki nya.."Ucap Fidy ikut duduk di sofa dengan tatapan tajam ke arah Aryo.


Aryo yang di tatap seperti itu hanya menelan saliva nya.


"Apa di hati lo benar-benar ga ada nama Laura Fid..?"Tanya Aryo menatap mata Fidy.


Fidy menghela napas sambil menggelengkan kepala nya.


Tiba-tiba ponsel nya berbunyi, ada notifikasi pesan masuk.


Fidy segera membuka pesan masuk, seketika wajah nya yang terlihat kesal dari di kantor, kini berubah 180 derajat.


Senyum bahagia menghiasi wajah nya, sedangkan Aryo mengerutkan keningnya melihat tingkah Fidy.


"Sorry Yo, gw harus pergi sekarang, tolong hibur Laura, sampai kan maaf gw buat dia..."Fidy berkata sambil menepuk pelan pundak Aryo, dan segera bangkit dari duduknya, melangkah pergi meninggalkan Aryo yang keheranan dan penuh tanya dengan sikap nya.


*************


Alhamdulillah bisa up lagi.


Ayoo pesan apa dan dari siapa yang Fidy terima, yang langsung bikin doi bahagia..???


Apa benar kalau Aryo ada rasa sama Laura..?


Ikuti terus bab nya ya.


Semoga Author bisa Up setiap hari nya.


Jangan lupa novel Author yang sudah tamat,.di kepoin juga ya

__ADS_1



__ADS_2