
Bab 73
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
"Maksud kamu Fidy...??"Tanya dokter Alan sambil menaut kan kedua alis nya menatap Fidy.
Fidy menghela napas.
"Ada hubungan antara Aryo dan Laura om..."Ucap Fidy hati-hati, sambil membalas tatapan dokter Alan.
"Maaf kan saya om, ini salah satu kenyataan yang harus om ketahui, mungkin bisa di jadi kan bukti untuk mengungkap kematian Aryo..."Ucap Fidy lagi, dengan perasaan tak enak untuk mengungkapkan kebenaran yang harus dokter Alan ketahui.
Dokter Alan menghela napas.
"Ternyata banyak rahasia Aryo yang tidak aku ketahui, seandai nya mamah nya masih hidup, mungkin akhir hidup Aryo tidak stragis.."Dokter Alan berkata sambil memijit pelipis nya.
"Kenapa kamu banyak sekali rahasia nak, sehingga rahasia ini semua membuat nyawa melayang.."Dokter Alan berkata dengan suara parau.
"Semua sudah takdir om, maafkan aku yang tidak bisa membantu Aryo mengatasi senua masalah nya..."Fidy berkata sambil memegang pundak dokter Alan.
"Seandai nya, aku bisa membantu Aryo keluar dari masalah **** nya, dan tidak membiarkan hubungan Laura dan Aryo menjadi hubungan terlarang..."Fidy berkata sambil menghela napas, ada penyesalan di sana.
Dokter Alan menatap dalam Fidy.
"Jadi menurut mu, Reynold dan Laura ada hubungannya dengan kematian Aryo.."Tanya dokter Alan.
"Kemungkinan ada tokoh utama yang terlibat..."Fidy berkata sambil kembali menyesap kopi nya.
"Apa kamu mencurigai seseorang, yang menjadi dalang pembunuhan Aryo..??"Tanya dokter Alan kembali.
Fidy mengangguk, sambil kembali menyesap kopi nya.
"Orang kepercayaan ku sedang menyelidiki kasus ini, sekalian mengumpulkan bukti-bukti nya om.."Fidy berkata sambil meletakkan gelas kopi nya di atas meja
"Om tenang saja, aku akan berusaha sekeras mungkin mencari keadilan untuk Aryo.."Ucap Fidy dengan suara bergetar, membayangkan bagaimana orang-orang bia**b itu mengeksekusi Aryo dengan cara yang kejam.
"Aku akan segera menjeblos kan kalian semua ke jeruji besi..."Tekad Fidy dalam hati.
"Om percaya kan semua pada mu, kalau memang benar orang-orang yang kamu curigai yang telah menghabisi nyawa Aryo, aku tidak akan memaaf kan nya..."Geram dokter Alan dengan suara bergetar menahan amarah.
__ADS_1
Fidy mengangguk, sambil menyeruput kopi nya yang hanya tinggal setegukan.di tegukan terakhir.
*********
Sementara itu di salah satu hotel termewah di Jakarta, di sebuah kamar yang luas dan berkelas, tampak sepasang manusia yang baru saja selesai memadu kasih.
Wanita sexy yang sedang berada dalam selimut hangat pun, segera beranjak dari kasur empuk nya menuju tas nya dan mengambil secarik kertas dari dalam tas nya.
"Ini bayaran mu, pergi lah jauh dari sini, atau akui semua tuduhan itu..."Ucap seorang wanita sexy sambil melempar kan selembar cek ke arah lelaki bule itu, dengan nominal yang fantastis yang tertera di kertas itu.
Lelaki berwajah bule itu, tersenyum smirk melihat angka yang tertera di dalam cek tersebut.
"Oky honey, aku akan pergi menjauh, kalau pun aku tertangkap, aku janji tidak akan menyeret nama mu atau si tua bangka itu..."Seringai pria bule itu sambil mencium cek yang berada di tangan nya.
"Apa kamu tidak membenci nya??"Tanya pria itu, sambil menatap wanita sexy yang sudah naik ke atas ranjang dan duduk di depan nya.
"Soal si tua bangka itu, biar aku yang mengurus nya..."Ucap wanita sexy itu, dengan tersenyum licik.
"Kenapa kamu sangat dendam dengan lelaki tua itu honey..??"Bukan kah dia sudah memberikan mu segala nya..??"Dan aku lihat, dia sangat menyayangi mu..."Tanya lelaki bule itu sambil memeluk wanita itu dari belakang.
"Karena dia yang telah menghancurkan hidup ku, padahal dia tahu jika aku sangat mencintai putra nya..."Wanita sexy itu berkata dengan geram, sampai rahang nya mengeras, membayangkan apa yang sudah lelaki tua itu kepada nya.
Lelaki bule itu tertawa kecil.
Wanita sexy itu mendengus kesal.
"Tua bangka itu, hanya selalu menjadi kan aku sebagai budak **** nya saja..."Geram wanita sexy itu.
Lelaki bule itu kini tertawa cukup kencang.
"Kapan rencana mu akan menyingkirkan nya honey...???"Tanya pria bule itu, sambil memutar tubuh wanita sexy itu menghadap nya.
"Aku akan menghancurkan nya secara berlahan-lahan, karena kamu tahu khan bagaimana kekuatan dan kekuasaan si tua bangka itu sekarang ini.."Ucap wanita sexy itu, sambil menatap pria bule di depan nya.
"Sampai harus mengorbankan lelaki yang sangat tulus mencintai mu...??"Tanya pria bule itu, sambil membelai wajah wanita sexy itu.
Lagi-lagi wanita itu mendengus kesal.
"Lelaki itu terlalu naif, rasa cinta nya yang terlalu dalam pada ku, justru membuat dia kehilangan nyawa nya, sama dengan nasib si*l yang menimpa suami ku..."Ucap wanita sexy itu sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Untung aku hanya membutuhkan mu, bukan mencintai mu..."Seringai pria bule itu
"Walaupun aku akan di jadikan tumbal. tapi tidak apa-apa, karena bayaran yang aku terima sangat pas dengan hasil kerja ku..."Seringai pria bule itu lagi.
Laura tersenyum kecil, kemudian mereka pun meneruskan kegiatan panas mereka kembali.
***********
Di salah satu gedung besar pencakar langit, di sebuah ruangan kerja yang luas dan mewah, tampak seorang lelaki setengah baya, yang masih terlihat gagah dengan aura kepemimpinan nya tampak sedang menggeram penuh amarah.
Tampak wajah nya yang memerah, dengan rahang wajah yang mengeras.
"Si**, kalian berdua akan segera aku beres kan..."Geram lelaki setengah baya itu, dengan seringai penuh kemarahan.
Lelaki itu terus menatap ke arah ponsel yang di pegang nya, terlihat banyak nya rekaman foto-foto dan video-video syur, dua makhluk yang sedang memadu kasih di dalam salah satu hotel mewah.
"Jangan harap kamu bisa menyingkirkan ku, sebelum itu terjadi, kalian lah yang akan dulu aku singkirkan..."Geram lelaki itu lagi.
Lelaki itu pun menelpon seseorang.
"Hallo, lakukan segera,saat wanita itu sudah tidak ada di dalam kamar.."Ucap lelaki setengah baya itu, saat telepon terhubung.
"Lakukan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.."Perintah lelaki setengah baya itu, sambil menutup ponsel nya.
"Dasar wanita lon*e, sudah bagus aku memungut nya dari lumpur.."Lelaki setengah baya itu berkata sambil melempar pas bunga yang berada di meja kerja nya, sehingga pas bunga itu hancur berkeping-keping.
Untung ruang kerja nya kedap suara, sehingga tidak sampai terdengar ke telinga para pegawai.
Lelaki setengah baya itu, mengatur napas nya untuk kembali tenang, sebelum dia bangkit dari duduk nya.
Merapikan jas nya saat berdiri, dan dengan langkah penuh kharismatik, melangkah keluar dari ruangan nya.
Saat lelaki setengah baya itu sudah keluar dari ruangan nya, tanpa perintah, seorang office boy langsung masuk dan membersihkan bekas serpihan pot bunga yang telah hancur berkeping-keping.
*********
Kalau yang mengikuti setiap bab cerita nya, pasti paham siapa wanita sexy, pria berwajah bule dan lelaki setengah baya itu...
Yang tahu komen ya😌
__ADS_1
Yuk kepoin novel yang bikin kalian penasaran untuk baca 👇