Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Rasa Ana


__ADS_3

Bab 27


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Ana seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di lakukan dan di katakan oleh Fidy, mungkin jika mereka suami istri,,ini semua hal yang normal di lakukan dalam pernikahan,, mungkin perlakuan dan perkataan Fidy adalah sesuatu yang biasa bagi pasangan suami istri.


"Nyonya,apa makan nya sudah selesai..??"Tanya bi Minah mengagetkan Ana.


"Mm..ya sudah bi.."Ucap Ana gugup sambil menelan saliva nya.


Bi Minah hanya tersenyum.


"Biar bibi rapikan Nyonya.."Ucap bi Minah sambil mengangkat piring kotor Ana dan Fidy.


"Tidak usah bi,biar saya saja yang mencuci piring kotor kami.."Ucap Ana langsung mengambil piring kotor mereka di tangan bi Minah.


"Bibi pasti belum makan..??"Bibi makan saja sekalian ajak pak Tarjo dan Wira.."Ucap Ana sambil melangkah ke westafel.


"Seperti nya pak Tarjo dan Wira akan menolak Nyonya.."Ucap bi Minah ragu.


"Kenapa..??"Tanya Ana ragu sambil menghentikan langkahnya, dengan kening berkerut menatap bi Minah.


Saat bi Minah akan menjawab.


"Karena aku yang melarang mereka untuk makan masakan mu.."Tiba-tiba Fidy sudah berada di dapur.


Dengan gaya cool nya,Fidy melangkah kan kaki nya menuju lemari es,, kemudian mengambil 1 cup puding.


Fidy melangkah ke meja makan sambil menatap Ana yang masih berdiri mematung sambil membawa piring kotor.


"Duduk..!!"Temani aku makan puding..!"Perintah Fidy.


"T.."belum selesai Ana berkata.


"Piring kotor nya saya yang bawa Nyonya.."Bi Minah berkata dan langsung mengambil piring kotor dari tangan Ana,dan memberi kode untuk Ana segera mendatangi Fidy.


Ana menghela napas,, kemudian melangkah menghampiri Fidy.


"Kenapa berdiri..??"Apa kamu tidak dengar tadi aku menyuruh mu apa..??"Tanya Fidy dengan nada ketus nya, menatap Ana yang mulai kembali menggigit bibir nya.


Fidy menarik napas,,merasa kesal sekali dengan tingkah Ana,yang membuat dia takut tidak bisa menahan diri nya.


Ana langsung duduk di hadapan Fidy,sambil menunduk, entahlah biasa nya Ana gadis yang super cuek apa lagi dengan lelaki lawan jenis, karena sudah ada Satria yang selalu berada di samping nya.


Tapi entahlah, dengan Fidy dia merasakan sesuatu yang berbeda.

__ADS_1


Ana langsung menggelengkan kepala nya, mencoba menepis perasaan nya,,Ana langsung menarik napas sambil memejamkan mata sesaat,dan membuangnya kasar sambil membuka mata nya.


Ana membalas tatapan Fidy, kemudian mengambil puding di tangan Fidy,dan memakan nya dengan lahap.


Sedangkan Fidy hanya bisa mengerutkan kening sambil menyunggingkan sebuah senyuman melihat tingkah Ana.


Ana tidak peduli,dia melahap puding itu sampai habis,saat Ana ingin mengelap mulutnya dengan tangan,, tiba-tiba tangan Fidy menghentikan nya.


"Dasar jorok,ada tisu tapi mengelap mulut tetap pakai tangan.."Fidy berkata sambil mengambil tisu dan mengelap mulut Ana.


"Bukan nya tadi habis sarapan dia mengelap mulut ku dengan ibu jari nya.."Ana berkata dalam hati, sambil menatap wajah Fidy yang sibuk mengelap mulut Ana dengan tisu.


Wajah mereka sangat dekat hampir tak ada jarak,Fidy pun menatap Ana,netra mereka bertemu.


Ana merasakan jantung nya berdegup kencang, tiba-tiba Ana seperti ABG,dia sangat malu saat Fidy menatap sangat dekat wajah nya nyaris tak berjarak.


Tangan Fidy mengelus wajah Ana, kemudian mengusap bibir Ana, membuat mata Ana terpejam,saat Fidy ingin menyatukan bibir mereka, tiba-tiba ponsel Fidy berdering.


Mereka berdua pun tersentak kaget,Ana langsung membuka mata nya,dan wajah nya langsung memerah seperti kepiting rebus.


Sedangkan Fidy segera menjauhkan wajah dan tubuh nya dari Ana,, dan segera mengangkat telepon nya.


"Hallo.."


"Oke,,aku akan segera kesana.."


"Aku ada urusan,, tidur lah..."Ucap Fidy segera bangkit dari duduk nya.


"Jangan lupa buat kan aku sarapan besok.."Ucap Fidy menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke Ana.


"Suruh bi Minah untuk memberikan makanan tadi ke pak Tarjo dan Wira.."Ucap Fidy lagi masih tetap tidak menoleh sedikit pun ke arah Ana,,dan langsung bergegas meninggalkan Ana sendiri.


Lagi-lagi Ana menggigit bibir.


"Kenapa jantungku seperti mau putus sie.."Ucap Ana sambil memegang dada nya,, kemudian menyentuh bibir nya,, Ana tersenyum simpul.


"Tidak,,aku tidak mungkin menyukai lelaki itu.."Sergah Ana mencoba menepis perasaan nya.


"Satria,,aku yakin suatu saat nanti,kita akan bertemu dan bersatu lagi.."Ucap Ana sambil menitikkan air mata nya.


Ana pun bangkit,, membereskan mangkok bekas puding mereka.


"Up's..puding ini aku yang habiskan..."Ucap Ana dengan wajah memerah dan tangan yang menutupi mulut nya.


"Kenapa perasaan aku seperti ini,, ada apa dengan ku..??"Tanya Ana pada diri nya.

__ADS_1


***********


"Kenapa kamu baru datang...???"Tanya Aksa saat melihat Fidy.


"Urusan ku banyak.."Jawab Fidy santai sambil duduk di bangku tunggu di depan ruang ICU.


"Urusan..l?"Urusan mu bersama wanita itu..??"Tanya Aksa sinis.


"Sudah lah,,aku sudah di sini,, pulang lah aku yang akan menjaga nya.."Ucap Fidy sambil bangkit dari tempat duduk nya,dan masuk ke dalam ruang ICU.


Aksa menatap tajam punggung Fidy.


"Anak ini,,sejak ibu nya meninggal,semakin tidak menghormati ku..!!"Dengus Aksa kesal.


Sementara Fidy setelah melakukan serangkaian seteril untuk masuk ke ruang ICU, sekarang dia sudah berada di samping ranjang Laura.


Fidy menghela napas menatap wajah Laura yang pucat.


"Kamu cantik Laura, bahkan dengan wajah baru mu sekarang kamu jauh lebih cantik,tapi maaf aku tidak punya perasaan lebih untuk mu.."Ucap Fidy sambil meraih jemari Laura.


Tiba-tiba jemari Laura yang sedang di genggam Fidy bergerak,Fidy tersentak kaget dan langsung menekan tombol untuk memanggil dokter dan perawat.


Dokter dan perawat segera mendatangi ruang perawatan Laura.


"Tadi saya melihat jemari istri saya bergerak.."Ucap Fidy kepada dokter ( Bagaimana pun masyarakat umum tahu jika Laura adalah istri Fidy,,jadi mau tak mau harus mengakui jika Laura adalah istri Nya,demi nama baik keluarga mereka sebagai seorang pengusaha yang terhormat dan terkaya).


"Biar saya periksa dulu tuan Fidy.."Ucap dokter yang langsung memeriksa Laura.


Hampir setengah jam dokter melakukan pemeriksaan pada Laura.


"Tuan Fidy,, seperti nya Nyonya Laura mengalami emosional, walaupun dia tidak sadar,tapi dia bisa merespon dan merasakan apa yang di katakan dan di lakukan oleh orang yang sangat berarti dalam diri nya.."Dokter memberikan penjelasan.


"Dan ini suatu kemajuan tuan,,saran saya ajak lah Nyonya Laura untuk selalu berkomunikasi, karena itu bisa merangsang kesadaran nya.."Jelas Dokter lagi.


Fidy hanya mengangguk tanda mengerti.


Tiba-tiba..


"Mas..."


***********


Maaf ya baru update.


Semoga kalian jadi pendukung setia novel-novel author.

__ADS_1


Mampir juga ke novel tamat author



__ADS_2