
Bab 68
" Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Fidy memutuskan untuk mengikuti kemauan Aksa dan Laura untuk pulang ke mansion, selain alasan untuk keselamatan Ana, Fidy juga menunggu waktu yang tepat dan bukti untuk melepaskan Laura dalam hidup nya.
"Aku bahagia mas kamu mau pulang ke mansion, untuk menemani ku melewati masa-masa sulit ini.."Ucap Laura sambil bergelayut manja di lengan Fidy, saat mereka berada di dalam mobil.
Fidy tidak menjawab, dia memilih untuk memejam kan mata.
"Besok kita akan ke rumah sakit, memeriksa keadaan luka-luka mu mas.."Ucap Laura lembut sambil menyentuh pelan kepala Fidy yang terbalut perban.
"Aku bisa pergi sendiri..."Ucap Fidy datar sambil menghindari tangan Laura yang ingin menyentuh kepala nya.
Laura menarik napas.
"Apa kamu tidak berempati sama sekali kepada apa yang menimpa ku mas...???"Tanya Laura dengan suara parau, semakin mengeratkan pelukan nya di lengan Fidy, sambil menyandarkan kepala nya di pundak Fidy.
"Kita akan lihat hasil penyelidikan nya Laura..."Ucap Fidy dingin.
Laura tersentak kaget, tapi dia berusaha untuk tenang.
"Si*l, Fidy tidak boleh tahu hubungan ku dengan Aryo, kalau sampai semua terbongkar, pasti dengan mudah dia mencerai kan ku..."Batin Laura dengan wajah yang tampak gelisah.
Fidy hanya tersenyum smirk, tanpa di ketahui Laura.
"Selangkah lagi, aku akan membongkar semua kecurangan mu Laura..."Ucap Fidy dalam hati.
Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di mansion mewah keluarga Aksa Sakti.
Laura membantu Fidy menaiki kursi roda, kemudian mendorong nya masuk ke dalam mansion.
Saat mereka akan masuk ke dalam mansion, tampak Aksa yang baru turun dari mobil nya, dan bergegas menghampiri Fidy dan Laura.
"Selamat datang kembali, di mansion mewah keluarga kita Fidy.."Ucap nya dengan senyum smirk nya.
Fidy tidak menanggapi, dia berlalu dengan mendorong kursi roda nya, Aksa memberi kode pada Laura, dan Laura segera menyusul Fidy, dengan cekatan dia langsung memegang kursi roda Fidy.
"Aku bisa sendiri Laura, pergilah ke kamar mu untuk istirahat.."Fidy berkata sambil menekan tombol lift yang akan di masuki nya.
"Biar kan aku membantu mu mas..."Bisik Laura lembut di telinga Fidy.
"Aku bilang, aku bisa sendiri Laura...!!!!"Bentak Fidy yang sudah malas sekali untuk berbicara kepada Laura.
Saat lift terbuka, Fidy langsung menjalankan kursi roda nya masuk ke dalam lift.
Tapi Laura terus mengikuti Fidy, dia tidak berbicara sepatah kata pun kepada Laura, sampai pintu lift terbuka dan sampai di lantai kamar Fidy.
__ADS_1
"Mas.."Ucap Laura lirih di ambang pintu kamar Fidy, saat Fidy akan.menutup pintu nya.
"Ijin kan aku, untuk semalam ini bersama mu, mungkin besok kita tidak bisa bersama lagi.."Ucap Laura dengan suara parau, dan tatapan nanar nya.
Fidy menghela napas.
"Masuk lah.."Fidy berkata sambil berlalu dari hadapan Laura.
Laura tersenyum penuh kemenangan, dia oun melangkah masuk ke kamar Fidy, kemudian menutup pintu nya berlahan.
"Apa kamu mau mandi mas..???"Biar aku siap kan.."TanyanLaura sambil mendekati Fidy, dan mengelus lembut lengan Fidy.
"Siap kan saja air hangat, biar baju aku siap kan sendiri..."Fidy segera menuju lemari untuk mengambil pakaian nya.
Laura pun segera bangkit ke kamar mandi, menyiap kan air hangat untuk Fidy.
Secepat nya Fidy mengambil ponsel nya, dan mengirim beberapa pesan untuk Albert salah satu sahabat nya di BIN, untuk menyelidiki kasus kematian Aryo, serta keterlibatan Aksa dan Laura.
"Air nya sudah sayang..."Ucap Laura lembut.
Fidy mengangguk dan segera menuju kamar mandi.
"Biar aku bantu kamu mandi mas..."Bisik Laura lembut di telinga Fidy.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri..."Fidy berkata sambil terus menjalan kan kursi roda nya menuju kamar mandi.
Seketika Fidy menghentikan laju kursi roda nya.
"Jangan membuat aku tidak nyaman Laura..???"Fidy berkata sambil memutar kursi roda nya menghadap Laura, menatap tajam wajah Laura.
Semenjak Laura operasi plastik, dia seperti sosok yang berbeda, Fidy semakin tidak mengenal nya, di tambah banyak sekali rahasia yang di sembunyikan nya.
Fidy sudah tahu lama jika Laura menipu nya, maka nya dia berusaha sekuat mungkin untuk tidak menyentuh Laura sedikit pun.
"Ana tidak pernah menggoda ku Laura, justru aku yang menahan diri untuk tidak tergoda pada pesona nya..."Ucap Fidy yang terus menatap tajam Laura.
Laura tersenyum smirk, dada nya terasa sesak mendengar perkataan Fidy.
"Katakan pada ku, di mana pesona Ana yang tidak aku punya...???"Tanya Laura dengan mata berkaca-kaca.
"Laura, aku di sini ingin menemani mu terkait kasus kematian Aryo, tolong jangan membuat aku tidak nyaman..."Fidy berkata dengan penuh penekanan.
"Seharus nya dulu kamu jangan pernah menikahi ku.."Laura berkata dengan suara bergetar, dengan buliran kristal yang sudah membasahi pipi nya.
Fidy menarik napas dalam-dalam dan membuang nya kasar.
"Keluar lah, kalau kamu ingin aku tinggal di mansion ini..."Fidy berkata sambil memutar kursi roda nya, dan membawa nya masuk ke ksmar mandi.
__ADS_1
"Kalau aku tidak bisa mendapatkan cinta mu, maka wanita itu juga tidak boleh mendapatkan mu..."Laura berkata sambil mengusap kasar air mata nya, kemudian melangkah keluar dari kamar Fidy.
***********
Sementara di rumah mewah Fidy, seorang lelaki muda yang sedang duduk di kursi rotan yang terletak di teras paviliun, sedang menghisap satu batang rokok, sambil menatap pekat nya langit.
Tring...
Sebuah pesan masuk ke ponsel nya.
( Kamu harus segera melaksanakan tugas mu )
( Hancurkan wanita itu malam ini juga )
Lelaki muda itu mengusap kasar wajah nya dan menelan saliva nya, setelah membaca pesan itu tenggorokan nya terasa kering seperti tercekat.
Tring...
Pesan kembali masuk
( Kalau kamu tidak segera melakukan tugas mu segera, kamu pasti tahu akibat nya )
Pesan terakhir pun mengirimkan sebuah foto wanita setengah baya, yang sedang melamun di ranjang sebuah rumah sakit.
Lelaki muda itu meletakkan ponsel nya, menghisap kembali sebatang rokok nya itu, kemudian menghembuskan asap nya menjadi sebuah gumpalan.
Dia membuka dompet nya, menatap dua foto wanita cantik beda generasi yang terpisah.
"Siapakah yang harus aku pilih di antara kalian.."Lelaki itu menatap nanar pada kedua foto wanita yang tersimpan rapi di dompet nya.
"Pilihan yang teramat sulit, kenapa lelaki itu tidak bisa melindungi nya..."Lelaki itu mengusap kasar air mata yang tidak terasa keluar dari sudut mata nya.
Dengan menarik napas panjang, lelaki itu pun mematikan batang rokok nya yang hampir tak tersisa, berlahan bangkit dari duduk nya.
Dengan langkah gontai, dia pun beranjak dari paviliun, dan melangkah berlahan menuju rumah utama.
Lelaki muda itu pun masuk mengendap-endap dari arah dapur, mencoba menghindari CCTV yang ada, karena lelaki itu sangat hapal di mana saja CCTV di letak kan.
Sampai sosok lelaki muda itu tepat berada di pintu sebuah kamar.
***********
Semakin seru ga cerita nya..???
Kalau makin seru ikuti setiap bab nya.
Jangan lupa mampir ke cerita seru yang satu ini 👇
__ADS_1