
Bab 16
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
"Benar kah Ana..??Kamu yakin...?""Tanya Laura dengan mata berbinar bahagia.
Ana mengangguk sambil tersenyum.
Laura langsung beranjak dari duduknya,, menghampiri Ana,, kemudian langsung memeluk Ana dengan penuh kebahagiaan.
"Terimakasih An,, terimakasih banyak.."Laura berkata sambil mempererat pelukannya pada Ana,, dan tersenyum penuh kebahagiaan.
Sedangkan Fidy, tatapan nya yang biasa tajam dan dingin ke Ana,,kini berubah menjadi tatapan yang nanar.
"Kenapa hati ku jadi tidak rela Ana mengatakan ini,, seharusnya aku bahagia,, karena aku dan Laura bisa mempunyai anak tanpa harus berhubungan intim..."
Fidy menghela napas kemudian mengusap wajah nya kasar.
"Laura,,aku harus segera berangkat karena sudah ada janji pada klien.."Ucap Fidy yang siap-siap bangkit dari duduknya.
"Mas,,apa kamu tidak bahagia,, mendengar persetujuan Ana,,kita akan segera punya anak.."Laura berkata sambil menghapus air mata kebahagiaan di wajah nya.
"Ya aku sangat bahagia,, terimakasih karena sudah mau meminjamkan rahim mu untuk kami.."Fidy berkata sambil merasakan sesuatu yang menghimpit di dada nya,,sehingga dada nya terasa sakit.
Ingin rasa nya Fidy membatalkan semua,,tapi itu hal yang tidak mungkin,, karena ini juga kemauan dari ayah nya.
"Nanti aku akan menghubungi Jimmy,, untuk menyampaikan semua nya.."Ucap Fidy sambil tersenyum ke arah Laura,,Fidy tidak menatap Ana sama sekali,,dia sengaja menghindari tatapan mata Ana.
Laura menyadari itu,,tapi dia tidak mau ambil pusing,, yang terpenting sebentar lagi dia akan mempunyai anak dari Fidy,, meskipun tanpa berhubungan intim.
Sebenarnya Laura merasa sedih,,,selain Fidy tidak mau berhubungan suami istri dengan nya,,Fidy juga tidak mau jika bibit unggul nya di tanamkan ke Laura melalui Inseminasi.
Fidy lebih memilih wanita lain untuk mengandung anak mereka.Bertahun-tahun Laura menunggu ternyata wanita yang di tunggu Fidy selama ini adalah Ana.
"Hati-hati di jalan sayang..."Ucap Laura dengan suara lembut dan tatapan hangat nya.
Fidy hanya mengangguk dan segera melangkah kan kaki nya meninggalkan ruang makan.
"Ana,,ayo makan yang banyak biar kamu sehat.."Ucap Laura lembut sambil mendekatkan piring Ana.
"Sehat itu tidak harus makan banyak,,tapi harus bergizi dan berserat.."Ucap Ana.
"Aku Khan belum mengandung,,jadi makanan yang aku butuhkan untuk aku sendiri Nyonya Laura.."Ucap Ana lagi sambil tersenyum kecil.
"Iya kamu benar,,tapi tolong Ana jangan panggil aku Nyonya..'Ucap Ana memohon.
__ADS_1
"Terus aku harus panggil apa..?"Tanya Ana mengerutkan keningnya.
"Panggil aku kak Laura.."Laura berkata sambil menatap Ana dengan senyuman khas nya.
"Baiklah kak Laura.."Ucap Ana sambil tertawa kecil,, Laura juga ikut tertawa.
"Tapi,,kalau aku panggil dengan sebutan kak Laura berarti..."Ana berkata sambil menghentikan tawa nya dan berpikir.
Laura hanya menatap Ana dengan kebingungan.
"Berarti aku panggil dia dengan sebutan kakak juga.."Ana berkata dengan malas dan wajah cemberut.
"Maksud mu mas Fidy..??"Tanya Laura.
"Ya dia,,siapa lagi..!!"Ucap Ana dengan bibir maju 5 cm.
Laura hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Dia itu suami mu,,dan dia punya nama Ana.."Laura berkata sambil mengelus rambut Ana yang indah.
"Sebenarnya sie aku sendiri sudah memberikan dia nama.."Ana berkata dengan senyum-senyum sendiri.
"Oh ya..kamu beri nama siapa suami mu itu..??"Tanya Laura antusias.
Ana yang tadi senyum-senyum sendiri,, langsung berubah ekspresi wajah nya.
"Memang nya kakak tidak sakit hati,,saat tahu suami Kakak menikah lagi..??"Walaupun pernikahan ini sirih dan ada alasan nya.."Ana berkata lagi dengan tatapan penuh selidik ke wajah Laura.
"Jujur ya kak,, jangan kan suami aku menikah lagi,, ketahuan selingkuh aja pasti tamat riwayatnya sebagai suami ku..."Ana sengaja berkata seperti itu biar Laura sadar dan menyuruh Fidy menceraikan nya,,dan dia tidak perlu menjadi Surrogate Mother,,dan hutang balas budi pun lunas.
"Ana.."Panggilan Laura dengan suara nya yang lembut membuyarkan lamunan Ana.
"Mungkin semua berpikir jika aku tidak waras mengijinkan seorang suami untuk menikah lagi,,tapi apa daya aku harus mengikhlaskan nya..."Ucap Laura berusaha setenang mungkin.
"Tapi bukan kah suami di perbolehkan poligami jika seorang istri ikhlas,,apa lagi istri tidak bisa memberikan keturunan..."Ucap Laura lagi dengan suara bergetar menahan air matanya.
Melihat kesedihan di wajah Laura,,Ana merasa sangat bersalah.
"Maafkan aku kak Laura,,kalau kata-kata ku sudah menyakiti hati kakak.."Ucap Ana sambil menggenggam tangan Laura.
"Tidak apa-apa Ana pertanyaan yang wajar.."Ucap Laura sambil mengusap air mata.
"Keluarga besar Sakti,, benar-benar tidak salah memilih mu sebagai Surrogate Mother,,,kamu benar-benar wanita yang baik"Ucap Laura.
'Maaf tidak usah membahas tentang mereka.."Ana berkata sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Maaf kan aku An,,tapi suami kita benar-benar suami yang sangat baik dan bertanggung jawab.."Ucap Laura berusaha menyakinkan Ana.
"Sangat baik hanya kepada mu saja.."Ucap Ana sambil mengangkat wajahnya menatap Laura.
"Sabarlah An,,mas Fidy memang sedikit keras tapi jauh di lubuk hati nya,,dia seseorang yang sangat lembut.."Ucap Laura.
"Apa nya yang lembut..??Tanya Ana kembali memajukan 5 cm bibir nya.
Laura hanya tertawa kecil melihat Ana.
"Sekarang kamu berkata seperti itu,,tapi setelah kamu tahu pesona nya,,kamu tidak akan bisa berpaling An.."Ucap Laura dalam hati,,sambil menatap Ana dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
***********
Sementara di sebuah kafe,, tampak dua orang laki-laki yang sedang terlibat pembicaraan yang serius.
"Bagaimana sob,,apa Lo udh yakin???
"Entahlah,,saat dia menyetujui perjanjian itu,,hati gw terasa sangat sakit dan ga rela.."Ucap Fidy sambil memijit keningnya.
"Seperti nya wanita ini sudah bisa mencuri hati seorang Fidy Eka Sakti.."Jimmy berkata sambil tertawa seolah-olah sedang meledek Fidy.
"Jim..."Panggil Fidy dengan mata melotot.
Jimmy segera menghentikan tawa nya,,saat mimik muka Fidy menjadi serius
"Jim,,gw punya ide,, bagaimana kalau inseminasi langsung saja antara gw dan Ana.."Ucap Fidy
"Maksud Lo..."Tanya Jimmy mengerut kan keningnya,, menatap tak mengerti ke arah sahabat nya.
"Ya gw mw kalau bibit unggul gw langsung menyatu dengan bibit unggul Ana.."Ucap Fidy menatap Jimmy sahabat nya.
"Ya itu sie mudah saja buat gw.."Ucap Jimmy
"Tapi masalah nya,, bagaimana dengan Laura..??Apa lagi sampai dia tahu jika ovarium dia tidak di pakai.."Ucap Jimmy sambil menghela napas.
"Kita tidak perlu memberitahu nya,,Lo bisa memberikan sel telur nya pada siapa.saja yang membutuhkan..!!""
**********
Apakah Jimmy sebagai dokter spesialis kandungan akan mengikuti kemauan sahabat nya Fidy...??
Ikuti terus ya cerita nya.
Jangan lupa mampir di novel pertama author yang hampir tamat
__ADS_1