
Bab 61
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
"Kamu mau makan apa..?Biar aku buat kan.."Ana bertanya sambil mengelus lembut wajah Fidy.
"Apa saja yang kamu masak, pasti aku mau..."Jawab Fidy dengan tatapan penuh cinta, sambil mencium tangan Ana yang berada di wajah nya.
"Bisa kah menunggu sebentar...??"Tanya Ana dengan gaya manja.
"Wah, istri kecil ku sudah pandai menggoda.."Fidy berkata dengan kembali memeluk erat Ana, sambil menciumi rambut Ana.
"Kalau seperti ini, kapan aku masak nya mas.."Ucap Ana sambil tertawa kecil, karena merasa geli dengan ciuman Fidy di rambut nya mengenai leher jenjang nya.
Ana berusaha mendorong tubuh Fidy, tapi Fidy tiba-tiba merasa iseng ingin menggoda Ana, dia justru membawa tubuh Ana berbaring dalam kukungan nya
Seketika Ana terperanjat kaget, wajah nya menjadi pucat menyadari jika tubuh Fidy berada di atas nya,dengan wajah mereka hampir tak berjarak.
"Hai, apa wajah aku menakutkan...??"Bisik Fidy di telinga Ana, yang sangat di rasakan nya, hembusan napas nya bahkan dia sempat merasakan bibir Fidy menyentuh telinga nya saat berbisik.
"Mas, maaf aku belum siap..."Ana berkata sambil memejamkan mata, dan menggigit bibir nya, sementara jantung nya berdetak kencang, pasti saat ini Fidy bisa merasakan detak jantung nya karena tubuh mereka yang tak berjarak.
Fidy tertawa keras, sambil bangun dari tubuh Ana, dia merasa sangat puas melihat wajah pucat dan ketakutan Ana.
Ana langsung membuka mata nya, sambil mengerutkan kening nya, dia pun langsung bangkit untuk duduk, sambil menatap tajam Fidy.
Fidy terus menertawakan Ana, sampai wajah tampan nya yang putih menjadi berwarna merah, setelah puas tertawa Fidy pun menatap Ana yang kini sedang memberikan tatapan tajam ke arah nya.
"Sudah puas tertawa nya..!!"Bentak Ana dengan wajah kesal nya.
Fidy tertawa kecil.
"Aku sudah bilang, tidak akan meminta hak ku, jika kamu belum siap sayang.."Fidy berkata dengan lembut sambil memainkan rambut Ana.
"Tapi mas sudah buat aku takut...!!"Ucap Ana sambil mengerucutkan bibir mungil nya, membuat Fidy sangat gemas.
Cup....
Karena gemas, Fidy mencium kilat bibir Ana yang sedang maju 5 cm.
"Masss..!!!"Teriak Ana sambil memukuli pundak Fidy.
"Aduh, KDRT istri ke suami ini, seperti nya aku harus ke Komnas HAM nie minta perlindungan.."Fidy berkata dengan mimik di buat serius.
"Apaan sie mas, ga lucu tau, ya udah aku tidak jadi masak, biar bi Minah saja yang masak untuk mu...!!"Ucap Ana dengan wajah cemberut, sambil beranjak dari ranjang.
"Kalau kamu tidak mau masak, aku akan mogok makan...!!"Ancam Fidy dengan ekspresi seperti anak kecil yang sedang ngambek.
"Ish..."Ucap Ana kesal sambil menggelengkan kepala nya.
"Kenapa dia jadi sering lebay sie...??"Ucap Ana dalam hati, dengan perasaan dongkol.
Ana pun menghentak kan kaki nya, dengan wajah bete dia pun melangkah keluar dari kamar Fidy.
Fidy tertawa kecil melihat Ana keluar dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Menggemaskan.."Gumam Fidy sambil kembali tersenyum bahagia.
Tiba-tiba tawa dan senyum nya hilang seketika, wajah nya terihat geram, rahang nya mengeras dan tangan nya pun ikut mengepal.
Fidy segera meraih ponsel nya, dan mulai menelpon seseorang.
"Apa hasil penyelidikan mu...??"Tanya Fidy.saat telpon terhubung.
"Oke, sementara ini kita ikuti dulu permainan mereka, sampai semua bukti terkumpul...",Ucap Fidy lagi.
"Terus pantau, jangan sampai lengah..."Ucap Fidy dan langsung menutup panggilan nya.
"Permainan di mulai, kita lihat siapa yang lebih cerdik..."Fidy berkata dengan senyum sinis menghias bibir nya.
Sambil menunggu Ana,Fidy pun mengambil lap top, untuk mengecek pekerjaan dan email yang masuk.
45 menit Fidy berkutat dengan lap top nya, pintu kamar pun terbuka, menampakkan sosok seorang wanita cantik, yang bertahun-tahun sudah bertahta di hati Fidy,
Fidy menoleh, dan tersenyum, dia menatap penuh cinta, wanita yang sedang membawa nampan lengkap dengan isi nya, tampak tersenyum malu mendekati nya.
Fidy pun segera menutup lap top nya, menatap dengan penuh kehangatan wanita cantik dengan segudang pesona nya, yang kini berada di hadapan nya.
"Makan lah, aku masak sup daging kentang spesial untuk suami ku tercinta.."Ucap Ana,duduk di samping Fdy, sambil mengaduk sup, dan memberikan nya sesendok ke mulut Fidy.
"Terimakasih istri ku.."Ucap Fidy menerima suapan satu sendok sup, tanpa melepaskan tatapan hangat nya dari Ana.
Tiba-tiba Fidy teringat sesuatu sambil menautkan alis nya, dengan penuh rasa khawatir dia memegang dahi Ana.
"Ada apa mas..??"Tanya Ana heran.
"Saat aku tinggal tadi, kamu demam tinggi bahkan sampai pingsan..??"Tanya Fidy dengan wajah cemas.
"Aku sudah tidak apa-apa mas, suhu tubuh ku juga sudah normal.."Ucap Ana sambil tersenyum.
Hati Ana sangat bahagia, melihat ekspresi Fidy yang begitu mencemas kan nya.
"Benar kata bi Minah, jika dia sangat mengkhawatir kan ku..."Ana berkata dalam hati, dengan tersenyum bahagia.
"Hai, kenapa kamu malah tersenyum...??"Tanya Fidy heran.
"Wajah mu lucu mas kalau sedang cemas, terimakasih ya ."Ucap Ana lembut, memegang tangan Fidy yang sudah berada di dahi nya.
Fidy menghela napas.
"Aku selalu mengkhawatirkan mu, aku tidak mau melihat mu sakit atau pun sedih.."Ucap Fidy membelai lembut pipi Ana.
Ana tersipu mendengar perkataan Fidy.
"Sebentar..."Ucap Fidy sambil meraih ponsel nya
"Hallo bi, tolong bawakan satu mangkok sup daging kentang, beserta obat dan vitamin untuk Ana.."Ucap Fidy saat sambungan telepon terhubung, dan langsung menutup nya
"Mas, aku bisa ambil sendiri, yang penting kamu dulu makan, kamu harus segera makan..."Protes Ana.
"Aku mau makan, jika kamu juga makan, karena kamu juga butuh minum obat dan vitamin.."Ucap Fidy.
__ADS_1
"Pokoknya aku tidak mau kamu sakit..."Ucap Fidy lagi dengan penuh penekanan, tidak mau di bantah.
"Baik lah.."Ucap Ana mengalah.
Tak lama terdengar ketukan pintu.
"Masuk bi.."Ucap Ana lembut.
"Ini sup nya nyonya, ucap bi Minah sambil meletakkan di meja yang terletak di samping ranjang Fidy.
"Dan ini obat dan vitamin nyonya..."Ucap bi Minah lagi sambil meletakkan nya di samping sup.
"Terimakasih bi.."Ana berkata sambil tersenyum.
"Permisi tuan, nyonya.."Bi Minah berkata sambil mengangguk dengan sopan, kemudian melangkah pergi keluar kamar.
"Ya sudah ini sup mas, aku akan makan sup ku.."Ucap Ana sambil memberikan semangkok sup ke tangan Fidy.
"Ana..!!"Fidy berkata dengan suara agak tinggi.
"Kenapa, mas...??"Tanya Ana tidak mengerti.
"Tangan ku sakit An..."Jawab Fidy, yang mulai gemas dengan sikap istri nya tidak peka.
"Tadi mas bilang aku harus makan..."Ucap Ana cemberut.
"Iya kamu juga harus makan, aku mau kita makan bersama, tapi kalau satu mangkok itu tak akan kenyang.."Jelas Fidy sambil menggelengkan kepala nya.
"Oke, aku paham maksud suami ku..."Ucap Ana dengan tersenyum nakal ke arah Fidy.
Fidy hanya terpaku, melihat sikap centil Ana, sampai tidak sadar jika satu sendok daging beserta kentang nya, sudah mendarat tepat di mulut Fidy.
Kemudian Ana memasukkan satu sendok sup daging kentang ke dalam mulut nya, sambil tersenyum menatap Fidy, tampak binar kebahagiaan terpancar di wajah mereka.
Suapan demi suapan masuk ke mulut mereka,sampai akhir nya 2 mangkok sup daging kentang habis tanpa sisa.
Kemudian Ana pun membantu Fidy untuk meminum obat dan vitamin nya, dan tak lupa dia oun meminum obat dan vitamin nya.
Ana pun membawa mangkok dan gelas kotor ke dapur, sedang kan Fidy melanjutkan kembali membuka lap top.
Saat Ana sampai dapur, tampak dapur terlihat sepi, Ana melirik jam dinding yang berada di dapur.
Tampak jam menunjukkan hampir jam 4 sore.
"Seperti nya bi Minah sedang mandi dan shalat..."Gumam Ana.
Ana pun segera menuju westafel, untuk membersihkan pirng dan gelas bekas dia dan Fidy makan.
Saat dia sedang sibuk mencuci mangkok, dia merasa seperti ada yang mengawasi nya, hati nya tiba-tiba terasa tidak enak.
************
Siapa yang sedang mengawasi nya..??
Kalau kepo, ikuti bab berikutnya ya...
__ADS_1
Jangan lupa untuk mampir ke novel dan cerpen-cerpen author.