Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Sadar lah, Kembalilah Kepada Ku


__ADS_3

Bab 125


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Satria mengendarai mobil nya, dengan kecepatan tinggi, membelah jalan raya, berkali-kali dia memberikan klakson kepada pengendara lain, yang tentu saja, membuat pengendara kain kesal, ada beberapa yang mengumpat, bahkan balik membunyikan klakson kepada Satria.


Tapi, Satria tidak mempedulikan nya, dia terus melajukan mobil nya, dengan kecepatan tinggi, sampai akhir nya tiba di parkiran rumah sakit.


Satria langsung turun dari mobil nya, dan segera berlari masuk ke dalam rumah sakit, napas nya terengah-engah saat dia sudah sampai di depan pintu, di mana Ana di rawat.


Saat dia ingin membuka pintu, bertepatan dengan keluar nya dokter yang di temani perawat.


"Dokter maaf, saya ingin bertemu dengan pasien yang bernama Ana.."Satria langsung memberitahu dokter maksud kedatangan nya, terlihat sekali kecemasan di wajah nya.


"Anda..?"


"Saya Satria Pramudya, salah satu kerabat dari pasien.."Karena panik, Satria.langsung menjawab pertanyaan dokter yang belum selesai.


Dokter, menatap Satria sesaat.


"Silah kan, nyonya Ana selalu menyebut nama Anda.."Ucap dokter, sambil mempersilahkan Satria masuk ke dalam.


Satria terhenyak, antara tidak percaya dan bahagia, Dalam keadaan tak sadar kan diri, Ana hanya mengingat diri nya.


"Tuan Satria, keadaan yang tidak nyaman dan menyakitkan yang di alami pasien, selama beberapa waktu ini, membuat pasien syock, sehingga alam bawah sadar nya, menolak untuk sadar, karena kondisi pasien yang takut dan tidak bisa menerima kenyataan yang telah terjadi dalam hidup nya.."Dokter memberikan penjelasan.


Satria tertegun, dia tidak percaya, sebegitu tertekan dan menderita nya hidup Ana selama ini.


"Tuan Satria.."Panggilan dokter, menyadarkan Satria dari pikiran nya


"M..maaf dok, lalu apa yang bisa saya lakukan untuk menolong nya..??"Tanya Satria, dengan wajah gusar, antara sedih memikirkan nasib Ana, yang ternyata menderita setelah perpisahan mereka malam itu, dan merasa geram kepada Fidy, yang ternyata memberikan tekanan dan penderitaan untuk Ana.


"Seperti tuan Satria, adalah seseorang yang bisa memberikan kenyamanan dan masa lalu yang indah untuk nyonya Ana, tuan bisa terus di samping nyonya Ana, untuk sekedar mengajak nya mengobrol, dan mengingat kan nya dengan hal-hal bahagia yang pernah terjadi dalam hidup nya.."Jawab dokter.


"Karena yang sakit bukan fisik nyonya Ana, tapi psikis nya, apa tuan Satria mengerti maksud saya..??"Penjelasan dan pertanyaan dokter, kembali membuat Satria tertegun.


"Saya mengerti dok.."Jawab Satria, dengan suara parau.


"Baik lah tuan, saya permisi dulu, jika terjadi sesuatu dengan nyonya Ana, silahkan langsung hubungi kami.."Ucap dokter, sambil tersenyum.


"Terimakasih dok.."Satria mrnjawab, sambil mengangguk.


"Sama-sama tuan.."Jawab dokter, membalas anggukkan Satria, dan melangkah pergi meninggalkan Satria di ikuti perawat.


Satria pun, langsung melangkah masuk ke dalam. Dia melangkah berlahan, menghampiri tubuh Ana yang terbaring tak sadar kan diri.

__ADS_1


Di tatap nya, wajah cantik Ana yang terlihat pucat, dan seperti menyimpan beban yang teramat sangat.


Dada nya terasa sesak, melihat wanita yang sangat di cintai dan di jaga nya selama 10 tahun, wanita yang selalu ceria dengan senyum manis yang selalu mengembang dan canda tawa nya yang ceria, kini hanya wajah pucat pasi yang terlihat.


Satria pun, mengusap lembut rambut dan wajah Ana, mencium kening nya dengan penuh kasih sayang, dia tidak bisa membendung lagi, air mata yang mendesak keluar dari sudut mata elang nya.


Hati nya terasa sangat pedih, seolah ikut merasakan apa yang di rasakan oleh Ana.


"Ana, maaf kan aku, yang tidak bisa menjaga mu, aku tidak bisa menepati janji ku pada mu An.."Satria mulai terisak, terlihat punggung nya yang bergetar.


Tidak terasa air mata Satria, membasahi wajah Ana. Satria terus menangis sambil menggenggam jemari tangan Ana, sambil berlahan duduk di sebuah kursi yang berada di samping ranjang Ana.


Dia terus terisak, sambil terus menciumi jemari tangan Ana.


"Sadar lah An, kembali lah kepadaku, kita akan merajut kembali lagi kebahagiaan, yang beberapa waktu ini telah hilang dari kita.."Satria berkata, dengan suara yang sangat parau, air mata terus mengalir, membasahi jemari Ana yang sedang di genggam nya.


"Sepuluh tahun yang lalu, bahkan sampai saat ini, cinta ku kepada mu tidak pernah berubah bahkan tidak berkurang sedikit pun.."Ucap Satria lagi, dada nya semakin sesak, sehingga air mata yang keluar pun semakin deras.


Bahkan Satria menundukkan kepala nya, menahan isak tangis nya.


Tanpa Satria sadari, berlahan Ana membuka mata, dia mengerjap kan mata nya, merasakan cairan hangat di wajah dan tangan nya.


Suara isak tangis seorang laki-laki, terdengar sangat dekat di telinga nya. Ana merasakan genggaman hangat dari telapak tangan yang selama ini memberikan kenyamanan dan sangat di rindukan nya.


Suara yang sangat di kenali dan di rindukan nya, sangat lah nyata terdengar di telinga nya. Berlahan Ana menoleh ke arah asal suara.


Antara bahagia dan sedih, Ana melihat sosok yang sangat di rindukan nya, sedang menangis tertunduk, sambil menggenggam jemari tangan nya.


"Satria.."Panggil Ana lirih.


Satria pun, menghentikan isakan nya, mengusap air mata nya, dan mengangkat wajah nya menatap Ana.


Netra mereka pun bertemu.


"Ana.."Panggil Satria, dengan binar kebahagiaan yang tampak di wajah nya


"Kamu sudah sadar sayang.."Ucap Satria, sambil menangkup wajah Ana dengan kedua tangan nya.


Ana tersenyum, membalas tatapan Satria, buliran bening terlihat mengenang di kedua kelopak mata nya yang indah. Satria langsung menghapus air mata yang nyaris terjun bebas ke wajah cantik Ana.


"Jangan menangis lagi, ada aku disini.."Ucap Satria, sambil mencium lembut kening Ana, kemudian membawa Ana ke dalam pelukan nya.


"Aku sangat merindukan mu An.."Bisik Satria lirih di telinga Ana.


Ana menjawab pertanyaan Satria dengan sebuah isakan.

__ADS_1


***************


Di Mansion keluarga Angkasa Sakti, di sebuah ruang keluarga, tampak Febi sedang menangis tersedu-sedu.


"Aku tidak percaya mas, tidak mungkin Pramudya itu kekasih kak Ana, dia itu istri mu mas.!!."Teriak Ana histeris, sesekali mengusap kasar air mata nya.


Sambil menarik napas dan membuang nya kasar, Fidy berkata..


"Jangan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, apalagi seseorang itu tidak bahagia saat bersama kita.."Fidy mengusap kasar wajah nya, terlihat sekali, luka di hati nya, yang sangat tampak dari kedua mata tajam nya.


"Apa mas, akan melepas kak Ana begitu saja .??"Bukan kah mas sangat mencintai nya..??"Pertanyaan Febi, semakin membuat terluka hati Fidy.


"Mengikhlaskan dia bahagia dengan pilihan nya, langkah yang jauh lebih baik, dari pada dia hidup bersama ku, yang hanya membuat hidup nya menderita ."Ucap Fidy, menatap nanar Febi.


"Aku sudah mencintai Ana lebih dari 10 tahun yang lalu, tapi aku akan berusaha untuk melupakan nya, sedangkan pertemuan mu dengan Satria baru beberapa bulan, tidak terlalu sulit untuk melupakan nya.."Ucap Fidy, sambil memejamkan mata nya sesaat, sesak semakin menyelimuti dada nya.


Membayangkan wajah imut Ana, saat dia memakai seragam putih biru, yang mampu membius hati nya, ketika dia baru menjadi seorang maha siswa.


"Benar, apa yang di katakan mas Fidy kak, di usia ku sekarang, aku memang belum pernah merasakan apa itu arti mencintai, tapi jika kehadiran kita, membuat orang yang kita cintai kecewa dan menderita, lebih baik kita mundur dan mengikhlaskan nya, dari pada kita harus merasakan cinta dalam kepura-puraan.."Ucap Bramantyo, sambil membawa pundak Febi ke dalam pelukan nya.


Tangis Febi semakin pecah, Bramantyo mengelus penuh kasih punggung kakak perempuan nya.


Dokter Jimmy yang berada di samping Fidy, hanya menatap nanar tubuh Febi yang terus terisak di pelukan Bramantyo.


****************


Apakah hubungan Satria dan Ana, kembali seperti dulu..??


Bagaimana dengan luka hati, yang di rasakan Fidy, Febi dan dokter Jimmy..?"


Cinta segi empat yang membingungkan author๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿคญ.


Bagaimana juga, nasib Laura dan bi Minah melawan penyakit nya .?


Apakah mereka mampu bertahan hidup..??


Semua jawaban, akan terkuak secepat mungkin, karena author ingin novel ini tamat di akhir tahun๐Ÿ˜.


Tapi entah lah, setiap nulis, tiba-tiba selalu datang ide yang masuk, jadi lama tamat nie cerita ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜.


Yuk kepoin dua novel author๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡



__ADS_1


__ADS_2