
Bab 129
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
"Satria.. dimana Satria..??"Teriak Ana histeris, mencari Satria.
"Ana."Sebuah suara, yang sudah lama tidak terdengar oleh Ana.
Ana terhenyak, saat menatap pasangan setengah baya yang sangat di kenal nya.
"Om Anton, tante Mirna..!!"Seru Ana, dengan wajah bingung.
Ana menatap mereka dengan penuh tanda tanya.
"Apa, kamu tidak merindukan kami nak .??"Tanya Mirna lirih, tampak senyum hangat yang di pancar kan di wajah nya tidak berubah dari dulu.
"Aku sangat merindukan kalian.."Ana langsung memeluk Mirna.
Mirna membalas pelukan Ana begitu dalam, membuat Ana merasa kan sebuah kehangatan kasih sayang.
Bi Minah, menatap mereka, dengan mata berkaca-kaca, sedang kan Anton tampak tertunduk, terlihat rona kesedihan di wajah nya.
"Tante dan om kesini, pasti untuk menjenguk Satria .??"Tanya Ana, sambil melepas kan pelukan nya, menatap Mirna.
Mirna terdiam sesaat, menatap dalam mata Ana.
"Ana, tante tidak ingin melihat mata ini, bersedih, apa lagi sampai mengeluarkan air mata.."Mirna berkata, sambil menghapus air mata Ana.
Ana tertegun, dia menatap Mirna, firasat nya berkata, jika ada sesuatu yang di sembunyikan.
"Aku ingin melihat Satria.."Pinta Ana, menatap bergantian tiga orang tua di hadapan nya.
"Apa yang terjadi dengan Satria..??"Terakhir aku melihat nya, dia terluka parah..!!"Aku melihat banyak darah di wajah nya..!!"Ana Histeris, terlihat ketakutan dan kekhawatiran di wajah nya.
"Katakan kepada ku, apa yang terjadi kepada Satria..??"Ana mulai menangis, ketakutan menjalar di seluruh tubuh nya.
"Ana, tenang lah nak.."Anton, langsung memeluk dan mencoba menenangkan Ana.
Mirna dan bi Minah, sudah menangis melihat keadaan Ana.
"Setiap yang bernyawa, akan pergi tanpa tahu kapan, dan sebab kepergian nya nak.."Anton berkata, dengan suara lembut.
Perkataan Anton, membuat Ana menghentikan tangis nya.
Dia melepaskan pelukan Anton, menatap nanar ke arah nya.
"Maksud om.??"Tanya Ana, mengerut kan kening nya tidak mengerti, perasaan nya semakin tidak enak.
"Walaupun semua terasa berat dan memberikan duka yang mendalam, ikhlas itu jawaban nya.."Anton berkata dengan suara yang begitu lirih.
Ana diam membisu, bibir nya terasa kelu, tulang-tulang di tubuh nya terasa lemas, dada nya terasa sesak, semua seperti berputar, dan semua menjadi hitam dan gelap.
***********
Ana menatap, gundukan tanah merah yang masih basah, dengan nisan bertuliska nama "Satria Pramudya Bin Anton Pramudya".
Tatapan nanar, dengan air mata yang sesekali di seka oleh nya.
"Ternyata, kamu pergi selama nya untuk meninggalkan ku Sat, mana janji mu..??"Air mata itu, kini menjadi sebuah isakan.
__ADS_1
Punggung Ana, terlihat sampai naik turun, meluap kan kesedihan nya.
"Dia adalah lelaki hebat, yang menepati janji nya.."Sebuah suara di samping Ana, menghentikan isakan nya.
Ana menoleh ke arah asal suara.
"Mas Fidy.."Panggil Ana lirih.
"Ana, jangan menangis lagi, Satria memberikan mata nya untuk mu, bukan untuk mengeluarkan air mata, tapi ingin melihat mu bahagia.."Fidy berkata sambil tersenyum, dan berlahan menghapus air mata Ana.
Deg..
"M..maksud nya.??"Tanya Ana, dengan air mata yang kembali mengalir.
"Akibat kecelakaan itu, kepala mu terbentur cukup keras, sehingga kedua kornea mata mu, mengalami kerusakan.."Fidy menatap nanar Ana.
Fidy mengambil ponsel Satria, dan menyalakan sebuah rekaman video.
Saat video di putar, tampak wajah Satria dengan sepasang mata elang nya, dan senyum yang selalu menghiasi wajah nya.
"Wiana Maharani, aku sangat mencintai mu dan sampai kapan pun, aku berjanji akan selalu menjaga mu, meski raga ku sudah tiada, tapi aku akan tetap menjaga mu."(Dengan senyum yang terus mengembang ).
"Aku ingin kamu bahagia, tersenyum ceria seperti dulu lagi."( Satria terdiam beberapa saat ).
"Maaf, tanpa sepengetahuan mu, aku sudah mengecek ginjal ku, ternyata cocok dengan bu Minah, aku akan mendonorkan ginjal ku kepada nya.."( Satria kembali tersenyum ).
"Aku ingin menjadi cahaya hidup mu An, meski raga ku nanti tidak bernyawa lagi.."( Tatapan sendu terlihat di wajah Satria ).
"Firasat ku mengatakan, jika kita tidak bisa bersama. Tapi aku berjanji akan tetap menjaga mu. Jika, saat melihat video ini kita sudah berpisah, aku harap kamu jangan pernah melupakan ku. Aku selalu Mencintaimu Wiana Maharani. ( Satria mengakhiri video nya, dengan sebuah senyuman ).
"Satria.."Ana kembali menangis, sambil memeluk nisan Satria.
Ana tertegun, dia menatap Fidy, dada nya terasa sesak, tanpa di sadari, dia langsung menjatuhkan tubuh nya di pelukan Fidy, dan menangis tersedu-sedu, meluap kan semua kesedihan nya.
Berlahan Fidy membalas pelukan Ana, membiarkan Ana mengeluarkan semua kesedihan dan duka nya.
****************
Ana dan bi Minah, kini tinggal di rumah mewah Fidy, awal nya mereka menolak, tapi dengan banyak nya pertimbangan, akhir nya mereka pun bersedia tinggal di sana.
Ana menatap diri nya di cermin, lebih tepat nya menatap sepasang mata elang, yang kini menjadi indra penglihatan nya.
Berlahan kedua tangan nya meraba mata nya.
Sepasang mata elang, yang selalu menatap nya penuh cinta, yang selalu memberikan sebuah kenyamanan.
"Aku berjanji, akan menjaga mata ini Sat, kamu adalah kenangan terindah dalam hidup ku, yang tak akan terganti dengan apa pun.."Ucap Ana lirih.
"Aku harus semangat, aku akan memulai hidup baru.."Ana tersenyum, dan dengan semangat dia melangkah keluar dari kamar.
Saat akan menuju dapur, dia berpapasan dengan Fidy yang terlihat sudah sangat rapi.
"Mas Fidy.."
"Ana."
Kedua netra mereka saling menatap, ingin sekali Fidy memeluk Ana, begitu juga sebalik nya, ingin sekali Ana lari ke pelukan Fidy.
"Kamu mencari bu Minah.."Tanya Fidy, dengan tatapan hangat nya.
__ADS_1
"I..iya.."Jawab Ana gugup.
"An.."Panggil Fidy, sambil menghela napas.
Ana menatap Fidy.
"Aku akan menetap di Jerman, aku akan merintis usaha di sana, perusahaan Bintang Maha Sakti sudah di ambil alih, sedang kan mansion, kami sudah sepakat untuk membangun menjadi sebuah yayasan sosial .."Fidy berkata, menghela napas kembali.
Ana mengerut kan kening nya, dengan tatapan tidak mengerti.
"Aksa terlilit hutang yang banyak, dan dia juga terlibat dengan banyak nya usaha gelap, jadi perusahaan Bintang Maha Sakti, di ambil alih oleh orang lain.."Jelas Fidy lagi.
"Maksud nya, mas sekarang akan pergi ke Jerman, dan meninggal kan aku sendiri..??"Tanya Ana, dengan suara yang meninggi.
Fidy tertegun, mendengar pertanyaan Ana.
"Ana, aku sudah memindahkan kepemilikan rumah ini, mrnjadi milik mu.."Jawab Fidy.
Ana menggeleng kan kepala nya, dia tidak percaya jika Fidy menilai nya dengan sebuah rumah mewah, terlihat embun bening pun, sudah berkumpul di kelopak mata nya.
"Aku tidak menyangka, jika pikiran mu sesempit ini mas, kamu menghargai hati dan perasaan ku hanya dengan materi, padahal kamu mempunyai sebuah janji.."Ucap Ana, dengan air mata mengalir.
"Satria sudah meninggal kan ku, dan sekarang kamu juga akan meninggalkan ku..??"Tanya Ana, sambil memukul dada Fidy.
"Dan, kamu juga sudah berjanji sebelum kak Laura meninggal, jika kamu akan menikahi ku, dan menjadikan ku sebagai istri yang syah..!!"Teriak Ana, sambil terus memukul dada Fidy.
Fidy terdiam sesaat, sebuah senyum mengembang di bibir nya, dia pun menangkap kedua tangan Ana, yang sedang memukuli dada nya.
"Apakah, ini tanda nya, kamu mau menjadi istri ku lagi, An..??"Tanya Fidy, dengan wajah berbinar bahagia.
Ana menghentikan tangis nya, seketika rona merah terlihat di wajah nya.
"Kenapa, bertanya seperti itu..??"Tanya Ana, antara malu dan kesal, dia menundukkan wajah nya dan menggigit bibir bawah nya.
Fidy pun tertawa melihat Ana.
"Kenapa, tertawa..??"Tanya Ana, sambil mengerucutkan bibir nya, dan menatap kesal Fidy.
"Kamu benar-benar, membuat aku gemas.."Ucap Fidy, sambil mengusap lembut wajah Ana.
Jantung Ana pun berdegup kencang.
Fidy meraih tangan Ana, dan berlahan mencium nya.
"Wiana Maharani, hari aku meminta mu untuk menjadi istri ku, mau kah, kamu mendampingi ku di setiap suka dan duka ku..??"Sorot mata penuh cinta dan harapan, terlihat di sorot mata nya.
"Aku mau dan bersedia, menjadi seorang istri dari Fidy Eka Sakti.."Jawab Ana, sambil mengangguk.
Fidy tersenyum bahagia, dan langsung membawa Ana ke dalam pelukan nya.
*************
Bab akhir, langsung melaju ke bab selanjutnya π.
Maaf ternyata, semalam author tidak bisa menahan ngantuk π.
Ga jadi tamat semalam π’π’.
Sekali lagi, selamat tahun baru, dengan semangat yang baruπͺπ₯°
__ADS_1