Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Kenyataan pahit


__ADS_3

Bab 11


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Ana terperanjat kaget dengan pernyataan Fidy,, ternyata dia hanya di jadikan istri kedua ,Ana tahu jika pernikahan yang dilakukan di rumah sakit hari ini,,hanya di lakukan secara agama,,tapi Ana tidak menyangka jika dia adalah istri kedua.


Kepala Ana terasa pusing,, setelah dengan bangga dan bahagia nya dia mendapatkan gelar sarjana nya di temani oleh seseorang yang menjadi belahan jiwa nya,,dan mempunyai orang tua yang sangat sayang pada nya.


Dalam hitungan detik semua nya berubah,, kenyataan pahit apa lagi yang harus di terima oleh nya.


"Mas,,aku lapar.."Rengek Laura manja sambil mengelus dada Fidy.


"Iya sayang,,ayo kita makan, aku juga sudah lapar.."Fidy berkata sambil membelai lembut wajah Laura.


"Kembali ke kursi mu...!!"Perintah Fidy dengan tatapan tajam nya.


Ana menghela napas,, kemudian melangkah ke kursi yang di duduki nya tadi.


"Nasi nya cukup mas..??"Tanya Laura saat menyendok kan nasi ke piring Fidy.


"Tambah sedikit sayang,,kita satu piring berdua saja.."Ucap Fidy lembut dengan tatapan hangat ke arah Laura.


"Kalau hanya untuk melihat kemesraan mereka,,buat apa mengajak aku makan bareng...??? Ucap Ana dalam hati,,sambil memperhatikan sepasang insan yang sedang bermesraan di depan nya.


Laura mulai menyuapi Fidy,,begitu juga Fidy.


"Makan lah jangan perhatikan kami terus.."Ucap Laura lembut sambil menatap penuh arti ke arah Ana.


Ana mengangguk dan buru-buru mengambil sedikit nasi dan lauk pauk nya.


"Kenapa sedikit sekali makan mu...??"Tanya Laura memperhatikan Ana.


"Aku tidak terlalu lapar.."Jawab Ana yang sambil memasukkan nasi beserta lauk ke mulut nya.


Ana makan dengan cepat,,dia ingin segera pergi dari meja makan ini,, kemesraan Fidy dan Laura,, membuat nya seperti obat nyamuk yang tidak di anggap sama sekali keberadaan nya.


"Bisakah kamu makan pelan sedikit...??"Teriak Fidy dengan mata melotot ke arah Ana.


"Kamu sendiri,, bisa kah bicara pelan sedikit tidak perlu berteriak..??Aku tidak tuli..??dan ini rumah bukan hutan..!!"Ucap Ana dengan tidak kalah sengit nya,,membalas tatapan mata Fidy.


Jauh di lubuk hati nya,,nyali Ana terasa ciut,,jantung nya berdegup kencang,,tapi dia berusaha setenang mungkin,, karena orang seperti Fidy memang harus di lawan,, walaupun resiko nya sangat besar,,bahkan bisa mengancam nyawa nya sendiri.


'Kamu...!!'''Fidy melotot ke arah Ana.


"Mas..."Ucap Laura lembut sambil mengelus lembut lengan Fidy.


Fidy menarik napas dan membuangnya kasar.

__ADS_1


"Aku sudah tidak selera makan,,aku tunggu di ruang keluarga.."Ucap Fidy lembut sambil mencium kening Laura.


Laura mengangguk,,Fidy pun bangkit dari duduk nya,, mencium kening Laura dan melangkah pergi meninggalkan ruang makan.


Ana menatap Laura dengan wajah kagum,, Laura bisa meredam kemarahan laki-laki sombong dan temperamental itu hanya dengan sebuah kata-kata dan sikap yang lembut.


"Ana.."Panggil Laura lembut sambil tersenyum menatap Ana.


Ana yang sedang memperhatikan Laura,,tampak kaget.


"Iya.."Jawab Ana berusaha tersenyum.


"Walaupun kalian hanya menikah siri,,tapi kalian suami istri yang sah menurut hukum agama.."Laura berkata dengan menatap wajah Ana.


Ana memperhatikan wajah Laura,,mata yang indah di hiasi bulu mata yang lentik,, bibir yang sedikit tebal dan sensual,, menyempurnakan kecantikan wajah nya,, tidak heran jika laki-laki arogan itu sangat mencintai nya.


"Kamu harus bersikap dan berbicara sopan dengan suami mu.."Laura berkata tanpa melepaskan tatapan sedikit pun dari Ana.


"Dia cantik dan mempesona,,aku yakin suatu saat nanti kamu akan jatuh cinta pada nya.."Laura berkata dalam hati dengan tatapan nya yang tiba-tiba menjadi sendu.


"Istri...??"Tanya Ana sambil mengerutkan keningnya.


Laura mengangguk.


"Kalau aku menganggap nya suami,,apa dia menganggap aku istri..?-?"Tanya Ana dengan senyum kecut nya.


Laura tertawa kecil,, lagi-lagi Ana terpesona dengan kecantikan Laura.


"Cih,,apa yang baik hati,,saat bicara saja selalu berteriak,,dan setiap kata-kata nya itu mengandung perintah.."Batin Ana.


"Kamu sudah selesai makan nya An.."Tanya Laura lembut.


Ana mengangguk.


"Sekarang ikut aku ke ruang keluarga.."Laura berkata sambil bangun dari duduknya.


"Ruang keluarga..??Tanya Ana.


"Untuk apa ke ruang keluarga,, bukan kah laki-laki itu bilang tadi dia mau ke ruang keluarga.."Tanya Ana dalam hati.


"Ayo Ana.."Laura berkata sambil melangkah kan kaki nya dari ruang keluarga.


Dengan malas dan menghembuskan napas kasar,,Ana pun mengikuti langkah Laura.


Ana yang berada di belakang Laura,, menatap Laura dari belakang.


"Dengan melihat dari belakang saja sudah terlihat kesempurnaan nya sebagai wanita.."Gumam Ana,,sambil terus mengikuti langkah Laura.

__ADS_1


Mereka pun sampai di ruang keluarga yang sangat luas,, tampak Fidy sedang duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya,, dengan sebuah laptop yang berada di pangkuan nya.


Lagi-lagi Ana di buat terpukau melihat ruang keluarga yang benar-benar mewah dan glamor tapi tetap terlihat elegan.


"Duduk lah An,,"Laura berkata sambil menunjuk sofa di depan mereka,,dan dia sendiri duduk di samping Fidy.


Ana pun duduk di hadapan Fidy dan Laura.


"Mas,,kita sampaikan saja sekarang ke Ana.."Laura berkata sambil memegang lembut lengan Fidy yang sedang sibuk berselancar di layar laptop nya.


Fidy pun segera menutup laptopnya dan meletakkan di atas meja yang berada di depan mereka.


Fidy menatap Laura dengan penuh kehangatan dan cinta,, kemudian menatap Ana dengan tatapan dingin dan tajam.


Perasaan Ana tidak enak,, seperti nya dia harus menyiapkan diri nya,, untuk menerima kenyataan pahit yang pasti di luar dugaan nya.


Ana menarik napas dan membuangnya berlahan,, seolah-olah memberikan kekuatan untuk diri nya.


"Wihana Maharani,,apa kamu tahu maksud aku menikahi mu..??"Tanya Bima masih dengan sorot mata tajam nya menatap Ana.


"Yang aku tahu,,ini semua sudah di rencanakan dari aku bayi,,tapi sampai sekarang aku tidak tahu niat dan maksud kalian melakukan ini semua.."Jawab Ana berusaha sekuat mungkin membalas tatapan Fidy.


Fidy menyunggingkan senyum sinis nya.


"Dengan berjalannya waktu kamu akan mengetahui semua nya.."Balas Fidy menatap Ana.


"Tapi ada satu alasan yang sekarang harus kamu ketahui.."Lanjut Fidy dengan seringai liciknya.


"Aku ingin mempunyai keturunan lebih tepatnya mempunyai anak.."Fidy melanjutkan ucapannya dengan menatap Ana tajam.


Deg..


"Maksud nya..???"Tanya Ana dengan hati berdebar.


"Iya Ana kami ingin mempunyai anak dari mu.."Ucap Laura lembut sambil tersenyum .


Ana mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti.


"Kami ingin kamu mengandung anak kami melalui rahim mu.."Ucap Laura lagi dengan lembut,, dengan tatapan teduh nya di iringi senyum manis nya,,tanpa peduli dengan perasaan Ana


"Jadi ini salah satu tujuan aku di nikahi...!!"


************


Sakit ga sie kalau kita di posisi Ana..???


Ikuti terus yuk cerita nya.

__ADS_1


Jangan lupa novel author yang sudah mau tamat



__ADS_2