Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Penemuan mayat


__ADS_3

Bab 95


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Pagi ini cuaca kurang bersahabat, hujan yang mengguyur sepanjang malam, membuat suasana terlihat sendu, di tambah pagi ini gerimis yang masih turun dengan rintik-rintik.


Tapi aktivitas di dermaga tetap berjalan seperti biasa, para awak kapal, sedang sibuk membongkar pasang muatan, mereka semua sibuk dengan tugas mereka masing-masing, sampai mereka di kaget kan dengan sebuah teriakan.


"Mayat,,, ada mayat.."Teriak seseorang yang berada di ujung kapal.


Semua orang menghentikan aktivitas nya, dan berlari ke sumber suara.


Semua orang yang terkejut, dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang tersangkut di bawah bagian kapal.


Terlihat keadaan mayat laki-laki itu sangat mengenas kan, dengan batu yang terikat dengan rantai di kaki kanan nya, tubuh mayat itu terlihat penuh luka memar dan tusukan, terlihat juga tubuh nya sudah membiru dan bengkak, bahkan wajah nya nyaris tak bisa di kenali.


Di duga setelah di buang, mayat laki-laki tersebut tidak langsung tenggelam tapi malah menyangkut di salah satu kapal yang sedang bersandar ( memang sudah jalan nya, jika mayat tersebut memang harus di ketemukan ).


Serapi-rapi nya kejahatan pasti akan ketahuan juga.


Tidak ada petunjuk sama sekali, yang mengarah ke identitas mayat tersebut, dan tidak ada juga yang berani menyentuh mayat itu sebelum pihak yang berwajib datang.


Tak lama polisi pun sampai di tempat perkara ( TKP ), dan para polisi langsung membawa mayat laki-laki itu ke rumah sakit untuk di autopsi, dan mereka pun segera memasang garis line ( garis polisi ).


Tampak para pekerja media pun, sudah berkumpul di TKP, untuk mencari informasi berita.


**********


Karena cuaca yang masih gerimis, membuat Fidy enggan untuk pergi ke kantor, apa lagi ada Febi adik perempuan nya yang baru datang dari Jerman.


Tapi yang menjadi alasan utama nya, dia ingin menikmati pagi ini bersama Ana, sedang kan dokter Jimmy, sudah berangkat pagi-pagi tadi, karena ada operasi yang harus di tangani nya.


Tampak Fidy, Ana dan Febi sedang duduk di meja makan menikmati sarapan pagi mereka.


"Wah, kalau harus tinggal di Indonesia, aku bisa-bisa semok nie..."Kelakar Febi, yang terlihat sangat lahap menikmati sarapan nya.


Fidy dan Ana mengerutkan kening mereka, menatap penuh tanya ke arah Febi yang sibuk dengan sarapan nya.


Febi pun tersadar, jika diri nya sedang di perhatikan oleh Fidy dan Ana.


"Setiap masakan kakak ipar itu lezat banget, jadi selalu bikin aku sampai gagal diet.."Ucap Febi santai, dan fokus kembali pada sarapan nya.


"Kamu berlebihan Feb.."Ana berkata, dengan wajah yang mulai bersemu merah, apa lagi Fidy kini menatap hangat Ana yang berada di samping nya.


"Benar kak, masakan bi Minah saja kalah sama masakan kakak.."Febi tersenyum manis memuji Ana.


"Kakak ipar ku ini, benar-benar paket komplit, selain cantik juga jago banget masak, pokok nya mamas tuh benar-benar laki-laki beruntung..."Febi berkata lagi, dengan mata menatap kagum Ana.

__ADS_1


"Pantas saja, dia begitu mencintai mu kak, karena diri mu benar-benar wanita sempurna.."Ucap Febi dalam hati, sambil tersenyum menatap Ana.


"Aku harus belajar banyak dari kak Ana, agar aku bisa membuat dia jatuh cinta kepada ku.."Ucap Febi lagi dalam hati.


"Hai, kenapa kamu menatap istri ku seperti itu..?"Jerman tidak membuat mu menjadi menyimpang khan..??"Tanya Fidy, menatap tajam Febi.


"Ish, enak saja, aku masih normal tau..!!"Ucap Febi melotot ke arah Fidy, sambil mengerucutkan bibir nya.


"Mas.."Ana mengedipkan kedua mata nya ke arah Fidy, merasa tidak enak dengan Febi.


"Ga pa pa kakak ipar, mamas itu bucin banget, sampai aku di cemburu in.."Febi berkata, sambil memutar kedua bola mata nya.


Fidy ingin menjawab kata-kata Febi, tapi Ana langsung memegang lembut lengan Fidy, sambil menggelengkan kepala nya.


Fidy pun tersenyum hangat, menatap mata dan wajah Ana yang begitu teduh.


Rasa nyaman dan damai, seketika menjalar ke relung hati Fidy setiap kali dia berada di samping Ana istri nya.


Tapi saat Fidy mengingat cepat atau lambat, mereka akan berpisah, hati nya terasa sangat kosong, penantian yang panjang untuk hidup dan memiliki Ana, seakan hanya sebuah mimpi.


"Mas.."Panggilan lembut Ana, seketika menyadarkan Fidy dari lamunan nya.


"I love you.."Jawab Fidy reflek, sambil menggenggam jemari Ana yang berada di lengan nya.


Seketika ucapan Fidy membuat Ana dan Febi kaget, apa lagi Febi, dia hanya melongo menatap mamas nya, yang menurut nya begitu alay.


Perkataan Febi, membuat wajah Ana kembali memerah, ingin rasa nya Ana berlari meninggalkan meja makan, dan menyembunyikan wajah nya di bawah bantal.


Tiba-tiba saja ponsel Fidy berdering, terlihat nomor tak di kenal.


Fidy pun meraih ponsel nya, dan menekan tombol hijau.


"Hallo..."Jawab Fidy, sambil mengangkat ponsel nya.


"Iya benar..."


"Apa..??"


"Baik, saya akan segera kesana.."Jawab Fidy lagi, sambil menutup ponsel nya.


Wajah nya terlihat menegang, ada kegusaran dan amarah terlihat di kedua bola mata nya yang tajam, berwarna hitam pekat.


"Mas, ada apa .??"Tanya Ana khawatir, melihat perubahan di wajah Fidy.


Fidy menatap bergantian Ana dan Febi.


"Maaf sayang, mas harus ke rumah sakit sekarang.."Jawab Fidy, dengan tatapan gelisah, tubuh nya sudah menghadap Ana, menatap nya dengan lekat.

__ADS_1


"Rumah sakit..??"Siapa yang sakit mas..??"Tanya Ana panik


Terlihat wajah tegang Febi, menatap Fidy dengan penuh tanda tanya.


Fidy menarik napas berlahan, kemudian membuang nya kasar.


"Mas.."Panggil Ana, kembali menyentuh lengan Fidy.


Fidy pun menyentuh tangan Ana yang berada di lengan nya.


"Wira, .."Fidy berkata sambil menatap dalam manik mata Ana.


"Wira..??"Ada apa dengan Wira mas...????"Tanya Ana kaget.


"Barusan polisi menghubungi ku, memberi tahu jika di dermaga biru, tempat di mana aku pernah membawa mu kesana.."Fidy tidak meneruskan ucapan nya, beberapa kali dia menelan saliva nya, tiba-tiba tenggorokan nya terasa begitu kering.


"Apa hubungan nya, dermaga biru dengan Wira mas..??"Tanya Ana, tak mengerti.


Fidy menghela napas.


"Tadi pagi sekali, para pekerja yang bertugas bongkar pasang alat berat, menemukan mayat Wira tersangkut di bawah kapal yang sedang sandar.


"Apa ..???"


Prang..


Fidy, Ana dan Febi terperanjat kaget, dan langsung menoleh ke arah sumber suara.


Tampak bi Minah yang terlihat syock, tubuh nya bergetar hebat, dengan air mata yang sudah mengalir deras di wajah setengah baya nya.


*********


Siapa lelaki yang di maksud Febi..???


Apa hubungan nya dengan Ana...??


Siapa sebenar nya Wira dan bi Minah sebenar nya..??


Apa hubungan mereka..???


Simak terus cerita nya.


Maaf baru up.


Jangan lewat kan juga novel di bawah ini 👇👇


__ADS_1



__ADS_2