Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Satria Pramudya


__ADS_3

Bab 32


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Di bab ini kita akan menceritakan tentang Satria Pramudya.


Satria Pramudya di besarkan oleh orang tua yang sangat sederhana,bahkan di bilang dari segi ekonomi sangat pas Pasan.


Dari kecil Satria sudah terbiasa dengan hidup kekurangan,, tapi itu semua tidak membuat nya rendah diri dan menyulutkan semangat nya untuk belajar.


Satria kecil sangat mengerti keadaan orang tua nya,di saat anak seusianya di manjakan dengan materi dan beraneka macam mainan yang bagus-bagus, makanan yang enak-enak,merengek dan penuh manja, tidak berlaku untuk Satria kecil.


Walaupun dia hanya anak tunggal tidak membuat nya menjadi anak yang manja apa lagi cengeng.


Dari taman kanak-kanak sampai sekolah dasar, setiap teman-teman nya mempunyai mainan yang canggih dan mengikuti zaman,justru Satria membuat mainan yang hampir serupa, walaupun hanya dari barang-barang bekas yang di dapat kan dari tempat pengepulan barang-barang bekas.


Dari situlah Satria kecil tumbuh menjadi lelaki remaja, walaupun perekonomian nya terbatas, tapi karena prestasi nya,sekolah tempat nya belajar adalah sekolah ternama dari kalangan elit.


Dengan kecerdasan dan kreativitas nya, Satria selalu mampu mendapat kan beasiswa, sehingga dia bisa mengikuti sekolah Ana dari Sekolah menengah tingkat pertama sampai universitas.


Awal nya Satria mengira jika perkenalan dan kedekatan nya pada Ana hanya lah seorang sahabat.


Ana selalu membantu Satria dengan fasilitas pendidikan seperti membelikan buku-buku, bahkan Ana sempat menghadiahkan Satria sebuah laptop di hari ulang tahun nya dari uang tabungan nya saat mereka duduk di bangku SMP,,tentu dengan syarat jika Satria harus mengajari Ana pelajaran yang tidak di mengerti dan sulit untuk nya.


Ternyata keakraban dan kebersamaan mereka menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka, walaupun waktu itu mereka menganggap jika itu hanya sebatas cinta monyet, cinta anak ABG.


Mereka tidak menyangka jika cinta mereka dan hubungan mereka terus berlanjut sampai mereka duduk di bangku kuliah, bahkan mereka bisa menjalani wisuda bersama-sama.


Tampak senyum merekah di wajah Satria,saat dia sibuk membuka album kenang-kenangan nya bersama Ana dan teman-teman sekolah nya.


Pose anak-anak ABG dengan seragam putih biru,pose dengan seragam putih abu-abu atau pun berpakaian santai ala anak-anak ABG.


Foto saat mereka menjadi Mahasiswa dengan berbagai macam kegiatan kampus maupun kegiatan sosial,dan foto saat mereka melakukan pendakian di beberapa gunung,apa lagi saat mereka bisa sampai di puncak gunung.


Sampai lah saat foto wisuda nya bersama Ana,di luar dugaan ternyata hari wisuda itu adalah hari terakhir nya bersama Ana,dan makan malam yang sangat menyakitkan itu adalah berakhir nya hubungan mereka.


Satria menarik napas dan memejamkan mata nya sesaat, mengingat kejadian beberapa hari yang lalu di galery lukisan.

__ADS_1


Satria yang multitalenta ternyata mempunyai hobi melukis,saat itu ada seorang seniman yang tertarik dengan hasil lukisan nya,dan mengajak Satria untuk bergabung di sebuah pameran lukisan.


Satria yang saat itu ingin melihat apakah ada orang yang tertarik dengan lukisan-lukisan nya,dan tanpa sengaja melihat seorang wanita di depan nya yang akan terjatuh,dan dia tidak menyangka sama sekali jika wanita yang berada dalam pelukan nya adalah wanita yang sangat di cintai dan di rindukan nya.


"Lelaki yang menarik kasar waktu itu,aku sangat mengenali nya,dia adalah Fidy Eka Sakti anak dari Aksa Sakti, pemilik perusahaan Angkasa Sakti.."Satria berkata sendiri sambil mengingat kejadian itu,saat dia harus menerima bogem mentah di wajah nya.


"Apa hubungannya CEO itu dengan Ana..??"Tanya Satria pada diri nya sendiri.


"Terlihat jelas sekali kemarahan dan kecemburuan di wajah nya,,bukan kah wanita yang bernama Laura itu yang jelas-jelas istri CEO sombong itu.."Ucap Satria lagi sambil memijit keningnya.


"Tapi kenapa meninggalkan istri nya,malah membawa pergi Ana..?"Bahkan terlihat sekali kesedihan dan kecemburuan di wajah nya..."Tanya Satria pada diri nya sendiri sambil mengusap kasar wajah nya.


"Apa Ana di jadikan istri siri atau simpanan CEO itu..??"Atau ini alasan tuan Adrian tidak merestui hubungan ku dengan Ana..??"Ah..!!"Satria berteriak sambil mengacak rambut nya.


Bersamaan dengan teriakan Satria, pintu kamar Satria terbuka,tampak wajah wanita setengah baya yang masih terlihat cantik, anggun dan sederhana, tersenyum dan menatap teduh ke arah Satria yang terlihat sedang gusar.


"Maaf nak,ibu tidak mengetuk pintu dahulu,tadi ibu lewat di depan kamar mu,dan ibu mendengar teriakan mu.."Ucap Mirna ibu Satria saat duduk di samping tempat tidur Satria.


"Maaf bu,sudah buat ibu khawatir.."Ucap Satria sambil meraih jemari ibu nya.


Mirna kembali tersenyum dan menatap hangat Satria,,saat melihat foto-foto di album Satria.


"Kamu pasti sangat merindukan nya nak.."Tanya Mirna lembut sambil mengelus wajah Satria dengan penuh kasih sayang.


"Apa salah jika Satria merindukan nya bu..??"Tanya Satria menatap wajah ke arah wanita pertama yang sangat di kasihi nya.


"Tidak nak,kamu tidak salah untuk merindukan seseorang yang sudah sangat lama berada di hati dan di samping kamu ,apa lagi begitu banyak kenangan di antara kalian yang sangat susah untuk di hapus.."Jawab Mirna lembut sambil mengelus kepala Satria.


"Tapi hidup harus berjalan nak,kamu boleh menyimpan rasa cinta mu pada Ana,tapi jangan pernah menutup hati mu untuk hati yang lain.."Ucap Mirna lagi, mencoba menahan kesedihan nya, karena bagaimanapun naluri nya sebagai seorang ibu sangat mengetahui hati putera nya yang sedang terluka.


"Tapi hati ini belum bisa terbuka untuk yang lain bu.."Ucap Satria lirih sambil menatap nanar sang ibu.


"Iya nak,ibu tahu, sekarang kamu fokus dulu dengan pekerjaan mu, sampai kamu mempunyai kekuatan untuk bersama Ana kembali, dengan catatan jika Ana masih sendiri,bukan milik orang lain.."Jawab Mirna menatap dalam putera nya.


Ucapan Mirna membuat dada Satria berdegup kencang,dia belum siap menerima kenyataan jika Ana sudah menjadi milik orang lain.


"Kamu harus belajar berbesar hati,ikhlas,yakin lah apa yang menjadi takdir mu dia akan mencari mu, begitu juga sebaliknya apa yang bukan menjadi takdir mu, sekuat apa pun kamu berjuang dan menggenggam nya,dia pasti akan terlepas...."Mirna berkata dengan kedua tangan memegang wajah Satria.

__ADS_1


"InsyaAllah Satria ikhlas, maafkan Satria bu.."Satria berkata sambil menciumi tangan ibu nya yang berada di wajah nya.


"Ya sudah kamu istirahat,besok keberangkatan mu ke Jerman.."Ucap Mirna sambil merapikan album foto yang berserakan di tempat tidur Satria.


"Ibu juga mau istirahat, mungkin bapak sudah tidur.."Ucap Mirna sambil mengelus rambut Satria.


"Terimakasih bu.."Ucap Satria tersenyum.


Mirna tersenyum dan melangkah pergi dari kamar Satria.


"Besok aku akan berangkat ke Jerman An,,jika hubungan kita baik-baik saja, entah kamu akan sedih atau bahagia.."Satria berkata sambil menghembuskan napas nya kasar dan memejamkan mata nya.


Satria tidak menyangka jika dia di terima kerja di perusahaan besar dan ternama Angkasa Sakti, bahkan dia langsung di percaya untuk menjabat sebagai manager di anak perusahaan Angkasa Sakti yang berada di Jerman, karena kebetulan manager yang lama di pindah tugas kan.


Awal nya Satria merasa aneh,tapi pihak personalia mengatakan jika skill dan prestasi yang di miliki Satria benar-benar memenuhi syarat,apa lagi Satria menguasai lima bahasa.


*******


Keesokan hari nya,hari keberangkatan Satria tiba.


Dengan penuh haru,sedih dan bahagia,Anton dan Mirna melepas kepergian Satria.


Satria pun berangkat ke bandara di antar mobil perusahaan,hari ini adalah hari baru Satria untuk melangkah meraih masa depan.


Dengan pesawat yang membawa Satria ke Jerman, dia merasakan jika jarak antara dia dengan Ana semakin jauh.


Separuh jiwa nya kini benar-benar telah pergi.


***********


Ikuti terus bab-bab selanjutnya ya.


Pokoknya banyak rahasia besar yang belum terungkap.


Jangan lupa untuk mampir,baca dan beri dukungan untuk novel pertama author yang tamat.


__ADS_1


__ADS_2