
Bab 63
"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "
Setelah Fidy selesai mandi, dan Ana sudah memastikan jika semua kebutuhan Fidy sudah di siap kan, dia pun segera menuju kamar nya untuk membersihkan diri nya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Ana mematut diri nya di cermin.
"Sempurna..."Ana berkata sambil tersenyum, manis menatap pantulan diri nya.
"Kenapa aku seperti Abg sie...??"Seperti baru mau kencan pertama saja..."Gumam Ana sambil menggelengkan kepala, dan mencoba menenangkan hati nya yang berdegup kencang.
"Aduh hati, jangan lebay begini dong..."Ana berkata sambil memegang dada nya, merasakan degup jantung nya.
Setelah melihat kembali penampilan nya di depan cermin, Ana pun segera bergegas menuju kamar Fidy.
Setelah mengetuk pintu kamar, dan terdengar suara Fidy yang meminta nya masuk, dengan perasaan tak menentu, Ana pun masuk ke dalam kamar Fidy.
Fidy menatap nya dengan tatapan penuh kekaguman.
"Cantik sekali istri kecil ku.."Ucap Fidy yang terus menatap tanpa berkedip sedikit pun ke arah Ana.
Ana hanya tersenyum simpul, berjalan ke arah Fidy.
"Sudah siap..."Tanya Ana menatap hangat wajah Fidy.
"Siap istri ku..."Fidy berkata sambil mengedipkan sebelah mata nya dengan nakal.
"Ish.."Ana menggelengkan kepala nya, sambil tersenyum.
Ana pun langsung membantu Fidy duduk di kursi roda.
"Waktu nya jalan sore tuan muda..."Ana berkata dengan riang.
"Kenapa tuan muda...??"Tanya Fidy, sambil menahan kursi roda nya yang akan di dorong Ana.
"Ya tuan muda, atau kamu mau aku panggil tuan besar...??"Tanya Ana.
"Aku memanggil mu istri kecil, masa kamu memanggil ku tuan muda..."Protes Fidy, sambil memutar tubuh menatap Ana.
Ana langsung tertawa, melihat tingkah Fidy yang merengek seperti anak kecil.
"Hai, kenapa kamu tertawa...??"Tanya sambil meraih tubuh Ana menghadap nya, dan menggelitiki nya.
Ana pun tertawa kegelian.
"Ampun mas, sudah nanti matahari nya keburu tenggelam.."Ucap Ana meronta, mencoba melepaskan diri dari dekapan Fidy.
"Jangan lagi panggil aku tuan muda..."Ucap Fidy sambil menatap gemas wajah Ana, yang terlihat memerah menahan geli karena kelitikan nya.
"Iya suami ku sayang..."Ana berkata sambil memencet pelan hidung mancung Fidy.
__ADS_1
Cup...
Fidy mengecup bibir tipis Ana.
"Tuh khan, selalu mencari kesempatan..."Ana berkata sambil mengerucutkan bibir nya.
Fidy hanya tertawa kecil, sambil mengacak pelan rambut Ana.
"Ayo cepat, kata nya matahari sudah mau tenggelam, atau kita akan menikmati sore ini di dalam kamar saja..."Bisik Fidy nakal.
"Ish, dasar mesum..!!"Hardik Ana yang langsung melepaskan diri dari dekapan Fidy, dan bergegas mendorong kursi roda Fidy keluar kamar.
Sambil menuju taman, mereka terus melempar canda, sesekali terdengar tawa kebahagiaan di antara mereka.
Bi Minah dan mang Ujang Saling melempar senyum, melihat kebahagiaan tuan dan nyonya mereka.
Sedang kan di kejauhan, tampak sepasang mata sendu milik Wira menatap nanar ke arah mereka.
"Hmm, sejuk nya.."Ana berkata sambil membentangkan tangan nya di tengah taman, menghirup udara segar di sore hari, menikmati wangi nya bunga-bunga.
Fidy tersenyum bahagia melihat Ana, selama puluhan tahun, kini hati nya merasakan kehangatan dan kebahagiaan kembali.
Senyum dan tawa yang lepas telah lenyap terbawa luka dan duka bersama masa lalu yang menyakitkan.
Ana benar-benar membawa perubahan besar dalam hidup nya, hati nya yang sudah keras, dan mati dengan cinta kasih.
Langsung berbeda saat melihat seorang Ana yang imut dengan seragam putih biru, mampu memberikan getaran yang berbeda di hati nya.
Sampai Ana beranjak dewasa, getaran itu benar-benar menjadi perasaan yang sangat berbeda.
Bagi Fidy menunggu Ana selama 10 tahun, benar-benar menyiksa batin nya, sampai akhir nya waktu untuk memiliki Ana pun tiba.
Waktu kebahagiaan untuk nya, tapi bagi Ana, ini semua waktu di mana membuat nya tersiksa bahkan sampai nekat bunuh diri.
Sebenar nya Fidy merasakan hati nya ikut menangis dan merasa sangat terluka, melihat penderitaan Ana, tiba-tiba saat kebahagiaan yang di rasakan nya selama 22 tahun, seketika hilang semua berganti dengan kenyataan pahit yang harus di terima nya dengan ikhlas.
Fidy tidak menyangka, jika wanita yang sudah bertahun-tahun benar-benar sudah bertahta di hati nya, kini ada di depan mata nya, bahkan sudah menjadi milik nya.
"Aku sudah mendapatkan diri mu An, tapi apa hati mu sepenuhnya untuk ku..??"Tanya Fidy dalam hati.
Fidy menatap nanar ke arah Ana, yang kini sedang berputar-putar di tengah taman, seperti seekor kupu-kupu cantik yang menikmati kebebasan.
Ana tersenyum dan menghampiri nya.
"Ayo kita ke tengah taman..."Ajak Ana sambil berniat mendorong kursi roda.
Tapi Fidy mencegah tangan Ana.
"Aku akan berjalan sampai ke tengah taman.."Fidy berkata sambil mencoba untuk brdiri dari kursi roda.
"Tapi..."Ana tidak jadi meneruskan kata-katanya, karena Fidy dengan lembut meletakkan jari telunjuk nya di bibir Ana.
__ADS_1
"Aku tidak lumpuh sayang, kaki ku hanya memar sedikit..."Ucap Fidy lembut, kemudian berusaha untuk berdiri.
Ana langsung membantu Fidy.
Fidy tersenyum dan mengacak pelan rambut Ana.
Fidy pun berjalan berlahan-lahan sambil di bantu Ana.
"Aku bisa khan..??"Fidy berkata dengan senyum mengembang, saat mereka sudah berada di tengah taman.
"Apa sie yang tidak bisa di lakukan oleh seorang Fidy Eka Sakti, pengusaha sukses, pemilik perusahaan raksasa dengan segudang prestasi..."Ana berkata sambil tersenyum menggoda Fidy.
"Hai, jangan meledek ku...!!"Ucap Fidy menatap nanar Ana.
"Aku tidak meledek, seorang Fidy Eka Sakti, pasti impian setiap wanita di luar sana..."Ucap Ana dengan wajah sendu.
Fidy yang tatapan nya terlihat nanar, tiba-tiba berubah berbinar penuh kebahagiaan.
"Jadi istri kecil ku sedang cemburu ya...??"Tanya Fidy sambil membawa Ana ke dalam pelukan nya.
"Mas...!!"Teriak Ana dengan wajah merona merah.
************
Sementara Fidy dan Ana sedang di landa kebahagiaan, tapi tidak pada sosok perempuan yang terlihat sedang mengamuk di kamar nya.
"Kurang aj**, perempuan sia**n.."Teriak wanita itu yang tak lain adalah Laura.
Kemarahan nya benar-benar sudah mencapai puncak nya.
Saat video dan berita-berita nya bersama Fidy tiba-tiba menghilang begitu saja, dari media televisi sampai media medsos.
Di tambah lagi, saat dia melihat dengan jelas kebersamaan Fidy dan Ana.
Fidy terlihat tertawa lepas menggoda Ana, bahkan dengan penuh cinta memeluk Ana begitu hangat.
Sesuatu yang tidak pernah di lakukan Fidy sebagai seorang suami terhadap dia istri sah nya.
"Lihat lah wanita sia**n, aku akan membuat mu menyesal.."Ucap Laura dengan geram.
Tampak wajah nya di penuhi api kemarahan, kecemburuan dan kebencian.
**********
Apa yang akan di lakukan Laura, karena kebencian nya pada Ana..??
Ujian apa lagi yang akan menimpa cinta Fidy dan Ana....--??
Sikap Wira masih jadi teka teki.
Setia terus ya sama karya-karya author
__ADS_1
.