Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Apa Istri Kecil Ku Sedang Cemburu??


__ADS_3

110


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"


Ana hanya diam membisu, dia ingin sekali protes dengan keputusan Fidy, dia juga sangat ingin bi Minah segera mendapatkan donor ginjal, tapi di sisi lain, dia tidak boleh egois dengan keadaan kakak kandung sekaligus kakak madu nya.


"Baik tuan dan nyonya, cuci darah akan segera kita lakukan.."Ucapan dokter, membuyarkan lamunan Ana.


"Oke dokter.."Fidy mengangguk.


"Kalau begitu kami pamit, ayo sayang.."Fidy berkata, sambil meraih lengan Ana, membawa nya untuk berdiri.


Ana hanya tersenyum dan mengangguk ke arah dokter, dia menurut saja saat Fidy merangkul nya untuk keluar ruangan.


"Sayang, apa tidak sebaik nya kamu istirahat di rumah dulu, biar aku yang mengurus semua nya di sini.."Saat mereka duduk di sebuah kursi tunggu.


"Aku akan tetap di sini, sampai semua keadaan kondusif.."Sahut Ana, sambil menggeleng lemah.


Fidy menghela napas.


"Aku akan menjaga ibu, kalau kamu mengkhawatirkan kak Laura, jagalah dia.."Ucap Ana, menatap nanar Fidy.


Fidy kaget dengan perkataan Ana.


"Hai, apa istri kecil ku sedang cemburu..??"Tanya Fidy menggoda, sambil mengerutkan kening nya, meminta jawaban Ana.


Seketika wajah Ana memerah.


"Siapa yang cemburu.?"Jawab Ana, sambil mengalihkan pandangan nya ke tempat lain, menghindari tatapan Fidy yang sedang tersenyum menggoda nya.


Senyum Fidy semakin mengembang, bahkan terdengar tawa kecil nya, wajah Ana semakin memerah, bahkan sekarang dia sedang menunduk, sambil menggigit bibir bawah nya.


Tawa Fidy, semakin terdengar menggoda, dan dia langsung mengangkat dagu Ana yang sedang menunduk, dan..


Cup...


Mata Ana melotot, saat Fidy menci*m kilat bibir Ana.


"Ish, mas ini khan rumah sakit, tempat umum.."Hardik Ana, sambil cemberut memukul dada Fidy.


Terlihat wajah nya semakin memerah, antara malu dan marah.


"Kenapa harus malu, kita khan suami istri.."Jawab Fidy santai, dengan tatapan yang masih menggoda Ana.


"Istri, yang tidak bisa di publikasikan di depan umum."Ana berkata dengan suara lirih, tiba-tiba dia teringat dengan status nya hanya sebagai istri siri.


"Sayang, apa kamu tidak menyadari, kebersamaan kita di rumah sakit ini, justru membuat semua orang tahu, jika kita mempunyai hubungan spesial, bahkan dokter Robert dan perawat nya juga sangat mengetahui status kita.."Jelas Fidy, sambil menggenggam erat jemari Ana.

__ADS_1


"Sekarang coba kamu lihat ini..??"Fidy meraih ponsel yang berada di kantong, membuka sebuah situs berita gosip, dan acara breaking news lain nya.


Terlihat jika Fidy dan Ana yang terlihat bersama, dan tampak mesra menjadi trending topic.


Semua media menyiar kan berita tentang mereka, banyak spekulasi bermunculan, ada yang bilang jika Ana adalah orang ke tiga dari hubungan Fidy dan Laura, ada yang bilang jika Ana adalah istri siri Fidy, karena Laura belum bisa memberikan keturunan.


Ada spekulasi juga jika Laura yang meminta Fidy menikah lagi, karena mereka ingin menjadikan Ana Surrogate mother ( wanita yang di sewa rahim nya, untuk melahirkan anak mereka ).


Bahkan ada spekulasi juga yang mengatakan, jika Fidy akan mencerai kan Laura demi Ana, dan masih ada beberapa spekulasi lain nya.


Bahkan berita mereka menjadi hot news, entah lah siapa yang menjadi nara sumber dari berita mereka.


Ana menutup mulut nya, dan menggeleng kan kepala nya, saat melihat foto diri nya dan Fidy yang di ambil diam-diam, dan di bubuhi oleh berita-berita yang menjual.


"Kenapa, berita kita jadi trending topic sie mas.? Dari mana mereka mendapat semua foto ini dan semua fakta-fakta antara kita..??"Tanya Ana, dengan tatapan cemas.


Fidy tersenyum, dan mengangkat bahu nya.


"Nama nya juga wartawan, tugas mereka itu mencari berita-berita yang bisa menjual.."Jawab Fidy santai.


"Kok, kamu santai saja sie mas..??"Tanya Ana, yang terlihat kesal dengan sikap cuek Fidy.


"Kamu kok aneh banget sie sayang, tadi protes kamu jika sebagai istri yang tidak di publikasikan, tapi saat semua orang tahu, jika kita mempunyai hubungan spesial, kamu protes juga.."Fidy berkata, sambil menggeleng kan kepala nya.


"Wanita memang memusing kan.."Fidy berkata, sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Jauh di lubuk hati Ana, walaupun banyak berita yang tidak benar berseliweran, tapi Ana merasakan hati nya begitu bahagia, karena status nya dengan Fidy tidak perlu lagi di sembunyikan.


"Jangan terlalu di pikir kan, aku lapar, ayo kita makan, Febi sama Jimmy sudah menunggu di resto sebelah.."Ucap Fidy, yang membuyar kan lamunan Ana.


Tanpa menunggu jawaban dan persetujuan Ana, Fidy langsung menarik lengan Ana untuk segera berdiri, dan langsung menggandeng tangan nya, melangkah meninggalkan rumah sakit.


*******


Tidak butuh waktu lama, dan cukup dengan jalan kaki, untuk Fidy dan Ana sampai di resto yang di tuju.


Karena kebetulan resto itu, bertepatan di sebelah rumah sakit.


Tampak Febi dan dokter Jimmy yang sudah menunggu, Febi melambai kan tangan nya ke arah Fidy dan Ana, saat mereka sudah berada di dalam resto.


Fidy dan Ana pun segera menghampiri mereka, dan duduk di kursi yang telah di siap kan oleh Febi dan dokter Jimmy.


"Kalian mau makan apa..??"Kami juga belum pesan karena menunggu kalian."Ucap dokter Jimmy, sambil menyerah kan buku menu kepada Fidy.


"Aku biar di pilih kan mas Fidy saja.."Ucap Ana, tidak semangat.


"Kak Ana, apa kamu baik-baik saja..??"Tanya Febi lembut, sambil menyentuh lembut lengan Ana.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Feb, jangan khawatir.."Jawab Ana, dengan senyum terpaksa.


"Kami pesan ini saja.."Fidy berkata, sambil mengembalikan buku menu, ke arah dokter Jimmy.


"Oke, sebenar nya aku dan Febi sudah mempunyai menu pilihan, hanya belum di pesan saja.."Dokter Jimmy berkata, sambil menerima buku menu yang di serah kan Fidy.


Dokter Jimmy pun segera melambaikan tangan nya kepada pelayan.


Setelah menulis semua pesanan mereka, pelayan pun segera pergi untuk menyiap kan pesanan.


"Aku tidak menyangka, jika aku mempunyai adik perempuan, walaupun berbeda ibu.."Ucap Febi tiba-tiba, dengan menatap bergantian Fidy dan Ana.


"Aku juga tidak menyangka, jika aku masih mempunyai kakak perempuan yang ternyata adalah istri pertama suami ku ."Ucap Ana lirih.


Fidy, Febi dan dokter Jimmy saling melempar pandang ini


"Jadi Laura, itu benar kakak mu An.??"Tanya dokter Jimmy, dengan wajah penasaran.


Ana menarik napas, dan mengangguk pelan.


"Kita harus ikhlas menerima kenyataan ini kak, seperti aku yang harus ikhlas menerima kehadiran Ayu."Ucap Febi, sambil kembali memegang lengan Ana.


"Iya Feb, seperti nya aku harus belajar ikhlas, terima kasih ya.". jawab Ana, sambil memegang punggung tangan Febi yang berada di kengan nya.


"Sama-sama kakak ipar ku yang cantik.."Goda Febi, yang membuat Ana tersenyum malu.


"Oh iya mas, aku dan Jimmy, ingin membawa jenazah papah pulang untuk di segera di makam kan."Ucap Febi, menatap Fidy.


Fidy dan menarik napas nya dalam-dalam dan membuang nya kasar.


"Tolong maaf kan papah mas..:"Suara Febi mulai bergetar.


Fidy tidak menjawab, dia hanya menatap tajam Febi, menunggu rahasia apa yang akan di bicarakan Febi lagi tentang Aksa.


"Ternyata kematian kedua orang tua mu mas, ada hubungannya dengan papah.."


***********


Rahasia apa yang akan di ungkap oleh Febi??


Bagaimana dengan ginjal untuk bi Minah.??


Bagaimana juga kelanjutan hubungan Fidy, Ana dan Laura?


Jangan pernah lewat kan di setiap bab nya.


Jangan lupa tinggal kan jejak untuk mereka👇😍

__ADS_1




__ADS_2