Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Rasa ini


__ADS_3

Bab 30


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Di rumah sakit,di sebuah ruang perawatan VIP, tampak Fidy menggeram kesal melihat rekaman di ponsel nya,apa lagi melihat perlakuan Aksa kepada Ana,apa lagi saat melihat Ana menangis.


"Laura,maaf seperti nya aku harus pergi,aku janji akan segera kembali..."Fidy berkata dengan wajah gusar dan memasukkan ponsel nya ke saku celana nya.


"Kamu mau kemana mas.."Ucap Laura lirih sambil mencoba meraih tangan Fidy.


"Aku ada urusan Sebentar.."Ucap Fidy yang langsung menggenggam tangan Laura yang sedang mencoba meraih tangan nya.


"Ana..??"Kamu pasti ingin menemui Ana.."Ucap Laura lirih.


Fidy menghela napas.


"Hanya sebentar.."Fidy berkata sambil tersenyum mengusap lembut rambut Laura.


Dengan lembut Fidy melepaskan tangan Laura.


"Mas.."Panggil Laura lagi dengan suara lirih saat Fidy ingin membalikkan badan nya.


Fidy pun kembali menghadap Laura,, dengan lembut dia mencium kening Laura.


Laura tersentak kaget dengan perlakuan lembut Fidy,hampir 4 tahun pernikahan baru kali ini Fidy mencium kening nya,bahkan dengan begitu lembut.


Laura merasakan kehangatan dan kebahagiaan memasuki relung hati nya,tak terasa air mata pun mengalir dari sudut mata nya.


"Istirahat lah,aku akan segera kembali.."Ucap Fidy sambil menghapus air mata Laura.


"Terimakasih mas.."Laura berkata sambil menatap hangat Fidy,tampak sebuah senyuman mengembang di bibir pucat nya.


Bima tersenyum dan mengangguk, kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang perawatan Laura, kemudian dia meminta perawat untuk menemani Laura selama dia pergi.


"Entahlah baru seminggu bersama Ana,Fidy merasakan pribadi nya berubah, dengan Laura saja baru kali ini dia bisa bersikap lembut.


"Ana,, kenapa hadir mu secepat ini merubah dunia ku.."Batin Fidy saat sudah berada di dalam mobil.


"Kenapa aku jadi lelaki sentimentil sie.."Fidy berkata sambil berteriak dan memukul setir mobil.


Fidy pun segera melajukan mobilnya membelah jalan raya, dan menuju rumah nya,dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Ana.


Tak lama waktu berselang,, Fidy pun sampai di halaman rumah nya., setelah memarkir kan mobil nya,Fidy buru-buru masuk ke dalam rumah,di ruang tengah dia bertemu dengan bi Minah yang sedang bersih-bersih tapi tampak sedang melamun,bi Minah pun tidak menyadari kehadiran Fidy di samping nya.

__ADS_1


"Di mana dia bi.."Suara bariton Fidy mengagetkan bi Minah yang sedang mengelap meja tapi sambil melamun.


"T..tuan.."Jawab bi Minah gugup.


Fidy mengerutkan kening nya, menatap wanita setengah baya yang sudah di kenal nya selama puluhan tahun.


"Nyonya Ana ada di kamar nya tuan.."Ucap bi Minah sambil menunduk.


"Saat waktu senggang ada yang harus kita bicarakan bi..!!"Ucap Fidy tegas melangkah kan kaki nya meninggalkan bi Minah.


Bi Minah hanya mengangguk.


Saat Fidy akan menaiki anak tangga, seketika langkah nya terhenti, membalikkan badannya dan menatap bi Minah.


"Apa dia sudah sarapan bi...??"Tanya Fidy sambil menatap wajah bi Minah yang terlihat agak sembab seperti habis nangis.


"Sudah tuan,, Nyonya Ana sudah sarapan,, selepas..."Bi Minah ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Iya,,saya sudah tahu semuanya bi.."Ucap Fidy yang kembali meneruskan langkah nya menaiki anak tangga menuju kamar Ana yang terletak di sebelah kamar nya.


Saat berada di depan pintu kamar Ana,Fidy ragu untuk mengetuk pintu nya, seumur hidup nya dia tidak pernah menemui seseorang seperti ini, apa lagi seorang wanita, kecuali almarhumah ibu nya,tapi kali ini dia malah berada di kamar Ana dengan hati yang penuh ke khawatiran.


Tapi ego nya ternyata lebih mendominasi, walaupun sangat mengkhawatirkan keadaan Ana,dia merasa rendah karena lebih dulu menemui seorang wanita.


"Kamu pikir aku hantu hah..!!"Teriak Fidy di telinga Ana,, karena sekarang jarak mereka sangat lah dekat.


Seketika Ana memejamkan mata nya mendengar teriakan Fidy,karena sangat berada sangat dekat dengan wajah dan telinga nya, bahkan wajah mereka hampir tidak berjarak.


"Hai,,buka mata mu..!!"Seru Fidy dengan intonasi sedikit turun tapi tetep dengan suara bariton nya sambil memegang wajah Ana.


Ana merasakan begitu hangat nya napas Fidy menerpa wajah nya,apa lagi saat tangan kekar Fidy memegang wajah nya.


Perasaan aneh mulai menjalar di hati Ana,dada nya berdegup kencang, padahal selama ini,dia sering berdekatan bahkan berpelukan dengan Satria.


Tapi kali Ana merasakan perasaan yang di rasakan nya, antara Fidy dan Satria sangat berbeda,dada nya terasa berdegup kencang,hati nya berdebar tak karuan saat bersama Fidy,lelaki yang belum genap sebulan menikahi nya.


"Buka mata mu Wihana Maharani.."Bisik Fidy sambil bibir nya menyentuh telinga Ana.


Seketika Ana langsung berteriak dan membuka mata nya,mencoba menjauhkan wajahnya dari Fidy,tapi karena Fidy sedang memegang wajah nya dengan kuat Ana tidak bisa berpaling.


Netra mereka pun bertemu,,baru kali ini Ana menatap lekat dan jelas wajah Fidy tanpa jarak,,wajah yang benar-benar sempurna, bagaikan pahatan dewa Yunani.


"Apa wajah sesempurna aku begitu menakutkan untuk mu..??"Tanya Fidy sambil mendekatkan wajahnya di wajah Ana yang sedang di pegang nya.

__ADS_1


Fidy menatap dalam wajah Ana, tampak mata bulat Ana yang sembab, karena Fidy tahu jika Ana habis menangis.


"Aku bisa mendapatkan seribu wanita dengan kecantikan yang luar biasa,tapi wajah ini,wajah yang benar-benar mampu membuat hati ku bergetar dan jantung ku berdebar..."Ucap Fidy dalam hati, dengan terus menatap dalam wajah dan mata Ana.


Untuk menutupi kegugupannya, seperti biasa Ana menggigit bibir bawahnya,tentu saja ini membuat Fidy bertambah gemas.


Fidy mengangkat wajah Ana, sehingga wajah mereka tidak berjarak dan saling menukar napas,Fidy mulai mendekatkan dan akan menyatukan bibir dengan bibir Ana,tapi belum sempat bibir mereka menyatu,, tiba-tiba ponsel Fidy berbunyi.


"S**l.."Geram Fidy yang langsung mengambil dan mengangkat ponselnya.


"Hallo.."


"Oh ya.. baiklah aku akan segera kesana.."Fidy berkata sambil menutup ponsel.


Tampak kekesalan terlihat di wajah nya,dia menatap Ana kembali yang masih berdiri mematung di depan pintu.


Fidy kembali mendekati Ana, refleks Ana memundurkan langkahnya,,Fidy semakin dekat dan Ana semakin mundur masuk ke dalam kamar ,sampai akhir nya tubuh Ana mentok di ranjang.


Ana pun terjatuh di kasur empuk nya, dengan perasaan takut Ana pun langsung menutup mata dan menggigit bibir bawah nya,,apa lagi saat tubuh kekar Fidy mengunci tubuh nya.


Fidy tersenyum gemas,ingin rasa nya dia memiliki Ana seutuhnya,apa lagi Ana adalah istri nya, jadi halal tubuh Ana untuk nya,sebenarnya dia sudah tidak bisa menahan gejolak nya,tapi dia ingin Ana melakukan kewajiban nya dengan ikhlas dan tanpa paksaan.


Berlahan Fidy mengelus lembut wajah Ana dan mengusap lembut bibir Ana, kembali Ana merasakan tubuh dan hati nya bagai tersengat listrik,apa lagi saat bibir nya merasakan jari lembut Fidy di bibir nya.


Fidy tersenyum,dia tahu apa yang di rasakan Ana, karena dia juga merasakan nya.


"Jangan khawatir,,aku akan selalu berada di samping mu, tidak akan ada yang menyakiti mu.."Bisik Fidy,kemudian mencium lembut pipi mulus Ana.


Sambil mengusap rambut Ana,Fidy pun bangkit menjauhkan tubuh nya dari Ana,,sesaat Fidy menatap Ana yang memejamkan mata nya sambil menggigit bibir bawah nya,Fidy tersenyum kemudian melangkah pergi meninggalkan kamar Ana.


Ana yang mendengar langkah Fidy menjauh, berlahan membuka mata, dan Ana langsung memegang dada nya dan bernapas lega.


"Lelaki itu, kenapa membuat aku selalu sport jantung sie.."Gerutu Ana kesal sambil terus memegang dada nya,terasa sekali jantung nya berdegup kencang.


*********


Maaf ya author lanjut nya pelan-pelan tapi pasti.


Maaf juga belum bisa crazy up.


Ikuti terus setiap bab nya ya.


Jangan lupa mampir ke novel pertama author yang sudah tamat.

__ADS_1



__ADS_2