
Bab 122
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih"
"Kenapa kak Laura tidak bisa mendonor kan ginjal nya..??"Jawab mas .?"Ana mengguncang kan tubuh Fidy, meminta penjelasan, tampak mata nya mulai berkaca-kaca.
Fidy menghela napas, dia meraih tangan Ana dan membawa tubuh Ana yang mulai terisak ke dalam pelukan nya.
"Maaf kan aku sayang.."Fidy mengelus lembut punggung Ana, kembali penyesalan datang saat melihat Ana kembali menangis.
"Katakan mas, kenapa kak Laura, tidak bisa mendonor kan ginjal nya.??"Tanya Ana, yang terus terisak.
"Laura mengidap kanker serviks An, jadi dia tidak bisa mendonorkan ginjal nya.."Fidy berkata dengan suara lirih, dada nya terasa semakin sesak.
Belum pernah hati nya segalau ini, dia memang tidak pernah mencintai Laura dari dulu, meskipun sudah beberapa tahun Laura menjadi istri nya, tapi cinta itu tidak pernah hadir di hati nya.
Dia merasa menjadi lelaki paling kejam, karena tidak mau membuka hati nya untuk menerima Laura sampai saat ini.
Sehingga membuat Laura terjerumus pada **** bebas. Dan membiar kan Laura jatuh ke dalam pelukan Kelvin, lelaki yang kejam dan mempunyai kelainan ****.
Bahkan setelah lepas dari jeratan Kelvin, ternyata Laura melakukan hubungan terlarang dengan sahabat nya sendiri dokter Aryo, dan dengan ayah sambung nya yang sangat licik Aksa.
Fidy mengetahui semua kelakuan Laura, tapi dia membiar kan nya, bahkan tidak peduli dengan apa pun yang di lakukan Laura di belakang nya. Dia lebih fokus mengejar cinta Ana, sampai akhir nya dia dapat menikahi Ana dengan cara yang salah, yang membuat Ana menjadi menderita.
"Apa..??"Kak Laura mengidap kanker serviks..??"Tanya Ana, dengan suara memekik tak percaya, sambil menatap dalam mata Fidy.
"Kamu pasti bohong mas, aku tidak percaya, tidak mungkin kak Laura terkena kanker serviks..!!"Ana kembali memekik, melepaskan pelukan Fidy, dan mendorong kuat tubuh Fidy, sehingga tubuh Fidy mundur beberapa langkah.
"Maaf nyonya, benar apa yang di katakan tuan Fidy, jika nyonya Laura mengidap kanker serviks, bahkan kanker serviks nyonya Laura sudah stadium 4.."Dokter mencoba membantu menjelaskan.
Ana bagai kan di sambar petir, mendengar perkataan dokter, dia mencoba mengumpulkan semua kekuatan nya, sambil kedua tangan nya memijat kening nya sendiri.
Hati nya benar-benar bagai kan teriris sembilu, dia tidak mengerti dengan semua takdir hidup nya.
"Kenapa semua kenyataan pahit, selalu hadir dalam hidup ku.."Pertanyaan itu berputar di kepala Ana, yang membuat kepala nya sangat terasa berat dan sakit, mata nya mulai berkunang-kunang, dan kaki nya tiba-tiba terasa sangat lemas, sehingga tak mampu lagi untuk berpijak.
"Sayang, kamu baik-baik saja.??."
"Nyonya Ana, anda tidak apa-apa..??"
Pertanyaan Fidy dan dokter, seperti angin yang berputar, Ana merasa tubuh nya melayang bagai kan kapas, sampai akhir nya semua terasa gelap.
"Sayang..!!"
__ADS_1
Fidy langsung menangkap tubuh Ana yang ambruk tak sadar kan diri.
Dengan bantuan dokter, dan beberapa perawat, Ana langsung di bawa ke ruang perawatan.
Dokter dan perawat segera memeriksa keadaan Ana.
Dengan hati yang di selimuti kegelisahan dan kekhawatiran, Fidy menunggu di luar ruang pemeriksaan, dia berjalan mondar-mandir, dan berkali-kali mengusap kasar wajah nya, bahkan sampai mengacak rambut nya frustasi.
Mengutuk diri nya sendiri, yang tidak pernah bisa membuat Ana bahagia.
Setelah menunggu beberapa saat, dokter pun keluar menemui Fidy.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya..??"Tanya Fidy, dengan wajah dan hati yang di selimuti dengan kekhawatiran.
"Nyonya Ana, mengalami syock yang sangat berat, selain tubuh nya yang terlalu lelah, beban dalam hati dan pikiran nya juga teramat banyak, sehingga membuat alam bawah sadar nya menolak untuk membuka mata.."Jelas dokter, tampak ada keresahan di mata sang dokter.
"Maksud nya, dok..??"Tanya Fidy tidak mengerti.
Dokter menghela napas.
"Mohon maaf tuan Fidy, seperti nya alam bawah sadar nyonya Ana, menolak untuk dia bangun dari pingsan nya.."Dokter menjawab, sambil menatap Fidy.
"Mohon maaf dok, saya masih tidak mengerti, maksud dokter..??"Fidy bertanya, sambil mengerut kan kening nya, dia semakin tidak mengerti kemana arah penjelasan sang dokter.
Kembali dokter menghela napas.
Fidy mengerutkan kening nya, menatap tajam wajah dokter. Dokter pun tersenyum dan kembali memberikan penjelasan.
"Begini tuan Fidy, sebelum nya saya minta maaf jika penjelasan saya sedikit kurang mrnyenang kan.."Ucap dokter penuh hati-hati.
"Katakan saja dok, apa yang terjadi dengan istri saya.."Jawab Fidy dengan suara dingin, dan aura kegelisahan dan ketidaksukaan nya dengan penjelasan dokter yang menurut nya terlalu berbelit.
"Baik tuan, karena banyak nya kejadian yang tidak menyenangkan atau yang membuat ketidak nyamanan nyonya Ana, sehingga berdampak pada alam bawah sadar nya.."Dokter menjelaskan dengan hati-hati.
Fidy memicingkan mata nya, menatap dokter, dia masih tidak mengerti maksud dari penjelasan dokter.
Dokter yang tahu, jika Fidy masih tidak mengerti, dia pun meneruskan penjelasan nya
"Saat ini, alam bawah sadar nyonya Ana menolak semua kenyataan pahit dalam hidup nya yang mungkin akhir-akhir ini sedang di alami nya, jadi dia hanya ingin mengingat masa lalu yang bagi nya menyenangkan.."
Mendengar penjelasan dokter, membuat sorot mata Fidy yang tadi tajam, seketika meredup, hati nya begitu hancur, ternyata kehadiran nya membuat hidup Ana sangat menderita.
Fidy menarik napas, membuang nya berlahan, dan mengusap kasar wajah nya.
__ADS_1
"Saya paham apa yang dokter maksud.."Terdengar suara Fidy yang melemah.
"Maaf tuan, apa ada suatu peristiwa atau seseorang di masa lalu nyonya Ana, yang membuat dia merasa nyaman dan bahagia."Tanya dokter penuh hati-hati.
Fidy termenung sesaat, kemudian menatap dokter.
"Apakah, seseorang di masa lalu yang pernah memberikan nya kebahagiaan, bisa membantu kesadaran istri saya dok..??"Fidy bertanya, dengan suara sedikit bergetar, dengan perasaan takut, dia menunggu jawaban dokter.
"Itu bisa sangat membantu tuan, apa lagi jika seseorang itu yang sangat di harap kan oleh nyonya Ana.."Jawab dokter, sambil mengangguk.
Deg..
Dada Fidy serasa bergemuruh mendengar penjelasan dokter, seandai nya dia wanita, ingin sekali dia mengeluarkan air mata.
"Kenapa, seberat dan sesakit ini melepas mu An.."Fidy berkata dalam hati, sambil kembali mengusap kasar wajah nya.
"Tuan, apa anda baik-baik saja .??"Dokter menatap Fidy, dengan wajah sedikit khawatir.
Seumur hidup nya, setelah kematian kedua orang tua nya, Fidy tidak pernah serapuh ini, kenyataan pahit jika ayah sambung nya Aksa adalah seorang pembun*h, bahkan dia lah yang membun*h kedua orang tua nya, membuat dia menjadi pribadi yang tangguh dan kuat, bahkan air mata terakhir yang di keluarkan nya saat kematian sang ibu.
"Baik lah dok, saya akan segera membawa orang itu.."Rasa sesak semakin menyeruak di relung hati Fidy, saat mengucapkan kata-kata itu.
Dokter tersenyum dan mengangguk.
"Apa, saya bisa menemui istri saya..??"Tanya Fidy, dengan dada yang semakin sesak.
"Silah kan tuan.."
"Terimakasih dok.."
Dengan langkah yang sedikit gontai, dan perasaan yang di selimuti kesedihan, dia pun melangkah masuk ke dalam kamar perawatan Ana.
*********
Maaf kan baru up.
Kalian pasti tahu, siapa seseorang yang di maksud Fidy..??
Akan kah Fidy segera melepaskan Ana..??
Semakin seru, menuju beberapa bab lagi.
Ga ada bosan nya, author mengingat kan para reader untuk mampir kedua novel lain nya👇👇
__ADS_1