Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Rasa Cinta Yang Kuat


__ADS_3

Bab 123


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


Fidy menatap tubuh Ana, yang masih tak sadar kan diri. Ana terlihat seperti seseorang yang sedang tertidur pulas, begitu nyenyak sekali, bahkan terlihat kedamaian di wajah cantik nya.


"Apakah kenyataan bersama ku, begitu menyakitkan kan untuk mu..??"Sampai kamu lebih memilih tertidur sayang.."Fidy berkata dengan suara parau, sambil menggenggam erat tangan Ana, dan menaruh tangan Ana ke bibir dan wajah nya.


Tak terasa buliran bening, membasahi wajah tegas dan sempurna nya, mengalir cepat melewati rahang wajah nya yang keras.


Dunia Fidy terasa hancur, separuh nyawa nya seolah menghilang, membayangkan perpisahan nya dengan Ana.


Dengan lembut, dia mengelus pipi dan rambut Ana.


"Untuk kesekian kali, aku meminta maaf kepada mu An, jika beberapa bulan hidup bersama ku, selalu membuat mu menderita.."Fidy berkata, tanpa bisa membendung air mata yang terus mengalir, bahkan terlihat punggung nya yang naik turun karena terisak.


Di tengah kesedihan dan kekalutan nya, tiba-tiba ada sentuhan di pundak nya.


Fidy pun terhenyak, dia langsung menghentikan dan menghapus air mata nya.


Saat dia menoleh, tampak dokter Jimmy sedang tersenyum.


"Hai, Jim.."Fidy berusaha menyembunyikannya kesedihan nya.


"Ayo, kita ngobrol sebentar sambil ngopi"Ucap dokter Jimmy, sambil menepuk pelan pundak Fidy.


Fidy mengangguk, dengan hati-hati dan penuh kelembutan, Fidy melepas tangan Ana yang dari tadi di genggam nya, kembali dia mengelus wajah dan rambut Ana, kemudian mencium kening Ana dengan penuh kasih sayang.


Dokter Jimmy, hanya menghela napas melihat sikap Fidy.


Dua puluh tahun lebih, dia tidak pernah melihat Fidy menangis, setelah kematian mamah nya di dermaga.


Tapi hari ini, Seorang Fidy Eka Sakti, menumpah kan air mata nya, untuk seorang wanita Wiana Maharani.


Ternyata cinta Fidy sangat besar kepada Ana, begitu juga dengan rasa cinta nya kepada Febi.


Dokter Jimmy kembali merasakan sesak di dada nya. Mengingat perasaan cinta nya yang tak pernah terbalas.


Akhir nya, mereka berdua pun melangkah keluar dari kamar perawatan Ana.


Mereka memilih mengobrol di sebuah cafe yang tak jauh berada di rumah sakit.


"Apa, rencana mu sekarang..?"Tanya dokter Jimmy, menatap Fidy sambil menyesap secangkir kopi yang di pesan nya.


Fidy menarik napas dan membuang nya kasar.


"Aku akan mengembalikan Ana kepada nya.."Jawab Fidy lirih, sambil mengusap kasar wajah nya.


"Pasti sangat menyakitkan.."Dokter Jimmy berkata, seolah-olah untuk diri nya sendiri.

__ADS_1


"Lebih menyakitkan, jika melihat seseorang yang kita cintai menderita, saat hidup bersama kita.."Fidy berkata, dengan sebuah senyuman getir di hati nya.


"Tapi, dengan menyerah kan Ana kepada nya, akan ada hati yang tersakiti.."Ucap dokter Jimmy lagi, terihat frustasi di wajah nya.


Fidy menatap dokter Jimmy, sambil mengernyitkan dahi nya.


"Febi..??"Fidy menatap dokter Jimmy, mencoba menyakinkan siapa yang akan tersakiti, jika dia mengembalikan Ana kepada Satria.


"Kamu akan menyakiti adik kandung mu sendiri.."Jawab dokter Jimmy, sambil kembali menyesap kopi nya.


Fidy tidak menjawab, dia ikut menyesap kopi nya, entah lah kali ini rasa kopi terasa sangat hambar, padahal yang di pesan adalah kopi favorit nya.


Mungkin, karena hati nya yang gundah, sehingga indra perasa nya tidak berfungsi.


"Tidak perlu khawatir, aku akan bicara kepada nya.."Ucap Fidy, sambil memijit pelipis nya.


"Tapi itu akan menyakiti hati nya, aku tidak ingin Febi sedih dan menderita, seperti kamu tidak ingin membuat Ana bersedih.."Dokter Jimmy berkata, sambil menatap lekat wajah Fidy.


Fidy kembali menghela napas.


"Jika kamu mencintai adik ku berjuang lah.."Jawab Fidy, membalas tatapan dokter Jimmy


Dokter Jimmy tersenyum, sambil menggeleng kan kepala nya


"Fidy..Fidy, kamu menyuruh aku untuk berjuang, tapi lihat diri mu yang kalah sebelum berperang."Dokter Jimmy menatap Fidy dengan senyum mengejek.


"Ana dan Satria, sudah menjalin hubungan selama 10 tahun lebih, dan mereka saling mencintai, sedang kan Febi baru beberapa bulan mengenal Satria, dan aku sangat tahu jika hanya Ana di hati Satria."Ucap Fidy.tegas, penuh penekanan.


"Aku tahu dari semenjak kamu mengenal adik ku, kamu sudah jatuh cinta kepada nya khan..??"Tanya Fidy dengan senyum smirk.


Dokter Jimmy tidak menjawab, dia hanya terdiam menatap Fidy.


"Sikap ku mungkin dingin dan acuh, jika selama ini aku pura-pura tidak tahu dengan perasaan mu kepada Febi, itu karena aku mendukung mu.."Jelas Fidy, sambil mendekat kan wajah nya ke wajah dokter Jimmy, kemudian menarik kerah kemeja nya.


"Perjuangkan lah dia, aku akan bicara dengan nya tentang Satria dan Ana.."Fidy berkata lagi, sambil melepas sedikit kasar kerah kemeja dokter Jimmy dati tangannya.


"Bagaimana, kalau dia justru membenci dan menjauhi ku.??" Tanya dokter Jimmy, tidak yakin dengan saran Fidy.


Fidy tidak menjawab, tapi dia justru tertawa,. sedang jan dokter Jimmy mendengus kesal.


"Seorang dokter obgyn, yang sangat terkenal, berwibawa dan berprestasi, ternyata dokter yang sangat bod*h dalam urusan wanita.."Ejek Fidy.


"Seorang Fidy Eka Sakti, seorang CEO sukses, dengan sikap dingin, dan arogan, rela mengeluarkan air mata hanya demi seorang wanita.."Dokter Jimmy, membalas ejekan Fidy.


"Aku tetap pada rencana ku, sekarang aku akan menemui dia.."Jawab Fidy acuh, tidak mempedulikan ejekan dokter Jimmy.


Fidy segera mengambil ponsel nya, dan menekan tombol hijau, tampak nama Bramantyo terpampang di layar ponsel nya.


"Hallo."Ucap Fidy, saat panggilan terhubung.

__ADS_1


"Apa, dia masih ada mansion..??"


"Baik, aku akan segera kesana."Fidy berkata, sambil menutup ponsel nya.


"Aku akan pergi ke mansion, apa kamu mau ikut.??"Tapi, di sana ada Satria dan Febi."Fidy berkata, sambil bangkit dari duduk nys, meninggal kan secangkir kopi yang baru seteguk di minum nya.


Karena dokter Jimmy hanya terdiam, Fidy pun langsung melangkah meninggalkan meja mereka.


Dokter Jimmy tersadar, saat punggung Fidy, sudah keluar dari cafe.


Setelah menyesap kopi nya, yang hanya tinggal seteguk.


Kemudian dengan langkah seribu, dokter Jimmy pun menyusul Fidy.


**********


Tak berapa lama, mobil mereka pun sampai di halaman mantiom yang besar dan megah. Dengan di sambut oleh beberapa pelayan yang bekerja di mansion.


"Hallo mas.."Sapa Bramantyo.


"Ada di mana dia?"Tanya Fidy, terlihat kegusaran di wajah nya.


"Di halaman belakang.."Jawab Bramantyo..


Sebenar nya ada masalah apa dengan Satria, mas..??Tanya Bramantyo penasaran.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin ngobrol sebentar."Fidy berkata, sambil berlalu meninggalkan Bramantyo.


Fidy terus melangkah menuju halaman belakang, di mana terdapat sebuah taman yang di hiasai bunga-bunga yang indah dan sebuah kolam ikan yang cantik.


Terlihat sosok laki-laki, yang sedang duduk menatap ikan-ikan yang sedang bermain kejar-kejaran.


"Ingin sepeti mereka, yang berenang bebas tanpa saling menyakiti.."Fidy berkata tepat di samping Satria, sambil mata nya ikut menatap ikan-ikan hias.


Deg..


********


Bagaimana pertemuan Fidy dengan Satria..??


Bagaimana hati Ana kepada Satria..??


Jawaban nya, jangan lewat kan setiap bab nya ya๐Ÿคญ๐Ÿ˜


Cerita yang semakin seru, menuju bab-bab akhir


Jangan lewat kan novel author yang baru saja di kontrak dan yang sudah tamat๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


__ADS_1



__ADS_2