
Bab 64
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Di tengah kekesalan dan kemarahan nya, terdengar suara ketukan di pintu kamar nya.
"Nyonya, apa saya boleh masuk..."Terdengar suara lembut di balik pintu.
Laura mendengus kesal.
"Masuk lah.."Teriak Laura dengan wajah malas.
Saat pintu di buka, tampak lah sesosok gadis belia sederhana yang berwajah sangat manis.
Gadis itu menghela napas, dan menggelengkan kepala nya melihat keadaan kamar Laura yang seperti kapal pecah.
"Mau apa kamu ke sini...??Tanya Laura dengan tatapan sinis, kepada gadis belia yang tak lain adalah Ayu.
"Saya sangat mengkhawatirkan mu kak..??"Jawab Ayu lirih, dengan wajah sendu menatap keadaan Laura yang kacau.
Berlahan Ayu mendekati Laura yang sedang duduk di sofa bed.
Laura tertawa kecil mendengar ucapan Ayu.
"Tidak perlu sok peduli dengan keadaan ku, justru kamu bahagia khan dengan keadaan ku seperti ini...???!!!"Laura berkata dengan menatap tajam Ayu.
"Kenapa kakak selalu berprasangka buruk kepada ku...???"Tanya Ayu dengan mata yang mulai berembun.
"Jangan bohong kamu Ayu, aku tahu kamu sangat iri dengan hidup ku yang jauh lebih baik dari mu...??!!!"Tegas Laura, masih dengan sorot mata nya yang tajam menatap Ayu.
"Dari kecil aku tidak pernah merasakan kekurangan, bahkan aku hidup dengan penuh kemewahan, sedang kan kamu selalu kekurangan bahkan sampai kelaparan..."Laura berkata sambil menghampiri Ayu.
"Dan dengar, jangan pernah kamu memanggil ku kakak, karena aku tidak mau punya adik seperti mu...!!!"Laura berkata dengan penuh kemarahan, dan dengan kasar dia mendorong tubuh Ayu sehingga tersungkur ke lantai.
Air mata yang berusaha di tahan, kini sudah mengalir deras di wajah manis milik Ayu.
"Seharus nya kamu bersyukur, karena aku sudah membawa kamu kesini, memberikan mu kehidupan yang jauh lebih baik..."Geram Laura dengan nada mengejek, sambil berkacak pinggang di hadapan Ana yang sedang tersungkur.
"Ingat, jangan pernah bermimpi untuk tinggal di sini sebagai adik ku, kamu di sini hanya sebagai pelayan, mengerti kamu...!!!"Teriak Laura sambil berjongkok dan mencengkeram rahang wajah Ayu.
"Sakit nyonya, maaf kan saya..."Rintih Ayu kesakitan dengan air mata yang terus mengalir dari sudut mata nya.
"Aku mau mandi, siap kan air untuk aku, dan setelah ini cepat bersih kan kamar ini..!!"Perintah Laura dengan mata melotot.
"B..baik nyonya..."Ucap Ayu dengan terbata dan langsung menuju kamar mandi.
"Akh.."Laura berteriak sambil melempar figura foto dia dan Fidy.
Laura seperti mempunyai kepribadian yang berbeda, dia bisa menjadi wanita yang anggun dan penuh pesona, tutur kata nya halus dan lembut, tapi saat dia marah apa lagi ada sesuatu yang tidak sesuai keinginan nya, maka emosi dan amarah nya di luar kendali.
__ADS_1
Setelah menyiap kan keperluan mandi Laura, Ayu segera membersihkan dan merapikan kamar Laura.
Walaupun Laura memperlakukan nya sangat tidak baik, tapi dia sangat bahagia karena dia masih bisa bersama saudara kandung nya, mengingat dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi.
Dari kecil dia berada di panti asuhan, tanpa tahu siapa orang tua nya, sampai musibah menimpa panti asuhan itu, membuat semua anak panti bercerai berai.
Ada yang bernasib baik, ada juga yang bernasib buruk bahkan kehidupan mereka lebih sulit dari di panti.
Seperti Ayu, yang harus berjuang dalam bertahan hidup, sampai ada seseorang yang membawa nya ke rumah sakit, mempertemukan nya dengan seorang wanita yang baru saja melakukan operasi plastik akibat luka bakar yang di alami nya.
Ayu tidak menyangka, jika wanita itu adalah kakak kandung nya, tentu saja Ayu sangat bahagia, ternyata dia masih punya saudara kandung, walaupun dia tidak tahu sama sekali tentang orang tua kandung nya.
Pernah dia bertanya kepada Laura, tentang keberadaan orang tua mereka, bukan jawaban tapi amarah dan bentak kan yang Laura berikan.
Ayu berpikir kalau Laura merasakan kebahagiaan bertemu dengan saudara kandung, tapi kenyataan nya, kakak yang di harapkan merasakan kebahagiaan sama dengan nya, ternyata salah besar.
Kehadiran nya sangat di benci oleh kakak nya, bahkan dia hanya di jadikan seorang pelayan bagi kakak kandung nya sendiri.
Ayu kembali menyeka air mata nya, menarik napas dalam-dalam dan membuang nya berlahan.
"Aku harus segera membersihkan dan merapikan kamar ini, sebelum kak Laura selesai mandi..."Ucap Ayu, dengan cekatan dan segera meneruskan pekerjaan nya kembali.
Hampir satu jam Laura melakukan ritual mandi nya, setelah dia keluar dari kamar mandi, tampak keadaan kamar sudah rapi dan bersih, tidak ada tanda-tanda bekas-bekas amukan nya.
Laura menyunggingkan senyum nya.
"Kalau dari lahir di takdir kan jadi babu, ya tetap saja jadi babu, mana sudi aku punya adik.."Gumam Ana, sambil menuju walk in closet.
"Aku ke apartemen mu sekarang.."Ucap Laura saat telepon tersambung, dan langsung mematikan nya.
Dengan langkah elegan, Laura keluar dari kamar nya, saat melewati ruang tengah dia berpapasan dengan Aksa dan bodyguard nya.
"Laura sayang, mau kemana kamu..?-"Tanya Aksa sambil memperhatikan Laura dari atas sampai bawah, menatap kaki Laura yang terlihat baik-baik saja.
Laura tersenyum tipis.
"Papah pasti sangat tahu khan, kalau kaki aku baik-baik saja.."Ucap Laura manja, sambil memutar-mutar tubuh nya di hadapan Aksa.
"Sudah aku duga..."Ucap Aksa menatap Laura dengan tersenyum.
"Tadi nya, aku mau berpura-pura istirahat, tapi percuma, foto-foto dan video yang sudah tersebar tiba-tiba menghilang, bahkan aku mendapat kan foto-foto Fidy dengan wanita sial** itu.."Laura berkata dengan wajah kesal.
"Sudah lah sayang, percaya kan kepada ku, kebahagiaan mereka tidak akan lama.."Aksa berkata sambil merangkul mesra pundak Laura.
"Aku percaya kan semua pada papah, jangan buat aku kecewa..."Laura berkata sambil memeluk mesra Aksa.
"Pasti sayang..."Ucap Aksa sambil menoel gemas hidung Laura.
"Kalau begitu, aku pergi dulu pah, kasihan sudah ada yang menunggu ku..."Ucap Ana dengan gaya manja dan nakal.
__ADS_1
"Oke, nanti malam jangan lupa tidur di kamar ku.."Bisik Aksa penuh minat di telinga Laura.
"Pasti.."Ucap Laura genit sambil mencium pipi Aksa, dan segera berlalu dari hadapan Aksa.
Aksa tersenyum nakal, dan kemudian melangkah ke lift menuju kamar nya.
************
Jalanan agak macet, sehingga memerlukan waktu lama Laura menuju apartemen, tempat dia berjanji dengan seseorang.
Saat sampai di depan apartemen yang berada di lantai 5, Laura pun membuka pintu apartemen dengan kode yang sudah biasa di pakai nya.
Saat pintu terbuka, dan Laura sampai di dalam, tampak sepi dan gelap.
Laura mengerutkan kening nya, dia pun langsung mencari saklar untuk menghidupkan lampu, seketika ruangan menjadi terang.
Tampak keadaan apartemen begitu berantakan, hati Laura merasa tidak enak, jantung nya berdegup kencang.
"Seperti nya ada yang tidak beres..."Gumam Laura.
Laura segera meraih ponsel nya, untuk menghubungi seseorang yang akan di temui nya.
Tapi Laura terlonjak kaget, karena ponsel yang di hubungi nya terdengar berada di dalam kamar.
Dengan dada berdegup kencang, dan keringat dingin mulai membasahi dahi nya, berlahan Laura melangkah mendekati kamar dan membuka nya.
Ternyata kamar pun gelap, Laura segera mencari saklar lampu, dan saat lampu hidup.
"Akkkhhhhhhhhh...."Teriak Laura.
************
Ternyata Laura dan Ayu adik kakak.
Apa yang membuat mereka sampai terpisah?
Kenapa Laura tidak mau menerima keberadaan Ayu...??
Sebenarnya ada hubungan apa Aksa dan Laura .??
Siapa yang ingin di temui Laura di apartemen..???
Dan apa yang terjadi di apartemen.??
Ikuti bab berikutnya, seru lho☺️
Mampir dan kepoin juga novel author yang satu ini 👇
Edisi promo terus 😀
__ADS_1
.