Jodoh Tak Pernah Salah Memilih

Jodoh Tak Pernah Salah Memilih
Pemakaman Dokter Alan


__ADS_3

Bab 81


"Jodoh Tak Pernah Salah Memilih "


Di sore hari, tampak di sebuah pemakaman umum, terlihat suasana yang begitu syahdu, di tambah baru usai nya sang hujan yang membasahi bumi, membuat suasana semakin terasa sendu


Tangisan dan kesedihan mengiringi kepergian dokter Alan dan suster Eva, tanah merah pun yang secara berlahan menutupi jasad mereka, taburan do'a dan bunga sebagai pengantar peristirahatan terakhir mereka.


Fidy hanya bisa menatap nanar, dua gundukan tanah merah yang masih basah dengan taburan bunga, dia benar-benar tidak menyangka jika om Alan orang yang di anggap nya selama ini seperti sosok ayah kandung nya sendiri.


Kini sosok itu harus menghembuskan napas terakhir nya karena kecelakaan, yang Fidy yakini adalah sebuah sabotase.


Kecelakaan yang sangat bertepatan dengan sidang vonis pembunuhan sepupu sekaligus sahabat nya dokter Aryo, dia yakin sekali, bukan Reynold pelaku tunggal pembunuhan dokter Aryo.


Pasti kematian dokter Aryo dan kecelakaan dokter Alan di lakukan oleh orang yang sama.


Fidy juga menyakini saat dia kecil, kematian dua orang yang sangat di sayangi nya , adalah pelaku yang sama, dia juga yakin jika semua ini tidak ada hubungan nya dengan orang tua Ana.


"Ana.."Gumam Fidy tiba-tiba mengingat Ana.


Setelah prosesi pemakaman selesai, Fidy pun lekas mengendarai mobil nya menuju ke suatu tempat.


Tapi di tengah perjalanan, Fidy langsung menghentikan laju mobil nya, dia melirik ke kaca spion, sebuah mobil avanza berwarna hitam sedang menguntit nya.


Fidy pun segera keluar, dan berpura-pura melihat dan mengecek ban mobil nya, dari ekor mata nya, tampak avanza berwarna hitam itu berhenti.


"Oke, kita mulai permainan ini.."Fidy berkata dengan senyum smirk nya.


Setelah pura-pura mengecek keadaan mobil nya, Fidy pun kembali masuk ke dalam mobil, dan mulai melajukan mobil nya, dengan kecepatan sedang, sambil melirik ke kaca spion.


Sampai akhirnya Fidy sampai di sebuah klinik umum yang cukup besar. Fidy pun segera memarkirkan mobil nya , senyum smirk Fidy semakin terlihat, saat Avanza hitam berhenti di depan jalan masuk klinik, tapi Avanza itu tidak masuk ke dalam parkiran, hanya mengamati gerak gerik Fidy.


Dengan langkah santai dan gaya cool nya, Fidy pun segera melangkah masuk ke dalam klinik.


Sesampai nya di dalam kinik, Fidy langsung masuk ke satu ruangan, dan di dalam nya sudah menunggu dua lelaki yang satu tampak memakai kacamata, sedangkan satu lagi lelaki berbadan kekar, kedua nya langsung tersenyum melihat kedatangan Fidy.


"Hai, apa kabar sob, gw turut berdukacita atas kematian dokter Alan dan Aryo.."Lelaki berkacamata itu langsung merangkul Fidy.


"Thanx Jim..."Jawab Fidy sambil menghela napas dan menepuk pelan pundak lelaki berkacamata itu.

__ADS_1


"Saya juga turut berdukacita tuan.."Ucap lelaki berbadan kekar itu sambil membungkukkan tubuh nya.


Fidy pun mengangguk.


"Duduk lah kalian.."Fidy berkata sambil menghempaskan pantat nya di sofa yang berada di ruangan itu.


Kedua lelaki itu pun ikut duduk di sofa, dan mereka saling duduk berhadapan.


"Mereka di luar.."Ucap Fidy menatap tajam kedua laki-laki itu.


"Tenang, aku sudah mengatur semua nya..:Ucap lelaki berkacamata itu, sambil bangkit dari duduk nya, menuju kulkas yang tersedia di ruangan itu, dan mengambil 3 kaleng soft drink, kemudian memberikan nya kepada Fidy dan lelaki bertubuh kekar.


"Apa Laura selama ini menghubungi mu..??"Tanya Fidy penuh selidik.


"Laura...??"Tanya lelaki berkacamata itu sambil tertawa.


"Sejak gw menolak permintaan dan rayuan nya, gw langsung blok semua yang berhubungan dengan nya.."Ucap lelaki yang berkacamata, yang tak lain adalah dokter Jimmy.


Yang pernah berniat membantu Fidy dan Laura melakukan Surrogate mother pada Ana, tapi sayang waktu itu Laura ingin melakukan kecurangan, karena obsesi nya yang sangat besar untuk memiliki Fidy.


Padahal Jimmy tahu sekali, jika hati Fidy sudah terpikat pada Ana, karena Jimny tidak dapat di harap kan lagi bantuan nya, dia pun mendekati kembali Aryo, yang saat itu baru kembali lagi ke Jakarta setelah 3 tahun bertugas ke luar daerah.


Tidak di sangka, karena cinta yang begitu besar pada Laura, sehingga membuat Aryo kembali ke Jakarta karena permintaan Laura, yang meminta nya untuk menjalankan rencana nya mendapatkan cinta Fidy, dan menghancurkan Ana.


Tapi Aryo meminta imbalan dengan tubuh Laura, sehingga hubungan terlarang pun terjadi di antara mereka, Aryo yang pada dasar nya seorang bese*ual, ternyata sudah lama menjalin kasih dengan sesama jenis yaitu Reynold.


Itu lah yang membuat kemarahan dan kecemburuan Reynold, sehingga terjadi percekcokan di antara dokter Aryo dan Reynold, dan dengan tega Reynold menghabiskan nyawa dokter Aryo dengan cara yang sadis.


Tapi berdasarkan bukti-bukti yang Fidy dapat kan dari Albert, ada keterlibatan dari Aksa dan Laura, dan mereka lah otak dari pembunuhan ini.


Dokter Alan yang sudah mengetahui nya pun di habis kan juga, dengan men sabotase mobil dokter Alan, sehingga terlihat murni sebagai kecelakaan.


"Albert, aku ingin segera bukti-bukti itu kita serah kan ke polisi.."Fidy berkata sambil menatap tajam lelaki bertubuh kekar yang tak lain adalah Albert.


Albert juga salah satu intel yang bekerja di BIN ( Badan Intelijen Negara ).


"Tenang tuan, semua sedang dalam proses.."Jawab Albert dengan tegas.


Fidy mengangguk.

__ADS_1


"Lo yakin akan melakukan semua ini..?"Pasti lo akan tahu konsekuensi nya.."Tanya Jimmy menatap Fidy.


Fidy tertawa kecil, mendengar pertanyaan Jimmy.


"Gw akan memulai nya dari nol, selama ada Ana di samping gw..."Jawab Fidy dengan penuh yakin.


Jimmy pun tersenyum.


"Bagaimana dengan lelaki itu...?"Tanya Jimmy lagi.


"Satria...??"Tanya Fidy balik.


"Siapa lagi .??"Ingat sob, Satria itu lelaki yang sangat berarti dalam hidup Ana, sekarang dia tinggal di rumah Satria, gw yakin kalau peran Satria di hati Ana itu begitu kuat..."Jimmy memberikan spekulasi nya.


Fidy menghela napas.


"Kenapa lo lebih memilih jadi dokter ..??"Kenapa lo ga milih jadi penyidik atau jadi intel seperti Robert..??"Tanya Fidy kesal menatap Jimmy dan melirik Robert.


Robert hanya tersenyum.


"Karena wajah gw baby face, jadi ga pantas dong untuk jadi penyidik apa lagi intel, seperti si Robert ini.."Jawab Jimmy sambil kembali menyesap soft drink nya.


Fidy hanya menggeleng kan kepala.


"Pede tingkat dewa.."Ucap Fidy sambil menyesap soft drink nya.


Jimmy hanya terkekeh, sedang kan Robert hanya tersenyum menggelengkan kepala nya.


***************


Apa yang akan terjadi pada nasib Fidy, jika dia membongkar semua kejahatan Aksa..???


Kalau dia bukan ayah Fidy, lalu siapa Aksa sebenar nya..??


Dan di mana orang tua kandung Fidy..??


Sudah meninggal kah??


Ikuti yuk tiap bab nya, jangan lupa mampir ke novel selalu author promosi

__ADS_1



__ADS_2