
116
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, dengan di temani beberapa penjaga kepolisian, dan untuk menunggu hasil nya, Fidy meminta ijin untuk mengajak Laura ke taman yang berada di rumah sakit.
Sesampai nya di taman, mereka sedang terlibat sebuah obrolan yang serius, Fidy duduk di kursi besi, sedangkan Laura duduk di kursi roda.
"Aku, tidak menyangka jika Ana adalah adik kandung ku."Ucap Laura lirih.
"Dan ternyata, aku anak kandung dari seseorang yang selama ini aku anggap hanya sebagai seorang pembantu.."Ucap Laura lagi, menatap nanar Fidy.
Fidy membalas tatapan Laura.
"Mas, aku tahu betapa besar nya cinta mu kepada Ana, awal nya aku tidak rela jika kamu dan Ana hidup bahagia, tapi ternyata Ana adalah adik kandung ku sendiri, dan kalian juga saling mencintai.."Laura berkata, sambil menggenggam jemari Fidy.
Fidy menghela napas, dan membalas genggaman jemari Laura.
"Aku tidak tahu Laura, dia kembali hadir di antara kami, walaupun aku sudah berusaha memisah kan mereka.."Ucap Fidy frustasi.
"Satria, maksud mu..??"Tanya Laura.
"Ya.."Jawab Fidy, bersamaan dengan tarikan napas nya, yang di buang nya kasar.
Laura tersenyum.
"Kamu suami nya mas, kamu lebih berhak terhadap Ana.."Laura mencoba, memberikan semangat untuk Fidy.
"Hanya suami di atas kertas, tapi hati nya untuk orang lain.."Fidy melengkungkan senyum nya, terdengar kegetiran di kata-kata nya.
Laura kembali tersenyum, melihat kegundahan dan kecemburuan di hati Fidy, yang sangat tergambar jelas di wajah nya.
"Cerai kan aku, dan menikah resmi lah dengan Ana.."Pinta Laura, terasa berat sekali untuk mengatakan nya.
"Karena, setelah ini, aku akan menerima hukuman sebagai seorang pembunuh."Ucap Laura, dengan tatapan nanar.
"Sebelum menjalani masa tahanan, aku ingin memberikan sesuatu yang baik, karena selama ini aku adalah wanita yang licik dan jahat."Laura berkata dengan mata berkaca-kaca.
"Sebagai istri, aku sudah banyak melakukan kesalahan, aku berselingkuh dengan ayah sambung mu Aksa dan sahabat karib mu dokter Aryo.."Laura berkata, dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya.
__ADS_1
"Aku juga sudah banyak membantu Aksa, dalam melakukan banyak kejahatan.."Isak tangis Laura pun pecah, sampai punggung nya terguncang.
Fidy langsung membawa Laura ke dalam pelukan nya.
"Aku sudah tahu semua, dari awal kamu melakukan perselingkuhan, sampai kamu membantu Aksa melakukan semua kejahatan nya.."Fidy berkata, sambil membelai lembut rambut Laura.
Laura pun, melepaskan pelukan nya, dan menatap Fidy dengan air mata yang terus mengalir.
"Jika kamu sudah mengetahui nya, kenapa kamu tidak langsung mencerai kan atau melaporkan aku mas, apa lagi pernikahan kita ini terjadi karena paksaan, dan sudah membuat beban di hati mu..??"Tanya Laura, dengan menatap mata Fidy, mencari jawaban atas semua nya.
"Maaf kan aku Laura, karena aku tidak pernah mencintai mu, jadi aku biar kan semua kelakuan mu, tidur dengan laki-laki lain.."Fidy menarik napas, dan membuang nya kasar.
"Untuk mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Aksa, aku juga membiar kan kamu untuk membantu nya.."Terlihat tatapan penyesalan di mata Fidy.
"Aku tidak pantas menjadi seorang suami, karena sudah menjerumuskan istri nya ke jalan yang salah, seharusnya dari awal aku tidak boleh menikahi mu.."Fidy menatap nanar Laura, ada kepedihan yang sangat tergambar di mata nya.
"Maaf kan aku juga, karena telah membiar kan mu jatuh ke pelukan Kelvin, yang ternyata seorang laki-laki psikopat.."Ucap Fidy, sambil menghapus air mata di wajah Laura, yang mengalir semakin deras, saat mendengarkan penjelasan Fidy.
"Aku ikut andil, atas penderitaan mu berumah tangga dengan Kelvin, karena dari awal, aku sudah tahu rencana licik Kelvin untuk mendapat kan mu, dengan cara memperkosa mu.."Jelas Fidy, menatap lekat wajah Laura.
Seketika, mata Laura membulat, dan menutup mulut nya dengan telapak tangan kanan nya, dan menggeleng kan kepala nya, tak percaya dengan pengakuan Fidy.
"Dan ini adalah salah satu alasan, kenapa kamu tidak menolak untuk menikahi ku, hanya karena rasa bersalah mu..??"Tanya Laura, dengan tatapan sendu, ada sesak yang menyeruak di dada nya.
Laura, semakin merasakan sesak di dada nya, dia tidak menyangka jika Fidy mengetahui rencana busuk Kelvin, untuk memiliki nya.
Lelaki yang telah membuat nya jatuh cinta, dari pertama kali mereka bertemu, ternyata membiar kan nya jatuh ke tangan laki-laki psikopat seperti Kelvin.
4 tahun, dia hidup dalam penderitaan yang di ciptakan Kelvin, sehingga dia merubah wajah nya menjadi wajah baru, dan berganti nama dari Jasmin menjadi Laura.
Dan dia pun baru tahu, jika nama Laura nama yang di berikan kedua orang tua kandung nya, saat dia masih kecil. Itu semua di ketahui nya dari mulut Aksa langsung, sebelum kejadian berdarah di gudang bekas batu bata beberapa hari yang lalu, dan saat itu lah dia juga mengetahui jika bi Minah ibu kandung nya, dan Ana adik kandung nya.
"Itu semua masa lalu mas, dan itu juga semua kesalahan ku, aku teejebak oleh permainan Kelvin, karena kebodohan dan ambisi ku untuk mendapatkan mu.."Laura berkata,.sambil menundukkan wajah nya.
Memory nya pun teringat dengan kejadian 4 tahun yang silam, saat itu dia ingin mencampurkan obat perangs*ng dalam minuman Fidy, dan Kelvin mengetahui rencana itu.
Kelvin yang sebenar nya mencintai Laura pun, langsung memberikan minuman yang sudah di campur obar perangs*ng itu kepada Laura bukan kepada Fidy.
Fidy yang mengetahui rencana itu, langsung meninggalkan Laura dan Kelvin, saat obat mulai bekerja. Karena Fidy yakin Kelvin pasti bertanggung jawab dengan perbuatan nya.
__ADS_1
Tapi ternyata, dugaan Fidy meleset, Kelvin ternyata seorang psikopat, yang membuat hidup Laura sangat menderita, sehingga kebakaran itu membuat luka bakar, di sekitar wajah dan di beberapa bagian tubuh Laura.
Karena kebakaran itu juga, yang membuat bapak angkat Laura terkena serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Dan seminggu setelah kematian ayah angkat Laura, ibu angkat nya pun menyusul, setelah satu bulan mengalami sakit parah, karena memikirkan keadaan Laura dan suami nya.
Itu lah salah satu alasan kenapa Fidy bersedia menikahi Laura, dan juga karena almarhum ibu angkat nya meminta Fidy untuk menikahi dan menjaga Laura.
Karena rasa bersalah dan amanat dari mendiang ibu Laura, itu juga yang menjadi salah satu alasan Fidy, untuk tidak pernah mengeluarkan kata-kata cerai, walau pun dia tidak pernah mencintai dan mengetahui semua penghianatan dan kejahatan nya yang telah di lakukan Laura bersama Aksa.
"Mohon maaf tuan Fidy dan nyonya Laura, seperti nya hasil dari pemeriksaan nyonya Laura, sudah di ketahui hasil nya.."Ucap salah petugas kepolisian, menghampiri Fidy dan Laura.
Yang membuat Fidy dan Laura tersadar, jika yang berada di tanan bukan hanya mereka berdua. Bahkan posisi beberapa petugas kepolisian tidak jauh dari mereka.
"Baik pak, kami akan segera kesana."Jawab Fidy.
"Jangan menangis, hapus air mata mu, apa pun alasan pernikahan kita, aku tidak akan meninggalkan dan mencerai kan mu.."Fidy berkata, sambil menghapus air mata Laura, dengan gerakan lembut dan penuh kasih.
Dia merapikan dan membelai rambut Laura, kemudian mencium lembut kening nya. Tentu saja membuat Laura terharu, pernikahan yang sudah lama di jalani nya bersama Fidy, baru kali ini Fidy berkata dan bersikap layak nya seorang suami, yang memberikan kekuatan kepada istri nya.
Sebuah kata-kata dan sikap sederhana, yang mampu memberikan kebahagiaan dan kehangatan di diri nya, yang sebentar lagi harus berhadapan dengan hukum sebagai seorang pesakitan.
Fidy pun mendorong kursi roda Laura, untuk meninggalkan taman di ikuti oleh beberapa petugas kepolisian.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata penuh amarah, menatap mereka dari kejauhan.
************
Jika Fidy tidak bisa menceraikan Laura, bagaimana nasib Ana yang hanya sebagai istri siri..??
Bagaimana juga nasib Laura, yang akan menjadi pesakitan, untuk semua kejahatan yang sudah di lakukan nya..??
Bagaimana hasil dari pemeriksaan Laura..??
"Apakah ginjal mereka cocok..??
"Milik siapakah sepasang mata yang terlihat merah.??
Ikuti terus kisah seru nya, sampai dengan siapa hati Ana berlabuh😊🥰.
Jangan lupa novel end dan up nya👇👇
__ADS_1