
bab 26
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Suara bariton itu,seketika membuat jantung Ana berhenti berdetak, dengan memejamkan mata dan menggigit bibir bawah nya,
serta tangan yang meremas kencang celemek atau apron yang masih di pakai nya.
Lelaki bersuara bariton yang tidak lain adalah Fidy menghampiri Ana kemudian berdiri di hadapan Ana sambil menatap Ana yang sedang memejamkan mata.
"Kamu pikir aku hantu,sampai mata mu tertutup seperti ini..??"Fidy bertanya sambil mendekat kan wajah nya pada wajah Ana,,tentu saja tanpa Ana sadari.
Tapi Ana merasakan hembusan napas yang sangat dekat dengan wajah nya, seketika Ana langsung membuka mata nya.
Ana sangat terkejut saat wajah Fidy hampir tidak berjarak dengan wajah nya,Ana pun langsung menjerit dan menjauhi wajah dan tubuh nya dari Fidy, sehingga Ana kehilangan keseimbangan,membuat tubuh nya hampir jatuh ke lantai.
Dengan sigap Fidy langsung menangkap tubuh Ana,dan membuat tubuh Ana jatuh ke pelukan Fidy,, Seketika netra mereka pun bertemu.
Ana langsung mendorong kencang tubuh Fidy, sehingga tubuh Fidy sempat terhuyung beberapa langkah ke belakang.
Bi Minah terkejut,dan langsung memegang tangan Fidy agar tidak terjatuh.
"K..kamu..!!!"Teriak Fidy dengan wajah memerah menatap Ana.
"M..maaf tuan saya tidak sengaja..."Ucap Ana dengan wajah ketakutan sambil menangkupkan kedua telapak tangan nya,dan menggigit bibir bawahnya kembali.
"Wanita ini, kenapa selalu menggigit bibir bawahnya..??"Tanya Fidy dalam hati,yang membuat diri nya gemas,dan menahan diri untuk tidak mendekati Ana.
Fidy menarik napas dan membuangnya kasar.
"Cepat bersihkan diri mu dan temani aku makan.."Perintah Fidy.
"Dan satu lagi,kamu harus sudah ada di meja makan ini, sebelum aku datang.."Perintah Fidy lagi sambil melangkah menuju kamar nya.
Ana menelan Saliva nya.
"Kenapa aku harus menjadi istri lelaki seperti itu sie...??"Tanya Ana dalam hati sambil mendengus kesal.
"Nyonya,, cepat bersihkan diri,jangan sampai tuan duluan yang sampai di meja makan.."Seru bi Minah mengingatkan Ana.
"Repot sekali,sudah capek masak,harus nemenin juga.."Gerutu Ana sambil melangkah kan kaki nya menuju kamar nya.
Bi Minah hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis melihat kekesalan Ana.
Fidy di dalam kamar juga tersenyum tipis, melihat wajah Ana yang tampak sangat kesal.
"Semakin menggemaskan..."Fidy berkata sambil membuka dasi nya,,dan segera melangkah ke kamar mandi.
***********
Hanya dalam hitungan 20 menit,,Ana sudah duduk manis di meja makan,tampak dia sudah menyiapkan piring untuk Fidy.dan menuangkan segelas air putih untuk Fidy,, karena bi Minah sudah memberi tahu lebih dulu tentang kebiasaan Fidy,yang selalu meminum air putih sebelum memulai makan.
Tak lama terdengar derap kaki yang hampir saja membuat jantung Ana copot,,derap kaki itu tepat berhenti di samping Ana.
Ana mencoba menenangkan hati nya,menarik napas dalam-dalam dan membuangnya berlahan.
Dengan tangan dan kaki gemetar,Ana membalikkan tubuhnya,mencoba untuk menatap Fidy.
__ADS_1
Seketika netra mereka bertemu.
"S.. silahkan tuan.."Ucap Ana gugup sambil menarik kursi untuk di duduki Fidy.
"Sebenarnya aku ini istri atau pelayan sie..."Gerutu Ana dalam hati.
"Sabar Ana,,semua demi misi agar kamu terbebas dari belenggu ini.."Ucap Ana dalam hati mencoba menyakinkan dirinya.
Fidy langsung duduk di kursi dan meminum air putih yang sudah di siapkan untuk nya,, sedangkan Ana hanya berdiri mematung,,dia bingung untuk melakukan apa.
"Sampai kapan kamu mau berdiri...??"Tanya Fidy menatap tajam Ana.
"Ee..."Ana bingung mau menjawab apa.
"Ambil kan nasi dan lauk untuk ku.."Ucap Fidy sambil menggeser piring nya,, memberikan tanda untuk Ana.
Ana segera mengambil nasi untuk Fidy.
"Apa segini cukup tuan.???."Tanya Ana sambil memperlihatkan nasi di piring ke arah Fidy.
"Kamu pikir saya kuli..??"Hardik Fidy menatap tajam Ana.
Ana tidak menjawab dia mengurangi separuh dari nasi itu.
"Segini tuan..??"Tanya Ana lagi.
"Wihana Maharani,,saya tidak sedang diet..!!"Bentak Fidy.
"Sabar,,sabar Ana..."Ucap Ana dalam hati.
Ana kembali menambah kan sedikit nasi ke piring Fidy.
Ana langsung memasukkan ayam kecap,,tumis kangkung,tempe goreng dan sedikit sambal bawang.
"Jangan pelit sama sambal,,apa sambal itu mau di kasih untuk pak Tarjo dan si Wira.??!."Ucap Fidy dengan tatapan tajam nya ke wajah Ana yang seketika memerah dan seperti biasa menggigit bibir nya.
"Sini,,cepat duduk dan ambil nasi mu..!"Bentak Fidy.
Ana pun segera duduk dan langsung menyendok nasi ke piring nya,,Fidy langsung mengambil piring Ana yang sudah berisi nasi,dan memasukkan cukup banyak lauk ke dalam piring Ana.
"Makan yang banyak,aku tidak mau di bilang suami yang tidak bisa memberi makan istri.."Ucap Fidy tanpa memperdulikan Ana yang terlihat bingung melihat isi piring nya.
Deg
Perkataan istri yang di ucapkan Bima,,terasa bagaikan sengatan listrik di tubuh Ana,tapi mampu memberikan kehangatan di hati ini yang selama ini hanya di isi kekecewaan,,Ana pun tersenyum dalam hati.
"Apa dia mengakui aku sebagai istri nya..??"Tanya Ana dalam hati.
Sambil menahan senyum dan melirik Ana,,Fidy langsung memasukkan satu sendok nasi beserta lauk ke dalam mulut nya.
Seketika Fidy terdiam saat mulai mengunyahnya makanan yang di masak Ana.
"Masakan ini, kenapa masakan ini rasa nya lezat sekali,dan seperti nya aku pernah merasakan rasa dari masakan ini,,tapi kapan entahlah..."Fidy berkata sambil menggelengkan kepalanya,,dan tangannya memijit kepala nya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Tuan,,apa tuan baik-baik saja..??"Tanya Ana cemas,,saat melihat Fidy seperti sedang menahan sakit di kepala nya.
"Dari mana kamu belajar memasak..??"Tanya Fidy menatap Ana tajam.
__ADS_1
"Dari..."Jawab Ana ragu sambil menggigit bibir bawahnya.
"Jawab Ana,,aku tahu seperti apa Rima, tidak mungkin dia mengajarkan mu memasak..."Ucap Fidy gemas.
"Dari you tube tuan,,saya belajar masak dari you tube,, karena dari kecil saya hobi masak tuan.."Jawab Ana terpaksa berbohong,, tidak mungkin dia mengatakan jika belajar masak dari ibu nya Satria.
"Yakin hanya dari you tube..??"Tanya Fidy penuh selidik.
Ana hanya mengangguk.
"Jika aku bertanya jawab dengan suara,,bukan bahasa tubuh,,kamu tidak bisu...!!"Fidy berkata dengan terus menatap tajam Ana.
"B..benar tuan.."Ucap Ana gugup.
"Ish..orang ini, kenapa sie egois banget..."Tanya Ana dalam hati.
"Makan lah.."Fidy berkata sambil meneruskan makan nya.
Fidy tampak menikmati masakan Ana,, bahkan Fidy sampai menambah porsi makan nya lagi,,Ana tersenyum menatap Fidy yang makan dengan lahap.
Karena makan terlalu lahap dan semangat,,Fidy pun tersedak,,dengan cepat Ana memberikan segelas air untuk Fidy.
"Terimakasih.."Ucap Fidy sambil mengelap bibir nya dengan tisu.
"Makan nya pelan-pelan tuan.."Ucap Ana penuh hati-hati.
Fidy tidak menjawab dia meneruskan makan nya kembali,,Ana juga langsung meneruskan makan nya dengan penuh semangat.
Entahlah melihat Fidy begitu lahap menghabiskan masakan nya,Ana yang tadi nya tidak nafsu karena melihat lauk yang penuh di atas piring nya, tiba-tiba merasakan sangat lapar,, sehingga dengan lahap dia memakan masakan nya.
Fidy menyunggingkan senyum melirik Ana.
"Wanita ini, kenapa begitu menggemaskan.."Ucap Fidy dalam hati.
Tanpa Ana sadari,,Fidy sudah selesai makan dan sekarang sedang menatap dan memperhatikan nya.
Saat Ana selesai makan,,Ana melihat ke arah Fidy, seketika netra mereka bertemu, perlahan Fidy mendekati wajah nya ke wajah Ana.
Ana merasakan jantungnya berdegup kencang,,apa lagi saat wajah mereka tidak ada jarak.
Fidy mengusap kan ibu jari nya di bibir Ana.
"Kalau makan jangan seperti anak kecil,,dan besok buat kan aku sarapan.."Fidy berkata sambil bangkit dari duduknya,,dan melangkah meninggalkan meja makan.
Sedangkan Ana hanya diam mematung,,bibir nya sedikit terbuka, tidak percaya apa yang barusan di lakukan oleh seorang Fidy.
**********
Ada yang senang ga sama cerita cintanya Fidy dan Ana..??
Bagaimana dengan Satria..??
Apakah takdir akan mempertemukan Ana dan Satria.
Ikuti terus kisah novel nya.
Jangan lupa mampir dan dukung novel author yang sudah tamat
__ADS_1