Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Wanita berambut Pirang


__ADS_3

Bab 91


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


Fidy dan dokter Jimmy terkejut dengan kehadiran wanita cantik, bertubuh tinggi semampai, dengan kulit putih bersih, bola mata kecoklatan dan rambut nya yang berwarna pirang.


"Hai, kenapa kalian diam saja, apa kalian tidak mau menyambut kedatangan ku...???"Tanya wanita cantik itu, sambil mengerucutkan bibir mungil nya yang merah.


"My Sweetie..."Teriak dokter Jimmy, yang terlihat ingin memeluk wanita itu.


Fidy yang melihat dokter Jimmy, ingin memeluk wanita itu, langsung berubah ekspresi wajah nya, dan dengan cepat dia segera meraih kerah kemeja dokter Jimmy dari belakang, yang membuat langkah dokter Jimmy langsung tertahan.


"G*la lo bro, sakit leher gw..."Geram dokter Jimmy, sambil melotot ke arah Fidy.


"Lo dari dulu, kalau lihat yang bening main nyosor aja, dasar dokter mesum.."Fidy berkata dengan wajah kesal.


"Ga semua bro, bukti nya Ana..."Dokter Jimmy tidak melanjutkan kata-katanya, karena mata Fidy semakin melotot menatap dokter Jimmy.


"Biasa aja dong tuh mata, hati-hati lompat..."Dokter Jimmy berkata sambil nyengir kuda, dengan memperlihatkan dua jari, tanda damai.


"Ternyata kalian tidak berubah ya, umur saja yang tua, tapi kelakuan ga lebih dari anak Tk..."Wanita itu berkata sambil menggelengkan kepala nya.


Refleks mata Fidy dan dokter Jimmy menatap tajam ke arah wanita itu.


Wanita itu pun tersenyum manis, sambil mengedipkan sebelah mata nya, ke arah Fidy dan dokter Jimmy.


"Ternyata Jerman tidak merubah mu.."Ucap Fidy dengan wajah dingin nya.


"Tapi kamu tambah cantik Feb..."Puji dokter Jimmy, dengan tatapan penuh kekaguman.


Fidy menghela napas, melihat tingkah sahabat nya, dari dulu sahabat nya ini memang sangat menyukai wanita yang di panggil Feb oleh nya.


"Bertahun-tahun tidak bertemu, begini cara mu menyambut tamu jauh.."Wanita itu berkata dengan ekspresi sedih.


"Apa begini perlakuan tamu jauh, tanpa ada pelukan hangat..."Fidy berkata dengan senyum sinis nya.


Wanita itu tersenyum, kemudian langsung menghambur ke pelukan Fidy.


Fidy pun langsung membalas pelukan itu, dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.


"G*la, gw juga mau dong di peluk kayak gitu..."dokter Jimmy pun ikut masuk dalam pelukan itu.


"Ga mau, mas Jimmy sana...!!"Teriak wanita itu, sambil terus memeluk erat Fidy.


"Bentar doang Feb, mas juga kangen sama kamu.."Dokter Jimmy berkata, sambil terus berusaha ikut di dalam pelukan mereka berdua.


Saat suasana di teras terlihat ramai karena ulah Fidy, dokter Jimmy dan wanita itu, tiba-tiba terlihat Ana yang akan menghampiri mereka, sambil membawa dua cangkir teh manis panas.


Saat Ana ingin membantu bi Minah di dapur untuk menyiapkan makan malam, dia pun tahu jika Fidy sedang ngobrol santai dengan dokter Jimmy.


Ana ingat dokter Jimmy, waktu dia terkena anemia dan hipotensi, Dokter Jimmy lah yg mengobati nya.


Ana hanya terpaku melihat Fidy, yang tersenyum penuh arti, dengan tangan yang memeluk erat penuh kasih kepada wanita berambut pirang itu, apa lagi dokter Jimmy sangat ingin memeluk wanita berambut indah itu.


Tampak dada nya terasa sakit, mata nya mulai berkaca-kaca.


"Nyonya.."Tegur seseorang, yang membuat Ana tersentak kaget.


"Oh bi, kebetulan tolong berikan teh ini ke mas Fidy dan teman nya.."Ana berkata, sambil menyerahkan nampan yang berisi dua gelas teh manis hangat kepada bi Minah.

__ADS_1


"Lho, kenapa bukan nyonya saja, sekalian ikut kumpul..??"Tanya bi Minah, sambil menerima nampan dari Ana.


"Tidak apa-apa bi, saya takut menganggu.."Ucap Ana, yang berusaha sekuat mungkin menahan air mata nya.


"Saya mau ke dapur dulu bi..."Ana berkata, sambil membalikkan tubuh nya, dan segera berlari masuk ke dalam rumah mewah Fidy.


Bi Minah hanya tersenyum kecil, sambil menatap punggung Ana yang sudah menghilang.


Bi Minah pun segera membawa nampan menuju teras tempat Fidy, dokter Jimmy, dan wanita yang sangat di kenal bi Minah, yang tampak sedang tertawa bahagia.


"Tuan, nona.."Ucap bi Minah saat berada di dekat mereka.


"Bi Minah.."Teriak wanita itu, langsung memeluk bi Minah yang masih membawa nampan.


Wajah dokter Jimmy berbinar bahagia, saat melihat pancaran ke bahagian di wajah wanita yang di panggil nya Feb itu, dia pun segera mengambil nampan di tangan bi Minah.


"Terimakasih tuan.."Ucap bi Minah sopan, sambil mengangguk kepada dokter Jimmy.


Dokter Jimmy membalas anggukan bi Minah, dengan wajah bahagia menatap wanita pujaan nya.


Fidy melirik wajah dokter Jimmy dari ekor mata nya.


"Ternyata, Ema benar-benar cinta sejati dokter mesum ini.."Fidy berkata dalam hati, sambil menggelengkan kepala nya.


Fidy pun duduk kembali ke kursi, dan menyesap teh manis hangat yang di bawakan bi Minah.


Sesaat Fidy terdiam, dia pun kembali menyesap teh manis hangat itu, sambil merasa kan wangi nya aroma yang tercium dari teh tersebut.


Fidy terus menyesap teh manis hangat itu sampai tandas, sesekali memejamkan mata, benar-benar menikmati rasa teh hangat itu.


Dokter Jimmy yang tidak sengaja melihat Fidy, merasa heran dengan tingkah dan cara Fidy yang hanya menikmati secangkir teh.


"Apa senikmat itu..??"Tanya dokter Jimmy, sambil meraih cangkir teh yang berada di depan nya.


Dokter Jimmy pun segera menyesap teh manis hangat itu.


"G*la, teh nya benar-benar beda Feb, pantas aja nie cowok kulkas nikmatin banget..."Ucap dokter Jimmy, sambil terus menyesap teh manis hangat itu.


"Masa.."Tanya wanita berambut pirang itu penasaran, dia pun ikut menyesap teh manis hangat itu.


"Iya, ini khan teh biasa, ko bisa rasa nya jadi spesial seperti ini bi...??"Tanya wanita berambut pirang itu penasaran, sambil menatap hangat bi Minah.


"Itu bukan teh buatan saya non..."Jelas bi Minah sambil tersenyum.


"Kalau bukan buatan bi Minah, berarti ini buatan mang Ujang atau pak Tarjo..??"Tanya dokter Jimmy, sambil mengerutkan kening nya.


"Bukan lah, ini itu teh spesial buatan istri gw..."Ucap Fidy, dengan wajah sombong.


"Ana maksud lo..??"Tanya dokter Jimmy.


"Ya iyalah, emang istri gw siapa lagi..??"Tanya Fidy, dengan wajah malas.


"Yakin istri lo hanya Ana aja...??"Tanya dokter Jimmy sambil tertawa menggoda.


"Mas Jim.."Ucap wanita berambut pirang itu, sambil melotot ke arah dokter Jimmy.


Seketika dokter Jimmy menghentikan ketawa nya.


"I am sorry my sweetie..."Dokter Jimmy berkata, dengan gaya manja yang di buat-buat.

__ADS_1


Wanita berambut pirang itu, memutar bola mata nya, dengan wajah bete.


Sedangkan dokter Jimmy hanya tersenyum, tidak berani menatap Fidy, yang pasti nya saat ini sedang memasang mode wajah yang menakutkan.


"Ini teh buatan nyonya Ana, dia pandai sekali untuk meracik minuman dan makanan.."Ucap bi Minah sambil tersenyum.


"Benar kah..??"Tanya wanita berambut pirang itu antusias.


"Benar lah, apa lagi kalau kamu sudah mencicipi masakan nya, tidak kalah dengan restoran berbintang..."Fidy menjelaskan dengan semangat, dan sebuah senyuman yang terus menghiasi bibir nya.


Dokter Jimmy, bi Minah dan wanita berambut pirang ikut tersenyum bahagia mendengar perkataan Fidy, karena yang mereka tahu Fidy adalah lelaki sedingin es kepada wanita, apa lagi memberikan sanjungan terhadap wanita, bagai mimpi.


Tapi Ana mampu merubah semua nya.


"Apa mas, tidak mau mengenal kan aku pada nya..??"Tanya wanita berambut pirang itu sambil merajuk, menatap manja ke arah Fidy.


"Ya pasti mau lah, Ana itu wanita yang baik banget, pokok nya enak banget di ajak ngobrol.."Jelas Fidy, dengan penuh rasa bangga.


"Iya dech yang bucin.."Jawab wanita berambut pirang itu, dengan suara ngeledek.


Tawa dokter Jimmy pun pecah kembali, Fidy langsung melotot dan melempar nya dengan bantal kursi.


Dokter Jimmy pun, menghindari lemparan bantal Fidy.


"Wah ini nama nya kekerasan bro.."Ucap dokter Jimmy.


"Ih kalian ini selalu saja bertengkar..??"Wanita berambut pirang itu berkata dengan wajah kesal.


"Nyonya Ana sedang berada di dapur, untuk menyiapkan makan malam.."Jelas bi Minah.


Fidy pun tersentak kaget.


"Ana masih sakit bi, kenapa dia masak..??"Tanya Fidy, dengan nada yang pelan, tapi penuh penekanan.


"Maaf kan saya tuan..."Jawab bi Minah, dengan menundukkan wajah nya.


"Jangan marah sama bi Minah, mungkin istri mu yang mau memasak karena dia hoby masak.."Wanita berambut pirang itu membela bi Minah.


Fidy mendengus kesal, dia pun segera bangkit dari kursi nya, dan langsung melangkah meninggalkan teras dan langsung menuju dapur.


Mereka bertiga pun mengikuti langkah Fidy.


Sesampainya di dapur, Fidy yang tadi nya ingin marah, jadi diam mematung, tat kala melihat sosok wanita cantik yang sedang sibuk memasak bahkan aroma wangi nya sangat tercium di indra penciuman Fidy.


Tiba-tiba.


"Kakak Ipar...."


***********


Ada yang bisa nebak, siapa wanita berambut pirang itu..??


Kepoin bab selanjut ya.


Jangan lupa novel terbaru author, baru dua bab sie πŸ˜ŒπŸ‘‡



Novel tamat authorπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ˜Œ

__ADS_1



__ADS_2