Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Kepergian dokter Alan dan suster Eva


__ADS_3

Bab 79


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


"Apa, kecelakaan...??"


"Oke, saya akan segera kesana..."""


Fidy langsung memutar arah mobil nya, dan segera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, menuju rumah sakit XX.


Setelah sampai di rumah sakit dan memarkirkan mobil nya, dengan setengah berlari Fidy menuju ruang IGD.


Saat sampai di ruang IGD, dan dia langsung bertanya dengan salah satu petugas, Fidy pun di antar oleh salah satu perawat, untuk melihat korban kecelakaan yang di maksud.


Fidy melihat tubuh wanita yang baru di kenal nya akhir-akhir ini, kini sudah terbujur kaku dengan beberapa luka di bagian kaki, lengan, wajah dan kepala nya yang terlihat sangat parah.


Wanita yang sudah merebut hati om nya, padahal om nya rela menduda selama hampir 20 tahun karena masih terkenang dengan mendiang istri nya, Fidy tahu sejak kematian istri nya, dia seperti menutup hati nya untuk seorang wanita, sampai akhir nya, om nya mengenal kan wanita ini kepada nya.


Tapi wanita ini, kini sudah terbujur kaku, Fidy menatap tak percaya, apa lagi saat tim medis langsung menutup wajah nya, wanita yang tak lain adalah suster Eva.


Tampak keluarga dari suster Eva menangis histeris.


Fidy yang sedang terpaku pun tersadar.


"Om Alan, di mana laki-laki yang bersama wanita ini..??"Tanya Fidy kepada perawat, dengan wajah yang begitu cemas.


"Maksud anda dokter Alan..??"Tanya dokter yang sedang ber tugas.


Fidy menoleh ke arah laki-laki tang memakai jas putih, dan dia langsung mengangguk.


"Mari ikut saya tuan.."Ajak dokter kepada Fidy.


Fidy pun langsung mengikuti langkah dokter.


Hati Fidy semakin tidak karuan, langkah nya terasa bergetar, keringat dingin membasahi tubuh dan dahi nya, dia hanya bisa berdo'a, semoga keadaan dokter Alan tjdak mengkhawatirkan.


Kaki Fidy tiba-tiba terasa sangat lemas, ketika dokter menghentikan langkah nya di ruang ICU, dokter mempersilahkan Fidy masuk setelah melakukan rangkaian sterilisasi, dan menggunakan pakaian khusus.


Tungkai kaki Fidy terasa lemas, dia tidak mampu menggerakkan kaki nya, bibir nya bergetar melihat sosok dokter Alan yang tubuh nya penuh dengan alat medis, terlihat monitor detak jantung di sebelah ranjang dokter Alan.


Dengan tubuh lemas dan mata berkaca-kaca, Fidy berjalan berlahan mendekati tubuh dokter Alan yang terbaring tak berdaya.


"Apa yang terjadi pada om saya, dok..???"Tanya Fidy pada dokter di sebelah nya.

__ADS_1


Dokter itu menghela napas.


Dokter Alan dan suster Eva mengalami kecelakaan, sebelum menabrak pembatas jalan, mobil mereka sempet tiga kali terpelanting, tubuh suster Eva terlempar keluar, sehingga tubuh nya yang sudah terluka bertambah parah karena harus terbanting ke aspal, itulah penyebab nyawa nya tidak bisa di selamat kan.


Sedang kan dokter Alan terjebak di mobil, kaki nya terjepit dan mengalami benturan yang kuat di kepala nya, sehingga keadaan dokter Alan menjadi kritis.


"Tolong lakukan yang terbaik, berapa pun biaya nya.."Ucap Fidy, sambil menatap sedih wajah dokter Alan.


Tiba-tiba jari jemari dokter Alan bergerak, terlihat seperti ada gerakan di bibir nya.


Semua yang berada di ruangan itu tersentak kaget.


"Om..!!"Seru Fidy.


Dokter dan suster pun langsung mengecek keadaan dokter Alan, tubuh dokter Alan seperti bergetar, napas nya terlihat sesak, tapi bibir dan tangan nya seperti memanggil dan ingin bicara dengan seseorang.


"Dokter, tekanan darah dan detak jantung pasien semakin melemah..."Terang seorang suster yang sedang memeriksa keadaan dokter Alan.


Dokter memberi tanda pada Fidy.


Fidy pun langsung menghampiri dokter Alan.


"Om, bertahan lah, ini aku Fidy..."Fidy berkata sambil memegang jemari dokter Alan, dan mendekat kan wajah nya ke wajah dokter Alan."


"D..d.i..a..a..a..n..nak.b...bu.a.hhh..A..a..ak..sa.."...Dokter Alan berkata dengan napas yang semakin terlihat sulit, seperti tercekik, dan berlahan mata dokter Alan pun tertutup, bersamaan dengan itu terdengar suara monitor detak jantung yang berbunyi sangat nyaring, kemudian langsung berhenti, sehingga membuat orang yang mendengar merasakan ketakutan yang teramat sangat.


"Om, bertahan lah ...!!"Teriak Fidy sambil mengguncang tubuh dokter Alan.


"Innalilahi Wainnailaihi Rojiun.."Ucap dokter.


"Tidakkkk..!!!"Om bangun ayo bangun om..!!"Teriak Fidy masih terus mengguncang tubuh dokter Alan.


"Tuan maaf, dokter Alan sudah tiada.."Dokter berkata sambil memegang pundak Fidy, berusaha menenangkan nya.


Fidy tidak bisa menahan tangis nya, kepergian Aryo yang baru beberapa minggu, akibat pembunuhan yang sadis, kini papah nya dokter Alan menyusul karena kecelakaan.


"Kecelakaan.."Gumam Fidy sambil menyeka air mata nya.


Fidy teringat kata-kata terakhir dokter Alan, walau pun suara dokter Alan tidak jelas, tapi Fidy bisa jelas mendengar nya,


"Anak buah Aksa..."Kata Fidy dalam hati, mencoba mencerna perkataan terakhir dokter Alan.


Fidy menghela napas, wajah nya memerah, telapak tangan nya terlihat mengepal penuh amarah.

__ADS_1


"Kalau benar ini sabotase, kalian semua yang terlibat, harus mempertanggungjawabkan nya..."Geram Fidy dalam hati..


"Maaf tuan Fidy, jenazah nya mau di bawa pulang kemana..??"Ambulans sudah siap..."Ucap dokter menyadarkan Fidy.


"Maaf dok, di bawa langsung ke rumah duka saja, saya yang akan bertanggung jawab.."Jawab Fidy dengan pasti.


"Baik tuan.."Jawab dokter.


Akhir nya Fidy meninggalkan rumah sakit, menuju rumah duka, yaitu rumah dokter Alan sendiri.


Sedangkan jenazah suster Eva, di bawa langsung ke rumah nya oleh keluarga nya.


Saat berada di dalam mobil, terlhat Fidy meraih ponsel nya dan melakukan panggilan.


"Albert, segera selidiki kasus kecelakaan dokter Alan dengan suster Eva.."Ucap dokter Alan saat telpon terhubung.


"Aku tunggu secepat nya.."Fidy berkata sambil menutup telepon nya, dengan wajah merah padam menahan amarah.


*********


Sementara itu di sebuah bedroom yang besar dan mewah, sepasang manusia beda generasi, baru saja selesai dengan kegiatan panas mereka, di sela napas terengah-engah mereka tersenyum puas dan penuh kebahagiaan.


"Aku bahagia sekali hari ini, karena bisa menjeblos kan lelaki ba*ci itu kepenjara..'"Ucap wanita itu sambil membenam kan kepala nya, di dada pria yang lebih pantas menjadi ayah nya.


"Dan dokter bo**h itu pun sudah pergi untuk selama-lamanya, sehingga aku tidak perlu lagi melayani nya.."Ucap wanita itu dengan senyum smirk nya.


"Bagaimana dengan dokter tua dan kekasih nya itu..??"Tanya wanita itu sambil menatap lelaki setengah baya, yang sedang memejam kan mata nya sambil mengelus lembut rambut wanita itu.


"Tenang saja sayang, mereka berdua sudah menyusul dokter bo**h itu..."Ucap lelaki itu, yang berlahan membuka mata nya, dengan senyum dan tatapan hangat ke arah wanita itu.


"Kamu memang laki-laki yang selalu bisa aku handal kan.."Wanita itu berkata sambil membelai lembut wajah lelaki itu.


Berlahan wajah mereka saling mendekat, dan mereka kembali mengulangi kegiatan yang baru saja selesai mereka lakukan.


**********


Hai, para reader terimakasih yang masih setia membaca novel ini.


Semoga novel ini bisa menghibur dan menjadi pilihan buat kalian.


Jangan lewat kan cerita seru dari novel satu ini 👇


__ADS_1


__ADS_2