
Bab 35
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Saat Ana akan mengambil pakaian di lemari,dia seperti melihat sesosok tubuh yang berbaring di ranjang nya, tampak sosok yang tertidur pulas itu sedang memeluk guling,sehingga hampir seluruh wajah nya tertutup guling.
Dengan jantung berdebar sambil menutup mulut nya, menahan suara agar tidak berteriak,Ana pun Buru-buru mengambil pakaian nya dan bergegas berlari ke kamar mandi untuk memakai pakaian nya.
Dengan berlahan Ana keluar kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap, dengan langkah pelan dan dada yang berdegup kencang Ana melangkah kan kaki nya berlahan menuju tempat tidur nya.
Saat sampai di samping tempat tidur,dengan hati yang semakin berdebar tak karuan dan dengan tangan gemetar,Ana mengangkat bantal guling yang menutupi wajah seseorang yang kini sedang berbaring di peraduan nya.
Dan ketika Ana melihat wajah orang itu.
"Aaaaaaa....!!!"Ana langsung menjerit histeris.
Tentu saja teriakan Ana yang sangat kencang, membuat seseorang yang sedang tertidur pulas itu,yang tak lain adalah Fidy langsung terperanjat kaget dan Fidy pun langsung terjaga dari tidur nya.
"Hai, kenapa kamu teriak-teriak..??"Kamu pikir aku hantu hah...!!"Bentak Fidy sambil membekap mulut Ana dengan telapak tangan nya.
Ana memberontak dan langsung menggigit telapak tangan Fidy yang sedang membekap mulut nya.
"Aw...!!"Teriak Fidy keras sambil melepaskan tangan nya dari mulut Ana.
"Dasar laki-laki mesum,mau apa kamu ke kamar ku dan tidur di kasur ku...???"Teriak Ana sambil memukuli Fidy dengan bantal guling yang tadi di peluk Fidy.
"Enak saja,kamar mu ya kamar ku juga.."Jawab Fidy sambil menangkis pukulan Ana.
Bug..bug..bug
Ana terus memukuli Fidy,tapi Fidy langsung menahan bantal guling itu dan langsung menarik tangan Ana,tapi sekuat tenaga Ana menahan nya,karena tenaga Ana kalah kuat, seketika Fidy berhasil menarik tangan Ana, sehingga tubuh Ana jatuh kedalam pelukan nya,dan posisi Fidy saat itu masih berada di atas kasur.
"Lepaskan,dasar laki-laki mesum.!!"Teriak Ana sambil memukuli dada bidang Fidy.
Fidy tersenyum dalam hati, melihat kelakuan dan perkataan Ana.
"Apa kamu bilang,aku laki-laki mesum..??"Bisik Fidy tepat di telinga Ana,yang membuat bulu-bulu halus di tekuk Ana merinding merasakan napas Fidy yang menyapu leher nya.
Detak jantung nya berpacu cepat,Ana menelan Saliva nya dengan kasar.
"Lepaskan aku.."Teriak Ana sambil mencoba melepaskan tubuh nya dari pelukan Fidy.
"Kamu tahu jika seorang istri yang tidak mau melayani suami nya itu adalah dosa besar,apa lagi menganggap suami nya itu sesuatu yang menjijikkan...!!"Ucap Fidy tegas sambil menatap dalam wajah Ana yang kini tidak ada jarak dengan nya.
Wajah Ana langsung memerah dan dia langsung menelan Saliva nya.
__ADS_1
"Apa dia menuntut hak nya siang ini..??"Tanya Ana dalam hati sambil menunduk dan menggigit bibir bawah nya.
"Kenapa kamu senang sekali menggigit bibir,karena itu sangat menggoda??"Dan satu lagi jangan pernah menunduk kan kepala saat aku sedang berbicara dan kita sedang berduaan.."Fidy berkata sambil tangannya mengangkat dagu Ana, memaksa Ana untuk menatap nya.
Netra mereka pun bertemu,wajah mereka sangat dekat,nyaris tak ada jarak.
"Jangan pernah menggigit bibir mu di depan laki-laki lain,,dan kamu harus menundukkan wajah mu jika bertemu dengan laki-laki selain aku.." Fidy berkata sambil menyatukan bibir nya ke bibir Ana.
Degup jantung Ana semakin tak karuan apa lagi saat Fidy mulai mencium nya dengan lembut dan dalam, tapi tiba-tiba Ana langsung mendorong dada Fidy dengan keras sehingga tubuh Fidy terdorong ke belakang.
Ana langsung bangkit dari kasur dan menjauh dari tubuh Fidy.
"Kamu...!!!"Teriak Fidy dengan wajah memerah,dia pun langsung bangkit dari kasur.dan segera mendekati Ana.
Ana beringsut mundur,,tapi Fidy dengan wajah penuh kemarahan terus maju mendekati nya,, dengan wajah ketakutan Ana semakin mundur, sehingga tubuh nya mentok menabrak tembok kamar.
"M.. maafkan aku..."Ucap Ana terbata saat Fidy sudah mengunci tubuh nya dengan kilatan mata penuh amarah.
"A..aku tidak bisa melakukan nya.."Ucap Ana lagi dengan mata berkaca-kaca, memohon maaf pada nya.
"Apa kamu bilang..??"kamu tidak bisa melakukan nya dengan ku...??"Fidy berkata dengan tersenyum sinis sambil menatap tajam wajah Ana yang sangat dekat dengan nya.
Tampak buliran bening sudah keluar dari sudut mata Ana, membasahi wajah cantik nya yang putih mulus.
"Ana,,apa begitu menderita nya diri mu saat berdekatan dengan ku...???"Fidy bertanya dalam hati dengan penuh kekecewaan.
Ana terbelalak kaget dengan perlakuan Fidy,dia pikir Fidy akan melakukan hal kasar karena penolakan nya.
Fidy sendiri tidak mengerti, amarah nya menguap begitu saja saat melihat wajah polos Ana yang ketakutan,apa lagi melihat air mata Ana, mengingat kan nya pada air mata mendiang mamah nya.
"Apa bibir laki-laki itu lebih lembut dari ku, sehingga kamu tidak menyukai bibir ku..??"Tanya Fidy pelan sambil menatap sendu wajah Ana,tampak tatapan tajam pun seketika hilang dari wajah Fidy.
Lagi-lagi Ana di buat kaget dan tak percaya dengan pertanyaan Fidy.
"M..maksud tuan..??"Tanya Ana gugup dan mulai berani membalas tatapan Fidy.
"Memang sudah berapa banyak laki-laki yang mencium bibir mu..???"Tanya Fidy dengan suara tiba-tiba meninggi dan tatapan nya kembali tajam.
"Memang tuan pikir saya wanita seperti apa..??"Teriak Ana dengan membalas tatapan Fidy.
"Sudah berapa kali kamu berciuman dengan dia..??"Fidy berkata sambil mencengkram rahang wajah Ana.
"Apa maksud tuan menanyakan hal ini..??"Tanya Ana sambil meringis kesakitan karena cengkeraman tangan Fidy.
"Laki-laki aneh,apa dia punya dua kepribadian,baru saja bersikap lembut, sekarang sudah kasar lagi..."Tanya Ana dalam hati.
__ADS_1
"Aku butuh jawaban bukan pertanyaan..-??"Bentak Fidy.
Entahlah Fidy merasakan hati nya terbakar penuh amarah karena sikap dan jawaban Ana.
"Apa kamu sangat mencintai lelaki itu,hah..-??"Tanya Fidy tampak kilatan amarah kembali di mata Fidy.
"M..maksud tuan, Satria...??"Tanya Ana gugup masih merasakan sakit di rahang wajah nya.
Bagaikan petir yang menyambar,Fidy merasakannya gemuruh di hati nya saat nama Satria terucap di bibir mungil Ana.
Dengan kasar Fidy melepaskan wajah Ana dari cengkeraman nya, kemudian melangkah pergi meninggalkan kamar Ana dengan dada penuh sesak.
Ana mengelus wajah nya yang terasa sakit karena bekas cengkeraman Fidy.
"Kenapa dia jadi semarah itu...??"Tanya Ana bingung.
"Satria.."Panggil Ana lirih, buliran bening pun kembali mengalir dari sudut mata Ana, dia kembali teringat Satria.
Dengan tubuh melorot ke lantai,Ana pun terisak dalam kesunyian.
Sementara Fidy, melangkah kan kaki dengan hati yang di penuhi amarah yang tanpa di sadari nya kalau itu adalah rasa cemburu.
Saat Fidy melewati ruang tamu dia berpapasan dengan bi Minah.
"Tuan.."Sapa bi Minah saat melihat Fidy melangkah cepat dengan kemarahan yang tampak di wajah nya.
"Bi,, berikan makanan dan kue-kue yang di buat Ana kepada orang-orang yang membutuhkan.."Perintah Fidy dengan wajah memerah karena masih di penuhi amarah.
"Baik tuan.."Jawab bi Minah,tanpa bertanya lagi, karena dia tahu suasana hati Fidy yang di liputi amarah.
"Jangan lupa suruh dia makan,aku tidak mau ada yang mati kelaparan di rumah ku.."Ucap Fidy sambil berlalu meninggalkan bi Minah.
Bi Minah hanya mampu menarik napas menatap punggung Fidy.
***********
Hai reader,pasti ada yang bertanya-tanya ya,kenapa Jodoh Tak Pernah Salah Memilih,tapi Ana tidak di hadap kan dengan pilihan..??
Dan di mana peran Satria..?
Tenang,ini masih awal-awal cerita jadi masih mengisahkan cerita Fidy dan Ana,serta dendam di masa lalu.
Pokoknya author jamin di setiap bab nya selalu bikin kalian penasaran.
__ADS_1
Maaf ya ga bisa up tiap hari.
Jangan lupa mampir ke novel pertama author yang sudah tamat.