Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Wedang Jahe


__ADS_3

Bsb 47


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


"Istri...??!!"Ana berkata nyaris berteriak tak percaya menatap Fidy.


"Apa salah seorang suami memanggil istri kepada wanita yang sudah halal untuk nya...???"Tanya Fidy sambil menaikkan alis nya, dengan tatapan hangat ke wajah Ana, yang rona wajah nya sudah seperti kepiting rebus.


Fidy menghela napas.


"Wihana Maharani, aku tahu, mungkin semua yang terjadi dalam hidup mu adalah sesuatu yang sangat mengejutkan, karena semua terjadi secara tiba-tiba..."Ucap Fidy sambil menggenggam hangat jemari Ana.


"Bersabarlah, sekali lagi aku meminta, apa pun yang terjadi tetap lah di samping ku..."Ucap Fidy lagi dengan tatapan sendu nya.


Ana menelan saliva nya, membasahi tenggorokan nya yang tiba-tiba terasa sangat kering.


"Untuk sementara ini, biarlah waktu yang menjelaskan, selama aku masih bernapas kamu akan baik-baik saja di samping ku..."Fidy kembali berkata dengan menatap lekat wajah Ana.


Lagi-lagi Fidy menghela napas.


"Sebenar nya belum wsktu nya aku berbicara seperti ini, mengutarakan semua rasa di hati ku..."Fidy berkata sambil mengatur napas nya kembali.


"Aku mohon, berikan kepercayaan kepada ku untuk menjaga mu..."Fidy kembali berucap dengan tatapan nanar.


Ana menatap lekat wajah dan mata Fidy, tampak kehangatan, ketulusan dan kejujuran bermuara di sana.


"Apa yang aku rasakan sekarang, kebahagiaan kah??"Batin Ana yang terus menatap lekat wajah lelaki yang berstatus suami nya.


Di saat Ana akan menjawab pertanyaan Fidy, bapak penjaga kedai pun datang membawa pesanan mereka.


Fidy pun berlahan melepaskan genggaman nya.


"Silahkan tuan, nyonya, jika ada yang kurang bisa langsung panggil saya...."Ucap si bapak sopan sambil meletakkan makanan dan minuman yang di pesan Fidy dan Ana."


"Baik, terimakasih banyak pak..."Jawab Ana sambil tersenyum ramah.


Sedangkan Fidy langsung mengaduk wedang jahe yang masih mengepul kan asap, kemudian mengangkat gelas nya, mencium aroma nya,dan menyesap nya dengan penuh kenikmatan.


Fidy memejamkan mata nya, merasakan aroma khas jahe dan kehangatan yang di rasakan di tenggorokan dan perut nya.


Ana memperhatikan Fidy, yang begitu menikmati wedang jahe nya.


Ana pun melakukan hal yang sama dengan Fidy, setelah mengaduk wedang jahe, dia mengangkat gelas nya, kemudian mencium aroma jahe dan gula merah yang sangat khas.


Ana menyesap dan memejamkan mata nya, rasa hangat dan pedas jahe, sangat balance dengan gula merah yang tercampur jadi satu.


"Enak sekali wedang jahe ini...."Ucap Ana sambil memejamkan mata merasakan sensasi hangat di tenggorokan dan perut nya.


Fidy berlahan membuka mata, menatap wajah Ana dengan mata terpejam.


"Selain nikmat, wedang ini juga salah satu kenangan terindah dalam hidup ku An...."Ucap Fidy sambil meletakkan gelas wedang jahe nya.


Berlahan Ana pun membuka mata, menatap Fidy yang terlihat sedang mengaduk mangkok mie nya.


"Makan lah, nanti mie nya keburu dingin..."Fidy memberikan semangkok indomie telur spesial ke hadapan Ana, dia juga mengaduk satu mangkok mie kepunyaan nya.


Ana meletakkan gelas wedang jahe ke meja.


"Tuan..."Panggil Ana ragu.


Fidy mengangkat kepala menatap Ana.


"Jangan banyak bertanya, dengan berjalan nya waktu, kamu akan mengetahui nya sendiri, makan lah..."Fidy berkata sambil memasukkan satu sendok mie beserta telur nya ke dalam mulut Ana.


"Hpp.."Ana kaget dan langsung membuka mulut nya, sukses satu sendok mie beserta telur nya sukses meluncur masuk ke perut Ana.


"Hmmm.."Ini hanya Indomie telur khan?Tapi kenapa rasa nya lebih nikmat dari mie yang pernah aku makan bahkan yang aku buat..????"Tanya Ana heran menatap Fidy.

__ADS_1


"Aku sudah bilang, kalau semua yang ada di sini itu spesial...??"Fidy berkata dengan tersenyum tipis.


Ana dengan semangat mengambil satu sendok mie beserta telur nya, dan ketika ingin memasukkan ke mulut nya.


"Hai, kamu punya satu hutang suapan.."Ucap Fidy sambil menahan lengan Ana.


Ana mengernyitkan dahi nya, menatap tidak mengerti ke arah Fidy.


Fidy membuka mulut, sambil menghela napas, Ana pun mengerti, dan segera memasukkan sesendok mie tadi ke mulut Fidy.


"Ish, perhitungan banget sie...!!"Desis Ana kesal sambil mengerucutkan bibir nya, saat mie sudah masuk ke mulut Fidy


Fidy kembali tersenyum melihat ekspresi Ana, dia merasa bahagia sekali, kebersamaan nya dengan Ana benar-benar memberikan warna berbeda dalam hidup nya.


"I Love U An..."Batin Fidy sambil menatap Ana yang sangat lahap menyantap mie nya, sesekali meneguk wedang jahe sampai tandas.


Fidy tersenyum bahagia, dia pun segera melahap mie nya dan meminum wedang jahe nya sampai habis.


"Alhamdulillah.." ucap Ana dan Fidy bersamaan sambil mengusap mulut mereka dengan tissue.


Mereka saling bertemu pandang dan tersenyum,.


"Jangan kenyang dulu, masih ada ronde terakhir..."Ucap Fidy sambil melirik roti bakar coklat keju, dan pisang bakar susu keju beserta 2 gelas jeruk hangat.


Ana menyeringai sambil mengelus perut nya yang terasa sudah penuh.


Dengan tertawa kecil, mereka pun mengambil masing-masing menu, Fidy roti bakar coklat keju, sedang kan Ana pisang bakar susu keju.


Dengan tertawa kecil mereka pun saling menyuapi dengan menu bergantian, binar kebahagiaan benar-benar terpancar di wajah mereka.


Dengan di selingi canda gurau, akhir menu pisang bakar dan roti bakar habis tanpa sisa.


"Ya Allah, terimakasih atas segala nikmat Mu malam ini.."Ucap Ana penuh kebahagiaan.


"Aamiin.."Ucap Fidy.


Fidy yang sudah menghabiskan air jeruk nya, langsung mengambil gelas Ana dan meminum nya sampai tandas.


Ana tercengang tak percaya, selain perut nya terasa penuh melihat Fidy yang bisa meminum nya air jeruk sampai habis, tapi karena Fidy juga meminum air jeruk bekas nya.


"Alhamdulillah, sudah habis semua..."Ucap Fidy tersenyum melihat ke wajah Ana.


"P.. perut ku penuh sekali..."Ana mengusap kembali perut nya.


Fidy tertawa kecil, melihat wajah Ana yang memerah karena kekenyangan.


"Apa kamu bahagia An..."Tanya Fidy yang mendekat kan wajah nya, kemudian menyingkirkan sedikit rambut yang menutupi wajah nya.


"A..aku bahagia sekali..."Ucap Ana gugup dengan wajah semakin memerah.


Ana sudah terbiasa dengan panggilan Fidy yang sekarang menanggil nya An, panggilan sayang yang di semat kan selama 10 tahun dari Satria untuk nya.


"Lupakan Satria Ana, buka mata dan hati mu. yang berada di hadapan mu adalah suami mu, walaupun kamu hanya jadi yang kedua..."Ana berkata dalam hati mencoba menepis bayangan Satria.


"Ternyata membahagiakan mu itu sangat sederhana An, maaf aku tidak jadi mengajak mu dinner di restoran mewah.."Ucap Fidy sambil menggenggam jemari Ana


"Kebahagiaan itu tidak harus dengan kemewahan, aku yakin makanan dan minuman yang barusan kita nikmati, rasa nya jauh lebih lezat dari restoran termewah di Indonesia...."Jawab Ana sambil membalas genggaman tangan Fidy.


"Kamu tahu kenapa...???"Tanya Ana dengan senyuman termanis nya.


"Apa...??"Tanya Fidy lembut dengan tatapan penuh cinta.


"Karena kita menikmati semua nya penuh dengan rasa syukur dan ikhlas sehingga menjadi suatu keberkahan..."Jawab Ana membalas tatapan Fidy.


"Dan satu lagi..."Ucap Fidy dengan tersenyum.


"Apa...?"Tanya Ana sambil mengernyitkan dahi nya.

__ADS_1


"Karena ada rasa cinta dan kasih sayang di dalam nya, jadi apa pun dan di mana pun yang kita makan pasti rasa nikmat nya lebih berlipat-lipat..."Fidy berkata dengan senyum penuh kebahagiaan, dengan mata yang terus menatap lekat Ana, jemari yang semakin kuat menggenggam jemari Ana.


Deg...


Ana merasakan jantung nya berdegup kencang.


"A..apa ini sebuah pernyataan...??"Tanya Ana ragu.


"Saat aku mengucapkan ijab kabul, itu arti nya kamu sudah menjadi bagian dalam hidup dan napas ku, kamu adalah tanggung jawab ku An..."Jawab Fidy tersenyum, menyakinkan Ana.


"Aku tidak pernah menganggap pernikahan hanya main-main, apa lagi alat balas dendam.."Ucap Fidy lagi.


"Maaf kan dengan sikap ku yang dari awal tidak baik menjadi suami, dan maaf juga jika aku mengutarakan isi hati ku hanya di sebuah kedai kopi sederhana di dermaga.."Fidy berkata dengan mata yang menyesal, karena tidak jadi mengajak Ana makan malam di restoran mewah yang sudah di pesan nya


Padahal Fidy sudah menyiapkan semua secara matang, untuk mengutarakan isi hati nya pada Ana.


"Dasar baji**an, lihat saja aku akan membuat perhitungan pada mu..."Batin Fidy geram.


"Aku sudah bilang tempat bagi ku tidak penting, yang penting suatu kejujuran dan ketulusan, dari pada tempat mewah tapi penuh kebohongan.."Jawab Ana dengan tatapan mata yang mulai sendu.


"Terimakasih An.."Ucap Fidy mencium tangan Ana yang berada dalam genggaman nya.


Ana tersenyum dengan wajah memerah, sambil menggigit bibir bawah nya, tentu saja membuat Fidy sangat gemas


"Kita pulang sekarang sayang, sudah malam.."Ucap Fidy lembut.


"Iya kasihan juga si bapak, gara-gara ada kita kedai nya jadi sepi.."Ucap Ana yang menatap sekeliling kedai,


Yang hanya ada si bapak yang dari tadi terlihat sibuk atau memang menyibukkan diri , karena tidak mau melihat atau menguping pembicaraan Fidy dan Ana.


Fidy hanya tertawa kecil mendengar perkataan Ana, kemudian Fidy mengajak Ana bangun dari duduk nya.


Sambil berpegangan tangan, mereka menghampiri si bapak pemilik kedai


"Sudah selesai makan nya tuan, nyonya..??"Tanya si bapak pemilik kedai dengan sopan dan hormat.


"Iya pak, makanan dan minuman nya enak sekali, terutama wedang jahe nya pak..."Jawab Ana tersenyum ramah.


"Terimakasih nyonya atas pujian nya..."Jawab si bapak dengan tertunduk hormat.


"Tidak usah tuan, tuan mau singgah kesini bersama nyonya saja sudah menjadi suatu kehormatan untuk saya.."Ucap si pemilik kedai saat melihat Fdy yang akan mengambil dompet nya.


"Hai, mana bisa seperti itu..."Ucap Fidy yang langsung mengambil seluruh lembar uang merahan di dalam dompet nya, jika di taksir ada 30 lembar, dan langsung menyerahkan ke genggaman tangan si bapak.


"Tapi ini banyak sekali tuan.."Bapak pemilik kedai berkata sambil melihat lembaran ratusan ribu di tangan nya.


"Untuk tambahan modal jualan.."Ucap Fidy.


"Oh ya, besok bawalah istri mu ke rumah sakit Aksa Sakti, anak buah ku akan menjemput kalian besok..."Ucap Fidy sambil menepuk pelan pundak si bapak.


"Benarkah tuan..???"Tanya si bapak tak percaya dengan mata berbina.


"Hmmm..."Jawab Fidy sambil mengangguk.


"Suruh mereka untuk makan dan minum gratis malam ini."Ucap Fidy sambil menatap para pekerja yang sedang sibuk bongkar pasang muatan .


"Baik tuan, terimakasih banyak.."Ucap si bapak penuh semangat sambil mengangguk hormat.


Fidy hanya membalas dengan anggukan, kemudian membawa Ana yang masih tercengang dengan perlakuan dan perkataan Fdy kepada si bapak pemilik kedai.


***********


Segini dulu ya up nya, author nya lagi sedikit flu, kepala cenat cenut.


Dukung terus ya, biar author semangat bikin novel nya.


Ayo yang belum mampir ke karya author yang sudah tamat, monggo di kepoin "Darah Daging Yang Di Benci "

__ADS_1



__ADS_2