Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Sikap Manja Laura


__ADS_3

Bab 52


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


"Kopi spesial dari istri tercinta..."Ucap Fidy tersenyum bahagia dan puas melihat ekspresi Aksa dan Laura.


"Betul saya bilang, jika nyonya Laura ini benar-benar wanita dan istri yang luar biasa.."Ucap tuan Huong sambil menambah kekaguman nya pada Laura.


"Tuan Huong bisa saja, membuat secangkir kopi yang spesial hanya salah tugas kecil seorang istri, benar khan sayang ..??"Ucap Laura yang berusaha tersenyum manis, sambil bergelayut manja di lengan kekar Fidy.


Fidy hanya tersenyum tipis , sedangkan Aksa tersenyum penuh kemenangan menatap Fidy.


"Saya pesan caffe Americano saja ."Ucap Aksa tiba-tiba.


"Baiklah tuan Aksa..."Jawab tuan Huong.


"Saya air mineral saja..."Ucap Fidy tersenyum.


"Pesanan saya sama seperti pesanan suami saya, karena kami baru saja menikmati kopi spesial bersama..??"Laura berkata masih terus bergelayut manja di lengan Fidy.


Fidy hanya tersenyum tipis.


"Oke..."Ucap tuan Huong tersenyum menatap bergantian Fidy dan Laura.


Tuan Huong pun memanggil pramusaji, dan memesan pesananan mereka, dan tidak membutuhkan waktu lama kopi dan minuman mereka pun segera datang.


Mereka mengobrol dengan sedikit canda gurau, kecuali Fidy tetap dengan wajah datarnya, dia malas sekali untuk meladeni obrolan Aksa dan Laura.


Tak lama, akhir nya waktu nya pesawat tuan Huong lepas landas, dia pun langsung pamit kepada Fidy, Aksa dan Laura


Selepas keberangkatan tuan Huong, Fidy langsung melepaskan tangan Laura yang terus bergelayut manja di lengan nya, dan segera melangkah kan kaki meninggalkan bandara, tanpa mengucapkan apa-apa.


"Mas, tunggu...!!"Panggil Laura sambil berlari kecil mengejar langkah lebar Fidy.


"Aku langsung ke kantor, kamu pulang lah..."Ucap Fidy sambil melangkah menghampiri mobil nya, yang tampak sudah menunggu di depan lobby bandara.


Mang Ujang segera membuka kan pintu untuk Fidy.


"Aku ikut kamu mas.."Jawab Laura cepat, langsung ikut masuk ke dalam mobil, dan duduk di sebelah Fidy.


"Hari ini aku ingin ikut ke kantor, seperti nya sudah lama sekali aku tidak ke sana..."Ucap Laura manja, sambil memeluk kembali lengan kekar Fidy, dengan kepala bersandar di pundak Fidy.


"Kantor tempat kerja, bukan tempat shopping.."Jawab Fidy dingin, tanpa melirik sedikit pun ke arah Laura yang sedang bermanja dengan nya .


"Hari ini, aku ingin menemani mu, aku merindukan mu.."Jawab Laura manja semakin menenggelamkan kepala nya di pundak Fidy.


Fidy tidak menjawab dia hanya menghela napas.


"Beda sekali perlakuan tuan Fidy kepada nyonya Laura dan Ana..." Batin mang Ujang, walaupun tidak mendengar kan obralan tuan dan nyonya nya tetap saja terdengar di telinga nya.

__ADS_1


" Padahal nyonya Ana baru menikah hitungan bulan benar-benar di perlakukan istimewa, sedangkan nyonya Laura sudah 3 tahun di nikahi tetap di perlakukan dingin, apa ini yang di nama kan cinta...?-"Tanya mang Ujang dalam hati, mencoba menebak.


Tak lama mereka pun sudah sampai di perusahaan raksasa Aksa Sakti.


"Pulang lah, mang Ujang akan mengantar kan mu .."Ucap Fidy sambil membuka pintu mobil.


"Tidak mau, hari ini aku ingin melewati waktu bersama mu..."Ucap Laura kekeh, dan ikut keluar dari mobil.


"Hari ini aku sedang sibuk sekali Laura..."Jawab Fidy yang kini menatap tajam Laura.


"Tapi aku ingin bersama mu hari ini.."Laura berkata lirih, dengan mata yang berkaca-kaca.


Fidy kembali menghela napas.


"Baik lah, tapi janji kamu tidak akan membuat ku ribet.."Ucap Fidy malas, sambil melangkah masuk ke dalam kantor.


Laura tersenyum penuh kemenangan, segera berlari kecil menyusul langkah Fidy, dan langsung memegang mesra lengan Fidy.


"Selamat pagi pak, bu...."Sapa para karyawan saat Fidy dan Laura masuk.


"Pagi..."Jawab Laura ramah dengan senyum bahagia, sambil terus bergelayut manja di lengan Fidy.


Sedangkan Fidy dengan wajah dingin dan datar nya hanya mengangguk.


"Wah, benar-benar pasangan serasi, sangat cocok satu sangat tampan dan satu lagi cantik banget...."Ucap salah satu karyawan dengan menatap kagum kearah Fidy dan Laura yang sudah menghilang di balik lift.


"Tapi menurut ku, nyonya Laura sangat beruntung mendapatkan tuan Fidy, seorang laki-laki yang sangat sempurna, bagaikan titisan seorang dewa Yunani..."Ucap karyawan lain, yang juga sedang mengagumi ketampanan Fidy dengan wajah tersenyum simpul, membayangkan wajah seorang Fidy Eka Sakti.


"Kalian di gaji di sini untuk bekerja, bukan untuk menggosip.."Tiba-tiba sebuah suara bariton mengagetkan mereka yang sedang bergosip.


"M..maaf pak Aksa..."Jawab mereka gugup.


"Lain kali jika kalian berani bergosip, saya tidak akan segan-segan memecat kalian secara tidak hormat tanpa pesangon sepeser pun.."Ucap Aksa dengan mata melotot tajam ke arah para karyawan.


"Kasi mereka SP ( Surat peringatan ) satu..."Ucap Aksa sambil berlalu pergi.


Para karyawan yang tadi bergosip pun, hanya bisa menghela napas dengan wajah sedih.


"Beruntung kalian tidak langsung di pecat..."Ucap karyawan yang menjabat HRD, yang di tugas kan untuk memberikan SP satu.


*********


Sementara itu, Ana tampak penuh semangat dengan senyum bahagia, sedang sibuk melihat isi kulkas.


"Sedang apa nyonya Ana...???"Suara bariton yang tiba-tiba, langsung mengagetkan Ana yang sedang sibuk dengan isi kulkas sehingga tidak menyadari kehadiran seseorang di dekat nya.


"Wira..!!"Seru Ana sambil memegang dada nya yang berdebar karena kaget.


"Kamu membuat aku kaget saja Wira.."Ucap Ana dengan menggeleng kan kepala nya, sambil membawa bahan sayuran dan lauk ke meja dapur.

__ADS_1


"Maaf kan saya, sudah mengagetkan nyonya..."Ucap Wira sopan, sambil memperhatikan kegiatan Ana.


"Tidak apa-apa Wira, aku yang salah terlalu fokus.."Ucap Ana lembut, menoleh dan tersenyum kepada Wira.


Wira mematung, tidak percaya dengan pemandangan di depan nya, seorang wanita cantik dengan sejuta pesona nya tersenyum manis kepada nya.


Apa lagi Ana terlihat cekatan dan lihai dalam proses mengolah sayuran dan lauk yang akan di masak.


"Cantik, sempurna..."Gumam Wira sambil menelan saliva nya.


"Wira, kamu sedang apa di sini...???.!"Tiba-tiba terdengar suara bi Minah di telinga Wira, yang membuat nya kaget dan gugup.


"A..aku mau ambil minum bi..."Ucap Wira gugup.


"Sudah bibi bilang, tidak baik mengagumi istri orang, apa lagi dia istri majikan mu...!!"Bisik bi Minah penuh penekanan.


Wira hanya mengangguk dan menelan kasar saliva nya.


"Biar bibi yang ambil kan air untuk mu, kamu tunggu saja di sini.."Ucap bi Minah dengan suara ketus dan wajah dingin tanpa senyuman, yang biasa di perlihatkan nya.


Bi Minah pun berlalu dari hadapan Wira, menuju kulkas dan mengambil sebotol air beserta gelas, dia pun segera melangkah menghampiri Wira.


"Ini minum nya..!!"Bi Minah berkata tanpa senyum, sambil memberikan sebotol air beserta gelas nya.


"Terimakasih bi.."Ucap Wira sambil mengambil botol dan gelas dari tangan bi Minah.


"Pergilah, dan ini yang terakhir kamu melakukan ini Wira..." Ucap bi Minah dengan suara dingin.


"Kalau kamu terus begini, aku tidak akan membuat mu untuk bisa melihat nya lagi...!!"Ucap bi Minah dengan penuh ancaman.


Tak ada lagi wajah dan senyum lembut nya lagi, bi Minah benar-benar marah dengan sikap Wira.


Wira tersentak kaget mendengar ucapan bi Minah, mata nya menatap nanar ke arah wanita paruh baya yang sederhana, tapi masih sangat terlihat aura kecantikan nya.


Sedangkan bi Minah menatap dingin ke arah Wira, walaupun jauh di lubuk hati nya merasakan kesedihan yang amat sangat, dia tidak tega melihat kesedihan di mata Wira.


"Maaf kan Wira, ini demi kebaikan bersama..."Ucap bi Minah dalam hati.


Dengan langkah gontai, Wira pun meninggalkan dapur, bi Minah menatap nanar punggung Wira, tanpa terasa setitik air menetes dari mata nya.


***********


Rahasia apa yang di simpan bi Minah dan Wira..??


Bagaimana dengan makan siang yang akan di siap kan Ana untuk Fidy..??


Ikuti terus kisah drama keluarga ini, yang penuh cinta, dendam dan air mata.


Jangan lupa, mampir juga ke novel author yang bisa menguras emosi dan air mata juga

__ADS_1



__ADS_2