
Bab 9
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Fidy dan Ana duduk di kursi belakang kemudi,, suasana tampak hening tanpa suara.
Sesekali Fidy melirik Ana yang pandangan nya fokus ke luar kaca mobil,,tampak sesekali Ana meremas jemari tangan nya,,dan menggigit bibir bawahnya,, kadang memejamkan mata nya sesaat,, seolah-olah ingin menghilangkan semua beban yang begitu menghimpit dada nya.
"Apakah menikah dengan ku,,begitu menyiksa mu...??Tanya Fidy tiba-tiba dengan suara bariton dan dingin nya dengan tatapan datar ke depan tanpa menoleh Ana.
Ana yang sedang memejamkan mata nya,,tersentak kaget dan segera membetulkan letak duduk nya menghadap lurus ke depan seperti Fidy.
"Tega sekali papah ku,, lelaki seperti ku harus di nikahkan dengan gadis bisu seperti mu..-??"Fidy berkata sambil melipat kedua tangannya disertai senyuman sinis tanpa menoleh sedikit pun ke Ana.
Ana menggigit bibir bawahnya,,saat Ana akan bersuara.
"Tidak perlu di jawab,,karena aku juga tidak butuh jawaban mu..!!"Fidy berkata sambil mengambil ponsel di dalam saku celana nya,,dan dia pun sudah sibuk dengan ponselnya.
Ana hanya meremas jemari tangan nya.
"Benarkah lelaki seperti ini yang telah menikahi ku..??"Ucap Ana dalam hati.
"Seandainya hari ini,,yang di samping ku adalah Satria..??Ah sudah lah,, ayolah Ana lihat kenyataan lelaki di samping mu bukan lah Satria..."Ana berkata dalam hati sambil menggelengkan kepalanya mencoba menepis apa yang di pikir kan nya.
Fidy melirik ke arah Ana.
"Wanita aneh.."Gumam Fidy dalam hati dengan tersenyum sinis,,dan kembali sibuk dengan ponsel nya.
Tak berapa lama,,mobil yang di tumpangi mereka sampai di sebuah rumah mewah dan megah seperti istana,, setelah memasuki gerbang utama,,tampak halaman yang begitu luas dengan hamparan bunga dan tanaman beraneka jenis.
Sang supir pun memarkirkan mobil nya tepat di pintu rumah utama,,Fidy pun segera turun dari mobil,,tanpa menghiraukan Ana yang sedikit kerepotan turun dari mobil karena kebaya dan kain yang di kenakan nya.
"Biar saya bantu Nyonya..."Tiba-tiba seorang gadis belia dengan senyum manis dan lesung pipi nya,,mendekati Ana dan mengulurkan tangannya untuk membantu Ana.
Ana memperhatikan gadis belia yang berwajah manis itu,,kalau di lihat gadis itu berusia sekitar 16 - 17 tahun.
"Terimakasih..."Ucap Ana tersenyum manis dan menerima uluran tangan gadis itu.
"Perkenalkan nama saya Ayudia,, Nyonya bisa memanggil saya Ayu.."Ayu berkata sambil membungkuk hormat ke arah Ana.
"Saya yang akan menjadi pelayan pribadi Nyonya.."Ayu berkata lagi sambil tersenyum lagi.
__ADS_1
"Pelayan pribadi...????"Ucap Ana mengerutkan keningnya menatap penuh tanya pada Ayu.
Ayu hanya mengangguk dan tersenyum.
"Ayo Nyonya,,saya tunjukkan kamar Nyonya.."Ayu berkata sambil melangkah masuk ke dalam rumah yang sangat besar dan mewah.
Ana semakin terpukau,,saat kaki nya melangkah masuk ke dalam,,, walaupun rumah yang di tempati nya bersama orang tua nya,,lebih tepat orang tua angkatnya termasuk kategori cukup mewah dan besar tapi ini benar-benar lima kali lipat dari rumah yang di tempati nya dari bayi sampai dewasa.
Seketika Ana merasakan kembali sakit dan sesak menghimpit dada nya,, hidup nya kini telah berubah,,mulai hari ini status nya telah menjadi seorang istri dari laki-laki yang dia kenal.
Ana mengikuti langkah Ayu menuju lift,, karena kamar Ana berada di lantai 3,, akhirnya mereka sampai di depan kamar yang sudah di persiapkan untuk Ana,,Ayu segera membuka pintu dan mempersilahkan Ana masuk.
Lagi-lagi Ana di buat terpukau saat melihat isi kamar tersebut.
"Benar-benar amazing..."Batin Ana.
Tapi buru-buru Ana menggelengkan kepala nya.
"Aku tidak boleh terlena karena harta dan kemewahan,,aku harus mencari tahu apa yang terjadi di masa lalu,,sampai aku di perlakukan seperti ini,,dan siapa orang tua kandung ku sebenarnya..??."Ana bertanya dalam hati dan mencoba untuk menguatkan diri nya.
"Nyonya..."Suara lembut Ayu membuyarkan lamunan Ana.
"I..iya.."Ucap Ana kaget menatap Ayu.
"Ada yang Nyonya ingin tanyakan atau butuhkan..??""Tanya Ayu masih dengan suara lembut nya.
"Hmm,,kamar sebesar ini,, apakah hanya saya yang tidur sendiri..??"Tanya Ana ragu dengan wajah memerah.
Ayu tertawa kecil,,semakin memperlihatkan wajah nya yang manis dengan di hiasi lesung pipi.
Ana menatap sangat dalam,,wajah Ayu yang tertawa,,dia tidak mempercayai jika ada pelayan secantik Ayu.
"Apa Nyonya menginginkan tidur bersama tuan..??Tanya Ayu dengan wajah menggoda.
"T.. tidak,,tentu saja tidak.."Ana berkata dengan wajah memerah.
Lagi-lagi Ayu tertawa kecil.
"Maaf Nyonya,,tuan akan tidur di kamar nya sendiri.."Ucap Ayu lembut.
"Syukurlah..."Ana berkata sambil memegang dada nya.
__ADS_1
Ayu kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa Nyonya mau mandi..??Biar saya bantu..."Ayu berkata sambil menatap Ana lembut.
"Tidak usah...!!"Teriak Ana tiba-tiba.
Ayu mengerutkan kening nya.
"Saya bisa sendiri..."Ucap Ana menurunkan volume suara nya.
"Baik Nyonya,, kalau ada apa-apa Nyonya bisa langsung hubungi saya dengan menekan angka 1.."Ayu berkata sambil menunjuk pesawat telepon yang berada di samping kasur berukuran king size.
Ana hanya mengangguk kan kepala nya.
"Kalau begitu saya permisi Nyonya.."Ucap Ayu sambil membungkuk kan badan nya dan melangkah dengan elegan keluar dari kamar nya.
"Dari wajah nya,,cara bicara nya dan cara berjalan nya,, dia seperti bukan seorang pelayan.."Gumam Ana.
Ana pun bergegas menutup pintu kamar dan langsung mengunci nya,, kemudian dia melangkah melihat dan memperhatikan isi di dalam kamar nya.
"Benar-benar seperti kamar putri raja..."Gumam Ana lagi sambil melangkah ke Balkon kamar.
Ana menikmati semilir angin yang menerpa wajah nya,, halaman yang luas dengan bunga dan tanaman yang indah terlihat jelas dari balkon kamar yang di tempati nya.
Ana menghirup napas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan,, seolah-olah dia ingin menghempaskan seluruh penat di kepala nya.
"Aku tidak tahu,,apa aku harus bahagia atau tetap menahan sakit di hati.."Ucap Ana lirih sambil kembali menghirup udara segar yang menerpa wajah nya sambil memejamkan mata nya sesaat.
************
Di kamar lain,,tampak Fidy sudah melepaskan pakaian yang di pakai nya di acara pernikahan nya tadi.
Fidy menganti nya dengan kaos dalam dan celana boxer,, kemudian dia duduk santai di sofa empuk yang berada di kamar nya.
"Nikmati kemewahan mu untuk sesaat,,wanita j**a*g,,!!"Fidy berkata dengan melihat Ana dari ponsel nya,,meneguk segelas wine di tangan nya.
"Wihana Maharani ,,,sebentar lagi kamu akan merasakan neraka.."Fidy berkata dengan seringai nya yang mengerikan.,, tangan nya mengepal penuh amarah dengan wajah memerah.
**********
Bagaimana Ana melewati hari-hari nya sebagai istri Fidy Eka Sakti...??
__ADS_1
Apakah rumah megah bak istana bisa memberikan kebahagiaan untuk Ana..??Atau sebaliknya neraka untuk Ana..???