Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Penculikan bi Minah


__ADS_3

103


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Mereka sudah sampai di meja makan, tampak Ayu yang sudah menunggu, dengan wajah yang tampak pucat dan ketakutan.


"Ayu, kamu kenapa..??"Tanya Ana khahwatir, langsung menghampiri Ayu.


Ayu tidak menjawab, tubuh nya bergetar hebat, Fidy pun langsung meraih ponsel yang di pegang Ayu.


Mata Fidy terbelalak kaget, saat melihat tubuh bi Minah, dalam keadaan mengenas kan.


Tampak tubuh bi Minah yang ringkih, dengan Kaki dan tangan nya di ikat, mulut nya di tutup lakban.


Keadaan nya begitu berantakan, terlihat luka memar di wajah, kaki dan tangan nya.


Fidy mengerut kan kening nya, tiba-tiba ponsel nya berbunyi.


Wajah Fidy tampak memerah, rahang nya terlihat mengeras, dengan gemeretak gigi yang terdengar.


Fidy menggeram, saat ponsel nya sudah tertutup.


"Si*l..!!"Teriak Fidy, sambil mengusap kasar wajah nya.


"Ada apa mas..??"Tanya Ana menatap Fidy, dengan wajah yang terlihat semakin khawatir.


Fidy menarik napas dalam-dalam, dan membuang nya kasar.


"Mereka berhasil menculik bi Minah, dari kantor polisi.."Fidy berkata, dengan kegusaran di wajah nya.


"Hah, kok bisa mas..??"Tanya Ana tak percaya, sambil menggeleng kan kepala nya menatap Fidy.


Sedang kan Febi, terlihat syock, dia langsung terduduk lemas di kursi meja makan, sedang kan Ayu karena kekhawatiran dan ketakutan nya, tangisan nya pun pecah dan terdengar sangat pilu.


Fidy meraih ponsel nya, dia menghubungi Jimmy dan Robert, meminta mereka untuk segera datang, dia juga menghubungi pak Basir.


"A..aku harus pergi ke tempat itu, aku akan membawa bukti-bukti itu, aku akan memberikan kepada nya.."Ucap Ayu tiba-tiba, dan bangkit dari duduk nya.


"Apa-apaan kamu Ayu, jangan gegabah..!!"Cegah Fidy, sambil mencengkram lengan Ayu, yang mau melangkah pergi.


"Tetapi ibu ku dalam bahaya, tuan..!!"Teriak Ayu, berusaha melepas kan cengkeraman tangan Fidy.


"Mas, lepas kan, kamu menyakiti Ayu.."Ana berusaha melepas kan tangan Fidy, dari lengan Ayu.


Fidy pun tersadar, dan langsung melepas kan cengkeraman nya.


"Maaf kan aku Ayu.."Ucap Fidy, menatap Ayu yang sedang menangis dalam pelukan Ana.


Fidy mengusap kasar wajah nya.

__ADS_1


"Kamu tenang dulu Yu, kita harus berpikiran jernih, jangan gegabah.."Ucap Ana, sambil mengelus lembut punggung Ayu.


Tapi dengan kasar Ayu langsung melepas kan diri nya dari pelukan Ana, dan menatap nyalang ke arah Ana.


Wajah yang di genangi air mata, kini berubah merah penuh amarah.


Tentu saja sikap Ayu membuat Fidy dan Febi kaget, mereka menatap Ayu tak percaya.


Sedang kan Ana terlihat syock, dengan perlakuan Ayu pada nya.


"Kenapa kamu tidak punya rasa kasihan sama sekali, terhadap bu Minah..???"Tanya Ayu, dengan tatapan tajam nya ke arah Ana.


"M..maksud kamu apa Yu.??"Tanya Ana tak mengerti ucapan Ayu.


"Aku tidak punya waktu untuk menjelas kan, sekarang coba tanya hati mu, adakah rasa berbeda saat kamu berdekatan dengan nya..??!!"Ayu berkata, dengan suara bergetar.


"Betapa beruntung nya kamu nyonya Ana, masih mempunyai seseorang yang ada hubungan darah dengan mu, sayang nya anda tidak mempunyai ikatan batin sama sekali..!!"Ayu berkata, dengan senyum sinis nya.


"Ayu, cukup .!!!"Bentak Fidy, saat melihat wajah Ana yang berubah, dengan mata berkaca-kaca.


"Maksud kamu apa Yu..??"Tanya Ana, dengan suara parau.


Dada nya terasa sesak, saat tahu jika suatu kebenaran dan kenyataan dalam hidup nya yang lain, akan segera di ketahui nya.


"Ana, kamu tenang dulu sayang.."Fidy berkata, sambil menggenggam jemari tangan Ana.


"Aku harus tahu semua nya, aku tidak mau lagi jika ada rahasia di masa lalu ku.."Ana berkata, dengan penuh penekanan.


"Katakan yang sebenar nya Yu, dan kamu mas, jangan pernah menutupi dengan semua kebenaran tentang diri ku.."Ana berkata, di sela-sela isak tangis nya.


Luka yang sudah mengering, kenyataan yang sudah ikhlas di terima nya, ternyata akan terulang lagi, entah lebih menyakit kan dari sebelum nya atau tidak.


Ayu tidak menjawab, dia hanya menunduk kan wajah nya dengan air mata yang terus mengalir.


Dia sangat mengkhawatir kan keadaan bi Minah, tapi dia tidak sampai hati melihat kesedihan Ana.


"Duduk lah An, aku akan memberitahu mu sesuatu.."Ucap Fidy lembut, membawa Ana untuk duduk.


Febi hanya menatap bergantian Fidy, Ana dan Ayu.


"Kata kan mas, apa yang kamu ketahui tentang rahasia ku..??"Tanya Ana, saat mereka sudah duduk berhadapan.


Fidy menghela napas, menatap nanar Ana.


"Bi Minah itu, ibu kandung mu An.."Fidy berkata, dengan menatap lekat Ana.


Seketika Ana hanya diam mematung, menatap Fidy.


Febi juga tersentak kaget, mendengar perkataan Fidy, sedang kan Ayu kembali menangis.

__ADS_1


"Tolong berikan aku penjelasan.."Pinta Ana, dengan mata yang sudah berkaca-kaca kembali.


"Kenyataan apa lagi yang harus aku terima..??"Tanya Ana, pada diri sendiri.


Lagi-lagi Fidy menghela napas.


"Bi Minah mempunyai dua orang anak perempuan, salah satu nya kamu An.." Lanjut Fidy, menatap wajah Ana..


Ana memejam kan mata nya, air mata langsung turun dengan bebas nya dari pelupuk mata nya.


"Sayang.."Panggil Fidy lirih, mencoba mengusap air mata Ana.


Ana memegang lengan Fidy, mencegah tangan nya untuk menghapus air mata nya.


Fidy pun terpaksa, menarik tangan nya kembali.


"Terus kan cerita mu mas.."Ana berkata, sambil membuka mata nya, menatap sendu ke arah mata Fidy.


Sebenar nya Fidy tidak tega, melihat keadaan Ana, apa lagi Ana pernah sangat terluka, dengan kenyataan pahit yang pernah menghampiri nya.


Tapi bagaimana pun, Ana harus tahu siapa orang tua kandung nya, dan seperti apa mereka sekarang.


"Sebenar nya, ayah dan ibu mu adalah korban sebuah sifat iri yang berubah menjadi sebuah dendam.."Lanjut Fidy, dengan terus menatap Ana.


Ana mengerut kan dahi nya.


"Dulu mereka bersahabat, karena ayah mu selalu lebih unggul dari nya, lama-lama muncul lah rasa iri di hati nya, sehingga membuat nya menjadi dendam, dan pasti nya ingin menghancur kan kehidupan ayah mu.."Fidy berkata, tanpa melepas kan tatapan nya dari wajah Ana.


"Mereka, m-maksud mu ayah ku dan temannya?"Tanya Ana, menatap tajam Fidy.


Fidy mengangguk.


"Apa dia juga, yang menyuruh papah Adrian, dan mamah Irma untuk merawat ku..??"Tanya Ana, penuh selidik.


Fidy kembali mengangguk


Ana mengusap kasar air mata nya.


"Siapa orang yang kejam itu .??"Tanya Ana, menatap penuh selidik.


"Ayah ku..."


**********


Suara siapakah itu..??


Beberapa bab ini, kita akan membongkar banyak rahasia yang terjadi di masa lalu Ana.


Tetap ikuti setiap bab nya ya.

__ADS_1


Jangan lupa Novel tamat dan up.



__ADS_2